00:00Kali ini saya lagi di Bandara Sibulga, nanti saya coba untuk telepon Bupati Indramayu ya
00:05mengenai banjir di dua desa di Kecamatan Heretan Indramayu.
00:10Bagaimana anak ini kan banjir terus-terusan, kalau saya tuh nggak mau terus-terusan.
00:14Harus ditangani dengan baik dan terselesaikan.
00:17Kalau dua desa Bupati yang nanganin.
00:22Ya Pak Bupati, gimana banjir di Heretan Indramayu itu?
00:25Ya, banjir daerah Dengramayu, jadi biasa kalau sudah biasa tuh datang, datang-datang begini.
00:32Ini ditambah lagi, ditambah air mungkin dari hilir masuk, kan itu kan di datang-datang muara.
00:38Jadi keseran dua.
00:39Dari hilir itu dari mana?
00:43Dari hilir itu dari mana?
00:45Dari sungai.
00:47Oh sungai.
00:49Sungainya sudah dilakukan pengerukan belum?
00:53Sudah, sungai pengerukan.
00:54Tapi ada kendala juga, ketika kemarin kami kerabat dengan BBWS dan PU, PU Pusat juga, ada rumah-rumah yang tinggal di bantaran sungai.
01:06Rumah-rumah yang di bantaran sungai, sungainya dilakukan pengerukan, mereka nggak mau pindah?
01:12Iya kan, pindahnya itu kan rumahnya berarti kan, ya berarti dibongkar kan gitu.
01:16Oke, berapa rumah di situ?
01:19Berapa rumah di situ?
01:20Rumahnya ada berapa rumah ya? Sekitar ada 900, enggak bukan, rumah di bantaran ya, di bantaran ya.
01:26Rumah di bantaran ada berapa?
01:27Sekitar 100 sampai 200 rumah.
01:29Oke, 200 rumah.
01:31Di PDF, kirim datanya ke saya.
01:35Kemudian, mereka kan berarti tinggal di tanahnya, tanah BBWS kan?
01:40Iya, ada di bantaran.
01:41Oke, di bantaran.
01:42Kirim datanya ke saya, nanti saya kasih bantuan 10 juta untuk mereka kontrak dulu di tempat lain.
01:49Oh, siap Pak.
01:50Ya, kirim nama-namanya, nanti pokoknya pengerukan harus terus berjalan.
01:54Kita ini jangan dibikin pusing.
01:56Satu sisi masyarakat bawel karena banjir dalam setiap tahun, tapi di sisi lain mereka sendiri menyebabkan banjir.
02:04Di pinggir sungai.
02:05Iya kan?
02:06Sama satu lagi Pak Bu, ada jalanan yang memang akses ke rumah, ada rumah-rumah masyarakat.
02:14Tapi jalanan itu dibiliki oleh salah satu pembangunan.
02:18Saya kan nggak bisa bangun jalanannya karena kepemilikan tanahnya punya operasi.
02:22Tapi memang jalanan.
02:23Nah, maksud saya kalau itu dihimbangkan ke saya, biar saya ngerawat, saya dihubungkan.
02:27Oke, panggil aja operasinya.
02:29Pak Bupati bisa menangani, kalau nggak sama Gubernur tanganin?
02:33Baik, sebenarnya kan kalau di Bantaran ingin Pak Bu.
02:35Ini Pak Bu, apa kan sama itu? Mereka baru mau RUPS-nya dari bulan Januari.
02:40Wah, masih lama ini banjir nggak nunggu RUPS.
02:43Ya, itu dia.
02:44Oke, saya minta nomor telepon kita operasinya.
02:47Agar mereka meminjam pakaikan tanah yang digunakan untuk jalan.
02:53Ya.
02:54Baik, baik.
02:55Oke, Pak Bupati.
02:56Siap, itu nama-namanya saya tunggu nggak pakai lama ya.
02:59Nanti saya kasih bantu 10 juta untuk sewa rumah, habis itu rumahnya dibongkar, direlokasi.
03:06Ya.
03:07Baik.
03:09Jadi jangan cerita-cerita, nangis-nangis, drama-drama bencana.
03:12Tetapi kemudian ketika diberikan solusi, susahnya luar biasa masyarakatnya.
03:17Ya.
03:17Betul, betul tidak?
03:20Betul.
03:21Betul.
03:21Karena di pinggir, di pinggir Tantara, itu yang menjadi kejalanan.
03:25Oke.
03:26Jadi banyak bangunan liar.
03:28Iya, pokoknya BBWS harus jalan terus proyek normalisasi sungainya.
03:31Ya.
03:32Siap, siap.
03:33Siap.
03:33Pak Bupati, terima kasih.
03:35Terima kasih.
03:35Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:36Terima kasih.
03:47Terima kasih.
04:17Terima kasih.
Komentar