Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Akibat kecelakaan usai diduga menghantam jalan berlubang di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/02/2026) pagi, seorang pelajar meninggal. Ibu korban histeris saat tiba di lokasi kejadian.

Cuaca ekstrem yang melanda Jakarta dan sekitarnya tak hanya memicu banjir, namun juga meninggalkan persoalan serius di jalan raya.

Kerusakan infrastruktur seperti jalan berlubang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Ibu korban histeris mengetahui anaknya meninggal dalam perjalanan menuju sekolah.

Sepeda motor korban menghantam lubang jalan yang menyebabkan korban terjatuh.

Diduga korban mengalami benturan keras di bagian kepala hingga meninggal di lokasi kejadian.

Jalan rusak di kawasan Matraman, Jakarta Timur, yang menjadi penyebab pelajar meninggal, kini telah diperbaiki.

Kerusakan infrastruktur seperti jalan berlubang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Untuk membahasnya, kita telah terhubung dengan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Joko Setiyowarno.

Baca Juga Pelajar Tewas Akibat Jalan Berlubang, Pramono: Perbaikan Jalan Tetap Dilakukan Meski Musim Hujan di https://www.kompas.tv/regional/649634/pelajar-tewas-akibat-jalan-berlubang-pramono-perbaikan-jalan-tetap-dilakukan-meski-musim-hujan

#jalanberlubang #matraman #pelajartewas

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649653/jalan-berlubang-jakarta-makan-korban-dewan-penasihat-mti-ungkap-kasus-serupa-juga-terjadi-di-daerah
Transkrip
00:00Intro
00:00Saudara akibat kecelakaan usai diduga menghantam jalan berlubang di kawasan Matraman Jakarta Timur Senin pagi
00:10seorang pelajar meninggal. Ibu korban histeris saat tiba di lokasi kejadian.
00:17Intro
00:17Cuaca ekstrim yang melanda Jakarta dan sekitarnya tak hanya memicu banjir
00:23namun juga meninggalkan persoalan serius di jalan raya.
00:26Kerusakan infrastruktur seperti jalan berlubang mengancam keselamatan pengguna jalan.
00:32Akibat jalan rusak seorang pelajar SMK meninggal usai terjatuh dari sepeda motornya
00:37di jalan Matraman Raya menuju Salemba Senin pagi.
00:41Ibu korban histeris mengetahui anaknya meninggal dalam perjalanan menuju sekolah.
00:46Sepeda motor korban menghantam lubang jalan yang menyebabkan korban terjatuh.
00:50Diduga korban mengalami benturan keras di bagian kepala hingga meninggal di lokasi kejadian.
00:56Dari pertama awal jadinya dia ikutin prekabri dua, ikutin prekabri ring-ringan.
01:02Mungkin di situ dia kencang, gak ingin dilahirkan lubang, gak lupa.
01:05Yang keselamatan jatuh langsung, ngusuk begini parahnya.
01:08Bapak itu ada orang-orang?
01:10Kalian?
01:11Iya dong, sendiri.
01:13Jajak putih ring-ringan?
01:15Ujan.
01:16Dia kencang lohnya.
01:18Dia takut langgar sekolah.
01:22Iya lubang, dilahirkan lubang sini-sini.
01:24Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah Aldi Surya Putra dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Menteng, Pulau Tebet, Jakarta Selatan.
01:33Soal jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung,
01:37menginstruksikan penanganan cepat dan meminta jalan berlubang di Jakarta segera diperbaiki.
01:42Saya sudah memerintahkan kepada dinas perhubungan, karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti.
01:52Sehingga kalau dilihat di lapangan sekarang sudah ditangani, lubang-lubang yang ada hampir sebagian besar ditutup.
02:00Walaupun kemudian ketika hujan akan, mohon maaf, pasti sebagian ada yang terbongkar kembali.
02:06Jalan rusak di kawasan Matraman, Jakarta Timur yang menjadi penyebab pelajar meninggal, kini telah diperbaiki.
02:14Perbaikan jalan mendesak meski cuaca jadi tantangan.
02:18Keselamatan pengguna jalan harus jadi prioritas.
02:21Tim Liputan, Kompas TV
02:23Kerusakan infrastruktur seperti jalan berlubang mengancam keselamatan pengguna jalan.
02:32Untuk membahasnya, kita telah terhubung dengan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia, Joko Setiowarno.
02:38Selamat malam Pak Joko dengan Bella di studio.
02:42Selamat malam Mbak Bella.
02:43Pak Joko, bagaimana pandangan Anda terhadap banyaknya jalan rusak di Ibu Kota, Bapak?
02:50Ya, ini persoalan yang rutin yang terjadi hampir setiap tahun ya.
02:55Apalagi di saat musim hujan, ini banyak jalan-jalan kita yang rusak.
02:59Tidak hanya di Jakarta, di daerah-daerah itu pun sama.
03:03Bahkan yang sangat menyesakkan kita adalah
03:07mesti ada korban kecelakaan dan meninggal.
03:11Itu yang sering terjadi.
03:13Dan ini kebetulan sekarang kalau di Jakarta itu kan
03:15cukup banyak media yang meliput.
03:17Padahal hal yang sama itu juga terjadi di daerah.
03:21Nah inilah yang menjadi problem di Indonesia.
03:24Pada saat hujan, jalan-jalan kita banyak yang rusak.
03:28Sementara banyak juga pengendalian daerah itu kurang peduli
03:32dengan persoalan seperti ini.
03:34Artinya, ya kalau sudah jalan seperti ini kan sudah rutin.
03:38Tentunya ini segera dipetakan, dicari celah,
03:42dan itu dimungkinkan untuk ada pemberitahuan bahwa ini jalan rusak.
03:47Ya, selain itu juga pengendalian ini juga harus berhati-hati.
03:50Agar kalau musim-musim seperti ini sudah tahu jalan rusak,
03:56justru menghindarilah jalan-jalan seperti itu untuk berkecepatan tinggi.
04:00Pak Joko, tapi ada juga yang berpendapat bahwa
04:02kok belakangan ini kalau sudah dirapihkan seperti itu,
04:06kok semakin banyak lagi lubang-lubang lain yang terbuka?
04:10Kok kualitasnya kurang baik?
04:11Bagaimana pendapat Anda?
04:12Ya, jalan rusak itu kan bisa disebabkan tiga hal ya.
04:18Pertama, karena kondisi konstruksi jalannya.
