Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TEGAL, KOMPAS.TV - Tanah bergerak masih terjadi di Desa Padasari, Jatinegara, Tegal, Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan status tanggap darurat bencana tanah bergerak di Tegal.

Dari data BPBD, lebih dari 400 rumah warga rusak berat dan tak layak huni dan 2.400 warga mengungsi.

Terkait tanah bergerak, kita bahas bersama Pakar Geologi Lingkungan dan Kebencanaan UGM, Dwikorita Karnawati.

Baca Juga Tak Hanya di Tegal, Tanah Bergerak Rusak Rumah Warga di Cirebon dan Semarang | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/649635/tak-hanya-di-tegal-tanah-bergerak-rusak-rumah-warga-di-cirebon-dan-semarang-sapa-malam

#tanahbergerak #tegal #daruratbencana

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649652/pakar-geologi-lingkungan-ugm-ungkap-penyebab-tanah-bergerak-di-tegal-kompas-malam

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Intro
00:00Saudara tanah bergerak masih terjadi di desa Padasari, Jatinegara Tegal, Jawa Tengah.
00:11Berikut liputan jurnalis Kompas TV, Ari Himawan di lokasi terdampak bencana tanah bergerak.
00:17Saudara tanah bergerak melanda desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kaupat Tegal, Jawa Tengah.
00:23Ada 465 rumah rusak akimat tanah bergerak.
00:28Seperti di belakang saya adalah rumah warga yang ambruk dikarenakan tanah bergerak.
00:34Tidak hanya rumah-rumah warga saja yang ambruk saudara.
00:37Di belakang saya juga ada jalan desa yang juga rusak karena bencana tanah bergerak ini.
00:48Dan selain rumah-rumah warga yang ambruk kemudian rusak,
00:53Ada juga fasilitas umum seperti masjid, musola, dan di belakang saya ini majelis taklim yang kondisinya sudah miring dan hampir ambruk.
01:03Terlihat di belakang saya rumah-rumah warga maupun fasilitas umum kondisinya miring dan tercatat ada 250 rumah yang kondisinya rusak berat hingga ambruk.
01:19Sementara 2.400an warga kini mengungsi dan warga kini disibukan dengan evakuasi barang yang bisa diselamatkan.
01:29Tapi di belakang saya ini warga sedang menyelamatkan barang-barang dari rumahnya yang bisa diselamatkan dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil.
01:39Sekarang ini warga juga masih menunggu kapan ada lokasi dilakukan oleh pemerintah dan dari data sekitaran nantinya warga akan dilokasi di tanah seluas 10 hektare yang ada di 3 titik di sekitaran desa pada dasar ini.
02:01Ari Himawan, Kompas TV, Tegal, Jawa Tengah
02:06Saudara pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan status tanggap darurat bencana tanah bergerak di Tegal.
02:14Dari data BPBD, lebih dari 400 rumah warga rusak berat dan tak layak huni dan 2.400 warga mengungsi.
02:21Penanganan Tegal itu tentunya kita sejak hari pertama pertama pemerintah Kabupaten Tegal sudah menaikkan status ya, status tanggap darurat kemudian.
02:35Data terakhir berapa rumah Pak yang?
02:37596 dengan 2.400 sekian pengungsian dan tentunya yang kategori rumah yang tidak layak untuk ditempati ada sekitar 464 ya.
02:51Nah solusinya rencananya yang paling memungkinkan adalah dilakukan relokasi, dimana relokasi ini juga sudah sedang dilakukan identifikasi lokasi-relokasinya ya.
03:02Terkait tanah bergerak kita akan bahas bersama pakar geologi lingkungan dan kebencanaan UGM, Dwi Korita Karnawati.
03:10Selamat malam Bu, Dwi Korita dengan Bela di studio.
03:14Selamat malam Mbak Bela, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:17Waalaikumsalam Ibu.
03:18Bu sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan tanah bergerak? Penyebabnya apa? Lalu apa perbedaannya dengan tanah longsor?
03:26Tanah bergerak merupakan salah satu jenis gerakan tanah.
03:31Nah tetapi apa bedanya dengan longsor?
03:35Kalau gerakan tanah pada kemiringan lereng yang tidak landai, jadi misalnya kemiringan lereng 20 derajat, 30 derajat, 40 derajat dan lebih curam.
03:49Dan gerakannya itu berarti menjadi cepat karena lerengnya miringnya curam dan itu melalui bidang luncur, maka disebut sebagai longsor.
04:04Jadi longsor itu adalah gerakan tanah.
04:06Namun kalau kemiringan lereng itu sangat landai, mendekati datar, misalnya kemiringan lereng 10 derajat, itu maka apabila terjadi gerakan pada tanah, kecepatannya itu sangat lambat.
04:26Bahkan istilah teknisnya disebut merayap, sering dikatakan rayapan tanah.
04:36Sama-sama gerakan tanah, tapi satu lerengnya curam disebut longsor karena kecepatan tinggi dan membahayakan, karena bisa mematikan.
04:46Kalau lerengnya landai, kecepatannya merayap, tidak mematikan, namun merusak konstruksi bangunan, namun kalau bangunannya roboh, dapat menimpa seseorang dan bisa mematikan secara tidak langsung.
05:03Demikian.
05:04Bu Dwi Kerita terkait dengan tanah yang tadi dibilangnya merayap seperti itu ya Bu.
05:08Nah tanda-tanda awal tanahnya ini akan bergerak itu seperti apa Bu?
05:12Kadang mungkin orang enggak ngerti, oh mungkin tandanya cuma bergeser sedikit seperti itu.
05:16Tanda-tandanya Bu?
05:18Tanda-tandanya biasanya diawali dalam kondisi jenuh.
05:23Misalnya sering terjadi di musim hujan, tiba-tiba tanah retak-retak.
05:30Biasanya memotong jalan, bahkan lantai rumah pun bisa terpotong menjadi retak.
05:36Berarti kekuatannya besar itu sebetulnya, meretakkan lantai rumah.
05:40Dan kalau itu terus terjadi hujan atau pembasahan pada tanah, akibatnya retakan-retakan itu jumlahnya semakin banyak, semakin bertambah.
05:52Sistemik, sistematis.
05:55Dan terjadi amblesan-amblesan.
05:57Dalam penelitian kami, tanah bergerak bisa mengakibatkan rumah itu terpotong ambles, turunnya itu bisa 4 meter.
06:06Tapi pergerakannya tidak cepat.
06:10Perlahan-lahan, jadi kadang-kadang kita tidak merasakan, tidak langsung anjlok, itu tidak.
06:15Perlahan sehari turun 1 cm, turun lagi 5 cm, turun lagi sampai akhirnya tidak terasa kalau hujannya semakin lebat, semakin meteran turunnya.
06:26Jadi tanda-tanda awal ada deformasi pada tanah, pada jalan, pada rumah-rumah, akibatnya terjadi amblesan-amblesan.
06:36Dan bahkan kalau rumah itu ambles, tiangnya kan ada yang satu di atas, satu di bawah.
06:42Nah, kalau sudah seperti itu kan jadi rumahnya condong dan bisa rubuh.
06:46Jadi itu tanda awalnya sangat halus, sangat pelan, tapi tiba-tiba agak cepat menjadi sangat membahayakan.
06:58Demikian.
06:59Ibu, apakah memang di daerah Jawa sendiri topografinya juga memang menjadi wilayah yang rawan?
07:04Atau memang sebenarnya tidak hanya di Jawa, ada wilayah-wilayah lain juga yang rawan, Bu, untuk tanah bergerak ini?
07:10Nah, tanah bergerak atau istilah teknisnya itu sebetulnya rayapan tanah.
07:15Kalau longsor itu juga gerakan tanah, rayapan tanah juga gerakan tanah.
07:21Nah, kenapa terjadi? Misalnya apakah di Jawa atau di daerah lain?
07:25Nah, ini dikontrol oleh kondisi geologi.
07:29Tidak, kalau rayapan itu tidak membutuhkan lereng yang curam.
07:34Lereng yang landai itu bisa terjadi karena di situ ada lapisan lempung.
07:40Yang kaya akan kandungan monmorilonit.
07:43Itu jenis lempung yang apabila terkena air, itu bisa mengembang delapan kali lipat dari volume asal.
07:53Bisa dibayangkan.
07:54Pengembangnya delapan kali lipat.
07:57Dan itu mempunyai tekanan yang kuat.
07:59Tekanan yang kuat.
08:01Sehingga kalau ada beban diatasnya, misalnya rumah, lantai rumah, itu bisa terdesak.
08:09Nah, dan karena itu mengembang, maka kehilangan kohesi.
08:16Kohesi itu adalah kekuatan untuk mengikat antar partikel.
08:21Dan kalau kohesi itu hilang, dikala lempung itu kering, kohesinya kuat tinggi saling mengikat seperti meja kuat.
08:30Tapi begitu kena air, ini ikatan antar molekul atau ya antar molekulnya, itu menjadi memuai bisa delapan kali lipat sehingga bisa kenampaannya seperti odol.
08:46Seperti pasta gigi.
08:48Dari kenampakan meja keras dari kayu berubah menjadi pasta gigi.
08:52Bisa dibayangkan kalau diatasnya rumah, maka rumah kita bertumpu di atas pasta gigi.
08:59Itu kan berarti sangat apa, terjadi deformasi perubahan bentuk dari lantai rumah itu dipaksa.
09:10Ada yang turun, ada yang mau bertahan tidak turun, akhirnya retak.
09:14Jadi penyebabnya adalah lempung abu-abu kebiruan yang mengandung Mon Morilonit, itu banyak dijumpai di Jawa.
09:24Tidak hanya di Tegal, itu di Karanganyar, di Banjarnegara, di Pororejo, di Kebumen, tadi Banjarnegara sudah di Majenang.
09:38Dan di Jawa Barat juga banyak, itu banyak dijumpai.
09:41Jawa Timur pun ada, namun karena realita di lapangan itu kebanyakan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
09:49Tapi sebenarnya ibu, maaf saya potong, apakah tempat-tempat ini masih bisa ditempati seperti itu?
09:54Karena kalau kita lihat kan tanahnya banyaknya di beberapa daerah, ada orang yang sudah di situ.
09:59Apakah wilayah ini masih bisa ditempati?
10:02Lalu mitigasinya seperti apa untuk meminimalisir supaya tidak ada korban jiwa yang terjadi karena tanah bergerak ini?
10:09Kalau curah hujan di daerah itu tinggi, berarti pembasahan penjenuan tanah itu tinggi juga.
10:20Dan itu data penelitian kami sejak tahun sebelum 2000.
10:26Itu kebanyakan daerah-daerah yang curah hujan tinggi, itu akan bergerak terus.
10:33Dibenahi, diperbaiki, diberi saluran drainase, aliran air hujannya dijauhkan dari zona itu,
10:40tapi sudah berhenti beberapa waktu akhirnya akan bergerak lagi.
10:44Lalu mitigasinya bagaimana?
10:47Kalau memang pergerakannya, jadi juga tergantung pada kandungan monmorillonit pada lapisan lempung tadi.
10:58Sehingga harus dipastikan dulu, diteliti konsentrasi monmorillonitnya itu seberapa banyak.
11:06Kalau memang proporsi monmorillonitnya, ini kan penelitian secara geoteknik ya, memang besar,
11:16itu rasanya pengalaman yang sudah-sudah, penanggulangan itu hanya menghentikan sesaat.
11:24Dan akhirnya bergerak lagi.
11:25Sehingga ya mitigasinya ya cari lahan yang lebih aman, yang tidak, disitu tidak ada lapisan lempung abu-abu kebiruan.
11:38Seperti itu.
11:39Baik, terima kasih atas perbincangannya di malam hari ini, Bu Dwi Korita Karnawati, Pakar Geologi Lingkungan dan Kebencanaan UGM.
11:46Kita berharap tidak ada lagi kasus-kasus tanah bergerak terjadi.
11:49Selamat malam, Ibu.
11:51Selamat malam, terima kasih.
11:52Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan