00:00Masih terisolasi, salah satunya adalah di Kabupaten Langkat, daerah di Kecamatan Tanjung Pura.
00:05Langkat masih terisolasi banjir yang kemudian membuat pemerintah kesulitan mendistribusikan bantuan.
00:11Bupati Langkat Syah Afandi mengakui banyak rumah warga di Tanjung Pura yang masih terendam banjir.
00:18Ketinggian banjir masih tinggi karena banyak tanggul di wilayah ini yang jebol.
00:22Kondisi ini membuat proses distribusi bantuan ke sejumlah posko dan warga di sana mengalami hambatan.
00:28Pemerintah Kabupaten sudah meminta perangkat desa dan kelurahan untuk menjemput bantuan dan dibagikan kepada warga.
00:36Baik dengan menggunakan kendaraan mobil maupun perahu, saudara.
00:45Tapi ada satu kecamatan seperti Tanjung Pura, itu debit air masih tetap tinggi karena memang kondisi banyak tanggul-tanggul yang pecah.
00:56Jadi daerah-daerah yang dilalui aliran sungai itu sampai sekarang airnya masih tinggi.
01:05Beberapa tempat yang memang kita agak kesulitan untuk mencapai di sana.
01:09Tapi kita melalui kepala desa, perangkat-perangkat, pemerintahan yang ada di desa-desa,
01:15ngobon mundusun, itu kita minta nyebut barang untuk bisa disampaikan kepada warga.
01:20Jalur sungai, semua cara kita temukan untuk bisa sampai kepada warga kita.
01:26Kita pantau soal pendistribusian bantuan kepada korban banjir di Langkat Sumatera Utara
01:32bersama dengan jurnalis Kompas TV, Deddy Zulkifli, tarikan di sana.
01:36Selamat pagi, Deddy.
01:37Deddy, saat ini Anda masih berada di wilayah yang terdampak banjir di wilayah Tanjung Pura, Sumatera Utara.
01:46Bagaimana kondisi di sana dan termasuk pendistribusian bantuan?
01:50Apakah bisa optimal kemudian bantuan bisa masuk untuk warga terdampak banjir di sana?
01:57Ya, terima kasih, Desti.
01:59Selamat siang, Saudara.
02:00Selamat siang.
02:01Saat ini saya berada di salah satu lokasi pengungsian yang ada di desa Pekubuan.
02:08Desa Pekubuan ini merupakan bagian dari kecamatan Tanjung Pura yang paling terisolasi,
02:13di mana kami baru bisa mengakses hari ini untuk melihat langsung bagaimana kondisi pengungsian.
02:22Warga yang ada di sini sudah bertahan lebih dari 12 hari dengan mengandalkan stok makanan yang ada.
02:31Kemudian beberapa kelompok masyarakat yang harus keluar dulu dari lokasi pengungsian,
02:36baik itu harus melewati jalan-jalan rusak, kemudian air yang masih tergenang hingga setinggi dada.
02:45Namun, itu harus kita lakukan selama beberapa hari sebelumnya untuk supaya bertahan hidup sampai di sini.
02:52Nah, bantuan-bantuan dari pemerintah memang diakuin masih belum bisa maksimal,
02:57dan memang sudah diupayakan juga,
02:59dan ada juga beberapa bantuan yang disampaikan oleh pihak lain,
03:03dan terkendala.
03:06Bahkan, tim dari donatur yang mencoba kemarin sempat terjebak oleh banjir yang ada di sini.
03:14Adistin.
03:14Oke, Deddy bisa gambarkan kepada kami,
03:17desa pekubuhan ini jaraknya berapa lama dari kemudian dari pusat kota, kabupaten,
03:23begitu ya pusat kabupaten,
03:24yang kemudian di sana juga pastinya ada pemusatan posko bantuan,
03:28dan juga posko pengungsian,
03:30dan selama ini jadi apa yang dibutuhkan oleh warga terdampak di sana?
03:37Karena kan Anda tadi menyebutkan desa pekubuhan salah satu wilayah yang terisolasi dari bantuan.
03:42Ya, Saudara.
03:46Jadi, untuk posisi desa pekubuhan ini memang untuk jarak dengan kota ketamatan Tanjung Pura,
03:55itu memang kalau dipakai kendaraan sekitar 10 menit hingga sekitar 20 menit.
04:02Dan untuk kota setabat, sekitar satu jaman.
04:05Nah, di masa upaya untuk memberi bantuan dari sekitar 12 hari yang lalu,
04:17posko utama itu ada di pusat kecamatan yang jaraknya sekitar 15 atau 20 menit.
04:24Namun, yang terjadi saat itu adalah kondisi seluruhnya hampir berair.
04:31Jadi, bagi warga yang ingin meminta bantuan, mereka harus menerjang banjir yang cukup tinggi,
04:38yang diperkirakan hingga sampai sedada maupun harus berupaya mencari perahu.
04:44Nah, kendalaan itulah yang memang sangat berat dialamin oleh warga desa pekubuhan.
04:50Namun, begitu sampai hari ini air sudah mulai surut dan upaya kendaraan terakhir yang tempat saya tadi mau kemari dengan perahu,
05:03itu sudah bisa dilalui oleh kendaraan sepeda motor maupun mobil.
05:06Hingga baru dua hari ini kondisi sudah mulai surut.
05:10Oke, baru dua hari ini kondisinya sudah berangsur-surut.
05:14Sebelumnya memang warga harus menerjang banjir dengan menggunakan perahu untuk bisa mendapatkan atau memperoleh bantuan.
05:21Nah, Deddy, bantuan apa yang sampai saat ini masih dibutuhkan warga terdampak banjir di sana,
05:29di desa pekubuhan yang sampai saat ini masih dibutuhkan oleh warga?
05:32Dari yang saya kumpulkan informasi di sini, di sini cukup banyak kakak karena di sini juga banyak rumah yang terendam.
05:43Jadi cukup banyak, diperkirakan lebih 100 sampai 200 kakak dan masih bertahan di sini.
05:50Dan untuk bantuan yang diperlukan, memang yang paling penting adalah bahan pokok untuk bisa mereka bertahan dulu di sini,
06:00seperti beras, gula, minyak, kemudian pakaian-pakaian hangat dan juga obat-obatan.
06:09Walaupun mereka saat ini ada di posisi yang agak tinggi, tapi belum bisa kembali ke rumah.
06:15Jadi mereka bertahan di beberapa tenda yang ada di atas tanggul untuk sementara waktu,
06:23hingga memang diperlukan juga selimut dan beberapa makanan.
06:27Oke, jadi pendistribusian bantuan berupa 9 bahan pokok ini masih dibutuhkan warga terdampak di sana,
06:35di wilayah Tanjung Pura, di Sumatera Utara, tepatnya di desa pekubuhan.
06:40Terakhir, untuk jaringan listrik, apakah sudah sepenuhnya pulih atau belum di sana?
06:46Ya, Adisti, tadi saya juga bertanya kepada warga tentang kehadiran listrik di sini baru mereka merasakan kemarin.
06:58Dan untuk sinyal sudah lumayan dapat sekitar beberapa hari yang lalu, Adisti.
07:04Oke, jadi memang sebelumnya hampir lebih dari 10 hari warga mengalami pemadaman listrik,
07:11dan baru kemarin listrik bisa kembali normal.
07:14Terima kasih informasinya jurnalis Kompas TV, Deddy Zulkifil, melaporkan langsung dari desa pekubuhan,
07:20Tanjung Pura, Sumatera Utara.
07:23Terima kasih, selamat bertugas kembali.
Komentar