00:00Kertajati, beberapa saat tahun lalu di awal saya masuk ke Kemenko Infrastruktur ini dihadapkan dengan permasalahan Kertajati.
00:08Sudah pernah kesana semua teman-teman?
00:10Siapa yang pernah kesana?
00:13Seperti apa Kertajati?
00:16Iya, tapi bagus kan?
00:19Besar, bagus, megah, tapi in the middle of nowhere.
00:23Di Majalengka, kawasan rebana namanya.
00:28Mungkin dipotong sempit ya, tetapi sebetulnya semangatnya adalah bagaimana kita bisa menghadirkan integrasi wilayah.
00:39Jadi pembangunan infrastruktur termasuk bandara, dermaga, itu harus dihubungkan dengan konektivitasnya.
00:47Jalan menuju maupun keluar dari lokasi tersebut sehingga benar-benar hidup.
00:53Jangan sampai infrastrukturnya besar, bagus, memakan biaya yang juga tinggi, tetapi tidak optimal atau kurang optimal.
01:02Nah ini, harus kita berbesar hati untuk terus melakukan evaluasi.
01:05Kami tidak hanya berhenti di masalah.
01:08Setiap saat terus mensimulasikan apa saja yang bisa menjadi solusi.
01:12Termasuk diantaranya bagaimana Kertajati, kemudian kita kembangkan menjadi sebuah hub industri dirgantara.
01:23Diawali dari kerjasama antara pihak Bandara Internasional Jawa Barat, BIJB, Kertajati,
01:32dengan misalnya GFN, Garuda Maintenance Facility.
01:35Jadi, beberapa saat yang lalu, kami bersama Kementerian Bapenas dan sejumlah stakeholders lainnya, termasuk Kementerian Perhubungan tentunya,
01:45mencoba untuk menghadirkan sebuah kerjasama yang baik untuk keperluan MRO, Maintenance Repair Overhaul.
01:54Nah, di awal dulu dengan helikopter misalnya.
01:57Mudah-mudahan setelah itu fix wings.
01:59Dan kita melibatkan juga kementerian-kementerian lembaga lainnya.
02:02Ini contoh bahwa kalau ada kegiatan yang strategis, ini bisa membuka wilayah.
02:10Itu kan di kawasan Rebana, Majalengka, kemudian juga menuju ke Cirebon.
02:15Nah, kalau kemudian terisolir, seperti terisolir, tidak nyambung satu sama lain dan tidak terintegrasi,
02:21maka sayang, itu perlu kita hubungkan dengan wilayah-wilayah lainnya.
02:27Itu contoh bahwa ini bisa menjadi peluang baru.
02:31Jadi, mohon nanti bisa sekaligus dijelaskan lebih utuh lagi.
02:38Mungkin kemarin ada yang terpotong atau yang misalnya persepsikan.
02:42Tapi begitu, tidak hanya bandara, Pak. Ada beberapa bandara.
02:46Ini juga tantangan kita ke depan.
02:48Saya cukup intensif berkomunikasi, berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan.
02:53Bicara interkonektivitas antarwilayah ini memang penting.
02:58Dan ingat, kita tidak bisa hanya berbicara Jawa saja.
03:01Kita bukan Jawa sentris, tapi kita memikirkan Aceh hingga Papua.
03:05Nah, yang menjadi tantangan terbesar, teman-teman sekalian,
03:09membangun infrastruktur dan konektivitas di Indonesia itu tidak seperti membangun di negara yang kontinental.
03:15Yang daratan semua.
03:18Kita ini negara kepulauan terbesar, 17 ribu pulau.
03:21Sehingga, selain daratan juga kita perbaiki.
03:25Ruas-ruas jalan, nasional, jalan provinsi, jalan keupatan dan kota.
03:29Termasuk untuk mendukung suasana, badan, pangan, energi dan air versi.
03:33Tapi juga multimodal.
03:36Udaranya harus kuat, maritimnya, transportasi lautnya juga harus kuat.
03:42Nah, oleh karena itu, kita berharap ini bisa juga kita kawal.
03:48Bandara-bandara yang belum terlalu optimal, kita optimalkan.
03:52Termasuk Aranba Presiden.
03:54Bagaimana bandara-bandara itu kalau tergelar dengan baik,
03:58maka bisa juga meningkatkan sektor pariwisata.
04:00Ini penting.
04:02Turis yang kita harapkan bisa membangun sektor pariwisata,
04:08baik wisatawan mancanegara, maupun dalam negeri.
04:11Ini juga bisa memutar ekonomi lokal, termasuk UMKM dan ekonomi kesehatan.
04:20Saya, My Sister Tarigan.
04:23Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, VTV, dan media streaming lainnya.
04:29Kompas TV. Indopendent. Berpercaya.
Komentar