Skip to playerSkip to main content
Dunia sedang menyaksikan runtuhnya kekuasaan di tangan rakyat, dari pembubaran parlemen Thailand hingga tumbangnya rezim Bulgaria oleh revolusi Gen Z. Namun, di saat negara tetangga memilih mengembalikan mandat ke rakyat, Indonesia justru terjebak dalam pusaran banjir bandang Sumatera yang menelan hampir seribu nyawa di tengah rentetan skandal korupsi yang tak kunjung usai. Pertanyaannya, mampukah hukum tata negara Indonesia merespons kemarahan publik seperti di Bulgaria dan Thailand?

#banjir #banjirsumatera #banjiraceh #thailand #bulgaria
Transcript
00:00The world is still watching the power of power in the hands of the people from the parliament of Thailand
00:06to the regime of Bulgaria by the revolution Gen Z.
00:10However, when the country has chosen to return the mandate to the people,
00:14Indonesia just fell into the fire of the banjir of Sumatra
00:17which has almost 1.000 people in the middle of the world
00:20in the end of the scandal of corruption that didn't come up with us.
00:23The question is,
00:24is the law of the law of Indonesia's response to the people of Bulgaria?
00:29Sistem presidensial kita justru menjadi tembok kokoh yang melindungi status quo?
00:34Simak informasi selengkapnya di FOI hari ini.
00:49Di Asia Tenggara, Thailand memasuki fase ketidakpastian.
00:52Pada Jumat 12 Desember 2025,
00:55Raja Maha Fajiralongkorn menandatangani dekret pembubaran parlemen.
01:00Perdana Menteri Anutin Chanvirakul mengaku gagal mempertahankan stabilitas
01:05akibat tekanan partai rakyat yang progresif.
01:08Kegagalan penanganan banjir di Thailand Selatan yang menewaskan 176 orang
01:12serta sengketa perbatasan dengan Kamboja yang merenggut 20 nyawa menjadi pemicu utama.
01:18Atunin menyerah dengan kalimat pemungkas,
01:20Saya mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.
01:23Bergeser ke Eropa,
01:24Bulgaria mencatat sejarah sebagai kemenangan politik genzi pertama di dunia.
01:29PM Rosenzel Yaskov mundur pada 11 Desember 2025
01:33setelah 100 ribu masa yang digerakkan melalui TikTok mengepung ibu kota Sofia.
01:38Genzi Bulgaria menolak anggaran 2026 yang dianggap
01:41menutupi korupsi struktural dan pengaruh oligarki Delian-Pevski.
01:45Resolusi digital ini membuktikan bahwa elit politik bisa ditumbangkan
01:49jika kaum muda bersatu melawan praktik self-dealing.
01:53Kondisi ini sangat kontras dengan Indonesia.
01:55Saat Thailand dan Bulgaria bergejolak menuntut perbaikan,
01:58Indonesia sedang dihantam krisis kemanusiaan hebat.
02:01Data terbaru BNPB per 10 Desember 2025 mencatat angka kematian akibat banjir bandang
02:08dan longsor di Sumatera mencapai 967 jiwa dengan 850 ribu orang mengungsi.
02:14Ironisnya di tengah duka ini publik disuguhi rentetan kasus korupsi
02:18dan kebijakan anggaran yang kontroversial.
02:21Pakar Hukum Tata Negara Jimli Asidik menyebut posisi Indonesia secara konstitusional
02:26jauh lebih rikit.
02:28Berbeda dengan Thailand atau Bulgaria yang parlementer
02:31di mana pemerintah bisa jatuh melalui mosi tidak percaya.
02:34Indonesia menganut sistem presidensial murni.
02:37UUD 1945 memberikan proteksi luar biasa kepada presiden dengan masa jabatan tetap atau fixed term.
02:44Secara hukum, punjuk rasa masif tidak bisa menjatuhkan pemerintahan
02:48kecuali melalui mekanisme pemakzulan atau impeachment.
02:52Di mahkamah konstitusi yang harus membuktikan adanya pengkhianatan negara atau korupsi berat.
02:58Namun, sosiolog Sulfikar Amir mengingatkan bahwa jika hukum tata negara menutup pintu perubahan.
03:04Namun realita lapangan menunjukkan pemerintah yang korup dan gagal menangani bencana,
03:08maka sejarah People Power 1998 bisa menjadi rujukan bahwa legitimasi rakyat jauh lebih tinggi daripada teks undang-undang.
03:18Lihat kegagalan penanganan banjar di Sumatera dan maraknya korupsi?
03:22Apakah Indonesia saat ini sedang berada dalam fase pematangan gerakan Genzi seperti yang terjadi di Bulgaria?
03:28Ataukah pragmatis politik kita terlalu kuat untuk ditembus?
03:32Di Bulgaria, masa bisa memaksa pemerintah mundur dalam hitungan hari?
03:36Pertanyaannya, mengapa di Indonesia mekanisme pemberhentian kekuasaan dibuat begitu sulit?
03:42Dan apakah ini justru membahayakan stabilitas jika aspirasi Genzi terus dihambat oleh rigiditas konstitusi?
03:49Demokrasi kita itu sejak tahun 1945 sampai sekarang itu sudah kemana-mana, kemana arahnya ini?
03:59Kemana-mananya itu baik dari segi struktur ketatanegaraannya.
04:05Dulu mula-mula demokrasi kita pakai sistem presidensial dengan negara kesatuan.
04:12Lalu berubah menjadi sistem parlementer tapi undang-undang dasarnya presidensial.
04:21Dengan maklumat pemerintah tanggal 14 November 1945.
04:29Sudah itu berbelok lagi nih.
04:34Menjadi negara serikat.
04:37Lalu demokrasi kita berbelok lagi.
04:41Habis negara serikat balik ke negara kesatuan.
04:44Undang-undang dasarnya sampai 12 kali sampai sekarang berubah.
04:51Ini untuk mengimplementasikan demokrasi semua.
04:56Sejak tahun 1945 itu demokrasi sudah berjalan kemana-mana.
05:00Namanya juga bermacam-macam.
05:03Ada demokrasi Pancasila, ada demokrasi terpimpin, ada demokrasi apalagi sebutannya.
05:10Karena kita selalu melihat arah perkembangan demokrasi itu tidak selalu konsisten.
05:21Ketidak konsistenan itu disebabkan oleh perkembangan-perkembangan politik.
05:26Biasanya ketika kita gerah terhadap perkembangan demokrasi.
05:31Demokrasi sudah berubah menjadi keseundang-penangan.
05:37Lalu terjadi perubahan tiba-tiba.
05:40Udah demokrasinya, ganti undang-undang dasarnya.
05:43Ganti dulu.
05:45Undang-undang dasar 50 dianggap cukup demokratis tapi sifatnya sementara.
05:50Terus nyumbulkan keributan, ganti lagi dengan dekret presiden.
05:54Dekret presiden katanya morni dan konsekuen ganti pemerintahnya dengan order baru.
05:59Orde baru melahirkan keseundang-penangan lagi.
06:03Ganti dengan reformasi.
06:05Nah sekarang perkembangan demokrasi lagi kita tanya.
06:08Ini mau kemana demokrasi kita?
06:11Kok demokrasi berjalan terus?
06:14Tidak pernah konsisten BSI-nya beda dengan di Amerika.
06:18Itu tidak pernah mempersoalkan lagi demokrasi dan sistem ketatanegaraannya.
06:22Nah saudara, mari kita mulai untuk mencari arah demokrasi ke depan.
06:29Dengan melihat dulu era order baru ke era reformasi.
06:38Lalu reformasi itu sudah sampai di mana sekarang?
06:41Thailand dan Bulgaria telah membuktikan bahwa perubahan bukan hal yang mustahil jika rakyat bersatu.
06:48Bagaimana? Menurut Pamirsa Foy.
06:50Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended