00:00Prof, kalau selama ini isunya link and match antara industri dan kualifikasi tenaga kerja, itu simpul problemnya di mana?
00:09Tentu tidak sesederhana satu simpul problem ya.
00:12Jadi itu ada mulai bagaimana kurikulum di perguruan tinggi kita, juga kemudian match dengan kebutuhan industri.
00:20Kebutuhan industri ini kan tidak mudah juga untuk kita prediksi.
00:24Saya sering sebut dengan employment outlook ke depan.
00:27Artinya kalau kita punya direction outlook, seperti apa hilirisasi ke depan, kita bicara green industry, artinya ini yang harus menjadi guidance.
00:38Kami di Kementerian Ketenagaan Kerjaan, kita menjembatani yang sifatnya itu adalah vocational short term.
00:45Pelatihan vokasi untuk sifatnya jangka pendek 3-6 bulan, bersertifikat.
00:50Dan kita membantu SMK-SMK yang membutuhkan fasilitas pelatihan untuk mereka mendapatkan pelatihan di balai-balai kita.
01:00Harusnya ini bisa menjawab dong?
01:01Menjawab bagaimana isu klasik soal link and match tadi?
01:06Link and match salah satunya ya.
01:07Betul, karena itu sebenarnya kan saling terintegrasi ya.
01:11Lagi-lagi mungkin putra sendiri Pak Yasserli, karena dari kuliah fakultas pendidikan,
01:16sangat memahami gitu ya, teman-teman yang ketika dia lulus jadi guru,
01:21tapi banyak akhirnya yang tidak terjaring jadi guru, terjun ke dunia industri itu sangat,
01:27skillnya itu ya sulit, karena mereka kan selalu basicnya itu mengajar, mendidik.
01:32Ketika di dunia industri terutama swasta yang memang arahnya itu kan untuk ke arah cuan,
01:38pasti sales, marketing, segala macamnya.
01:40Hal seperti itu yang menjadi warning urgent juga bagi teman-teman yang memang ketika dia salah jurusan misal.
01:48Tapi dia pengen survive, mencoba melalui skill informal itu sendiri.
01:53Tapi lagi-lagi ketika mereka ikut pelatihan vokasi atau pelatihan seperti yang tiga hari seminggu
02:01atau seperti semacam inkubasi, mereka tidak menemukan lagi titiknya.
02:07Artinya gini, putra Gen Z atau teman-teman Gen Z lain kita selalu menyuarkan satu hal.
02:13Teman-teman, Gen Z sekarang itu kita tidak bisa berharap ke satu pendapatan saja.
02:19Benar-benar tidak bisa, Mbak Rosi, Pak Yesirli gitu.
02:21Mungkin benar-benar sudah berbeda ya programnya, berbeda dengan efek globalisasinya.
02:28Sekarang mayoritas Gen Z pasti sampingannya apa?
02:32Begadang malam jadi afiliator, jualan di TikTok, jualan di aplikasi platform lainnya.
02:39Yang artinya ketika mereka sudah merasakan mendapatkan uang banyak,
02:43mereka lebih memilih untuk meninggalkan pekerjaan di sektor formalnya.
02:48Tapi ini juga yang selalu kita khawatirkan.
02:51Dan ketika nanti pemerintah sudah mulai berfokus kepada janji-janji yang mereka ingin realisasikan,
02:58malah SDM-nya yang tidak siap.
03:02Karena asik jualan di platform ini.
03:05Ya, karena lagi-lagi sebuah harapan yang mereka tunggu-tunggu kelamaan.
03:10Akhirnya mereka sudah fokus saja deh, gue jadi pekerja informal.
03:13Kalau saya bahasanya, Mas Putra, yang sering saya ingatkan adik-adik Gen Z itu harus memiliki yang sebut growth mindset.
03:24Jadi dalam artian jangan hanya mengandalkan kepada satu kompetensi.
03:29Jadi tadi kita memiliki balai-balai, ya tidak hanya satu, bisa belajar ini, belajar ini, dan itu tidak boleh selesai.
03:38Sehingga jangan, tadi bahasanya bagus tadi Mas Putra, jangan membatasi diri atau jangan menunggu satu.
03:47Satu-satu, saya kan lulusannya ini, saya menunggu ini.
03:50Padahal sekarang pelatihan itu bisa online, bisa offline, ada balai.
03:56Itu yang sering kita kampanyekan, itu adalah growth mindset.
03:59Maksud Pak Menaker adalah, jangan hanya mengandalkan skill yang didapatkan dari sekolah,
04:06tetapi carilah terus pengetahuan ilmu-ilmu lain, karena saat ini memang tantangan zaman dibutuhkan SDM yang multi-skill.
04:17Yes, salah satu.
04:18Sebelum saya kembali, sebenarnya soal keluhan Gen Z di social media ini,
04:22bahkan bisa jadi tentang lapangan pekerjaan bisa diparodikan, Prof. Yasser Lee.
04:27Saya sendiri belum lihat, tapi kita coba lihat sama-sama.
04:33Tetap sabar buat teman-teman yang lagi cari kerja.
04:36Sebenarnya itu cari kerja nggak susah.
04:39Cuman, lu ngelamalnya di negara yang salah.
04:44Udah banyak persyaratan ini itu, eh, saing yang terberat lu orang dalam.
04:48Lu nantangin gua?
05:03Lu nggak tahu gua punya apa?
05:06Gua nggak punya apa-apa, gua ngangkur.
05:08Bagi loker.
05:09Buongелюrose.
05:10PENG,ato.
05:11PENG,.
05:12Bagi loker.
05:13Bagi loker.
05:13Bagi loker.
05:14Kau tai-bagi loker.
05:14Kau tai-bagi.
05:15Vi 1945.
05:16PENG,ppenOME w lika.
05:17Kau tai-bagi.
05:18makpeng nihacher Polisi.
05:19Bagi believe lokeran,
05:20seu kemud bad-baid.
05:20Alhamdulillah.
05:20Kau tai-bagi,
05:22okofe kapil則.
05:23Hmm bergur� thunder-piang lebih sicuri.
05:24Kau tai yang paling bergurau.
05:25PENG,ak sampai sabadun sama-nya,
05:28dan boyfriend yang baik melihatkan tutupan serap.
Komentar