00:00Intro
00:00Saudara tanah bergerak masih terjadi di desa Padasari, Jatinegara Tegal, Jawa Tengah.
00:11Berikut liputan jurnalis Kompas TV, Ari Himawan di lokasi terdampak bencana tanah bergerak.
00:17Saudara tanah bergerak melanda desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kaupat Tegal, Jawa Tengah.
00:23Ada 465 rumah rusak akimat tanah bergerak.
00:28Seperti di belakang saya adalah rumah warga yang ambruk dikarenakan tanah bergerak.
00:34Tidak hanya rumah-rumah warga saja yang ambruk saudara.
00:37Di belakang saya juga ada jalan desa yang juga rusak karena bencana tanah bergerak ini.
00:48Dan selain rumah-rumah warga yang ambruk kemudian rusak,
00:53Ada juga fasilitas umum seperti masjid, musola, dan di belakang saya ini majelis taklim yang kondisinya sudah miring dan hampir ambruk.
01:03Terlihat di belakang saya rumah-rumah warga maupun fasilitas umum kondisinya miring dan tercatat ada 250 rumah yang kondisinya rusak berat hingga ambruk.
01:19Sementara 2.400an warga kini mengungsi dan warga kini disibukan dengan evakuasi barang yang bisa diselamatkan.
01:29Tapi di belakang saya ini warga sedang menyelamatkan barang-barang dari rumahnya yang bisa diselamatkan dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil.
01:39Sekarang ini warga juga masih menunggu kapan ada lokasi dilakukan oleh pemerintah dan dari data sekitaran nantinya warga akan dilokasi di tanah seluas 10 hektare yang ada di 3 titik di sekitaran desa pada dasar ini.
02:01Ari Himawan, Kompas TV, Tegal, Jawa Tengah
02:06Saudara pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan status tanggap darurat bencana tanah bergerak di Tegal.
02:14Dari data BPBD, lebih dari 400 rumah warga rusak berat dan tak layak huni dan 2.400 warga mengungsi.
02:21Penanganan Tegal itu tentunya kita sejak hari pertama pertama pemerintah Kabupaten Tegal sudah menaikkan status ya, status tanggap darurat kemudian.
02:35Data terakhir berapa rumah Pak yang?
02:37596 dengan 2.400 sekian pengungsian dan tentunya yang kategori rumah yang tidak layak untuk ditempati ada sekitar 464 ya.
02:51Nah solusinya rencananya yang paling memungkinkan adalah dilakukan relokasi, dimana relokasi ini juga sudah sedang dilakukan identifikasi lokasi-relokasinya ya.
03:02Terkait tanah bergerak kita akan bahas bersama pakar geologi lingkungan dan kebencanaan UGM, Dwi Korita Karnawati.
03:10Selamat malam Bu, Dwi Korita dengan Bela di studio.
03:14Selamat malam Mbak Bela, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:17Waalaikumsalam Ibu.
03:18Bu sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan tanah bergerak? Penyebabnya apa? Lalu apa perbedaannya dengan tanah longsor?
03:26Tanah bergerak merupakan salah satu jenis gerakan tanah.
03:31Nah tetapi apa bedanya dengan longsor?
03:35Kalau gerakan tanah pada kemiringan lereng yang tidak landai, jadi misalnya kemiringan lereng 20 derajat, 30 derajat, 40 derajat dan lebih curam.
03:49Dan gerakannya itu berarti menjadi cepat karena lerengnya miringnya curam dan itu melalui bidang luncur, maka disebut sebagai longsor.
04:04Jadi longsor itu adalah gerakan tanah.
04:06Namun kalau kemiringan lereng itu sangat landai, mendekati datar, misalnya kemiringan lereng 10 derajat, itu maka apabila terjadi gerakan pada tanah, kecepatannya itu sangat lambat.
04:26Bahkan istilah teknisnya disebut merayap, sering dikatakan rayapan tanah.
04:36Sama-sama gerakan tanah, tapi satu lerengnya curam disebut longsor karena kecepatan tinggi dan membahayakan, karena bisa mematikan.
04:46Kalau lerengnya landai, kecepatannya merayap, tidak mematikan, namun merusak konstruksi bangunan, namun kalau bangunannya roboh, dapat menimpa seseorang dan bisa mematikan secara tidak langsung.
05:03Demikian.
05:04Bu Dwi Kerita terkait dengan tanah yang tadi dibilangnya merayap seperti itu ya Bu.
05:08Nah tanda-tanda awal tanahnya ini akan bergerak itu seperti apa Bu?
05:12Kadang mungkin orang enggak ngerti, oh mungkin tandanya cuma bergeser sedikit seperti itu.
05:16Tanda-tandanya Bu?
05:18Tanda-tandanya biasanya diawali dalam kondisi jenuh.
05:23Misalnya sering terjadi di musim hujan, tiba-tiba tanah retak-retak.
05:30Biasanya memotong jalan, bahkan lantai rumah pun bisa terpotong menjadi retak.
05:36Berarti kekuatannya besar itu sebetulnya, meretakkan lantai rumah.
05:40Dan kalau itu terus terjadi hujan atau pembasahan pada tanah, akibatnya retakan-retakan itu jumlahnya semakin banyak, semakin bertambah.
05:52Sistemik, sistematis.
05:55Dan terjadi amblesan-amblesan.
05:57Dalam penelitian kami, tanah bergerak bisa mengakibatkan rumah itu terpotong ambles, turunnya itu bisa 4 meter.
06:06Tapi pergerakannya tidak cepat.
06:10Perlahan-lahan, jadi kadang-kadang kita tidak merasakan, tidak langsung anjlok, itu tidak.
06:15Perlahan sehari turun 1 cm, turun lagi 5 cm, turun lagi sampai akhirnya tidak terasa kalau hujannya semakin lebat, semakin meteran turunnya.
06:26Jadi tanda-tanda awal ada deformasi pada tanah, pada jalan, pada rumah-rumah, akibatnya terjadi amblesan-amblesan.
06:36Dan bahkan kalau rumah itu ambles, tiangnya kan ada yang satu di atas, satu di bawah.
06:42Nah, kalau sudah seperti itu kan jadi rumahnya condong dan bisa rubuh.
06:46Jadi itu tanda awalnya sangat halus, sangat pelan, tapi tiba-tiba agak cepat menjadi sangat membahayakan.
06:58Demikian.
06:59Ibu, apakah memang di daerah Jawa sendiri topografinya juga memang menjadi wilayah yang rawan?
07:04Atau memang sebenarnya tidak hanya di Jawa, ada wilayah-wilayah lain juga yang rawan, Bu, untuk tanah bergerak ini?
07:10Nah, tanah bergerak atau istilah teknisnya itu sebetulnya rayapan tanah.
07:15Kalau longsor itu juga gerakan tanah, rayapan tanah juga gerakan tanah.
07:21Nah, kenapa terjadi? Misalnya apakah di Jawa atau di daerah lain?
07:25Nah, ini dikontrol oleh kondisi geologi.
07:29Tidak, kalau rayapan itu tidak membutuhkan lereng yang curam.
07:34Lereng yang landai itu bisa terjadi karena di situ ada lapisan lempung.
07:40Yang kaya akan kandungan monmorilonit.
07:43Itu jenis lempung yang apabila terkena air, itu bisa mengembang delapan kali lipat dari volume asal.
07:53Bisa dibayangkan.
07:54Pengembangnya delapan kali lipat.
07:57Dan itu mempunyai tekanan yang kuat.
07:59Tekanan yang kuat.
08:01Sehingga kalau ada beban diatasnya, misalnya rumah, lantai rumah, itu bisa terdesak.
08:09Nah, dan karena itu mengembang, maka kehilangan kohesi.
08:16Kohesi itu adalah kekuatan untuk mengikat antar partikel.
08:21Dan kalau kohesi itu hilang, dikala lempung itu kering, kohesinya kuat tinggi saling mengikat seperti meja kuat.
08:30Tapi begitu kena air, ini ikatan antar molekul atau ya antar molekulnya, itu menjadi memuai bisa delapan kali lipat sehingga bisa kenampaannya seperti odol.
08:46Seperti pasta gigi.
08:48Dari kenampakan meja keras dari kayu berubah menjadi pasta gigi.
08:52Bisa dibayangkan kalau diatasnya rumah, maka rumah kita bertumpu di atas pasta gigi.
08:59Itu kan berarti sangat apa, terjadi deformasi perubahan bentuk dari lantai rumah itu dipaksa.
09:10Ada yang turun, ada yang mau bertahan tidak turun, akhirnya retak.
09:14Jadi penyebabnya adalah lempung abu-abu kebiruan yang mengandung Mon Morilonit, itu banyak dijumpai di Jawa.
09:24Tidak hanya di Tegal, itu di Karanganyar, di Banjarnegara, di Pororejo, di Kebumen, tadi Banjarnegara sudah di Majenang.
09:38Dan di Jawa Barat juga banyak, itu banyak dijumpai.
09:41Jawa Timur pun ada, namun karena realita di lapangan itu kebanyakan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
09:49Tapi sebenarnya ibu, maaf saya potong, apakah tempat-tempat ini masih bisa ditempati seperti itu?
09:54Karena kalau kita lihat kan tanahnya banyaknya di beberapa daerah, ada orang yang sudah di situ.
09:59Apakah wilayah ini masih bisa ditempati?
10:02Lalu mitigasinya seperti apa untuk meminimalisir supaya tidak ada korban jiwa yang terjadi karena tanah bergerak ini?
10:09Kalau curah hujan di daerah itu tinggi, berarti pembasahan penjenuan tanah itu tinggi juga.
10:20Dan itu data penelitian kami sejak tahun sebelum 2000.
10:26Itu kebanyakan daerah-daerah yang curah hujan tinggi, itu akan bergerak terus.
10:33Dibenahi, diperbaiki, diberi saluran drainase, aliran air hujannya dijauhkan dari zona itu,
10:40tapi sudah berhenti beberapa waktu akhirnya akan bergerak lagi.
10:44Lalu mitigasinya bagaimana?
10:47Kalau memang pergerakannya, jadi juga tergantung pada kandungan monmorillonit pada lapisan lempung tadi.
10:58Sehingga harus dipastikan dulu, diteliti konsentrasi monmorillonitnya itu seberapa banyak.
11:06Kalau memang proporsi monmorillonitnya, ini kan penelitian secara geoteknik ya, memang besar,
11:16itu rasanya pengalaman yang sudah-sudah, penanggulangan itu hanya menghentikan sesaat.
11:24Dan akhirnya bergerak lagi.
11:25Sehingga ya mitigasinya ya cari lahan yang lebih aman, yang tidak, disitu tidak ada lapisan lempung abu-abu kebiruan.
11:38Seperti itu.
11:39Baik, terima kasih atas perbincangannya di malam hari ini, Bu Dwi Korita Karnawati, Pakar Geologi Lingkungan dan Kebencanaan UGM.
11:46Kita berharap tidak ada lagi kasus-kasus tanah bergerak terjadi.
11:49Selamat malam, Ibu.
11:51Selamat malam, terima kasih.
11:52Selamat malam.
Komentar