00:00Intro
00:00Assalamualaikum Wr. Wb
00:08Perkenalkan nama saya Isah Punira
00:11Saya bekerja sebagai buruh bendong di Beringarjo
00:15Pekerjaan buruh bendong itu
00:18Untuk membantu para pembeli maupun pengunjung
00:23Yang belanjanya banyak
00:25Terus kami itu membantuin bawain
00:27Kalau saya belum lama mbak
00:29Nama saya masuk jadi buruh bendong itu 2010
00:32Baru 15 tahun
00:34Nama saya Mbah Gia
00:50Umurnya 80
00:52Saya kira-kira 50an tahun
00:56Ya saya senang ya kalau masih di pasar
01:01Kalau di rumah nanti
01:02Cuma gimana ya
01:04Nggak ada kerjaan lainnya
01:06Senang di pasar
01:08Kan nggak dapat uang banyak
01:10Tapi senang sama teman-teman ketemu
01:13Memburgolehkan
01:16Aku itu sudah disuruh sama cucu saya
01:20Tapi saya belum mau
01:25Aku masih senang kerja
01:26Saya itu sekali gendong itu dulunya 3.000 mbak
01:46Itu 50 kilo dari rantai 2 sampai lantai ke atas
01:50Tempat parkiran itu 3.000
01:52Tapi sekarang Alhamdulillah sekarang sudah
01:555.000 mbak 50 kilo
01:57Ya nggak menentu mbak
02:00Kadang kalau ada yang memakai jasa kita
02:02Banyak apa sering itu
02:04Ya kita pulang bawa uang
02:06Kalau nggak ya
02:07Ya sedapetnya mungkin dapet 30
02:11Dapet 40
02:12Dapet 50
02:14Itu nanti PP ongkos pulang pergi saya itu 20.000
02:18Kalau saya sendiri gini mbak
02:23Jadi saya selain mengendong
02:26Saya juga punya kerja
02:29Sambingan misalnya usaha
02:30Misalnya dari rumah itu ada pisang
02:34Ada apa itu dibawa ke sini
02:37Jadi nanti kalau nggak laku gendongnya
02:40Kita bisa jualan di sini
02:42Kadang malam itu buat senek
02:46Itu nanti paginya digelilingkan di sini
02:49Kalau pandangan saya sih
03:05Kalau bubuk kan ya kasihan ya
03:07Kalau yang sudah tua itu
03:08Sama juga paling di sini kan cari uang
03:12Di mana kan susah bisa
03:14Biasanya paling ya
03:15Membantu
03:17Membawa barang
03:20Para customer yang beli-beli gitu
03:22Kalau dari saya sih
03:25Yang sudah tua itu ya agak gimana ya
03:28Kasian tapi ya
03:30Biasanya cari uang buat keseharianya
03:32Buat seharianya buat makan
03:34Itu senate yang di sana
03:39Itu naik
03:40Biasanya bagi itu
03:41Tengah cukup
03:41Jadi
03:43Untuk
03:43Bebuk
03:44Terimakasih
03:44Tengah
03:45Biasanya bagi itu
03:45Biasanya bagi itu
03:45Itu naik
03:47Biasanya bagi itu
03:48Jangan lupa like, share, dan subscribe, dan subscribe channel ini.
04:02Ya kadang kalau capek-capek itu kita itu cuman minum jamu.
04:07Jamu bikin asam sendiri tuh lho mbak, kayak temulawak, kuner asam, jahe gitu.
04:14Mungkin kalau capek banget itu kita ke tukang bijit, ke tukang urut.
04:29Kira-kira cuma 25 kilo mbak.
04:32Kalau dari atas ke bawah itu 25 kilo masih kuat,
04:37tapi kalau dari bawah ke atas ya paling 15 kilo mau kalau sudah berat ya nggak mau.
04:44Dulu satu gental kuat dulu.
04:47Satu karung gula pasir kan dulu karungan, bukan kayak sekarang.
04:51Itu saya satu karung.
04:54Kalau sekarang ya terasa capek-capek, pegel-pegel gitu.
04:59Saya nggak malu.
05:13Saya itu karena saya jadi buruk gendong itu saya malah bangga.
05:18Saya disini ikut Pak Gujuban itu sering di buruk gendong kan ada pendampingnya mbak.
05:26Pendampingnya itu Yasanti.
05:28Nah dari Yasanti itu saya mendapat pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman yang belum pernah saya alami.
05:36Maksudnya saya kan nggak sekolah, sekolahnya cuma SMP.
05:40Jadi saya bisa tahu apa.
05:42Jadi pengalaman dan pengetahuan itu dari Yasanti.
05:46Dan saya juga bangga.
05:48Saya kemarin tahun 2004 saya diutus Yasanti untuk ke luar negeri.
05:55Untuk mewakili buruk gendong di Jogja.
05:59Saya bangga, saya nggak malu.
06:11Saya Sariroh dari Yayasan Anisya Swasti.
06:14Saat ini saya kebetulan diamanai menjadi direktur Yayasan Anisya Swasti atau biasa disebut Yasanti.
06:21Yasanti sudah lahir tahun 1982 jadi sekarang sudah 43 tahun ya.
06:31Sebagai organisasi perempuan pertama di Indonesia.
06:34Tahun 90-an Yasanti mengadakan penelitian tentang buruk gendong di pasar dan juga di daerah asal.
06:41Karena buruk gendong itu mayoritas berasal dari Pulau Progo.
06:45Kita assessment dan lain-lain-lain beberapa tahun kemudian baru kita bikin kelompok.
06:50Kelompok pertama itu apa yang bisa dilakukan di kelompok bu.
06:54Terus kita kan sudah identifikasi tuh.
06:56Oh apa, sulit kalau ada yang kena rentener, banyak utang.
07:01Karena kalau kita bikin prakoperasi semacam simpan pinjam gitu ya.
07:07Dari mereka untuk mereka dan itu kita dampingi sampai sekarang.
07:12Kegiatan simpan pinjam itu.
07:14Di luar itu kita juga memberikan pendidikan bagaimana dia bisa ada pelatihan gender, ada pelatihan kepemimpinan.
07:22Karena sudah bikin organisasi maka dia bagaimana menjadi pemimpin yang baik.
07:26Bagaimana menjadi dia harus tahu fungsi-fungsi kepemimpinan.
07:30Kemudian kita juga mengajari bagaimana dia bisa bernego dengan pemberi kerja.
07:36Kalau tadinya hanya dikasih seribu dua ribu bagaimana kalau biar kalian berani nego gitu.
07:44Kita juga ada latihan public speaking, ada pelatihan advokasi untuk mereka.
07:49Jadi dengan itu akhirnya mereka sekarang sudah mampu bernego dengan pemberi kerja.
07:55Umpamanya bu kalau hanya dua ribu nggak cukup untuk hidup.
07:59Sekarang sudah mereka bahkan ada yang sudah bikin curhat kesepakatan gitu.
08:04Untuk kalau di lantai kayak Mbak Isah itu dia bikin kesepakatan.
08:09Kalau di lantai satu lantai itu set kali gendong sepuluh ribu.
08:14Tapi kalau nanti naik ke atas tiga belas ribu.
08:17Itu sudah itu sudah melalui proses panjang yang berdarah-darah untuk sampai dia berani seperti itu Mbak.
08:24Buru gendong di Meringharjo itu sekitar 200.
08:29Kalau Yasanti kan punya dampingan empat pasar ya Mbak.
08:33Itu dulu juga sumbernya dari Meringharjo.
08:36Cuma menyebar di Bengiwangan, Gampeng dan Kerangan.
08:40Di Meringharjo itu 200.
08:43Di Giwangan itu ada sekitar 135.
08:46Di Gampeng 40.
08:48Di Kerangan 10 karena sudah beberapa sudah meninggal.
08:51Itu ya masing-masing pacar punya organisasi.
08:54Jadi paguyuban sayur rukun buru gendong itu ada di masing-masing pasar.
08:58Dari empat pasar itu mereka ada juga paguyuban yang tingkat DIY.
09:03Ada kita ada pelatihan gender, ada pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi.
09:09Kayak kemarin namanya buru gendong kita latih karena mereka itu kan sambatan pasarnya sepi ya Mbak ya.
09:18Sekarang itu kan kayak dibatek dimak itu kan sepi.
09:21Nah kita coba cari cara untuk bagaimana dia juga bisa belajar berusaha.
