Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah pedagang hewan dan buah di Jalan Barito, Kebayoran Baru, protes saat kios mereka dibongkar oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Pedagang menolak untuk direlokasi karena menilai lokasi baru kurang strategis.

Tangis histeris pedagang mengiringi jalannya pembongkaran kios di Jalan Barito, Kebayoran Baru. Seorang pedagang menangis lantaran salah satu hewan miliknya mati saat pembongkaran.

Sementara pedagang lainnya melakukan aksi protes hingga duduk di jalan raya sebagai bentuk penolakan pembongkaran. Pedagang mengaku mengalami kerugian yang cukup besar akibat relokasi kios ini.

Sekitar 180 kios yang berdiri di sepanjang trotoar Jalan Barito dibongkar dengan alasan revitalisasi tiga taman yang berada di sekitar area tersebut.

Bagaimana situasi pembongkaran yang dilakukan pagi ini? Berikut liputan jurnalis KompasTV Benedictus Adithia dan juru kamera Bodhiya Vimala.

Baca Juga Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta hingga Tangerang, Drainase Jadi Sorotan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/625776/hujan-deras-picu-banjir-di-jakarta-hingga-tangerang-drainase-jadi-sorotan-kompas-siang

#baritojakarta #relokasikios #pedagang #barito #jakarta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/625795/histeris-tangis-pedagang-barito-tolak-relokasi-protes-saat-kios-dibongkar-kompas-siang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saudara sejumlah pedagang hewan dan buah di Jalan Barito Kebayoran Baru protes saat kiosk-kiosk mereka dibongkar oleh pemerintah kota Jakarta Selatan.
00:09Pedagang menolak untuk direlokasi karena menilai lokasi yang baru kurang strategis.
00:20Tangis istri pedagang mengiringi jalannya pembongkaran kiosk di Jalan Barito Kebayoran Baru.
00:25Seorang pedagang menangis lantaran salah satu hewan miliknya mati saat pembongkaran.
00:31Sementara pedagang lainnya melakukan aksi protes hingga duduk di Jalan Raya sebagai bentuk penolakan pembongkaran.
00:37Pedagang mengaku mengklaim kerugian yang cukup besar akibat pembongkaran relokasi kiosk ini.
00:55Sekitar 180 kiosk yang berdiri di sepanjang trotoar Jalan Barito dibongkar dengan alasan revitalisasi tiga taman yang berada di sekitar area itu.
01:04Lalu bagaimana situasi pembongkaran yang dilakukan pagi hari tadi?
01:07Berikut liputan jurnalis Kompas TV, Benediktus Aditya dan juruk kamera, Pudia Vimala.
01:12Saudara saat ini saya tengah berada di Pasar Hewan Barito.
01:19Kalau bisa Anda lihat, di belakang saya terdapat beberapa alat berat yang tengah membongkar kiosk-kiosk yang berada di pinggir jalanan Pasar Barito ini.
01:28Nah, saya akan memperlihatkan kepada Anda, pemirsa.
01:32Kalau bisa Anda lihat dan dari informasi warga sekitar, tadi kami sempat tanyakan kalau alat-alat berat ini sudah standby di lokasi sekitar pukul 4 pagi.
01:45Nah, kiosk-kiosk ini sekitar 180-an kiosk memang digusur pada hari ini.
01:51Mengingat memang dari pemerintahan DKI Jakarta akan merevitalisasi kawasan Taman Ayodia, Taman Langsat dan juga Taman Leuser untuk menjadikannya Taman Besar, ya ini Taman Bendera Pusaka.
02:06Nah, namun yang juga harus diperhatikan adalah para pemilik kiosk atau pedagang yang berada di sini.
02:12Saya akan bertanya ke salah satu pedagang yang ada di sini.
02:16Ibu sedikit, saya Bene Kompas TV dengan ibu siapa?
02:22Ibu Ama
02:23Ibu Risa
02:25Ibu, saya bertanya sedikit terkait dengan pembongkaran yang terjadi pada hari ini.
02:30Boleh diceritakan kejadiannya sebenarnya pagi ini seperti apa?
02:35Pagi ini itu kan kita mendadak juga ya, katanya enggak ada bukannya surat pembongkaran, cuma penertiban, tapi ternyata dibongkar.
02:43Kita udah masak, ternyata pas nyam sini udah rata, dari jam 4 pagi udah penuh.
02:52Kejam banget.
02:55Kami minta ya, gimana minta tolong Bapak Presiden.
03:00Kami udah gaburin di barita, sangat tertindas banget.
03:05Belum sama sekali ada persiapan sebelumnya?
03:06Lomba, kami hanya ingin bertahan di sini.
03:12Minta hati nurarinya para gubernur, tolong.
03:15Walaupun membangun taman, silahkan kita udah negosiasi.
03:19Silahkan bangun taman perlinda, percantik, tapi jangan dihilangkan kami di sini.
03:25Tolong kami semua di sini.
03:27Kami harus gimana, kami tidak mau direlokasikan di lenteng aku yang sangat jauh.
03:34Tidak kejangkau untuk makan, aku sasiknya ya, jauh.
03:39Beberapa warga yang saya tanyakan tadi memang mengharapkan sebenarnya relokasinya dipindah ke tempat yang lebih strategis.
03:46Karena mereka berpikir juga terkait dengan pendapatan harian mereka.
03:50Mereka harus menghidupi keluarga mereka, anak-anak mereka, cucu-cucu mereka.
03:53Benediktus Aditya, Bodhia Vimala, Kompas TV, Jakarta.
03:58Saudara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan,
04:02penertiban Pasar Barito dilakukan secara humanis sebelum akhirnya dilatakan dengan tanah pada Senin pagi.
04:08Pembokaran dilakukan setelah para pedagang menerima tiga kali surat peringatan
04:12dan menggratiskan 125 kios selama enam bulan.
04:16Setelah memberikan SP1, SP2, SP3, surat peringatan 123, dan kami sangat humanis, manusiawi sekali.
04:28Dan sekarang ini 125 kios yang dilenteng agung, sudah semuanya selesai, semuanya bisa dipakai,
04:36termasuk air, termasuk kemudian kami akan membuat klinik satwa di tempat itu.
04:42Kalau memang nanti mayoritas adalah para pedagang satwa.
04:48Seperti kita ketahui bersama, integrasi ketiga taman ini,
04:52Ayodja, Langsat, dan Lewiser, sepenuhnya untuk keperluan masyarakat.
04:57Menjadi zona terbuka hijau, ada jogging track, ada tempat-tempat yang kemudian masyarakat bisa memanfaatkan,
05:04sehingga tidak ada urusan dengan kepentingan perorangan.
05:07Ini untuk kepentingan masyarakat Jakarta.
05:10Karena memang saya berkeinginan ruang terbuka hijau ini mudah-mudahan bisa segera naik secara signifikan di Jakarta ini.
05:18Dan untuk itu, dari 125 kios, saya sudah memutuskan untuk memberikan gratis selama enam bulan.
05:30Baik itu kios maupun airnya.
Komentar

Dianjurkan