Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa bahasa Portugis akan masuk kurikulum pendidikan Indonesia.

Kita tahu, pelajaran bahasa asing memang penting untuk memperluas komunikasi global. Namun, seberapa urgen bahasa Portugis diajarkan di sekolah?

Kita bahas bersama pengamat pendidikan, Retno Listyarti.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapatmu soal berita ini? Tulis di kolom komentar ya!

Baca Juga Serba-Serbi Wacana Presiden Prabowo Masukkan Bahasa Portugis ke Kurikulum Sekolah | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/625339/serba-serbi-wacana-presiden-prabowo-masukkan-bahasa-portugis-ke-kurikulum-sekolah-sapa-pagi

#presidenprabowo #bahasaportugis #kurikulum #pendidikan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/625341/blak-blakan-pengamat-pendidikan-kritik-wacana-bahasa-portugis-masuk-kurikulum-harus-dikaji-dulu
Transkrip
00:00Presiden Prabowo Subianto bilang bahasa Portugis akan masuk kurikulum Indonesia.
00:04Seperti kita tahu bahwa pelajaran bahasa asing memang penting untuk komunikasi.
00:08Lalu, seberapa urgensinya bahasa Portugis diajarkan di sekolah?
00:13Kami akan membahasnya dengan pengamat pendidikan Retno Listi Arti.
00:15Selamat pagi, Bu Retno.
00:19Selamat pagi.
00:20Terima kasih sudah bergabung bersama-sama Indonesia pagi, Bu.
00:24Sama-sama, Mas Reza.
00:24Ibu, ini terkait dengan bahasa Portugis yang nantinya akan diajarkan kepada para siswa di Indonesia.
00:30Dari sisi kurikulum, apakah realistis?
00:32Menambah bahasa Portugis mengingat beban belajar siswa yang juga sudah cukup berat, Bu?
00:39Ya, pertama sebenarnya kalau kita kebijakan pendidikan,
00:43itu sebenarnya nggak bisa atas dasar kemauan seseorang, meskipun dia seorang presiden.
00:49Karena kalau kebijakan pendidikan itu, dia harus didasarkan pada pertama adalah undang-undangnya gimana bicara.
00:58Kemudian yang kedua, tujuan pendidikan nasional sendiri.
01:02Ke arah mana tujuan itu dan apakah penting banget ini bahasa Portugis?
01:06Kemudian yang ketiga sebenarnya adalah kebutuhan masyarakat.
01:09Dan itu sebenarnya tadi sudah disampaikan juga yang disampaikan oleh Ketua Komisi 10,
01:13di mana itu seharusnya dengan wilayah yang secara historis dan budaya lebih dekat dengan Portugisnya ini.
01:22Kemudian yang berikutnya lagi adalah, dia itu harusnya disertai kajian dulu.
01:28Jadi nggak bisa juga misalnya langsung ditindaklanjuti.
01:30Tapi kalau mengingat pemerintah yang saat ini sih apapun,
01:33kalau memang itu political will dan keinginan presiden, biasanya dilaksanakan.
01:37Nah, di sini akan menjadi muncul ya, pasti kendala-kendala.
01:44Nah, kendala yang paling sangat jelas adalah SDM.
01:47Apakah memungkinkan sumber daya manusianya, maksudnya guru-gurunya?
01:51Karena sebenarnya di perguruan tinggi pun kan tidak ada bahasa Portugis.
01:57Nah, ketika kemudian bahas jurusan itu nggak ada selama ini, ya pasti gurunya juga nggak ada.
02:03Dan kalau gurunya nggak ada, lalu siapa yang mau mengajar gitu.
02:07Jadi tidak serta-merta sebenarnya kita harus melaksanakan itu.
02:12Jadi dibuka dulu jurusan di perguruan tinggi negerinya, harus nunggu ada lulusannya dulu.
02:18Kan baru punya sumber daya manusia gitu.
02:20Jadi tidak bisa seperti itu.
02:22Dan tadi kalau Bu Hetifah mengatakan bahwa apa, saya melihatnya lebih pada karakteristik gitu.
02:28Nah, di dalam kebijakan pendidikan memang ada prinsip yaitu mempertimbangkan karakteristik daerah yang berbeda.
02:36Karena Indonesia luas banget dan beragam.
02:39Nah, itu memang bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pendidikan.
02:46Dan yang paling penting sebenarnya partisipasinya.
02:49Itu juga disebutkan sebenarnya kebijakan yang baik adalah melibatkan partisipasi publik.
02:55Nah, salah satu partisipasi ini harusnya memang yang berkaitan langsung.
02:59Seperti tadi ya, peserta didik, gurunya gitu ya, kepala sekolah, dinas-dinas terkait.
03:06Ini dinas pendidikan terutama itu memang bagian yang harusnya memiliki partisipasi publik
03:12atau dimintai pendapat sebelum kebijakan ini dijalankan.
03:16Oke.
03:18SDM yang juga masih menjadi pertanyaan, apakah bisa mumpuni begitu ketika memang bahasa Portugis ini diajarkan di sekolah.
03:25Tetapi jika nantinya diterapkan, tadi seperti Bu Retno sampaikan bahwa kemungkinan besar ketika memang ini menjadi ajakan dari Presiden Prabowo Subianto
03:33juga akan digaungkan begitu dan akan diwujudkan oleh orang-orang dan bahkan seluruh masyarakat Indonesia.
03:41Nah, jika ini diterapkan, apakah sebaik bahasa Portugis menjadi pelajaran wajib atau pilihan menurut Bu Retno?
03:46Kalau menjadi pelajaran wajib, saya rasa akan menjadi beban.
03:51Kurikulum kita ini sudah terlalu berat ya, terlalu kebanyakan.
03:55Jadi, kalau memang bahasa Portugis itu kemudian dimasukkan dalam kurikulum wajib,
04:00itu menurut saya tadi, kendalanya terlalu banyak dan membebani kurikulum kita.
04:05Nah, lalu yang kedua adalah, menurut saya kalau memang itu harusnya menjadi pilihan saja,
04:12seperti usulan anak-anak tadi.
04:13Itu realistis, karena anak-anak paham betul beban juga yang mereka rasakan.
04:18Nah, ini kan sebenarnya kita bisa begini ya, misalnya saja tempat-tempat destinasi wisata
04:24yang kerap kali didatangnya oleh turis asing.
04:26Misalnya Bali, gitu.
04:28Nah, di Bali itu juga harus pakai data, karena sebuah kebijakan itu harus pakai kajian ilmiah kan.
04:34Misalnya, rata-rata dalam satu tahun berapa turis yang berasal dari Portugal
04:40atau negara-negara yang menggunakan bahasa Portugis ya, itu negara-negara mana aja gitu ya.
04:46Lalu, dia punya kebiasaan untuk datang liburan ke Bali misalnya, itu berapa banyak dalam satu tahun.
04:55Nah, kalau secara signifikan, ternyata tinggi berarti ada kebutuhan.
05:00Nah, kalau ada kebutuhan masyarakat seperti itu atau kebutuhan daerah,
05:04maka bisa saja bahasa Portugis ini kemudian masuk ke sekolah-sekolah.
05:09Dia bisa saja misalnya menjadi pilihan.
05:11Nah, tetapi apa pilihan pun bisa kalau di wilayah seperti itu ya Bali,
05:17tapi harus dasarnya kajian juga ya.
05:19Maka bisa saja itu menjadi pilihan utama.
05:22Dibuat aja begitu.
05:24Nah, itu bisa.
05:24Jadi, artinya sesuai kebutuhan saja ya.
05:27Kalau misalnya di Magelang ya kan nggak butuh itu gitu ya.
05:30Atau misalnya apakah kemudian Aceh misalnya membutuhkan itu.
05:36Mungkin nggak gitu.
05:36Jadi, memang harusnya didasarkan kepada basis kebutuhan masyarakat.
05:42Didasarkan pada basis kebutuhan masyarakat dan juga mempertimbangkan karakteristiknya.
05:46Begitu ya, Bu Retno ya.
05:47Lalu, bagaimana cara agar kebijakan ini juga tidak hanya menjadi simbol politik,
05:50tapi benar-benar berdampak pada peningkatan kompetensi global siswa?
05:54Nah, ini pertanyaannya bagus gitu.
05:58Harusnya itu memang.
06:00Jadi, kebijakan itu bisa dilaksanakan atau tidak kan nggak bisa gini ya.
06:03Presiden ngomong hari ini, lalu tahun ajaran baru depan,
06:07bahwa harus masuk kurikulum dan lain-lain.
06:09Nggak bisa gitu.
06:10Karena proses membuat kurikulum aja,
06:12menambahkan satu mata pelajaran dalam kurikulum saja,
06:15itu berarti sebuah proses panjang yang harus dilakukan.
06:18Dan bahasa Portugis ini sendiri ada nggak dalam undang-undang kita gitu,
06:22bahwa itu adalah wajib gitu.
06:24Jadi, maksudnya pilihan wajib di setiap sekolah untuk mengajarkan.
06:28Kan selama ini wajib itu diantaranya adalah bahasa Jepang,
06:31bahasa Inggris, ya, bahasa Arab.
06:34Nah, memang ada satu lagi.
06:35Kan ada jurusan-jurusan bahasa memang.
06:37Nah, yang sekarang tren dan baru itu adalah bahasa Mandarin.
06:40Karena ternyata itu sangat dibutuhkan,
06:43sehingga memang akhirnya masuk menjadi pilihan utama.
06:46Nah, sekarang kalau Portugis,
06:47apakah kemudian menjadi pilihan utama?
06:49Kalau menjadi pilihan utama memang political will atau keinginannya Presiden?
06:53Presiden kan juga harus mempertimbangkan,
06:55adakah SDM-nya?
06:56Kalaupun itu misalnya menjadi ex-school,
06:58seperti usul Ibu Hetifa tadi,
07:00ex-school ini pun kan harus ada yang ngajar.
07:02Siapa yang ngajar gitu?
07:04Jadi, kalau sudah ada peminatnya,
07:06seperti ada murid tadi bilang,
07:07peminatnya ada,
07:09tapi sekarang yang ngajar ada enggak.
07:11Kalau yang ngajar enggak mumpuni,
07:12kan enggak asik,
07:13kata anak-anak tadi bahasanya.
07:15Kalau enggak asik,
07:16ya, anak-anak juga enggak berminat.
07:17Artinya,
07:18kalau anak-anak ini tidak berminat,
07:20yang ngajar juga tidak punya kemampuan,
07:22maka hasilnya gimana?
07:24Ya, udah pasti hasilnya tidak sesuai dengan
07:26yang kita inginkan, kan begitu.
07:29Nah, berarti proses pembelajaran itu ketika,
07:32kan mulai dari perencanaan,
07:33nah, lalu perencanaan itu akan dilaksanakan.
07:36Setelah dilaksanakan,
07:37kan kita lihat hasilnya.
07:38Hasilnya seperti apa, gitu.
07:39Ketika yang ngajar aja enggak paham, gitu.
07:43Dan kalau pun misalnya kita memaksakan,
07:45oh, nanti dibantu sama kedutaan besar
07:48Portugis di Indonesia,
07:49misalnya begitu ya.
07:50Nah, kalau memang itu dibantu,
07:52itu pun seberapa kemampuan,
07:55ya, pihak ini untuk mampu menyediakan
07:57tenaga pendidik juga, kan.
07:58Lalu kalau mereka mampu menyediakan,
08:01bisa enggak kita membayarnya?
08:03Nah, ini kan hal yang harus betul-betul dipertimbangkan, gitu.
08:07Jadi, sebaiknya tidak dadakan.
08:08Presiden ingin,
08:10lalu langsung dilaksanakan.
08:11Jangan seperti itu,
08:13apalagi kebijakan pendidikan
08:14yang melibatkan stakeholder-nya banyak banget.
08:16Tidak hanya dinas pendidikan dan gurunya,
08:19tapi juga murid-murid kita.
08:21Kak, jangan menjadikan murid kita
08:23kelinci percobaan, ya.
08:25Langsung untuk anak coba-coba,
08:26semangat Presiden untuk membawa
08:30bahasa Portugis di dalam
08:31kurikulum pendidikan Indonesia ini
08:32juga patut diapresiasi,
08:33tapi juga harus mengedepankan
08:34bagaimana kebutuhan SDM
08:36yang sangat dibutuhkan
08:37untuk mengajar bahasa Portugis,
08:39begitu misalnya Bu Yaretno, ya.
08:40Lalu, Bu Yaretno,
08:41dalam jangka panjang,
08:42apakah Bu Yaretno juga melihat
08:43potensi bahasa Portugis
08:44menjadi salah satu bahasa penting,
08:46terutama di kawasan Asia Tenggara?
08:47Mengingat, tadi Bu Yaretno juga menyampaikan
08:49bahwa yang memang banyak dipelajari di Indonesia
08:51adalah bahasa Inggris,
08:53bahasa Mandarin,
08:54bahasa Arab, dan sebagainya.
08:56Sebenarnya kalau Portugis ini
08:59memang agak banyak yang tidak mengenal,
09:02dan menurut saya juga
09:03pasti lebih sulit,
09:04malah bahasa Jerman itu kan agak sulit,
09:06tapi kita sudah punya
09:08pilihan bahasa Jerman itu sudah lama,
09:10bahkan sejak saya sekolah itu
09:12sudah ada bahasa Jerman, ya.
09:14Nah, kemudian,
09:15kalau kemudian ini tiba-tiba Portugis,
09:17ini memang hal baru banget, gitu.
09:19Nah, kalau kemudian ke depannya ini dilaksanakan,
09:21maka tadi prinsip-prinsip
09:23pembuat kebijakan pendidikannya
09:25harus dipenuhi.
09:26Jadi,
09:26mulai dari perencaraan,
09:29itu harus masuk kemana,
09:31dan seperti apa,
09:32sampai membuka jurusan bahasa Portugis
09:35pada perguruan-perguruan tinggi,
09:37yang khusus untuk mengajar, gitu.
09:38Jadi,
09:39orang menyebutnya sebagai pendidikan tinggi
09:42untuk guru.
09:43Memang tidak ada khusus,
09:44tapi kan masih ada jurusan-jurusan keguruan
09:46di berbagai perguruan tinggi.
09:48Seperti UNJ, misalnya kalau di Jakarta,
09:50UNES, kalau di Semarang.
09:51Nah, itu mulai harus membuka
09:53jurusan pendidikan bahasa Portugis.
09:56Dan untuk itu kan butuh waktu lama, ya.
09:59Setidaknya S1 harus 5 tahun.
10:01Jadi, kita nggak bisa nerapin yang sekarang juga.
10:03Kalaupun misalnya Pak Prabowo kelak dua periode,
10:05nah, mungkin baru bisa tuh nanti dilaksanakan
10:07di periode berikutnya, gitu.
10:09Jadi, nggak bisa juga memaksakan sesuatu
10:12yang sebenarnya belum siap.
10:13Kita mengapresiasi sih.
10:15Bisa saja kan bahasa Portugis ini, gitu ya,
10:19memang kalah ke depan dengan kerjasama yang
10:22dengan berbagai negara, gitu,
10:24yang menggunakan bahasa ini,
10:25terus meningkat, gitu.
10:27Ya, bisa aja.
10:28Kemudian itu jadi kebutuhan.
10:29Kayak dulu kita nggak pernah terpikir
10:31bahasa Mandarin tuh menjadi
10:33minat banget anak-anak.
10:35Itu kita nggak pernah ngira juga.
10:36Nah, tapi kemudian ternyata itu kebutuhan.
10:39Kan mulailah dibuka banyak sekolah,
10:41kemudian membuka memang pilihan bahasa.
10:43Bahasa Mandarin, gitu.
10:45Jadi, memang kalau ke depannya dilaksanakan,
10:48ya mungkin aja.
10:49Tapi tadi penyiapannya harus sungguh-sungguh.
10:53Dan belum tentu juga memang
10:54orang tuh berminat juga.
10:57Misalnya, saya mau jadi guru bahasa Portugis,
11:00itu kan soal minat juga ya ketika kita memilih.
11:02Jadi, kita belum tahu sebenarnya situasinya seperti apa.
11:05Karena bahasa Portugisnya betul-betul hal baru, gitu.
11:08Yang jelas adalah ketika memang bahasa Portugis ini berada
11:14di dalam kurikulum para siswa,
11:16kali ini perlu disiapkan secara matang.
11:18Tidak ujuk-ujuk langsung ada, begitu ya.
11:20Prinsip membuat kebijakan juga harus dipenuhi.
11:22Seperti yang Ibu Retno sampaikan,
11:23dan juga SDM-SDM ini juga memang harus ada
11:25untuk mengajarkan para siswa di Indonesia.
11:28Terima kasih.
11:28Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi reminder
11:30untuk pemerintahan kita bahwa
11:32segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang,
11:34agar hasilnya juga lebih baik.
11:35Terima kasih.
11:36Sekali lagi pengawal pendidikan Ibu Retno listi arti
11:38atas waktunya bersama Sampai Indonesia pagi.
Komentar

Dianjurkan