Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Serangan Amerika Serikat yang menghantam jembatan di Iran menewaskan 13 orang dan melukai 95 lainnya. Warga sipil Iran yang menjadi korban mengutuk Amerika Serikat yang menyerang infrastruktur sipil.

Jembatan B-1 yang menghubungkan ibu kota Iran, Tehran, dan Karaj hancur seketika usai menjadi sasaran dalam dua gelombang serangan rudal milik Amerika Serikat, Kamis waktu setempat.

Akibatnya, 13 orang tewas dan 95 orang luka-luka.

Sejumlah korban luka dirawat di Rumah Sakit Imam Ali.

Salah satunya, Muhammad Yasai. Ia mengutuk aksi militer Amerika Serikat yang menyerang infrastruktur sipil.

Yasai saat itu sedang menggendong anak perempuannya, dan tiba-tiba banyak batu besar berjatuhan yang kemudian menimpa kakinya.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengakui serangan tersebut dan mengancam akan terus melancarkan serangan yang lebih besar jika tidak terjadi kesepakatan dengan Iran.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut serangan ke bangunan sipil tidak akan memaksa Iran untuk menyerah, dan hanya menunjukkan kekalahan serta keruntuhan moral musuh yang sedang kacau.

Membahas soal perang yang masih bergejolak dan saling tuduh terkait usulan gencatan senjata yang kini mencuat, kita sudah bersama pengamat militer dan intelijen, Anton Aliabbas.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Tangis Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon di https://www.kompas.tv/nasional/660954/tangis-keluarga-pecah-sambut-kedatangan-jenazah-3-prajurit-tni-gugur-di-lebanon

