00:00Intro
00:00Dua pekan sudah banjir dan longsor menerjang Sumatra.
00:23Per 9 Desember 2025, korban meninggal dunia menembus angka 964 orang.
00:30Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih bergulat dengan lumpur, puing, dan keterisolasian.
00:38Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan pernyataan yang mengguncang nurani.
00:42Membibangkan, ada mati bukan mati banjir, mati kelaparan.
00:49Kondisinya begitu memperhatikan dapet?
00:51Seperti itu.
00:52Instruksi Bapak langsung kepada sejarah ini?
00:54Saya sejarah semuanya termasuk krisi, kerja aktif.
01:00Supaya dapat diseluruh kemaku kepada mereka yang cukup membutuhkan.
01:06Tim Relawan pun bergerak secara swadaya, terus berjuang menyalurkan bantuan dan pengobatan bagi korban.
01:12Di Kecamatan Langkahan Aceh Utara, Relawan menembus keterisolasian untuk menjangkau sejumlah desa yang terdampak parah.
01:20Namun, hingga kini, keterbatasan persediaan obat-obatan masih menjadi kendala di lapangan.
01:25Sementara, layanan kesehatan lumpuh di sejumlah rumah sakit di Aceh Tamiang, termasuk RSUD muda setia.
01:33Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyebut, banyak layanan kesehatan lumpuh karena dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya turut menjadi korban banjir dan longsor.
01:43Puskes yang terdampak itu, 31 rumah sakit, 156 puskesmas, dengan rincian Aceh 13 rumah sakit, puskesmasnya 122.
01:56Lalu Sumatera Utara, 18 rumah sakit dan 22 puskesmas, dan Sumatera Belat, 90 puskesmas.
02:02Ini yang ditegaskan kepada kami, kesana melihat agar segera, setiap kesalahan itu, mana yang bisa beroperasi, mana yang sama sekali tidak bisa beroperasi, mana yang bisa segera-segera tolong segera.
02:19Jadi kita melihatkan di setiap provinsi, itu pusat krisisnya ada di Bandar Aceh, ada di negara, di negara.
02:27Presiden Prabowo Subianto kembali mendatangi lokasi bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera, yakni Aceh.
02:36Di lapangan, Presiden meninjau langsung kondisi permukiman warga, infrastruktur yang rusak, serta proses penanganan yang masih berjalan.
02:44Setelah meninjau lokasi terdampak bencana, ia menggelar rapat terbatas mengenai penanganan dan pemulihan bencana.
02:50Ia mengeluarkan arahan penting, menggerakkan TNI Polri, memastikan aliran listrik, menghapus utang kur petani terdampak,
03:00menggerakkan dokter magang, hingga memastikan bantuan udara tepat sasaran.
03:04Satu pesan ditekankan, tak boleh ada pejabat memperkaya diri di tengah derita rakyat.
03:10Arahan Presiden tak berhenti pada instruksi lapangan.
03:16Pemerintah juga memastikan dukungan anggaran segera tersedia.
03:19Dana sebesar 5 triliun rupiah siap dikucurkan.
03:23Jadi anggaran dari PPN, tapi sudah disiapkan.
03:27Tapi itu yang berhak mengumumkan Presiden dan BNPB, saya nggak bisa ngomongin itu.
03:31Tapi permintaan mereka sudah didukung oleh dana yang cukup.
03:36Ada masih anggaran untuk bencana, kan ada setiap tahun tuh 5T.
03:43Itu satu, nanti kita sudah sisir anggaran 2026.
03:47Sebelum ini kejadian sudah kita sisir sebetulnya.
03:53Namun, suara kritik tak surut.
03:56Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia Usman Hamid menilai,
03:59pemerintah tidak cukup tanggap dan terlalu lamban menetapkan status darurat nasional.
04:04Yang mendesak, Indonesia membuka pintu bantuan internasional demi menyelamatkan lebih banyak nyawa.
04:11Anda lihat saja, Menteri ada yang pura-pura bersimpati dengan memanggul,
04:15padahal di sekitarnya jelas anak buahnya tidak ngapa-ngapain.
04:18Itu pencitraan saja.
04:20Jadi Menteri-Menteri ini banyak yang bukan ahlinya.
04:22Menteri Kehutanan bukan ahlinya.
04:23Menteri lingkungan itu bukan ahlinya.
04:25Kepala penanggulangan pencara bukan ahlinya.
04:27Dan meremehkan situasi ini dari awal.
04:31Jadi tidak ada rasa kedaruratan, tidak ada sense of urgency, sense of crisis
04:37untuk menyelamatkan dan mengevasi warga.
04:41Seolah-olah apa yang berkembang keli media sosial itu dramatis,
04:45tidak seperti yang terjadi di kenyataan.
04:47Padahal kenyataannya jauh lebih buruk.
04:48Meski begitu, dukungan internasional tetap mengalir ke Sumatera.
05:14Muzakir Manaf memastikan tak ada larangan bantuan asing masuk ke Aceh.
05:18Relawan dari Tiongkok telah membantu dengan alat pencarian jenazah.
05:21Dokter dan obat-obatan dari Malaysia juga telah tiba.
05:24Ia menegaskan bantuan internasional tidak ditutup selama untuk kemanusiaan.
05:30Yang jelas, bantuan di luar disalurkan dengan tepat.
05:36Contohnya ada dari bantuan dari Kuala Lumpur, Malaysia,
05:40juga dengan dokter obat-obatan.
05:42Jadi itu selalu semuanya, dan bahkan tidak cukup.
05:45Dan mereka dalam beberapa hari ini, hari Rabu,
05:48saya rasa dia akan datang dan membuat obat sebanyak tingkatan lagi.
05:52Dan bersama banyak dokter-dokter yang akan datang ke Aceh.
05:56Jadi Aceh bisa menerima bantuan dari luar ya Pak?
05:58Saya rasa dia adalah larangan.
06:00Dia adalah larangan ya.
06:01Berarti tidak ada?
06:02Ya saya rasa saja.
06:03Tidak ada, ada, ada.
06:05Mereka tolong kita, masa kita bersulit, kebodoh.
06:09Banjir dan longsor di Sumatera membuka satu pelajaran besar.
06:15Bencana tak hanya menguji alam, tetapi juga kesiapan kepemimpinan.
06:21Di antara kritik, kontroversi, dan instruksi keras,
06:24harapan tetap tumbuh dari tangan-tangan warga yang saling bantu.
06:28Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya kering,
06:30satu tuntutan tetap sama.
06:32Hadiran negara berpihak pada mereka yang paling rapu.
06:39Terima kasih telah menonton!
Komentar