Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera menyisakan dampak besar, dengan proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung di sejumlah titik yang sulit dijangkau karena tumpukan lumpur, kayu, dan akses jalan yang rusak.

Hampir seribu warga dilaporkan meninggal dunia, sementara layanan kesehatan di beberapa daerah mengalami keterbatasan obat, tenaga, dan fasilitas. Pemerintah mengerahkan TNI, Polri, Basarnas, serta bantuan logistik melalui jalur darat, laut, dan udara.

Baca Juga Kisah Kayu Gelondongan Berlogo Kemenhut di https://www.kompas.tv/regional/637754/kisah-kayu-gelondongan-berlogo-kemenhut

Di sisi lain, kritik dari organisasi kemanusiaan dan akademisi muncul terkait lambannya penetapan status darurat nasional dan koordinasi penanganan bencana.

Upaya pemulihan infrastruktur, pembukaan akses, dan pemetaan wilayah terdampak terus digencarkan untuk mempercepat penanganan.

#bencanasumatra #pemulihan #banjir

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/637756/pemulihan-pasca-bencana
Transkrip
00:00Intro
00:00Dua pekan sudah banjir dan longsor menerjang Sumatra.
00:23Per 9 Desember 2025, korban meninggal dunia menembus angka 964 orang.
00:30Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih bergulat dengan lumpur, puing, dan keterisolasian.
00:38Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan pernyataan yang mengguncang nurani.
00:42Membibangkan, ada mati bukan mati banjir, mati kelaparan.
00:49Kondisinya begitu memperhatikan dapet?
00:51Seperti itu.
00:52Instruksi Bapak langsung kepada sejarah ini?
00:54Saya sejarah semuanya termasuk krisi, kerja aktif.
01:00Supaya dapat diseluruh kemaku kepada mereka yang cukup membutuhkan.
01:06Tim Relawan pun bergerak secara swadaya, terus berjuang menyalurkan bantuan dan pengobatan bagi korban.
01:12Di Kecamatan Langkahan Aceh Utara, Relawan menembus keterisolasian untuk menjangkau sejumlah desa yang terdampak parah.
01:20Namun, hingga kini, keterbatasan persediaan obat-obatan masih menjadi kendala di lapangan.
01:25Sementara, layanan kesehatan lumpuh di sejumlah rumah sakit di Aceh Tamiang, termasuk RSUD muda setia.
01:33Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyebut, banyak layanan kesehatan lumpuh karena dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya turut menjadi korban banjir dan longsor.
01:43Puskes yang terdampak itu, 31 rumah sakit, 156 puskesmas, dengan rincian Aceh 13 rumah sakit, puskesmasnya 122.
01:56Lalu Sumatera Utara, 18 rumah sakit dan 22 puskesmas, dan Sumatera Belat, 90 puskesmas.
02:02Ini yang ditegaskan kepada kami, kesana melihat agar segera, setiap kesalahan itu, mana yang bisa beroperasi, mana yang sama sekali tidak bisa beroperasi, mana yang bisa segera-segera tolong segera.
02:19Jadi kita melihatkan di setiap provinsi, itu pusat krisisnya ada di Bandar Aceh, ada di negara, di negara.
02:27Presiden Prabowo Subianto kembali mendatangi lokasi bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera, yakni Aceh.
02:36Di lapangan, Presiden meninjau langsung kondisi permukiman warga, infrastruktur yang rusak, serta proses penanganan yang masih berjalan.
02:44Setelah meninjau lokasi terdampak bencana, ia menggelar rapat terbatas mengenai penanganan dan pemulihan bencana.
