- 6 bulan yang lalu
- #prabowo
- #whoosh
- #banyuwangi
BANYUWANGI, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo ingin melanjutkan proyek Whoosh, dari Jakarta hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Pernyataan Prabowo disampaikan usai Prabowo menghadiri peresmian revitalisasi Stasiun Tanah Abang Baru, Senin (3/11/2025) siang.
Dalam sambutannya, Prabowo bilang masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh adalah tanggung jawab pemerintah.
Ia menekankan semua transportasi publik, termasuk Whoosh, jangan dihitung untung dan rugi saja, tapi ada manfaat bagi rakyat.
Prabowo juga menyampaikan keinginannya agar Kereta Cepat Whoosh tak hanya sampai Surabaya, tapi tersambung sampai Banyuwangi.
Presiden Prabowo akan melanjutkan proyek Whoosh, dari Jakarta hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Kita bahas lebih dalam terkait hal ini bersama Anggota Komisi VI DPR, Firnando Ganinduto, dan Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda.
Baca Juga Puan Maharani Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Jangan Sampai Jadi Kerugian Negara di https://www.kompas.tv/nasional/628015/puan-maharani-tegaskan-utang-kereta-cepat-whoosh-jangan-sampai-jadi-kerugian-negara
#prabowo #whoosh #banyuwangi
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/628055/utang-whoosh-hingga-proyek-lanjutan-ke-banyuwangi-pakai-dana-apbn-atau-danantara-sapa-malam
Pernyataan Prabowo disampaikan usai Prabowo menghadiri peresmian revitalisasi Stasiun Tanah Abang Baru, Senin (3/11/2025) siang.
Dalam sambutannya, Prabowo bilang masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh adalah tanggung jawab pemerintah.
Ia menekankan semua transportasi publik, termasuk Whoosh, jangan dihitung untung dan rugi saja, tapi ada manfaat bagi rakyat.
Prabowo juga menyampaikan keinginannya agar Kereta Cepat Whoosh tak hanya sampai Surabaya, tapi tersambung sampai Banyuwangi.
Presiden Prabowo akan melanjutkan proyek Whoosh, dari Jakarta hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Kita bahas lebih dalam terkait hal ini bersama Anggota Komisi VI DPR, Firnando Ganinduto, dan Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda.
Baca Juga Puan Maharani Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Jangan Sampai Jadi Kerugian Negara di https://www.kompas.tv/nasional/628015/puan-maharani-tegaskan-utang-kereta-cepat-whoosh-jangan-sampai-jadi-kerugian-negara
#prabowo #whoosh #banyuwangi
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/628055/utang-whoosh-hingga-proyek-lanjutan-ke-banyuwangi-pakai-dana-apbn-atau-danantara-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Presiden Prabowo Subianto ingin melanjutkan proyek WUSH dari Jakarta hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
00:07Pernyataan Prabowo disampaikan, usai Prabowo menghadiri peresmian revitalisasi stasiun Tanah Abang baru Senin Siang.
00:14Dalam sambutannya, Prabowo bilang masalah kereta cepat Jakarta-Bandung WUSH adalah tanggung jawab pemerintah.
00:21Ia menekankan semua transportasi publik termasuk WUSH, jangan dihitung untung dan rugi saja.
00:27Tapi ada manfaat bagi rakyat.
00:31Prabowo juga menyampaikan keinginannya agar kereta cepat WUSH tak hanya sampai Surabaya, tapi tersambung sampai Banyuwangi.
00:57Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan proyek WUSH dari Jakarta hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
01:09Kita bahas lebih dalam terkait hal ini bersama anggota Komisi 6 DPR, Fernando Ganinduto, dan Direktur Ekonomi, Selios Nailul Huda.
01:17Selamat malam, Pak Fernando juga Mas Huda.
01:20Masih ngomongin WUSH kita, kalau Pak Prabowo bilang akan ambil tanggung jawab, Mas Huda bacanya seperti apa?
01:28Tanggung jawab seperti apa yang bisa diambil alih dalam kondisi seperti ini?
01:31Ya, sudah pasti kalau yang namanya proyek nasional, yang dia multi-years ya, multi-years kan.
01:38Baik itu dari sisi pembangunan maupun pendanaan, maka yang bertanggung jawab adalah presidennya.
01:43Itu sudah pasti, tidak perlu Prabowo sampaikan saya akan bertanggung jawab, itu sudah pasti harus tanggung jawab.
01:48Karena kan sebagai pimpinan negara kan ya sudah sewajarnya, dan sudah ya bisa dibilang ya memang harus tanggung jawab Pak Prabowo.
01:58Nextnya uangnya siapa yang dipakai buat utang WUSH? Ini kan B2B skemanya.
02:02Ya, nah makanya ini yang masih mengambang dari pernyatanya Pak Prabowo yang bilang akan tanggung jawab dan uang 1,2T itu tidak masalah.
02:13Nah, apakah ini dengan skema APBN atau dengan Denantara? Ini yang masih belum terjawab.
02:19Nah, kalau kita sampaikan berkali-kali juga disampaikan bahwa seharusnya ini skemanya B2B, Denantara bisa mengandalkan ini,
02:27dan Denantara kan juga undernya Pak Presiden. Terus ya artinya ya tanggung jawab Presiden juga untuk bisa meminta Denantara untuk membayar itu,
02:36bukan dari Denantara B2B.
02:37Karena skemanya ini B2B.
02:39Is it possible, mungkinkah dari Denantara?
02:42Sangat mungkin, kenapa nggak mungkin? Denantara itu kan memiliki dividen yang sangat besar,
02:46dan Denantara bukan hanya memiliki dividen aja, mereka punya corporate action sebagai holdingnya dari KAI, PTPN,
02:53dan seluruh konsursium ini kan, mereka punya kapasitas untuk melakukan ini.
02:58Dan menurut saya, Mbak Friska, ini KAI-CN ini hal kecil untuk Denantara.
03:01Jadi menurut saya nggak usah khawatir.
03:04Hari ini, statement-statement saya di dua minggu terakhir ini, termasuk di Kompas TV juga,
03:10itu terjawab hari ini bahwa Pak Presiden jelas menyatakan bahwa rakyat Indonesia tidak perlu khawatir.
03:16Karena setiap kali saya dijadikan resumber, juga saya menyatakan hal yang sama,
03:22bahwa rakyat Indonesia tidak perlu khawatir karena ini akan selesai dalam waktu dekat.
03:25Apakah mungkin dalam artian begini, karena kan sekarang juga ada yang diinginkan Pak Prabowo,
03:31tidak hanya sampai Surabaya, juga sampai Banyuwangi.
03:34Kuat nggak secara fiskal kita?
03:36Harus pasti kuat.
03:37Karena dengan banyaknya proyek-proyek andalan Pak Prabowo masih bisa?
03:41Statement Pak Prabowo hari ini merupakan sebuah statement patriot yang sangat hebat sekali menurut saya.
03:48Dia sangat bertanggung jawab, dia bilang ini dia udah tau permasalahannya, dia akan handle semua.
03:53Itu saya rasa sebuah statement yang sangat berani sekali dan hebat sekali menurut saya.
03:57Jadi kita patut apresiasi bahwa kemudian proyek ini akan lanjut ke Surabaya dan Banyuwangi.
04:02Itu menurut saya harus, karena ini kan proyek mau ada transportasi, bukan untuk hiburan ini.
04:07Bukan hanya hiburan dari Jakarta-Bandung saja, ini kan mau ada transportasi Mbak Friska.
04:10Ini artinya proyek ini harus terus menjalan sampai Surabaya, sehingga masyarakat Indonesia itu bisa menggunakan ini sebagai moda transportasi.
04:19Bukan sebuah hanya hiburan kerja cepat saja.
04:22Untuk public service obligation ini kita setuju memang ada kemanfaatan untuk transportasi publik.
04:28Tapi pada praktiknya, tadi untuk membayar utangnya bagaimana?
04:32Kalau pun danantara, apakah ia mau dari danantara skemanya?
04:36Ada banyak tadi proyek yang saat ini sedang jadi prioritasnya Pak Prabowo.
04:39Ada banyak program yang jadi prioritasnya Pak Prabowo.
04:42Ya, yang pasti adalah sebenarnya ini kan jadi masalah ketika PT KAI itu ngobrol sama DPR.
04:48Ngobrol sama DPR.
04:49Bom waktu itu yang disampaikan.
04:51Bom waktu dan sebagainya.
04:52Nah, terus kemudian ini disambut oleh publik bahwa ini hutangnya seperti apa nanti?
04:58Bagaimana PT KAI ini akan bisa menghandle?
05:00Itu kan pertanyaan sebenarnya.
