Skip to playerSkip to main content
  • 3 months ago
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa narasi penjajahan Indonesia selama 350 tahun direvisi, dengan penulisan sejarah yang lebih menonjolkan perlawanan-perlawanan di berbagai daerah.Hal itu disampaikan Fadli Zon dalam peluncuran buku sejarah RI di Jakarta, Minggu (14/12).
Transcript
00:00And if we don't know, we also had a thought of a thought that maybe when it was the context of our nation,
00:14because for our nation's consciousness, that we are now in 350 years,
00:21I think this also needs to be revisited and I think this is what we revisited.
00:26Yeah, kalau tidak salah dari para sejarawan.
00:30Yang kita tonjolkan adalah bagaimana perlawanan-perlawanan yang ada di daerah,
00:35baik itu terhadap Belanda, terhadap Inggris, terhadap Dandals ketika itu di era Napoleon dan juga terhadap Jepang.
00:46Jadi yang ditonjolkan adalah perlawanan, jadi kita tidak dijajah 350 tahun.
00:53Tetapi perlawanan-perlawanan itu, ada yang dijajah mungkin 40 tahun, ada yang 10 tahun,
00:59ada yang tidak dijajah sama sekali, ada yang mungkin 100-200 tahun dan seterusnya.
01:04Saya kira itu bagian yang nanti bisa kita telisik di buku sejarah ini.
01:10Dan sekali lagi, tentu buku ini tetap menerima masukan,
01:16selain prosesnya itu panjang dari penulis, editor jilid, editor umum,
01:22dan kemudian telah dilakukan diskusi-diskusi publik di perguruan tinggi.
01:28Kita undang juga sejarawan-sejarawan untuk melakukan pembacaan kemudian dan
01:34masukan-masukan yang di luar tim.
01:39Dan kita harapkan nanti ada masukan-masukan lain yang saya kira tentu ini akan sangat terbuka.
01:45Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended