00:00Sementara di Jakarta Timur, 350 kiosk pedagang di Pasar Induk Ramadjati, Jakarta, hangus terbakar.
00:07Api diduga berasal dari kiosk pedagang plastik.
00:13Kebakaran melanda blok C2 Pasar Induk Ramadjati, Jakarta Timur.
00:21350 kiosk pedagang buah hangus terbakar.
00:24Menurut salah satu pedagang, api diduga berasal dari kiosk penjualan plastik yang berada di lantai buah.
00:30Api kemudian membesar dengan cepat hingga meluas kiosk-kiosk lainnya.
00:35Kenapa melakukan sulit membuat pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api?
00:39Api akhirnya bisa dijinakan dalam waktu kurang lebih satu jam.
00:4395 personel pemadam kebakaran juga menggunakan pom pada titik-titik api di lokasi tertentu.
00:49Polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
00:55Dugaan awal kami tidak bisa menyampaikan karena ini tentunya pus lapor yang akan melakukan oleh TKP dan penyelidikan.
01:05Dan ini sedang kita lakukan pendinginan dulu di lokasi kebakaran.
01:11Dan setelah nanti kita lakukan terus ke TKP sehingga kita lakukan untuk olah TKP disitulah kita akan mengetahui daripada sumber api dan penyebabnya apa dari benda yang ada di kiosk tersebut.
01:26Sementara itu Direktur Utama PD Pasar Jaya Agus Himawan menyampaikan segera mempersiapkan tempat penampungan sementara untuk para pedagang yang terdampak kebakaran.
01:35Kebetulan memang kita mengansuransikan seluruh kawasan di Pasar Induk Ramadjati ini.
01:40Dan alhamdulillah seluruhnya terhadap kerugian ini nanti bisa di cover.
01:44Dan ini sudah kita inventarisir semua jumlah kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran ini.
01:49Dan kemudian mengenai data pedagang ini kita ada semua di database kita tentunya.
01:55Ini segera kita sudah menyiapkan juga untuk memperhitungkan jumlah kiosk penampungan yang akan kita bangun di tempat penampungan sementara tadi.
02:02Akibat kebakaran, aktivitas perdagangan menjadi terganggu.
02:05Padahal para pedagang biasanya berjualan selama 24 jam.
02:10Tim Liputan, Kompas TV
02:11Tim Liputan, Kompas TV
Komentar