Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Hangabehi, atau Pakubuwono XIII, merupakan pewaris tahta Kesultanan Mataram Islam dan raja yang memimpin Keraton Surakarta selama lebih dari dua dekade. Dikenal sebagai sosok yang lembut dan sederhana, beliau tekun menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi.
Meski tak memegang kekuasaan politik, peran beliau begitu berarti secara moral dan spiritual bagi masyarakat Solo. Kini, sang raja telah berpulang dan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta — tempat sakral yang menjadi simbol persaudaraan abadi antara Surakarta dan Yogyakarta.
#PakubuwonoXIII #KeratonSurakarta #MataramIslam #Imogiri #RajaSurakarta #SejarahIndonesia

Penulis Naskah/Voice Over/Videografer/Editor: Gita/ Zidan/ Mutia 
Reporter: Hiskia Wedcaksana

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Nama Kanjeng Guski Pangeran Adipati Aryo Hangabeyi atau Paku Buwono XIII merupakan pewaris tata panjang yang berakar dari Kesultanan Mataram Islam.
00:11Kerajaan besar yang dulu menyatukan Tanah Jawa di bawah satu panjir kekuasaan dan kebudayaan.
00:18Lahir di Surakarta pada 29 April 1946, Paku Buwono XIII tumbuh dalam lingkaran tradisi dan tanggung jawab besar.
00:28Dalam dirinya mengalir darah Raja-Raja Mataram.
00:33Darah yang mewariskan bukan hanya gelar, tapi juga kebijaksanaan dan pengabdian.
00:58Paku Buwono XIII naik tata pada tahun 2004 setelah wafatnya kakak beliau, Paku Buwono XII.
01:22Masa awal pemerintahannya sempat diwarnai kisah perebutan legitimasi, namun perlahan beliau meneguhkan dirinya sebagai simbol persatuan dan penjaga nilai-nilai budaya Jawa.
01:39Selama lebih dari dua dekade memimpin, beliau dikenal sebagai sosok yang lembut, sederhana, dan tekun melestarikan tradisi keraton di tengah arus modernisasi.
01:53Berbeda dengan Yogyakarta, di mana Sultan juga menjabat sebagai gubernur daerah istimewa, peran Raja di Surakarta bersifat kultural.
02:05Kota Solo sendiri secara administratif dipimpin oleh wali kota.
02:09Meski begitu, masyarakat tetap memandang Paku Buwono XIII sebagai simbol moral dan spiritual.
02:18Dalam berbagai upacara adat seperti sekatan, tinggalan Jumenangan, hingga kirap usaka malam satu suruh, beliau selalu hadir sebagai pusat tata nilai dan tradisi.
02:31Di balik gelar dan kebesaran keraton, beliau juga mencerminkan kesederhanaan.
02:36Ia terbiasa menyambut tamu tanpa jarak, berbincang dengan siapapun yang datang dengan hati terbuka.
02:47Dari masyarakat kecil hingga pejabat negara, semua dihormati dalam satu ruang yang sama, ruang kemanusiaan.
02:54Ketika beliau berpulang pada Minggu 2 November 2025 di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Kabupaten Soekarjo, Jawa Tengah,
03:13Masyarakat tak hanya kehilangan seorang raja, tetapi mereka kehilangan sosok penuntun, panutan yang selama ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara tradisi dan modernitas.
03:28Pemakaman dilakukan di kompleks makam Raja-Raja Emogiri, Yogyakarta.
03:40Tempat ini bukan sekedar area pemakaman,
03:42melainkan simbol ikatan sejarah antara dua dinasti besar,
03:47Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.
03:50Keduanya sama-sama keturunan Mataram Islam,
03:55kerajaan besar yang dahulu berpusat di kota gede.
04:00Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755,
04:04Mataram terpecah menjadi dua,
04:06Yogyakarta di bawah Sultan Hamengkubwona I dan Surakarta di bawah Pakubwona III.
04:13Namun meski terpisah oleh kekuasaan,
04:16keduanya tetap bersaudara dalam darah dan budaya.
04:20Imo Giri menjadi saksi persaudaraan dua dinasti besar,
04:28Yogyakarta dan Surakarta.
04:32Meski terpisah oleh perjanjian Giyanti tahun 1755,
04:37keduanya bersatu kembali di tanah ini.
04:40Dalam kelendingan, dalam doa, dalam darah yang sama.
04:46Karena sejatinya, Mataram tak pernah benar-benar terbelah.
04:50Ia hanya menempuh dua jalan menuju takdir yang sama.
04:59Bagi masyarakat Jawa, kematian seorang raja bukanlah akhir.
05:05Melainkan perjalanan menuju keabadian.
05:07Seorang raja akan selalu hidup dalam doa, dalam cerita,
05:13dan dalam kebajikan yang ia tinggalkan.
05:15Selamat menikmati.
05:23Terima kasih.

Dianjurkan