00:00And Indonesia is still minus, more than 20%.
00:06This is how global questions.
00:10There are many factors, but questions about the quality of the Bank Indonesia,
00:17the Bank Central we are in.
00:20This is what I think, I have to ask for the question.
00:27Finally, we met in the Bank Indonesia, I also wanted to ask for the same thing.
00:34Waktu itu, di Rp16.800, why rupiah kita ini lemah?
00:41Kalau dibandingkan dengan dolar, sekarang selalu perbandingannya dengan dolar.
00:46Tapi faktanya dan ironisnya, Pak, ini terhadap semua mata uang.
00:52Kita melemah terhadap Singapura, terhadap Australia, terhadap ringgit, terhadap rial,
01:01apalagi Hong Kong, dolar, euro.
01:07Saya masih ingat, euro tahun, waktu awal-awal tahun 2006 itu Rp7.000 per euro.
01:12Sekarang hampir Rp19.000, hampir Rp20.000.
01:17Nah ini, ini kan harus kita lihat dengan realita, Pak.
01:26Kita tidak bisa berdiam diri.
01:30Apa yang terjadi saat ini, menurut saya pribadi, Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust.
01:42Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya.
01:47Dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya, harus gentleman, Pak.
01:55Harus berani melawan. Ada apa ini?
01:58Kenapa ini?
02:02Pak Ferry yang saya hormati, kadang, kadang, Pak,
02:08kadang, Pak,
02:09Kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak.
02:17Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri.
02:22Tidak ada salah.
02:24Kalau selanjutnya terserah Bapak tentu saja.
02:27Tapi itu bukan sikap penghinaan, Pak.
02:31Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang.
02:35Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu.
02:40Terakhir,
02:42saya ingin mengutip hadis, Pak.
02:45Dan karena Anda ini adalah,
02:46saya melihat orang yang soleh,
02:49hadis ini sangat familiar,
02:51yang artinya dalam Indonesia,
02:52apabila suatu urusan diserahkan
02:55kepada yang bukan ahlinya,
02:56Tunggulah kehancurannya.
Comments