00:00Saudara polisi nyatakan pemuda asal Dayuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO sudah bebas.
00:10Saat ini korban sudah berada di KBRI Nompen di Kamboja.
00:17Rizki Nur Fadilah, remaja 18 tahun asal Dayuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menjadi korban TPPO saat ini sudah berada di KBRI Nompen.
00:27Kepolisian bilang saat ini Rizki sudah berada dalam kondisi aman dan berada di KBRI Nompen.
00:35Polisi masih tunggu kabar terkait proses pemulangan Rizki ke tanah air.
00:40Dari KBRI Nompen yang ada di Penompen bahwa korban saudara Rizki saat ini sudah berada di KBRI Nompen yang mana masih dilakukan pemeriksaan.
00:59Sebelumnya Rizki Nur Fadilah diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Kamboja.
01:07Orang tua Rizki menyebut Rizki mendapat kontrak untuk bermain sepak bola di Medan Sumatera Utara namun ternyata Rizki dibawa hingga ke Kamboja dan langsung diminta bekerja.
01:16Rizki kemudian membuat video klarifikasi bahwa dirinya ke Kamboja tanpa paksaan karena merasa tidak betah dan ingin dipulangkan.
01:26Ia kemudian membuat cerita soal kekerasan yang dialaminya.
01:29Nama saya Rizki Nur Fadilah, saya dari Bandung.
01:35Berangkat ke sini tidak ada pemaksaan apalagi kekerasan.
01:39Intinya saya ingin pulang ke sana karena saya tidak betah di sini.
01:44Gubernur Jawa Barat Deni Mulyadi memastikan tetap akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk penanganan kasus dugaan TPPO yang dialami Rizki Nur Fadilah di Kamboja.
01:55Pemprov Jawa Barat juga memastikan akan menyiapkan biaya untuk pemulangan Rizki.
02:01Deni juga mengimbau siapapun untuk tetap waspada jika mendapat iming-iming bekerja di luar negeri.
02:10Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap mengambil keputusan untuk berkoordinasi dengan Polda Jabar dan KBRI.
02:18Apabila memang ingin kembali, kami akan mengembalikannya dan kami menyiapkan biaya untuk pemulangannya.
02:25Untuk itu pada siapapun untuk berhati-hati ketika akan bekerja di luar negeri yang dijanjikan atau diiming-imingi sesuatu yang pada akhirnya menjadi derita dan menjadi kesulitan bagi banyak orang.
02:39Untuk itu segera kami akan segera bergerak.
02:42Untuk mengetahui informasi selengkapnya soal kasus ini kita akan berbincang dengan Kabir Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rohmawan.
02:50Selamat petang Pak Hendra.
02:52Selamat petang, my sister apa kabar?
02:55Baik semoga Anda juga kabar baik.
02:56Pak saya mau konfirmasi dulu, jadi saat ini apakah posisi Rizki sudah aman?
03:01Baik, my sister, jadi kami sampaikan ya, tadi teman-teman media, Mas Badiu juga, Mas, sudah saya kirim.
03:11Itu ada foto Rizki sedang ada di KBRI dan dalam keadaan sehat, my sister.
03:16Dalam keadaan sehat, baik, dan wajahnya juga cerah.
03:25Dan kami selalu berkoordinasi dengan KBRI di sana untuk memastikan dan berapa kali kami koordinasi dengan Bapak Yosi Afrizal,
03:34staff KBRI yang di Kampuja sana.
03:37Dan saat tadi pagi kami sudah melakukan koordinasi untuk assessment.
03:43Dan hasil dari assessment dari KBRI juga sudah kita dapatkan.
03:48Dan nanti bisa kami sampaikan kepada pemirsa di Kompas ini.
03:53Lebih tepatnya di mana lokasi Rizki, Pak Hendra?
03:56Jadi saat ini posisinya ada di KBRI, Kamboja ya, yang bersangkutan.
04:02Dan saat ini Rizki tadi sudah selesai dilakukan assessment terkait dengan apa sih kronologis kejadian yang bersangkutan ini.
04:11Tapi disampaikan oleh Kompas tadi benar bahwa Rizki ini memang kesimpulan dari KBRI ini bukan korban TPPO ya.
04:20Memang Rizki tadi sudah mengakui bersangkutan ini berbohong kepada orang tuanya,
04:27meminta izin untuk berangkat ke sepak bola di sana ya, di Medan.
04:33Tetapi sebetulnya Rizki ini mendaftarkan ke perusahaan PT yang ada di Kamboja ini secara pribadi sebagai skamer gitu.
04:44Ya, sebagai skamer.
04:46Dan tetapi di situ yang bersangkutan mengakui juga sudah tidak betah kerja di situ.
04:52Ya, dan apa yang disampaikan adanya kekerasan, ada penyisaan yang bersangkutan ini,
04:59itu ternyata setelah dipiksa secara fisik ya, dan Rizki juga tadi mengakui bahwa itu tidak ada.
05:05Sudah diteliti secara betil dengan pihak KBRI di sana itu tidak ada.
05:10Dan memang yang bersangkutan saat ini ingin pulang.
05:14Yang ingin pulang, dan saat ini juga kita sampaikan apa syarat-syarat untuk ke pulang yang bersangkutan,
05:22apa-apa perlu waktu dan sebagainya.
05:24Dari kita, dari KBRI di sana menyampaikan Bapak Pak Yosi bahwa masih perlu adanya surat ya,
05:32menunggu proses penyaitan administrasi, yang disebut surat perjalanan laksana paspor lah,
05:38pengganti paspor tersebut, yang nanti bisa dipulangkan ke Indonesia.
05:42Dan kami pihak di Rizki sekriminal umum, ini tetap koordinasi terus,
05:48kita coba untuk prosesnya ini seperti yang pernah kita lakukan kepada saudari Reni yang dari Sukabumi itu.
05:57Nah di sini karena bersangkutan ini bukan korban TPPO,
06:02otomatis nanti pemulaan prosesnya secara mandiri,
06:07dengan prosedur exit visa.
06:09Dan insya Allah nanti kami akan membiayai ke pulangan dari bersangkutan,
06:17dan koordinasi dengan Hupin Ter.
06:19Tim Hupin Ter kebetulan juga kebetulan ada di sini,
06:23yang kemarin masih baru selesai untuk pemerisan dengan saudari Reni yang pulang dari Guang Sulcina itu,
06:30masih berperilansi di sini.
06:32Insya Allah nanti dalam waktu dekat ini,
06:35rencana ke pulangnya tangan 22,
06:37semoga ini betul-betul tercapai target kita,
06:44dan tentu saja utamanya adalah bagaimana pengurusan administrasi ini tadi,
06:48yang merupakan sulat SPLP yang sedang kita urus bersama dengan KB di sana.
06:55Jadi Rizky tahu benar bahwa kontraknya sebagai scammer, bukan kontrak sebagai pemain bola?
07:02Betul, sadar betul yang bersangkutan itu,
07:05mendaptarkan ke PT yang dia menjadi scammer di Kampoja saat itu.
07:11Tetapi karena keinginannya dia untuk kembali dan tidak betah,
07:15akhirnya dia membuat status ya di media sosial yang adalah Kabupaten Bandung tadi itu,
07:25bahwa dia seakan-akan sebagai korban gitu, sebagai korban PPPU.
07:30Ini untuk menarik perhatian publik.
07:33Tetapi apapun bentuknya, apabila biasa bisa ketat tempuh,
07:38ini merupakan juga warga negara Indonesia juga, masih muda dan sebagainya,
07:42ya kita akan bantu semaksimal mungkin, my sister.
07:46Dan tentu saja kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat,
07:51utamanya anak muda, yang betul-betul hati-hati dalam mengambil jalan pintas
08:00untuk menjadi para pekerja, utamanya yang tadi itu di bidang scammer.
08:04Karena nanti ketemu-temu bersangkutan melakukan suatu kejahatan kepada orang lain juga di situ.
08:09Dan tentu saja apabila tidak mempunyai kontaknya,
08:13Allah walaam ya, bersangkutan mungkin bisa jadi korban yang lebih berat
08:17daripada kekerasan yang, alhamdulillah, tapi untuk Rizky ini aman gitu.
08:21Ini yang alhamdulillah sekali di peserta.
08:24Dan perhatian dibinat kita untuk bisa kita pulangkan.
08:29Pak Endra, ini Rizky sampai ke Kamboja, melamar ke PT,
08:33itu dia dapat informasi dari teman, atau ada yang menawarkan,
08:37atau dia sendiri yang melamar ke PT tersebut?
08:41Nggak ada yang endorse.
08:42Dia melamar sendiri di media sosial.
08:45Oh, di media sosial?
08:47Di media sosial, tertarik.
08:50Tertarik, kemudian dia, apa namanya, mungkin proses di media sosial itu seperti apa,
08:55ya kemudian dapat, apa, dikoordinasikan lagi,
09:01lebih detil dengan yang bersangkutan, ya DM lah, gitu seperti biasa,
09:06mereka ada komunikasi, dan akhirnya dia menyebabkati kontak tersebut, ya.
09:10Dan akhirnya merangkat.
09:11Jadi memang itu kesadaran sendiri, ya, keinginan sendiri,
09:16tetapi yang bersangkutan itu melakukan pembohongan kepada orang tuanya,
09:23alasannya adalah untuk menjadi pemain sepak bola di Medan sana.
09:27Tapi yang bersangkutan itu berangkat ke Kamboja itu sadar bahwa dia akan kerja di sana.
09:33Dan sebagai skamer itu sudah ada dalam perjalanan kontak,
09:36informasi awal dari kami seperti itu.
09:38Jadi isi kontraknya apa sih yang membuat Rizky mau jadi skamer?
09:42Gaji mungkin tinggi berapa, gitu, dia sudah cerita belum?
09:47Belum, belum. Ini masih, kami karena target kita nih,
09:52pembinaan kami itu segera pulang, ya,
09:54sehingga tadi fokus kepada bagaimana proses untuk pemulangan yang bersangkutan dulu di sini.
09:59Sehingga nanti ketika nanti kembali yang bersangkutan,
10:03kita berikan kesempatan untuk bisa berbicara,
10:06memberikan edukasi juga kepada masyarakat,
10:09dan tentu saja memberikan permohonan maaf kepada orang tuanya,
10:13karena telah melakukan suatu pembohongan,
10:16dan sadar dia sendiri berangkat ke sana dengan risiko yang cukup berat.
10:21Ya, terima kasih telah berbincang di Sapa Indonesia Malam,
10:25Pak Hendra Rohmawan, Kabir Humas Polda, Jabar.
10:29Selamat petang.
10:29Selamat menikmati.
Komentar