00:00Saudara, mengajar bahasa Indonesia bukan sekadar mengenalkan kosa kata dan kalimat,
00:05tapi juga sepaket dengan budaya dan tradisinya.
00:07Lalu seperti apa bahasa Indonesia yang diajarkan di Berlin, Jerman?
00:11Berikut liputan jurnalis DW Indonesia, Sorta Karolin, selengkapnya.
00:16Saya goreng batago.
00:19Hari ini kami membuat batago, sekarang masukkan di sini untuk goreng.
00:25Memasak sambil belajar bahasa Indonesia.
00:27Ini dilakukan murid kelas bahasa Indonesia di rumah budaya Indonesia, Berlin.
00:32Boi adalah pengajarnya.
00:33Ia sudah mengajar bahasa Indonesia bagi penutur asing sejak tahun 2021.
00:38Saya ingin memperkenalkan Indonesia bukan hanya dari bahasanya aja, tapi juga budayanya.
00:44Dan ini juga cocok banget karena biasanya orang Indonesia ketika bertemu,
00:48kita bukan hanya ngomongin orang, tapi juga kita juga biasanya ngomongin tentang makanan.
00:53Kelas bahasa Indonesia ini diminati warga Berlin yang berencana mengunjungi Indonesia,
00:58atau sekedar mengenal budaya Indonesia lebih dekat.
01:01Saya bekerja di proyek pelindungan hutan tropis di Sumatera,
01:07jadi saya sering dinas ke Indonesia,
01:11dan saya mau bisa berbicara dengan orang Indonesia.
01:16Budaya di Indonesia menurut aku bagus sekali dan menarik sekali juga.
01:24Dan orang Indonesia ramah sekali.
01:28Untuk berkomunikasi dan mengerti orang Indonesia lebih muda,
01:34itu penting kalau aku bisa berbicara bahasa Indonesia juga.
01:38Selain mengajar, Boi sedang menempuh pendidikan doktor,
01:41mengkaji linguistik perkotaan.
01:43Sembari terus mengedukasi anak muda untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar
01:48lewat akun media sosialnya.
01:50Ya, tantangannya biasanya pembelajar itu sudah punya relasi orang Indonesia,
01:55dan mereka biasanya berkomunikasi dengan orang Indonesia langsung,
01:58dan banyak dari mereka ternyata berpikir,
02:00oh ternyata berbeda ya bahasa Indonesia yang kita pelajari di kelas,
02:04dan juga kenyataannya seperti itu.
02:06Tapi memang alasannya banyak orang Indonesia sendiri
02:09yang memang mereka tidak mengenal bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
02:12Selain Boi, ada guru bahasa Indonesia lain di Berlin.
02:16Esi, Hanstein.
02:17Dia sudah 28 tahun mengajar bahasa Indonesia di Jerman.
02:21Mimpi Esi untuk bertemu langsung dengan Profesor Erich Dieter Krause,
02:25penulis kamus Indonesia Jerman, jadi kenyataan
02:28saat ia berkesempatan mengunjungi Jerman untuk mengambil data skripsi.
02:32Saat pertama kali bertemu, dia malah ditawari sang Profesor
02:36untuk mencari dosen bahasa Indonesia di Universitas Leipzig.
02:40Esi mulai mengajar bahasa Indonesia di Universitas Leipzig pada tahun 1998.
02:45Tahun 2019, ia juga mendapat tawaran untuk mengajar di Universitas Humboldt, Berlin.
02:50Ternyata, proses belajar bahasa Indonesia tidak selalu mudah,
02:54baik untuk mengajarnya maupun untuk murid asing.
02:58Kesulitan di bahasa Indonesia untuk saya adalah
03:01orang Indonesia yang berbicara lebih cepat.
03:06Untuk saya berbicara bahasa Indonesia sedikit sulit.
03:13Ya, saya kira menulis kurang sulit.
03:19Senada dengan Boy, Esi juga mengakui bahwa ada curang
03:23antara bahasa Indonesia formal dan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari.
03:28Tantangan yang terbesar dan paling berat itu sebenarnya orang Indonesia kita sendiri.
03:34Karena apa?
03:35Mereka yang di Indonesia tidak mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
03:40Tantangan yang lain, yaitu bagaimana mahasiswa di sini itu kritis sekali.
03:47Tidak hanya mengajar di kelas, Esi membawa mahasiswa Jerman ekskursi ke acara kebudayaan Indonesia di Berlin.
03:54Bahkan langsung ke Indonesia.
03:56Di program itu, ia melibatkan para mahasiswa dalam proyek-proyek sosial atau berkelanjutan.
04:01Seperti mengajar di panti asuhan,
04:03hingga mengunjungi universitas untuk berdiskusi seputar kampus hijau dan proyek SDG SPBB.
04:08Ekskursi kami ini tidak identik dengan ekskursi yang hanya bersenang-senang.
04:14Mereka di sana mempresentasikan universitas mereka,
04:17jadi mereka berdiskusi tentang bagaimana mereka ikut sedikit andil dalam menyelamatkan dunia.
04:25Dari Berlin, Jerman, Surtai Karolin, DW Indonesia, melaporkan untuk Kompas TV.
Komentar