00:00The world is still watching the power of power in the hands of the people from the parliament of Thailand
00:06to the regime of Bulgaria by the revolution Gen Z.
00:10However, when the country has chosen to return the mandate to the people,
00:14Indonesia just fell into the fire of the banjir of Sumatra
00:17which has almost 1.000 people in the middle of the world
00:20in the end of the scandal of corruption that didn't come up with us.
00:23The question is,
00:24is the law of the law of Indonesia's response to the people of Bulgaria?
00:29Sistem presidensial kita justru menjadi tembok kokoh yang melindungi status quo?
00:34Simak informasi selengkapnya di FOI hari ini.
00:49Di Asia Tenggara, Thailand memasuki fase ketidakpastian.
00:52Pada Jumat 12 Desember 2025,
00:55Raja Maha Fajiralongkorn menandatangani dekret pembubaran parlemen.
01:00Perdana Menteri Anutin Chanvirakul mengaku gagal mempertahankan stabilitas
01:05akibat tekanan partai rakyat yang progresif.
01:08Kegagalan penanganan banjir di Thailand Selatan yang menewaskan 176 orang
01:12serta sengketa perbatasan dengan Kamboja yang merenggut 20 nyawa menjadi pemicu utama.
01:18Atunin menyerah dengan kalimat pemungkas,
01:20Saya mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.
01:23Bergeser ke Eropa,
01:24Bulgaria mencatat sejarah sebagai kemenangan politik genzi pertama di dunia.
01:29PM Rosenzel Yaskov mundur pada 11 Desember 2025
01:33setelah 100 ribu masa yang digerakkan melalui TikTok mengepung ibu kota Sofia.
01:38Genzi Bulgaria menolak anggaran 2026 yang dianggap
01:41menutupi korupsi struktural dan pengaruh oligarki Delian-Pevski.
01:45Resolusi digital ini membuktikan bahwa elit politik bisa ditumbangkan
01:49jika kaum muda bersatu melawan praktik self-dealing.
01:53Kondisi ini sangat kontras dengan Indonesia.
01:55Saat Thailand dan Bulgaria bergejolak menuntut perbaikan,
01:58Indonesia sedang dihantam krisis kemanusiaan hebat.
02:01Data terbaru BNPB per 10 Desember 2025 mencatat angka kematian akibat banjir bandang
02:08dan longsor di Sumatera mencapai 967 jiwa dengan 850 ribu orang mengungsi.
02:14Ironisnya di tengah duka ini publik disuguhi rentetan kasus korupsi
02:18dan kebijakan anggaran yang kontroversial.
02:21Pakar Hukum Tata Negara Jimli Asidik menyebut posisi Indonesia secara konstitusional
02:26jauh lebih rikit.
02:28Berbeda dengan Thailand atau Bulgaria yang parlementer
02:31di mana pemerintah bisa jatuh melalui mosi tidak percaya.
02:34Indonesia menganut sistem presidensial murni.
02:37UUD 1945 memberikan proteksi luar biasa kepada presiden dengan masa jabatan tetap atau fixed term.
02:44Secara hukum, punjuk rasa masif tidak bisa menjatuhkan pemerintahan
02:48kecuali melalui mekanisme pemakzulan atau impeachment.
02:52Di mahkamah konstitusi yang harus membuktikan adanya pengkhianatan negara atau korupsi berat.
02:58Namun, sosiolog Sulfikar Amir mengingatkan bahwa jika hukum tata negara menutup pintu perubahan.
03:04Namun realita lapangan menunjukkan pemerintah yang korup dan gagal menangani bencana,
03:08maka sejarah People Power 1998 bisa menjadi rujukan bahwa legitimasi rakyat jauh lebih tinggi daripada teks undang-undang.
03:18Lihat kegagalan penanganan banjar di Sumatera dan maraknya korupsi?
03:22Apakah Indonesia saat ini sedang berada dalam fase pematangan gerakan Genzi seperti yang terjadi di Bulgaria?
03:28Ataukah pragmatis politik kita terlalu kuat untuk ditembus?
03:32Di Bulgaria, masa bisa memaksa pemerintah mundur dalam hitungan hari?
03:36Pertanyaannya, mengapa di Indonesia mekanisme pemberhentian kekuasaan dibuat begitu sulit?
03:42Dan apakah ini justru membahayakan stabilitas jika aspirasi Genzi terus dihambat oleh rigiditas konstitusi?
03:49Demokrasi kita itu sejak tahun 1945 sampai sekarang itu sudah kemana-mana, kemana arahnya ini?
03:59Kemana-mananya itu baik dari segi struktur ketatanegaraannya.
04:05Dulu mula-mula demokrasi kita pakai sistem presidensial dengan negara kesatuan.
04:12Lalu berubah menjadi sistem parlementer tapi undang-undang dasarnya presidensial.
04:21Dengan maklumat pemerintah tanggal 14 November 1945.
04:29Sudah itu berbelok lagi nih.
04:34Menjadi negara serikat.
04:37Lalu demokrasi kita berbelok lagi.
04:41Habis negara serikat balik ke negara kesatuan.
04:44Undang-undang dasarnya sampai 12 kali sampai sekarang berubah.
04:51Ini untuk mengimplementasikan demokrasi semua.
04:56Sejak tahun 1945 itu demokrasi sudah berjalan kemana-mana.
05:00Namanya juga bermacam-macam.
05:03Ada demokrasi Pancasila, ada demokrasi terpimpin, ada demokrasi apalagi sebutannya.
05:10Karena kita selalu melihat arah perkembangan demokrasi itu tidak selalu konsisten.
05:21Ketidak konsistenan itu disebabkan oleh perkembangan-perkembangan politik.
05:26Biasanya ketika kita gerah terhadap perkembangan demokrasi.
05:31Demokrasi sudah berubah menjadi keseundang-penangan.
05:37Lalu terjadi perubahan tiba-tiba.
05:40Udah demokrasinya, ganti undang-undang dasarnya.
05:43Ganti dulu.
05:45Undang-undang dasar 50 dianggap cukup demokratis tapi sifatnya sementara.
05:50Terus nyumbulkan keributan, ganti lagi dengan dekret presiden.
05:54Dekret presiden katanya morni dan konsekuen ganti pemerintahnya dengan order baru.
05:59Orde baru melahirkan keseundang-penangan lagi.
06:03Ganti dengan reformasi.
06:05Nah sekarang perkembangan demokrasi lagi kita tanya.
06:08Ini mau kemana demokrasi kita?
06:11Kok demokrasi berjalan terus?
06:14Tidak pernah konsisten BSI-nya beda dengan di Amerika.
06:18Itu tidak pernah mempersoalkan lagi demokrasi dan sistem ketatanegaraannya.
06:22Nah saudara, mari kita mulai untuk mencari arah demokrasi ke depan.
06:29Dengan melihat dulu era order baru ke era reformasi.
06:38Lalu reformasi itu sudah sampai di mana sekarang?
06:41Thailand dan Bulgaria telah membuktikan bahwa perubahan bukan hal yang mustahil jika rakyat bersatu.
06:48Bagaimana? Menurut Pamirsa Foy.
06:50Terima kasih telah menonton!
Comments