09:29Maka kita panggilkan arah sumber yang berpengalaman dalam usaha biar memberikan motivasi kepada mereka.
09:36Kemudian ada sekarang yang sudah melakukan usaha itu.
09:40Meskipun dia buru gendong itu masih merasa usaha itu adalah sampingan karena pekerjaan utamanya adalah gendong gitu.
09:46Dia nggak mau pekerjaan utamanya selain gendong gitu.
09:50Jadi kalau dia punya usaha ya itu sampingan.
09:53Tapi kita tetap melakukan kayak ada juga pelatihan digital marketing.
09:56Jadi biar dia kayak Mbak Isa itu kan dia jualan wedang uhuh.
10:01Dia sekarang sudah bisa memasarkan lewat WA bisnis dia, lewat IG, lewat Facebook gitu.
10:09Jadi pembelinya semakin banyak gitu.
10:12Kalau dukungan dari pemerintah secara NC ngasih dana itu belum pernah ya Mbak ya.
10:17Tapi kami itu berjuang terus mendampingi mereka apa yang bisa diperjuangkan.
10:22Seperti mamanya meminta toilet gratis itu sudah 10 tahun lebih meminta kepada dinas juga nggak dijawab.
10:31Sudah audiensi kesana ke DPR, ke Dinas Tenaga Kerja.
10:36Tapi nggak ada nggak ada jawabannya.
10:39Nah kemarin pas Pak Hasto mau nyalek kita ada dialog.
10:43Dia berjanji mau menggulkan yang tuntutan kita.
10:48Nah setelah dia jadi wali kota kita ada acara nageh janji.
10:54Kita tageh janjinya.
10:55Dan Alhamdulillah kok toilet gratis sudah di akhirnya dibikinkan kartu.
11:00Semuanya baru gendung di Pasar Mening Harjo.
11:02Agar kalau ke kamar mandi itu nggak bayar.
11:05Itu ya baru itu bantuan yang bisa diberikan.
11:09Hanya kartu itu yang diberikan.
11:11Bukan uang secara NC itu belum pernah Mbak.
11:14Ya saya bangga, saya senang Mbak saya menjadi seorang ibu.
11:19Saya bisa ya walaupun anak-anak saya itu nggak sekolah setinggi misalnya kuliah itu nggak Mbak.
11:26Tapi saya juga bangga karena anak-anak saya juga bisa sekolah.
11:31Saya juga bisa membantu suami untuk mencari tambahan ekonomi.
11:38Kalau saya ya cuma harapan saya.
11:43Kalau saya masih kuat jalan itu ya masih senang di Pasar.
11:48Kalau di rumah nanti nggak malah.
11:50Cuma luar masuk, luar masuk di rumah nanti nggak malah cetruk.
11:57Kalau di Pasar kan senang ketemu sama teman-teman.
12:00Saya cuma mengucapkan Alhamdulillah.
12:04Terima kasih Ya Allah yang telah memberikan kesehatan, kekuatan kepada saya.
12:10Sehingga saya bisa bertahan sebagai ibu sampai saat ini.
12:15Saya bersyukur Mbak menjadi ibu.
12:18Semoga semua itu sukses, lancar dan apa yang mau dibutuhkan sama ibu-ibu itu itu kecapekan.
12:31Tidak sekedar jadi hari ibu tapi jadi perempuan yang berdaya.
12:35Perempuan yang bisa berjuang untuk memperjuangkan kaumnya.
12:39Kalau pesan-pesan buat hari ibu harus kuat, semangat.
12:48Walaupun anaknya rewel, walaupun anaknya perkintah kemana tapi harus kuat.
12:54Pokoknya kita juga pasti punya ibu.
12:57Ini juga istri saya hamil, mau melahirkan juga.
13:03Berapa? Satu bulan lagi.
13:05Kau kuat, pacar.
13:09Kau kuat, pacar dan apa yang mau dibutuhkan sama ibu.
13:13Selamat datang ibu.
13:15Semoga kita selalu.
13:17Dan semangat semangat semuanya.
13:21Terima kasih telah menonton!
13:27Terima kasih telah menonton!
13:33Terima kasih telah menonton!
13:41Terima kasih telah menonton!
Komentar