05:03Nah, makanya memang yang bisa dilakukan adalah untuk memecah KCC sendiri.
05:09Itu bukan di bawah PT KAI, tapi sebagai BUMN sendiri yang memang berkongsi dengan pihak China.
05:16Itu masih bisa dilakukan dengan menyelamatkan keuangan dari PT KAI.
05:20Nah, kemudian kalau kita lihat dengan mereka mau ingin membangun ke Banyuwangi dan sebagainya,
05:27kita harus ingat bahwa ini bukan public service obligation yang memang harus ada peran pemerintah cukup dalam.
05:34Yang namanya PSO itu adalah ketika layanan publik itu tidak bisa dicangkau oleh masyarakat secara luas.
05:41Nah, sedangkan ini kan penggunanya kan ya masih kalau bisa kita bilang ya dengan tataran substitusi,
05:48substitusi produk yang ada, ini penggunanya masuk ke kelas menengah ke atas.
05:53Jadi masih ada banyak substitusi kendaraan transportasi umum selain ini.
05:56Misalkan kereta, kereta yang biasa itu juga mungkin masa bus disubsidi dengan katakan PSO gitu kan,
06:04tapi kereta yang ke Bandung yang reguler itu tidak.
06:09Terus kemudian bagaimana ketika kita bicara terkait dengan ya swastanya seperti apa.
06:14Karena di sini masih ada, makanya salah satu yang saya cukup kaget adalah Pak Prabowo bilang ini adalah PSO.
06:21PSO, padahal secara definisi di undang-undang dan sebagainya bukan sebagai PSO.
06:28Nah, ini yang kita terdebatkan sebenarnya bahwa ini bukan PSO.
06:32Ini ya murni ketika kita bicara terkait dengan pelayanan dari BUMN yang memang tugasnya bisa mengambil untung dari situ.
06:39Oke, jadi secara definisi pun sudah berbeda menurut Mas Huda ya.
06:42Antara apa itu WUSH yang disebut PSO, padahal kota Mas Huda ya bukan PSO sebenarnya.
06:47Pak Pinando.
06:48Iya, jadi menurut saya gini, kita mesti berangkatnya dari apakah gunanya WUSH ini.
06:55Kan WUSH ini kan kereta cepat yang kita banggakan juga.
06:59Jadi seluruh warga Indonesia hari ini bangga sekali dengan kereta cepat.
07:02Saya di Instagram saya, di mana-mana tuh selalu mereka bangga saya dan minta untuk saya untuk mempertahankan WUSH ini.
07:08Bahkan melanjutkan sampai Surabaya.
07:10Ini kan sebuah manfaat.
07:12Buat manfaat yang diberikan oleh pemerintah dalam hal ini BUMN untuk masyarakat luas gitu.
07:17Jadi menurut saya ini sudah suatu benefit bahwa kemudian tuh harganya mahal dan seterusnya.
07:21Ya tentunya kan kita ada kereta yang biasa, kita ada modal transportasi yang lain gitu.
07:26Yang pemerintah menyediakan variasi untuk transportasi ini dari berbagai harga gitu.
07:31Jadi menurut saya ini harus terus dilanjutkan.
07:33Jadi ini kan bermanfaat besar untuk masyarakat Indonesia.
07:36Dan tentunya Pak Prabowo kan selalu memberikan ini yang terbaik untuk masyarakat gitu.
07:39Kita banyak yang juga terbantu dengan WUSH, dengan waktu tempuhnya jauh lebih pendek, lebih efektif.
07:46Tapi pertanyaannya kan, mampukah kita sudah sampai ke sana?
07:50Dan kalaupun ingin diperpanjang, apa skema yang sebaiknya agar tidak semakin membalani utang negara yang saat ini pun sudah direstrukturisasi?
07:59Dari 40 ke 60 tahun, so apa solusinya?
08:01Kita bahas saja dari Sampai Indonesia malam.
08:03Presiden Prabowo akan melanjutkan proyek WUSH dari Jakarta hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
08:17Kita masih membahasnya lebih dalam terkait hal ini bersama anggota Komisi 6 DPR, Fernando Ganinduto.
08:22Dan Direktur Ekonomi, Selios Nailul Huda.
08:24Membahas yang tadi, kalau dilanjutkan, oke ada asas kemanfaatannya.
08:28Tapi kita sudah mampu atau belum, Mas Huda?
08:31Jadi apa yang harus hati-hati betul kalau memang melanjutkan ini dan bagaimana selesaiin utang yang kemarin itu?
08:36Yang pertama adalah, pasti harus menyelesaikan masalah yang terkait dengan Jakarta-Badung terlebih dahulu.
08:42Harus clear bahwa 1,2T itu diambil dari mana dananya?
08:47Pertahun ya?
08:48Pertahun, itu pertahun ya.
08:50Pertahun itu diambil dari mana?
08:52Sehingga nanti untuk yang proyek berikutnya, kita pasti akan mendukung.
08:57Tetap mendukung ketika ada pembangunan transportasi masal yang memang baik bagi transportasi dan sebagainya.
09:05Nah, tapi masalahnya adalah pembangunannya ini yang jadi masalah ketika ini menimbulkan kerugian-kerugian yang memang ditanggung oleh BUMN.
09:13Nah, ketika kan harusnya kan kalau kita bicara proyekan, harusnya nggak sampai rugilah gitu kan.
09:19Kita kalau bisa untung gitu bahkan kan.
09:22Bahkan kalau kita lihat sebenarnya ketikapun dikatakan ini masih merugi dan sebagainya, ini harus dihitung ulang.
09:29Kalkulasi ulangnya itu yang penting, mbak.
09:31Karena gini, karena perkiraan awal dari PTK CIC itu adalah 30 ribu penumpang per hari.
09:38Jadi, sekarang itu cuma 16 ribu maksimal.
09:4116 ribu gitu.
09:421 per 3 itu pun maksimal.
09:43Maksimal gitu kan.
09:44Bahkan daya yang lebih turun lagi dan sebagainya.
09:46Bahkan di Senin, Senin yang harusnya ya peak hour itu nggak tembus juga gitu.
09:54Nah, artinya ini perlu kalkulasi ulang.
09:56Apakah memang bangsa pasarnya ada?
09:58Nah, kadang kalau kita lihat pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama di zamannya Pak Jokowi ya, itu tidak mempertimbangkan pasarnya.
10:07Kita lihat salah satunya apa, coba.
10:09Yang paling ketara adalah bandara Kertajati.
10:13Bangsa pasar seperti apa?
10:14Tiba-tiba ada bandara di situ, kita memikirkan bangsa pasar, yang akhirnya sekarang sepi.
10:19Nah, ini sama seperti itu.
10:20Jadi, memang kalau kita lihat ketika mau membangun proyek itu harus dilihat pangsar pasarnya seperti apa.
10:28Jangan sampai pangsar pasarnya nggak ada, rendah, tapi kita paksakan dengan biaya yang tinggi.
10:34Nah, makanya ini jadi poncos-poncos terus yang pada akhirnya kita membayar hutang yang tinggi dan lagi-lagi siapa yang membayar itu juga belum jelas.
10:44Rekalkulasi ini seperti apa sih kalau dari DPR mendorongnya, agar siapa yang bayar hutangnya, pun juga ini masalah servis untuk publik, tapi juga harus dihitung dong.
10:54Jangan sampai rugi terus tiap hari.
10:56Saya sepakat dengan Mas Uda bahwa ini harus dihitung ulang.
10:59Tapi Mas Uda mesti tahu juga, di dalam bisnis itu agak jarang kalau bisnis langsung di tahun pertama, tahun kedua langsung untung signifikan itu agak jarang.
11:07Apalagi kita bicara moda transportasi seperti ini.
11:09Mbak Friska bisa cek di seluruh dunia, namanya bisnis moda transportasi ini, nggak ada yang untung signifikan, itu untungnya tipis-tipis saja.
11:16Itu namanya moda transportasi, itu yang pertama.
11:18Yang kedua masalah pendapatan, masalah sales, Mas Uda juga mesti tahu juga, kita punya TOD-TOD yang bisa kita menghasilkan uang di luar tiket, itu belum maksimal Mbak Friska hari ini.
11:27Karena kita bicara baru dua tahun, itu kan membangun TOD itu nggak hanya dua tahun, itu panjang itu perjalanannya.
11:33Jadi dengan TOD-TOD yang kita bisa bangun dan kita menghasilkan uang di luar tiket itu, itu bisa menghasilkan uang juga, mas Uda.
11:40Jadi kita perlu waktu untuk sampai sana.
11:42Lalu masalah yang tadi Mbak Friska juga sempat nanya, sanggup nggak kita bikin sampai Surabaya?
11:48Saya rasa gini Mbak Friska, hari ini orang yang paling paham keuangan Indonesia itu adalah Pak Prabowo Subianto namanya, Pak Presiden kita gitu.
11:55Jadi kalau hari ini dia udah menyatakan bahwa kita sanggup, kita punya uang banyak, apalagi kita mesti curigai, apalagi kita khawatirkan gitu.
12:02Itu pas Pak Prabowo udah ngomong seperti itu, ya beliau lebih tahu, paham keuangan negara kita.
12:07Jadi nggak usah khawatir menghasilkan Indonesia.
12:09Jadi kalau beliau menyatakan sampai Banyuwangi, pasti sampai Banyuwangi, saya pastikan.
12:13Apakah oke gas aja langsung sampai Banyuwangi, nggak usah khawatir, ada kekhawatiran di publik gitu kalau kita lanjutkan.
12:18Yang pertama adalah kita sudah banyak contoh lah sebenarnya pembangunan transportasi di Indonesia itu bisa kita bilang tidak dengan, ya bisa kita bilang nampaknya tidak pruden.
12:30Contohnya LRT Palembang, satu tuh LRT Palembang, kereta bandara Jakarta itu sepi juga kan.
12:38Berapa tahun itu?
12:39Selama banget kan.
12:40Nah itu bentuk kerugian.
12:43Nah LRT Palembang juga akhirnya siapa yang tanggung jawab dan sebagainya itu lembar-lembaran juga.
12:47Itu baru satu.
12:48Nah yang lembarnya banyak.
12:50Sama aja seperti kereta api cepat ini gitu kan.
12:53Nah yang kedua adalah terkait dengan tadi ya, apakah sampai Banyuwangi dan sebagainya.
12:58Nah saya menarik tadi Pak Prabowo juga ditanyain sama wartawan bahwa Pak kalau kereta api di luar Jawa seperti apa?
13:07Jawabannya kurang tegas bahwa dengan jokes mengambil pepinya Pak Menhub, ya kan.
13:13Terus dia seolah-olah sekuat nggak nih?
13:16Nah pada akhirnya kita menduga bahwa memang yang dikejar adalah ya kereta cepat ini.
13:21Tapi kalau sebagian bilang bahwa termasuk Pak Jonan ketika awal bus itu sampaikan bahwa yang perlu kita bangun dulu adalah kereta api di luar Pulau Jawa.
13:31Nah ini juga perlu yang dana yang cukup besar.
13:36Makanya tadi kalau misalkan PT KAI dicabut aja, dia tidak diberikan beban KCIC, KCIC itu didirikan sendiri gitu kan.
13:45Nah ini bisa untuk KAI itu bisa lebih luas lagi untuk mengembangkan kereta-kereta api yang ada di luar Pulau Jawa gitu kan.
13:52Karena ini sangat urjin juga, dibutuhkan juga gitu kan.
13:55Kita, Sulawesi masih belum juga kan, belum ada juga gitu kan.
14:00Sulawesi misalnya begitu?
14:01Iya Sulawesi.
14:02Tapi kita punya, harusnya punya dananya untuk itu prioritasnya?
14:05Iya, kalau saya prioritas untuk membangun yang tertinggal terlebih dahulu lah gitu kan.
14:10Yang belum ada dulu?
14:11Yang belum ada gitu kan.
14:12Sulawesi meskipun ya kalau kita bilang juga harus dihitung juga soal pangsa pasarnya seperti apa,
14:17perkatnya seperti apa gitu kan.
14:19Tapi kalau itu ya bisa dibilang ya kalau nggak tinggi-tinggi amat harganya mungkin bisa naik gitu kan.
14:26Nah inilah yang sebenarnya kebijakan publik itu kan terkait dengan prioritas.
14:31Prioritas mana yang akan dihulukan sama Pak Presiden itu yang jadi.
14:36Kenapa kita bicara prioritas ini Pak Fernando?
14:38Agar kita itu menyelesaikan masalah bukan dengan masalah yang baru lagi.
14:43Termasuk untuk yang Banyuwangi.
14:44Apa kalaupun iya, apa yang DPR harus dorong?
14:47Agar tidak ada masalah baru sementara utang kemarin juga masih harus dipikirkan.
14:51Tentu yang kami dorong kami akan mengawasi secara intens mengenai ini gitu.
14:54Kan ini kan cost of run yang kita hadapi di WUS ini kan sebuah pelajaran yang sangat berharga sekali untuk kita gitu.
15:01Jadi kita pastikan nanti pada saat kecepatan ini diperpanjang sampai Jawa Tengah maupun Jawa Timur maupun Banyuwangi.
15:09Itu kita pastikan bahwa tidak ada cost-cost of run seperti ini atau ada korupsi atau apa.
15:14Saya nggak tahu yang menyebabkan harga ini menjadi besar gitu.
15:18Itu akan kita awasi gitu.
15:20Saya pastikan kami di Komisi 6 pasti akan mengawasi ini semua gitu.
15:23Saya pastikan bahwa BUMN-BUMN ini harus bekerja dengan baik supaya bisa memberikan terbaik kepada masyarakat dari moda transportasi ini.
15:29Terutama agar jangan yes sir, yes sir di awal lalu berikutnya masalah di kemudian hari apa sih Mas Huda kalaupun ini mau dilanjutkan.
15:37Yang harus dievaluasi di awal ya nggak usah cepat-cepat tapi matang dulu di awal gitu.
15:42Yang paling awal adalah sebenarnya visibility study-nya itu harus pruden.
15:48Bahwa ketika ini dikatakan pangsa pasar sekian ya harus sekian gitu kan.
15:53Dan kemudian kalau kita lihat sebenarnya untuk terkait dengan skema pembiayaan itu juga harus fair gitu kan.
16:00Harus terbuka.
16:01Nah kadang yang kita heran adalah selama ini masih sedikit dokumen-dokumen terkait dengan perjanjian antara KCIC ini ya.
16:10Antara pemerintah kita dengan pemerintah China ataupun bisnisnya China dengan PTKI konsorsium itu tidak terbuka.
16:18Nah sekarang itu nggak ada dokumen-dokumen yang memang ini harusnya ada pasal-pasal apa ketika terjadi false mayor dan sebagainya.
16:26Ketika ada hutang bagaimana cara melesainya.
16:28Tidak ada.
16:29Itu makanya memang yang harus kita dorong adalah transparansinya.
16:32Nah kita titikkan juga ke Mas Nando sebenarnya bahwa transparansi ini harus dibuka ke publik gitu kan.
16:37Nah ketika beliau nanti akan kunjungan ke lapangan dan sebagainya.
16:41Itu kita harapkan memang ada dokumen-dokumen yang bisa kita pelajari, yang publik kita bisa baca.
16:46Sehingga semuanya clear, tidak ada yang tertutupi.
16:50Dan kita ya mendorong bahwa ya ini harus diselesaikan secara B2B tetap.
16:56Kalau Ketua DPR menyambung yang tadi, Bu Puan sudah bilang bahwa akan segera dievaluasi untuk WUSH ini.
17:02Kapan dan bagaimana?
17:02Kami sebelum reses kemarin, kami kan baru paripunah hari ini.
17:07Baru masuk hari ini ya.
17:08Jadi kita sebelum reses kemarin itu, Komisi 6 sudah menjadwalkan kunjungan kerja ke KCIC di hari Jumat besok.
17:16Jumat besok ini ke sana ya?
17:17Iya, di tanggal 7 besok ini.
17:18Termasuk saya juga akan ke sana.
17:19Jadi kami akan ketemu kepada KCIC, KAI, dan seluruh yang terkait dengan kereta bus ini.
17:28Kami akan menanyakan, Mas Uda, jangan khawatir, saya akan menanyakan semua itu.
17:32Saya akan, walaupun Pak Bubi kan baru ketemu Pak Presiden kemarin ini.
17:36Kami ingin tahu juga apa yang disampaikan Pak Presiden itu akan kami tanya juga.
17:40Supaya bagaimana caranya kereta bus ini terus jalan, ini tidak ada masalah lagi.
17:43Karena Pak Presiden kan hari ini sudah bilang, ini tidak ada masalah.
17:46Kita akan selesaikan semua.
17:47Nah, dengan cara apa?
17:49Nah, nanti kita akan tanyakan hari Jumat besok.
17:51How-nya bagaimana? Nanti kita tunggu jawabannya hari Jumat.
17:54Akan jadi headline kayaknya ya, kekunjungan DPR ini ke sana.
17:57Terima kasih, Pak Firando Ganenduta.
17:59Terima kasih juga, Mas Neluhuda, sudah hadir di Sapa Indonesia.
18:02Terima kasih.
18:04Terima kasih.
18:05Terima kasih.
Komentar