04:22Mungkin saya nggak tahu terus jalannya gimana,
04:24jalan itu dibuat kualitasnya seperti apa,
04:26sehingga mudah rusak.
04:28Yang kedua, karena muatan berlebihan.
04:31Itu jalan juga bisa dibuat rusak.
04:33Yang ketiga, karena tidak ada drenase.
04:36Dan sehingga kalau jalan yang permukaannya lentur,
04:40flexible payment itu lebih mudah tertimbang permukaan jalan yang
04:44sifatnya rigid atau beton lah.
04:47Ya, makanya kalau kita lihat di jalan-jalan itu yang
04:49ini mestinya permukaan yang flexible payment,
04:53permukaan apa, konstruksinya lentur.
04:56Ya, kalau yang konstruksi,
04:57dia tidak berlubang.
05:00Nah, ditambah lagi tadi drenasenya.
05:03Makanya cukup diperhatikan bagaimana drenase yang jalan-jalan itu
05:06bisa berfungsi dengan baik,
05:07sehingga tidak lama banyak mengenang.
05:11Kalau dia sudah mengenang,
05:13seperti ini dia mudah rusak.
05:15Pak Joko, kita menyayangkan kasus kemarin
05:18menewaskan seorang pelajar karena jalan rusak.
05:20Nah, kalau ada kasus seperti ini,
05:22mungkin orang juga ingin tahu,
05:24siapa yang harusnya paling bertanggung jawab?
05:27Ya, tentunya jalan di Indonesia itu ada tiga penyelenggara jalan
05:32sesuai dengan mengenangnya ya.
05:34Kalau jalan nasional,
05:36itu yang bertanggung jawab adalah
05:38Kementerian Pekerjaan Umum sekarang ini.
05:41Kalau jalan provinsi,
05:43gubernur.
05:44Kalau jalan kabupaten, bupati.
05:46Kalau jalan kota, ala wali kota.
05:48Itu sesuai dengan
05:49undang-undang leluh leluh dan anggota jalan.
05:53Dan itu juga sebagai wenangnya,
05:56makanya mereka bertanggung jawab
05:58dengan kondisi jalan yang ada di daerah masing-masing.
06:01Pak Joko, undang-undangnya ada,
06:03aturannya ada.
06:04Kalau orang ingin meminta pertanggung jawaban lebih,
06:07misalnya dengan sanksi pidana,
06:09atau mungkin ganti rugi,
06:10apa yang harus mereka lakukan terlebih dahulu?
06:14Nah, ini mungkin lebih bicara hukum.
06:16Tapi kami pernah sebagai saksi pada saat itu ya,
06:18pernah kejadiannya sebelum pandemi.
06:21Di satu daerah,
06:22saya tidak sebut namanya,
06:24itu jalan itu tidak
06:25sering mengambilkan
06:27rusak, bahkan kematian juga.
06:30Nah, penyelenggara jalan ini sudah diundang
06:31oleh pihak kepolisian beberapa kali,
06:33tidak mau hadir.
06:34Atau hadir pun staffnya.
06:36Tapi saking jengkelnya,
06:37akhirnya polisi itu bisa melakukan penuntutan.
06:40Dan mereka setelah berkonsultasi
06:42dengan kejaksaan pada saat itu.
06:45Nah, saya tidak tahu prosesnya,
06:46tapi itu bisa.
06:48Tapi di sisi lain,
06:48memang katanya infonya harus ada pelaporan.
06:51Jadi, masyarakat ya,
06:54ini berhak lu melaporkan,
06:55kalau ada kejadian-kejadian menyebabkan korban
06:58untuk menuntut pada penyelenggara jalan.
07:03Lalu, sebagai warga yang bisa dilakukan
07:06ketika ada banyak jalan rusak apa, Bapak?
07:08Karena kita tidak mau lagi nih,
07:10kejadian lagi nih, ada korban jiwa gitu.
07:12Ya, tentunya ini kan sebagai penyelenggara jalan,
07:17menyisir kondisi-kondisi jalan mana saja yang rusak.
07:20Ya, tentunya kalau musim hujan seperti ini memang,
07:23ini tidak harus segera diperbaiki lah.
07:25Dia kondisinya harus kering gitu ya.
07:27Tetapi kalau di Jakarta ini kan,
07:29ya susah kalau menunggu kering kan.
07:31Ya, benar Pak Gubernur.
07:33Jadi, apapun ditutup,
07:34nanti kalau diulangi lagi.
07:35Kalau tidak, ya memang dimungkinkan
07:38itu diberikan rambu atau
07:41rambu atau kaitannya sama apa ya,
07:45informasi lah.
07:46Ya, bahwa ini jalan rusak harus hati-hati.
07:50Nah, kalau di luar Jakarta biasanya tuh
07:52sering dikasih palang dan sebagainya
07:54untuk berhati-hati.
07:55Atau cukup juga,
07:56kalau menjalan satu ruasnya cukup banyak,
07:58itu diberikan sepandu-sepandu
08:00agar berhati-hati.
08:03Kita berharap baik itu pemerintah pusat,
08:05pemerintah daerah juga mulai memetakan
08:07mana saja jalan-jalan yang harus
08:08diperbaiki segera,
08:09karena kita tidak ingin lagi
08:10ada korban jiwa yang terjadi.
08:14Terima kasih atas perbincangannya
08:15malam hari ini Pak Joko Setiawarno,
08:17Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia
08:19dan juga Pakar Transportasi.
08:20Selamat beraktifitas kembali, Bapak.
08:23Terima kasih, Mbak Pak.
Komentar

Dianjurkan