Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAAKRTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya memeriksa 46 saksi dalam penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Hingga saat ini, polisi menetapkan satu anak berkonflik dengan hukum dalam kasus ini.

Dari 46 saksi yang diperiksa, 10 saksi berhalangan hadir. Mereka diperiksa di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, polisi juga meminta keterangan orang tua anak yang berhadapan dengan hukum.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapatmu soal berita ini? Tulis di kolom komentar ya!

Baca Juga [FULL] Teka-Teki Ledakan di SMAN 72 Jakarta: dari Mana Asal Usul Bahan Peledak? di https://www.kompas.tv/nasional/630471/full-teka-teki-ledakan-di-sman-72-jakarta-dari-mana-asal-usul-bahan-peledak

#ledakansman72 #sman72 #jakarta #polisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/630812/pemeriksaan-46-saksi-kasus-ledakan-sman-72-jakarta-hingga-orang-tua-anak-berhadapan-dengan-hukum
Transkrip
00:00Polda Metro Jaya memeriksa 46 saksi dalam penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta.
00:07Hingga saat ini, polisi menetapkan satu anak berkonflik dengan hukum dalam kasus ini.
00:15Polda Metro Jaya memeriksa 46 saksi dalam penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta.
00:22Dari 46 saksi yang diperiksa, 10 saksi berhalangan hadir.
00:25Mereka diperiksa di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Provinsi DKI Jakarta.
00:32Selain itu, polisi juga meminta keterangan orang tua anak yang berhadapan dengan hukum.
00:37Hari ini penyelidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi anak berjumlah 46 orang.
00:46Tetapi 10 orang berhalangan ini dilaksanakan di UPTD P3A Provinsi DKI Jakarta di wilayah Jakarta Timur.
00:55Untuk orang tua ABH sudah dimintai keterangan beberapa waktu lalu dan ini masih dalam proses.
01:04Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperbolehkan para pelajar di SMAN 72
01:11untuk melakukan belajar tatap muka atau belajar secara langsung pada Senin depan.
01:17Pramono menyebut, Dinas Pendidikan sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan siswa
01:20dan sebagian besar siswa meminta untuk proses belajar mengajar dilakukan secara langsung.
01:25Sebelumnya, proses belajar mengajar di SMAN 72 dilakukan secara daring sejak Senin 10 November
01:32setelah terjadi ledakan pada Jumat lalu.
01:35Jadi untuk SMAN 72, memang kami sudah berkomunikasi, Kepala Dinas Pendidikan juga sudah menyampaikan,
01:44memberikan kebebasan.
01:46Yang mau daring boleh, yang mau langsung juga boleh.
01:50Dan ternyata mereka kebanyakan sekarang meminta untuk secara langsung
01:55supaya menunjukkan bahwa sekolahnya sudah pulih dan tidak ada apa-apa.
01:59Dan untuk itu saya menyetujuinya.
02:01Mudah-mudahan minggu depan sudah sekolahnya.
02:06Tidak hanya pembelajaran tatap muka, program konseling juga diberikan untuk siswa SMAN 72.
02:12Himpunan Psikologi Indonesia akan jemput bola dengan mendatangi siswa yang membutuhkan konsultasi
02:17jika tidak bisa datang ke sekolah.
02:20Konselor Himpunan Psikologi Indonesia mengatakan mayoritas keluhan adalah ketakutan
02:24peristiwa serupa akan terulang.
02:26Kita punya tim yang koordinatornya itu Dinas Pendidikan.
02:31Dan di sini sendiri, di sekolah itu kayak ada perwakilannya itu yang ngatur semuanya.
02:35Siapa yang mau konseling, siapa yang nanganin ini dan seterusnya gitu ya.
02:39Cuma khusus kami dari Himsi itu yang offline.
02:43Jadi sudah seminggu ini dan informasinya mungkin sampai Jumat depan.
02:48Dan nanti setelah Jumat depan tergantung timnya itu apalagi yang kita lakukan berikutnya.
02:53Tadi ada satu teman saya itu ke rumah.
02:57Ke rumah si adik ini.
03:01Karena dia belum berkenan ke sekolah.
03:03Jadi kalau kondisinya begitu, kita yang jemput bola.
03:06Jadi kita sekarang sudah ke tahap konseling.
03:09Tak menutup kemungkinan, Himsi akan merekomendasikan klien berkonsultasi ke psikiater
03:14jika trauma yang dirasakan berpengaruh ke aspek klinis.
03:18Tim Liputan, Kompas TV.
03:20Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan