00:00Program makan bergizi gratis yang digulirkan pemerintah membawa berkah bagi banyak orang.
00:06Seperti untuk pedagang pisang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang mengaku penjualannya meningkat tajam karena program MBG.
00:13Bahkan di Belora, Jawa Tengah, emak-emak bisa mendapat penghasilan dari bekerja di dapur SPPG menyediakan MBG bagi anak-anak.
00:22Program makan bergizi gratis MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto membawa dampak ekonomi nyata bagi petani lokal dan pedagang buah pisang di daerah.
00:35Puji Astuti, pedagang pisang asal desa Gunung Sari, Kecamatan Telogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengaku pesanan melonjak dari dapur-dapur penyedia MBG.
00:45Setiap hari, ia mengirimkan 10.000 buah pisang ambon untuk dipasok ke dapur MBG di Kabupaten Pati.
00:52Pisang-pisang ini didapat dari para petani buah pisang di Sentra Pisang di Desa Gunung Sari, Kecamatan Telogowungu, Pati.
01:01Kami bisa menjual pisang dengan harga juga kualitas yang banyak, bisa untuk memenuhi SPPG di Kabupaten Pati.
01:13Kalau mungkin juga kabupaten lain pun juga mampu kami seperti di Desa Gunung Sari ini.
01:18Di Belora, Jawa Tengah, keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG juga menjadi berkah bagi sebagian emak-emak.
01:27Mereka yang awalnya merupakan ibu rumah tangga, kini bisa mendapat penghasilan tambahan dari keberadaan SPPG.
01:34Erni Ernawati, warga Kecamatan Ngawen, merasa bersyukur bisa bekerja di SPPG 1 Ngawen.
01:40Penghasilannya bisa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
01:46Bisa membantu menambah keuangan, menambah-nambah suami.
01:53Untuk kebutuhan sehari-hari ya?
01:54Untuk kebutuhan sehari-hari.
01:56Nah untuk sebelumnya ibu bekerja atau enggak?
01:58Enggak, ibu rumah tangga.
01:59Ibu rumah tangga saja ya?
02:00Iya.
02:02Nah dengan kondisi seperti ini berarti warga juga merasa terbantu ya?
02:08Terbantu sekali.
02:09Banyak warga berharap program akan bergensi gratis atau MBK terus dijalankan.
02:16Pasalnya program ini dapat memberikan penghasilan dan membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
02:23Tim Liputan, Kompas TV
Komentar