02:50Ia mengeluarkan arahan penting, menggerakkan TNI Polri, memastikan aliran listrik, menghapus utang kur petani terdampak,
03:00menggerakkan dokter magang, hingga memastikan bantuan udara tepat sasaran.
03:04Satu pesan ditekankan, tak boleh ada pejabat memperkaya diri di tengah derita rakyat.
03:10Arahan Presiden tak berhenti pada instruksi lapangan.
03:16Pemerintah juga memastikan dukungan anggaran segera tersedia.
03:19Dana sebesar 5 triliun rupiah siap dikucurkan.
03:23Jadi anggaran dari PPN, tapi sudah disiapkan.
03:27Tapi itu yang berhak mengumumkan Presiden dan BNPB, saya nggak bisa ngomongin itu.
03:31Tapi permintaan mereka sudah didukung oleh dana yang cukup.
03:36Ada masih anggaran untuk bencana, kan ada setiap tahun tuh 5T.
03:43Itu satu, nanti kita sudah sisir anggaran 2026.
03:47Sebelum ini kejadian sudah kita sisir sebetulnya.
03:53Namun, suara kritik tak surut.
03:56Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia Usman Hamid menilai,
03:59pemerintah tidak cukup tanggap dan terlalu lamban menetapkan status darurat nasional.
04:04Yang mendesak, Indonesia membuka pintu bantuan internasional demi menyelamatkan lebih banyak nyawa.
04:11Anda lihat saja, Menteri ada yang pura-pura bersimpati dengan memanggul,
04:15padahal di sekitarnya jelas anak buahnya tidak ngapa-ngapain.
04:18Itu pencitraan saja.
04:20Jadi Menteri-Menteri ini banyak yang bukan ahlinya.
04:22Menteri Kehutanan bukan ahlinya.
04:23Menteri lingkungan itu bukan ahlinya.
04:25Kepala penanggulangan pencara bukan ahlinya.
04:27Dan meremehkan situasi ini dari awal.
04:31Jadi tidak ada rasa kedaruratan, tidak ada sense of urgency, sense of crisis
04:37untuk menyelamatkan dan mengevasi warga.
04:41Seolah-olah apa yang berkembang keli media sosial itu dramatis,
04:45tidak seperti yang terjadi di kenyataan.
04:47Padahal kenyataannya jauh lebih buruk.
04:48Meski begitu, dukungan internasional tetap mengalir ke Sumatera.
05:14Muzakir Manaf memastikan tak ada larangan bantuan asing masuk ke Aceh.
05:18Relawan dari Tiongkok telah membantu dengan alat pencarian jenazah.
05:21Dokter dan obat-obatan dari Malaysia juga telah tiba.
05:24Ia menegaskan bantuan internasional tidak ditutup selama untuk kemanusiaan.
05:30Yang jelas, bantuan di luar disalurkan dengan tepat.
05:36Contohnya ada dari bantuan dari Kuala Lumpur, Malaysia,
05:40juga dengan dokter obat-obatan.
05:42Jadi itu selalu semuanya, dan bahkan tidak cukup.
05:45Dan mereka dalam beberapa hari ini, hari Rabu,
05:48saya rasa dia akan datang dan membuat obat sebanyak tingkatan lagi.
05:52Dan bersama banyak dokter-dokter yang akan datang ke Aceh.
05:56Jadi Aceh bisa menerima bantuan dari luar ya Pak?
05:58Saya rasa dia adalah larangan.
06:00Dia adalah larangan ya.
06:01Berarti tidak ada?
06:02Ya saya rasa saja.
06:03Tidak ada, ada, ada.
06:05Mereka tolong kita, masa kita bersulit, kebodoh.
06:09Banjir dan longsor di Sumatera membuka satu pelajaran besar.
06:15Bencana tak hanya menguji alam, tetapi juga kesiapan kepemimpinan.
06:21Di antara kritik, kontroversi, dan instruksi keras,
06:24harapan tetap tumbuh dari tangan-tangan warga yang saling bantu.
06:28Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya kering,
06:30satu tuntutan tetap sama.
06:32Hadiran negara berpihak pada mereka yang paling rapu.
06:39Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan