Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV Dokter Tifa menyuarakan kritik tajam ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

"Kenapa di tanggal 7 November beberapa hari setelah Mas Roy Suryo pulang dari Sydney, itu yang bikin dia sangat ketakutan. Itulah yang membuat kami segera masuk menjadi tersangka. Apa yang ditakuti oleh Jokowi saat ini? Pemakzulan Gibran," kata Tifauzia Tyassuma, Selasa (11/11/2025).

"Yang paling dia takuti saat ini adalah pemakzuran Gibran. Dan itu yang sekarang sedang kami lakukan. Jokowi Black Paper sudah diselesaikan setengah bagian oleh sahabat kami Bang Rismon. Saya juga menyelesaikan setengah bagian bersama Mas Roy Suryo. Bukunya sudah kami launching namanya Gibran Black Pepper. Itu yang ditakuti oleh Jokowi," jelasnya.

Tifauzia Tyassuma telah ditetapkan jadi tersangka bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar di kasus tudingan ijazah palsu Jokowi pada 7 November lalu.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Video Editor: Galih

#doktertifa #wapresgibran #pemakzulangibran

Baca Juga Yusril Minta Gubernur Sulsel Aktifkan Lagi 2 Guru Luwu Utara Usai Ada Rehabilitasi Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/630533/yusril-minta-gubernur-sulsel-aktifkan-lagi-2-guru-luwu-utara-usai-ada-rehabilitasi-prabowo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/630541/kala-dokter-tifa-ungkap-yang-ditakuti-jokowi-pemakzulan-gibran
Transkrip
00:00Apa yang ditakuti oleh Jokowi saat ini?
00:04Pemakzulan Gibran.
00:08Yang paling dia takuti saat ini adalah pemakzulan Gibran.
00:15Jadi sekarang ini, mulai Kamis 13 November 2025,
00:20urusannya sudah bukan soal ijazah.
00:23Urusannya sudah bukan soal pembuktian ijazah, bukan.
00:27Tapi nanti yang kami hadapi adalah bagaimana orang jahat itu
00:35membuktikan kami melakukan ujaran kebencian.
00:39Bagaimana orang jahat itu akan mati-matian,
00:43membuktikan bahwa kami melakukan hasutan.
00:46Orang jahat itu akan mati-matian,
00:49membuktikan dengan segala kebohongan,
00:52dengan segala penipuan,
00:53dengan segala pemikiran biada,
00:54membuktikan bahwa kami melakukan editing
00:57terhadap materi-materi yang ada di sosial media.
01:04Itu persoalan besarnya.
01:07Bukan lagi kita akan bertengkar,
01:09kita akan berdebat soal ijazah selesai.
01:13Dia pun tahu, dia pun tahu,
01:15bahwa soal ijazahnya sudah selesai.
01:18Dan kenapa di tanggal 7 November,
01:22beberapa hari setelah Mas Rai Surya pulang ke Sydney,
01:27itu yang bikin dia sangat ketakutan.
01:30Itulah yang membuat kami segera masuk menjadi tersangka.
01:38Apa yang ditakuti oleh Jokowi saat ini?
01:41Pemakzulan Gibran.
01:44Yang paling dia takuti saat ini adalah pemakzulan Gibran.
01:53Dan itu yang sekarang sedang kami lakukan.
02:01Jokowi Black Pepper sudah diselesaikan setengah bagian oleh sahabat kami, Bang Rismon.
02:06Saya juga menyelesaikan setengah bagian bersama Mas Rai Surya.
02:11Bukunya sudah kami launching, namanya Gibran's Black Pepper.
02:15Itu yang ditakuti oleh Jokowi.
02:18Itu yang ditakuti oleh begundal-begundalnya.
02:21Itu yang ditakuti.
02:23Kenapa?
02:24Karena dengan Gibran's Black Pepper.
02:27Gibran, Gibran, Gibran, Gibran.
02:29Gibran itu impeachable.
02:32Impeachable.
02:33Layak dimakzulkan.
02:35Itu yang sudah tidak ada lagi.
02:38Maka mereka menahan kami.
02:42Mereka akan memasukkan kami.
02:45Agar kami berhenti.
02:48Maksudkan Gibran.
02:49Kami rencana bulan Desember 2025, bulan depan,
02:54saya, Mas Roy, sama Bang Rismon akan ke Singapura.
02:59Untuk melanjutkan penelitian kami.
03:02Melengkapi apa yang kami tulis.
03:03Tapi begitu kami masuk sebagai tersangka,
03:07kami sudah dicegah.
03:09Tidak bisa keluar negeri.
03:11Dengan status tersangka, kami tidak bisa keluar negeri.
03:14Itu sebetulnya salah dua dari alasan mereka.
03:17Jadi hal kedua, yang ingin mereka hantam, yang ingin mereka cegah adalah bagaimana FFT ini bisa dibungkan.
03:28Agar tidak melanjutkan penelitian kami terkait Gibran.
03:32Nah, dua hal inilah titipan pesan kami kepada teman-teman semua.
03:38Ketiga, saya tidak tahu apakah yang ada di ruangan ini menyadari besarnya masalah ini.
03:46Mudah-mudahan yang nadir disini menyadari betul, besarnya masalah ini.
03:54Ini adalah perang terbesar 80 tahun.
03:59Ini perang terbesar 80 tahun.
04:02Rakyat biasa, bukan siapa-siapa melawan mantan penguasa yang menguasai 11 triliun.
04:08Jadi, harapan saya sebetulnya, kalian tidak usah risau saya ada di luar atau di dalam.
04:17Yang lebih saya risau, yang lebih saya gelisah, yang lebih saya gundal adalah jika perjuangan kami itu berhenti.
04:24Hanya karena kalian diam.
04:27Hanya karena kalian membisu.
04:29Hanya karena kalian tidak mau berdiri dengan apa yang kami lakukan.
04:34Kami di luar, maupun kami di dalam tahanan, kami masih bisa makan soto.
04:41Masih bisa makan soto.
04:43Gak ada masalah.
04:46Gak ada masalah.
04:48Jadi, pikiran saya gimana laptop sama HP saya.
04:50Karena saya mesti kerjaan.
04:52Gak ada masalah.
04:53Tapi, gak apa-apa.
04:54Bu Yahamka menuliskan sebuah buku yang luar biasa.
04:59Membuat terjemahan Al-Quran hanya dengan menggunakan pena dan kertas.
05:03Gak ada masalah, betul-betul.
05:05Tapi, yang menjadi masalah buat saya, yang ingin saya sampaikan pada siang hari ini,
05:10adalah saya bertanya kepada nasionalisme kalian semua bangsa Indonesia.
05:19Hari ini saya pakai batik.
05:21Menandakan bahwa saya sangat cinta kepada negara ini.
05:25Tidak ada mensreya.
05:27Tidak ada niat busuk.
05:29Tidak ada niat zat.
05:30Kecuali cinta saya kepada negara ini.
05:33Dan saya mohon kepada Bapak dan Ibu semuanya.
05:36Hari Kamis 13 November 2025.
05:38Saya tidak peduli saya pulang atau tidak.
05:43Karena perjuangan saya tidak akan berhenti di mana pun saya berada.
05:47Mau saya dikunci di kotaknya, mau saya dikunci di gua, saya tidak peduli.
05:51Karena saya yakin perjuangan saya insya Allah mendapatkan bidang Allah SWT yang selalu ada jalan, selalu ada jalan bagi lanjutan perjuangan ini.
06:02Yang saya katakan sekali lagi adalah rakyat Indonesia.
06:05Ketika ada tiga orang pemberani, sudah memaktirkan diri, sudah memakafkan diri, untuk memulai perjuangan ini.
06:15Untuk memulai perjuangan ini, akankah kalian berhenti?
06:20Akankah kalian diam saja?
06:22Akankah kalian tidak terusik untuk bersama dengan kami meneruskan perjuangan ini?
06:26Sekian, terima kasih.
06:30Allah Waktan!
06:33Allah Waktan!
06:36Allah Waktan!
06:39Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:47Saya Rizka Klarissa.
06:49Saksikan program-program Kompas TV.
06:52Melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
06:56Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar

Dianjurkan