#perang #iran #as #trump #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/660957/full-pengamat-militer-intelijen-soal-iran-as-saling-tuduh-meminta-gencatan-senjata
Transkrip
00:00Membahas soal perang yang masih bergejolak termasuk Iran yang menembak jatuh dua armada tempur milik Amerika Serikat
00:08Serta ada isu soal saling tuduh pengusuh gencatan senjata
00:11Kita sudah bersama dengan pengamat militer dan intelijen Anton Ali Abbas
00:15Selamat malam Mas Anton
00:17Selamat malam Mas
00:18Mas ini tadi kita simak liputan bersama bagaimana bahkan ada sayembara untuk mencari pilot Amerika Serikat
00:26Mengapa hal itu dilakukan Mas Anton?
00:30Ya bagi saya sih jelas dalam beberapa jam belakangan ini ya
00:3524 jam belakangan ini memang eskalasinya cukup mengalami peningkatan
00:41Apalagi misalnya ada dua pesawat Amerika Serikat F-15 dan juga A-10 itu ditembak jatuh
00:48Dan juga ada kabarnya juga ada heli
00:50Heli Black Hawk juga terpaksa menaruh darurat
00:55Bagi saya memang menjadi menarik
00:57Apalagi memang bagi saya ketika kita bicara tentang tadi ada sayembara
01:01Itu kan juga adalah bagian dari pesai war
01:03Pesai war untuk bagaimana kemudian masyarakat Iran untuk berlomba-lomba untuk mencari ya
01:09Mencari mereka yang menyerang negaranya
01:12Jadi bagi saya ini juga di satu sisi adalah pesai war di sisi lain adalah untuk semakin meningkatkan rasa nasionalisme
01:20yang dimiliki oleh masyarakat Iran
01:23Karena saya melihatnya gitu ya dengan sejumlah sumber
01:26Ini publik Iran, kalipun tadinya ada oposisi dan juga pendukung rezim
01:32Kali ini mereka sama-sama setakat untuk menolak adanya intervensi asing
01:35Jadi bagi saya ini menarik, jadi di satu sisi ada eskalasi
01:39Di sisi lain memang Iran juga cukup cerdik untuk memainkan ya
01:44Memainkan psi war, information warfare gitu ya di tengah
01:48Ada kebingungan bagi saya Amerika Serikat ini mau ngapain di tengah
01:53Dan ada banyak sekali dinamika-dinamika dalam dua hari belakangan ini
01:57Ini eskalasi serangan udara semakin meningkat tampaknya Mas Anton
02:03Apakah ini artinya invasi darat masih akan jauh terlaksana atau seperti apa menurut Anda?
02:09Jelas bagi saya ketika kita bicara tentang serangan udara
02:13Itu kan artinya memang operasi atau peperangan saat ini masih belum berubah wajahnya
02:19Karena kalau misalnya ketika kita bicara operasi darat sudah dilakukan
02:23Tentu nanti wajah dari perang antara Amerika Serikat dan Iran ini tentu saja sudah makin berubah
02:31Kenapa berubah? Karena memang ketika ada pasukan darat tentu
02:35Misalnya ada beberapa hal yang berubah
02:39Satu adalah mungkin adalah verifikasi
02:41Verifikasi nyata atau validasi
02:43Apakah benar misalnya apa klaim-klaim selama ini yang disampaikan oleh pihak Amerika Serikat
02:48Benar adanya atau tidak?
02:49Misalnya tadi yang 80-90 persen kemampuan militer Iran hancur atau tidak
02:53Itu kan juga akan diuji
02:55Satu
02:55Kedua tentu saja ketika ada pasukan darat
02:57Tentu saja ini sedikit banyak
02:59Ini mereka akan mengokupasi atau menduduki wilayah-wilayah tertentu
03:04Jadi kalau sebelumnya
03:05Ini hanya fungsinya
03:07Tujuannya adalah untuk melumpuhkan
03:10Atau melemahkan kemampuan militer pihak lawan
03:13Tapi ketika sudah ada perang darat
03:15Tentu saja wajahnya akan menjadi bertambah kompleks
03:17Karena ada yang ingin menduduki
03:19Jadi karena pasukan darat itu tentu saja ingin menguasai wilayah daratan tertentu
03:24Jadi tentu saja ketika ada intensitas seperti ini
03:27Ini adalah sebuah kelanjutan dari sejak tahun
03:29Sejak dari 28 Februari lalu
03:32Jadi yang memang kita akan masih menunggu
03:34Apakah benar nanti misalnya Trump akan benar mengekskusi atau tidak
03:37Apalagi kan kebelakangan malah muncul
03:40Misalnya ada tawaran gencatan senjata 48 jam
03:43Jadi walaupun kemudian
03:45Di sisi lain itu
03:47Kalau misalnya dari pihak Iran sendiri
03:49Iran menolak dan ada kabarnya
03:51Misalnya karena kan ini menjelang deadline
03:54Menjelang deadline 6 November
03:55Pihak Iran sendiri menyatakan tidak ingin hadir
03:59Dalam negosiasi yang difasilitasi oleh Pakistan
04:05Sehingga dengan kata lain
04:07Memang itu benar adanya
04:08Maka ruang dialog
04:11Ruang untuk mencapai kata sepakat kata damai
04:15Itu sedikit banyak
04:16Agak tertutup
04:17Yang difasilitasi oleh Pakistan
04:20Karena kemudian ada perkembangan saat ini
04:22Pihak Turki misalnya sedang mencari tempat
04:24Di mana?
04:25Kalau misalnya di Islamabad itu gagal
04:28Lalu di mana?
04:29Karena bagi saya
04:30Banyak negara-negara kemudian yang memang punya konsen
04:33Bagaimana kemudian ada titik damai ya
04:37Jadi ada deesalasi dari ini
04:38Jadi mereka tidak bisa lagi berharap
04:40Bahwa Trump akan melakukan deeskalasi
04:42Karena Trump kemudian adalah eskalasi
04:45Iya mas
04:45Tadi Anda menyinggung soal
04:47Bagaimana ada upaya untuk
04:49Menawarkan atau meminta gencata senjata
04:52Namun di situ
04:53Tampaknya menjadi isu yang saling tuduh
04:55Antara Amerika Serikat dan Iran
04:57Siapa yang meminta gencata senjata awalnya ini
05:00Yang meminta
05:01Itu muncul propaganda seperti itu
05:03Mengapa mas Anton?
05:05Ya karena di tengah
05:06Ya tadi
05:07Karena kan ketika kita bicara perang asimetris
05:09Tentu bagaimana kemudian melemahkan ya
05:11Melemahkan posisi tawar
05:13Melemahkan image mereka di publik
05:15Kenapa demikian?
05:17Karena misalnya
05:17Kalau kita melihat ya
05:18Pada awalnya
05:19Pada awal
05:20Di mulai perang tanggal 28 Februari
05:23Itu kan narasi yang terbangun adalah
05:25Ini
05:25Memang apa yang dilakukan oleh Amerika
05:27Ini Iran menimbulkan
05:28Ancaman dan lain-lain
05:30Tapi
05:30Ketika Iran mampu untuk bertahan
05:33Kan sudah mulai ada pergeseran
05:35Jadi ketika Iran
05:38Menunjukkan bagaimana kuatnya
05:39Resiliensi
05:40Bahwa kemudian
05:41Narasi yang dibangun oleh
05:43Yang pihak yang kuat
05:44Ini mulai bergeser ke pihak yang lemah
05:46Gitu
05:47Itulah kenapa
05:47Kemudian
05:48Paling tuding
05:49Ada yang meminta
05:51Meminta
05:51Gencata senjata itu muncul
05:53Bagi saya itu kan menunjukkan
05:55Ada pihak yang sudah
05:56Mulai apa
05:56Mulai kalah posisinya
05:58Mulai lemah posisinya
05:59Sehingga kemudian ada yang meminta
06:01Gencata senjata
06:01Walaupun kata Iran
06:03Enggak ini
06:03Proposalnya datang dari Amerika Serikat
06:05Mereka minta 40 jam
06:06Dan bagi Iran
06:07Ketika dia sudah berhasil
06:09Misalnya
06:09Menjatuhkan
06:11Merusak
06:12Pesawat
06:12F-15
06:14Lalu juga A-10
06:15Apalagi ditambah
06:18Helicopter
06:18Misalnya bagi Iran
06:19Ya ini saya sudah
06:20Dari sangin
06:21Saya kan pihak lemah
06:21Tapi kemudian menjatuhkan
06:22Apa namanya
06:23Alutsisa-alutsisa kunci
06:25Misalnya itu kan
06:25Bagi Iran itu adalah
06:26Posisi-posisi
06:27Yang juga sedikit banyak
06:28Menaikan posisi tawarnya
06:30Jadi saya tidak heran
06:30Kemudian
06:31Kalau itu memang benar
06:32Yang ditawarkan oleh Amerika Serikat
06:34Karena
06:34Bagi Amerika Serikat
06:35Ketika ini mendelay
06:36Sedikit banyak untuk
06:38Agar tidak banyak gitu ya
06:40Aset-aset mereka yang
06:41Makin hancur
06:42Maka kan
06:42Kalau misalnya ada
06:43Delay 48 jam
06:45Sedikit banyak
06:46Kan itu bisa
06:48Menurunkan
06:49Intensitas serangan
06:50Yang
06:50Serangan balasan
06:51Yang diluncurkan oleh
06:52Iran
06:53Dan itu
06:53Tidak digubris oleh Iran
06:54Karena serangan demi serangan
06:56Dua armada tempur udara Amerika
06:58Ditembak jatuh
06:59Tidak digubris artinya
07:01Betul
07:02Apalagi misalnya
07:03Kan ini di
07:04Di PBB sendiri
07:05Dewan Keamanan PBB
07:06Ini kan juga
07:06Sudah mulai membahas
07:07Resolusi
07:08Untuk
07:09Misalnya
07:10Membuka
07:11Memastikan
07:11Selat Hormus ini
07:12Terbuka gitu ya
07:13Dengan
07:13Mengizinkan
07:14Adanya
07:15Apanya
07:16Upaya
07:17Upaya militer tertentu
07:18Yang dianggap sah
07:19Untuk kemudian
07:20Kalau misalnya mereka diganggu
07:21Dan masalah resolusi ini kan
07:23Didrap oleh Bahrain
07:24Yang sebenarnya
07:25Dari hari Kamis lalu
07:26Tapi kemudian
07:27Ada tiga negara
07:28Yang memberikan veto
07:29Perancis
07:30Cina
07:31Dan Rusia
07:31Jadi bagi saya
07:33Posisi Iran
07:34Sedikit banyak
07:34Dalam konteks
07:35Bagaimana ingin membangun
07:36Perdamaian
07:37Ini sedikit banyak
07:38Posisi jauh lebih
07:39Diuntungkan
07:40Bukan lebih tinggi
07:41Tapi diuntungkan
07:42Jadi ada banyak
07:43Situasi-situasi
07:44Yang justru
07:45Pihak lemah
07:45Ini diuntungkan
07:46Dengan adanya
07:47Perkembangan
07:48Dalam
07:492x24 jam
07:50Terakhir ini
07:50Mas
07:51Oke
07:52Baik
07:53Terima kasih
07:54Mas Anton
07:56Ali Abbas
07:56Pengamat militer
07:58Dan juga
07:59Intelijen
07:59Telah bergabung
08:00Bersama kami
08:01Di program
08:02Kepas Malam
08:02Hari ini
08:03Terima kasih
Komentar

Dianjurkan