00:00Apa yang ditakuti oleh Jokowi saat ini?
00:04Pemakzulan Gibran.
00:08Yang paling dia takuti saat ini adalah pemakzulan Gibran.
00:15Jadi sekarang ini, mulai Kamis 13 November 2025,
00:20urusannya sudah bukan soal ijazah.
00:23Urusannya sudah bukan soal pembuktian ijazah, bukan.
00:27Tapi nanti yang kami hadapi adalah bagaimana orang jahat itu
00:35membuktikan kami melakukan ujaran kebencian.
00:39Bagaimana orang jahat itu akan mati-matian,
00:43membuktikan bahwa kami melakukan hasutan.
00:46Orang jahat itu akan mati-matian,
00:49membuktikan dengan segala kebohongan,
00:52dengan segala penipuan,
00:53dengan segala pemikiran biada,
00:54membuktikan bahwa kami melakukan editing
00:57terhadap materi-materi yang ada di sosial media.
01:04Itu persoalan besarnya.
01:07Bukan lagi kita akan bertengkar,
01:09kita akan berdebat soal ijazah selesai.
01:13Dia pun tahu, dia pun tahu,
01:15bahwa soal ijazahnya sudah selesai.
01:18Dan kenapa di tanggal 7 November,
01:22beberapa hari setelah Mas Rai Surya pulang ke Sydney,
01:27itu yang bikin dia sangat ketakutan.
01:30Itulah yang membuat kami segera masuk menjadi tersangka.
01:38Apa yang ditakuti oleh Jokowi saat ini?
01:41Pemakzulan Gibran.
01:44Yang paling dia takuti saat ini adalah pemakzulan Gibran.
01:53Dan itu yang sekarang sedang kami lakukan.
02:01Jokowi Black Pepper sudah diselesaikan setengah bagian oleh sahabat kami, Bang Rismon.
02:06Saya juga menyelesaikan setengah bagian bersama Mas Rai Surya.
02:11Bukunya sudah kami launching, namanya Gibran's Black Pepper.
02:15Itu yang ditakuti oleh Jokowi.
02:18Itu yang ditakuti oleh begundal-begundalnya.
02:21Itu yang ditakuti.
02:23Kenapa?
02:24Karena dengan Gibran's Black Pepper.
02:27Gibran, Gibran, Gibran, Gibran.
02:29Gibran itu impeachable.
02:32Impeachable.
02:33Layak dimakzulkan.
02:35Itu yang sudah tidak ada lagi.
02:38Maka mereka menahan kami.
02:42Mereka akan memasukkan kami.
02:45Agar kami berhenti.
02:48Maksudkan Gibran.
02:49Kami rencana bulan Desember 2025, bulan depan,
02:54saya, Mas Roy, sama Bang Rismon akan ke Singapura.
02:59Untuk melanjutkan penelitian kami.
03:02Melengkapi apa yang kami tulis.
03:03Tapi begitu kami masuk sebagai tersangka,
03:07kami sudah dicegah.
03:09Tidak bisa keluar negeri.
03:11Dengan status tersangka, kami tidak bisa keluar negeri.
03:14Itu sebetulnya salah dua dari alasan mereka.
03:17Jadi hal kedua, yang ingin mereka hantam, yang ingin mereka cegah adalah bagaimana FFT ini bisa dibungkan.
03:28Agar tidak melanjutkan penelitian kami terkait Gibran.
03:32Nah, dua hal inilah titipan pesan kami kepada teman-teman semua.
03:38Ketiga, saya tidak tahu apakah yang ada di ruangan ini menyadari besarnya masalah ini.
03:46Mudah-mudahan yang nadir disini menyadari betul, besarnya masalah ini.
03:54Ini adalah perang terbesar 80 tahun.
03:59Ini perang terbesar 80 tahun.
04:02Rakyat biasa, bukan siapa-siapa melawan mantan penguasa yang menguasai 11 triliun.
04:08Jadi, harapan saya sebetulnya, kalian tidak usah risau saya ada di luar atau di dalam.
04:17Yang lebih saya risau, yang lebih saya gelisah, yang lebih saya gundal adalah jika perjuangan kami itu berhenti.
04:24Hanya karena kalian diam.
04:27Hanya karena kalian membisu.
04:29Hanya karena kalian tidak mau berdiri dengan apa yang kami lakukan.
04:34Kami di luar, maupun kami di dalam tahanan, kami masih bisa makan soto.
04:41Masih bisa makan soto.
04:43Gak ada masalah.
04:46Gak ada masalah.
04:48Jadi, pikiran saya gimana laptop sama HP saya.
04:50Karena saya mesti kerjaan.
04:52Gak ada masalah.
04:53Tapi, gak apa-apa.
04:54Bu Yahamka menuliskan sebuah buku yang luar biasa.
04:59Membuat terjemahan Al-Quran hanya dengan menggunakan pena dan kertas.
05:03Gak ada masalah, betul-betul.
05:05Tapi, yang menjadi masalah buat saya, yang ingin saya sampaikan pada siang hari ini,
05:10adalah saya bertanya kepada nasionalisme kalian semua bangsa Indonesia.
05:19Hari ini saya pakai batik.
05:21Menandakan bahwa saya sangat cinta kepada negara ini.
05:25Tidak ada mensreya.
05:27Tidak ada niat busuk.
05:29Tidak ada niat zat.
05:30Kecuali cinta saya kepada negara ini.
05:33Dan saya mohon kepada Bapak dan Ibu semuanya.
05:36Hari Kamis 13 November 2025.
05:38Saya tidak peduli saya pulang atau tidak.
05:43Karena perjuangan saya tidak akan berhenti di mana pun saya berada.
05:47Mau saya dikunci di kotaknya, mau saya dikunci di gua, saya tidak peduli.
05:51Karena saya yakin perjuangan saya insya Allah mendapatkan bidang Allah SWT yang selalu ada jalan, selalu ada jalan bagi lanjutan perjuangan ini.
06:02Yang saya katakan sekali lagi adalah rakyat Indonesia.
06:05Ketika ada tiga orang pemberani, sudah memaktirkan diri, sudah memakafkan diri, untuk memulai perjuangan ini.
06:15Untuk memulai perjuangan ini, akankah kalian berhenti?
06:20Akankah kalian diam saja?
06:22Akankah kalian tidak terusik untuk bersama dengan kami meneruskan perjuangan ini?
06:26Sekian, terima kasih.
06:30Allah Waktan!
06:33Allah Waktan!
06:36Allah Waktan!
06:39Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:47Saya Rizka Klarissa.
06:49Saksikan program-program Kompas TV.
06:52Melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
06:56Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar