00:00Presiden Prabowo Subianto bilang bahasa Portugis akan masuk kurikulum Indonesia.
00:04Seperti kita tahu bahwa pelajaran bahasa asing memang penting untuk komunikasi.
00:08Lalu, seberapa urgensinya bahasa Portugis diajarkan di sekolah?
00:13Kami akan membahasnya dengan pengamat pendidikan Retno Listi Arti.
00:15Selamat pagi, Bu Retno.
00:19Selamat pagi.
00:20Terima kasih sudah bergabung bersama-sama Indonesia pagi, Bu.
00:24Sama-sama, Mas Reza.
00:24Ibu, ini terkait dengan bahasa Portugis yang nantinya akan diajarkan kepada para siswa di Indonesia.
00:30Dari sisi kurikulum, apakah realistis?
00:32Menambah bahasa Portugis mengingat beban belajar siswa yang juga sudah cukup berat, Bu?
00:39Ya, pertama sebenarnya kalau kita kebijakan pendidikan,
00:43itu sebenarnya nggak bisa atas dasar kemauan seseorang, meskipun dia seorang presiden.
00:49Karena kalau kebijakan pendidikan itu, dia harus didasarkan pada pertama adalah undang-undangnya gimana bicara.
00:58Kemudian yang kedua, tujuan pendidikan nasional sendiri.
01:02Ke arah mana tujuan itu dan apakah penting banget ini bahasa Portugis?
01:06Kemudian yang ketiga sebenarnya adalah kebutuhan masyarakat.
01:09Dan itu sebenarnya tadi sudah disampaikan juga yang disampaikan oleh Ketua Komisi 10,
01:13di mana itu seharusnya dengan wilayah yang secara historis dan budaya lebih dekat dengan Portugisnya ini.
01:22Kemudian yang berikutnya lagi adalah, dia itu harusnya disertai kajian dulu.
01:28Jadi nggak bisa juga misalnya langsung ditindaklanjuti.
01:30Tapi kalau mengingat pemerintah yang saat ini sih apapun,
01:33kalau memang itu political will dan keinginan presiden, biasanya dilaksanakan.
01:37Nah, di sini akan menjadi muncul ya, pasti kendala-kendala.
01:44Nah, kendala yang paling sangat jelas adalah SDM.
01:47Apakah memungkinkan sumber daya manusianya, maksudnya guru-gurunya?
01:51Karena sebenarnya di perguruan tinggi pun kan tidak ada bahasa Portugis.
01:57Nah, ketika kemudian bahas jurusan itu nggak ada selama ini, ya pasti gurunya juga nggak ada.
02:03Dan kalau gurunya nggak ada, lalu siapa yang mau mengajar gitu.
02:07Jadi tidak serta-merta sebenarnya kita harus melaksanakan itu.
02:12Jadi dibuka dulu jurusan di perguruan tinggi negerinya, harus nunggu ada lulusannya dulu.
02:18Kan baru punya sumber daya manusia gitu.
02:20Jadi tidak bisa seperti itu.
02:22Dan tadi kalau Bu Hetifah mengatakan bahwa apa, saya melihatnya lebih pada karakteristik gitu.
02:28Nah, di dalam kebijakan pendidikan memang ada prinsip yaitu mempertimbangkan karakteristik daerah yang berbeda.
02:36Karena Indonesia luas banget dan beragam.
02:39Nah, itu memang bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pendidikan.
02:46Dan yang paling penting sebenarnya partisipasinya.
02:49Itu juga disebutkan sebenarnya kebijakan yang baik adalah melibatkan partisipasi publik.
02:55Nah, salah satu partisipasi ini harusnya memang yang berkaitan langsung.
02:59Seperti tadi ya, peserta didik, gurunya gitu ya, kepala sekolah, dinas-dinas terkait.
03:06Ini dinas pendidikan terutama itu memang bagian yang harusnya memiliki partisipasi publik
03:12atau dimintai pendapat sebelum kebijakan ini dijalankan.
03:16Oke.
03:18SDM yang juga masih menjadi pertanyaan, apakah bisa mumpuni begitu ketika memang bahasa Portugis ini diajarkan di sekolah.
03:25Tetapi jika nantinya diterapkan, tadi seperti Bu Retno sampaikan bahwa kemungkinan besar ketika memang ini menjadi ajakan dari Presiden Prabowo Subianto
03:33juga akan digaungkan begitu dan akan diwujudkan oleh orang-orang dan bahkan seluruh masyarakat Indonesia.
03:41Nah, jika ini diterapkan, apakah sebaik bahasa Portugis menjadi pelajaran wajib atau pilihan menurut Bu Retno?
03:46Kalau menjadi pelajaran wajib, saya rasa akan menjadi beban.
03:51Kurikulum kita ini sudah terlalu berat ya, terlalu kebanyakan.
03:55Jadi, kalau memang bahasa Portugis itu kemudian dimasukkan dalam kurikulum wajib,
04:00itu menurut saya tadi, kendalanya terlalu banyak dan membebani kurikulum kita.
04:05Nah, lalu yang kedua adalah, menurut saya kalau memang itu harusnya menjadi pilihan saja,
04:12seperti usulan anak-anak tadi.
04:13Itu realistis, karena anak-anak paham betul beban juga yang mereka rasakan.
04:18Nah, ini kan sebenarnya kita bisa begini ya, misalnya saja tempat-tempat destinasi wisata
04:24yang kerap kali didatangnya oleh turis asing.
04:26Misalnya Bali, gitu.
04:28Nah, di Bali itu juga harus pakai data, karena sebuah kebijakan itu harus pakai kajian ilmiah kan.
04:34Misalnya, rata-rata dalam satu tahun berapa turis yang berasal dari Portugal
04:40atau negara-negara yang menggunakan bahasa Portugis ya, itu negara-negara mana aja gitu ya.
04:46Lalu, dia punya kebiasaan untuk datang liburan ke Bali misalnya, itu berapa banyak dalam satu tahun.
04:55Nah, kalau secara signifikan, ternyata tinggi berarti ada kebutuhan.
05:00Nah, kalau ada kebutuhan masyarakat seperti itu atau kebutuhan daerah,
05:04maka bisa saja bahasa Portugis ini kemudian masuk ke sekolah-sekolah.
05:09Dia bisa saja misalnya menjadi pilihan.
05:11Nah, tetapi apa pilihan pun bisa kalau di wilayah seperti itu ya Bali,
05:17tapi harus dasarnya kajian juga ya.
05:19Maka bisa saja itu menjadi pilihan utama.
05:22Dibuat aja begitu.
05:24Nah, itu bisa.
05:24Jadi, artinya sesuai kebutuhan saja ya.
05:27Kalau misalnya di Magelang ya kan nggak butuh itu gitu ya.
05:30Atau misalnya apakah kemudian Aceh misalnya membutuhkan itu.
05:36Mungkin nggak gitu.
05:36Jadi, memang harusnya didasarkan kepada basis kebutuhan masyarakat.
05:42Didasarkan pada basis kebutuhan masyarakat dan juga mempertimbangkan karakteristiknya.
05:46Begitu ya, Bu Retno ya.
05:47Lalu, bagaimana cara agar kebijakan ini juga tidak hanya menjadi simbol politik,
05:50tapi benar-benar berdampak pada peningkatan kompetensi global siswa?
05:54Nah, ini pertanyaannya bagus gitu.
05:58Harusnya itu memang.
06:00Jadi, kebijakan itu bisa dilaksanakan atau tidak kan nggak bisa gini ya.
06:03Presiden ngomong hari ini, lalu tahun ajaran baru depan,
06:07bahwa harus masuk kurikulum dan lain-lain.
06:09Nggak bisa gitu.
06:10Karena proses membuat kurikulum aja,
06:12menambahkan satu mata pelajaran dalam kurikulum saja,
06:15itu berarti sebuah proses panjang yang harus dilakukan.
06:18Dan bahasa Portugis ini sendiri ada nggak dalam undang-undang kita gitu,
06:22bahwa itu adalah wajib gitu.
06:24Jadi, maksudnya pilihan wajib di setiap sekolah untuk mengajarkan.
06:28Kan selama ini wajib itu diantaranya adalah bahasa Jepang,
06:31bahasa Inggris, ya, bahasa Arab.
06:34Nah, memang ada satu lagi.
06:35Kan ada jurusan-jurusan bahasa memang.
06:37Nah, yang sekarang tren dan baru itu adalah bahasa Mandarin.
06:40Karena ternyata itu sangat dibutuhkan,
06:43sehingga memang akhirnya masuk menjadi pilihan utama.
06:46Nah, sekarang kalau Portugis,
06:47apakah kemudian menjadi pilihan utama?
06:49Kalau menjadi pilihan utama memang political will atau keinginannya Presiden?
06:53Presiden kan juga harus mempertimbangkan,
06:55adakah SDM-nya?
06:56Kalaupun itu misalnya menjadi ex-school,
06:58seperti usul Ibu Hetifa tadi,
07:00ex-school ini pun kan harus ada yang ngajar.
07:02Siapa yang ngajar gitu?
07:04Jadi, kalau sudah ada peminatnya,
07:06seperti ada murid tadi bilang,
07:07peminatnya ada,
07:09tapi sekarang yang ngajar ada enggak.
07:11Kalau yang ngajar enggak mumpuni,
07:12kan enggak asik,
07:13kata anak-anak tadi bahasanya.
07:15Kalau enggak asik,
07:16ya, anak-anak juga enggak berminat.
07:17Artinya,
07:18kalau anak-anak ini tidak berminat,
07:20yang ngajar juga tidak punya kemampuan,
07:22maka hasilnya gimana?
07:24Ya, udah pasti hasilnya tidak sesuai dengan
07:26yang kita inginkan, kan begitu.
07:29Nah, berarti proses pembelajaran itu ketika,
07:32kan mulai dari perencanaan,
07:33nah, lalu perencanaan itu akan dilaksanakan.
07:36Setelah dilaksanakan,
07:37kan kita lihat hasilnya.
07:38Hasilnya seperti apa, gitu.
07:39Ketika yang ngajar aja enggak paham, gitu.
07:43Dan kalau pun misalnya kita memaksakan,
07:45oh, nanti dibantu sama kedutaan besar
07:48Portugis di Indonesia,
07:49misalnya begitu ya.
07:50Nah, kalau memang itu dibantu,
07:52itu pun seberapa kemampuan,
07:55ya, pihak ini untuk mampu menyediakan
07:57tenaga pendidik juga, kan.
07:58Lalu kalau mereka mampu menyediakan,
08:01bisa enggak kita membayarnya?
08:03Nah, ini kan hal yang harus betul-betul dipertimbangkan, gitu.
08:07Jadi, sebaiknya tidak dadakan.
08:08Presiden ingin,
08:10lalu langsung dilaksanakan.
08:11Jangan seperti itu,
08:13apalagi kebijakan pendidikan
08:14yang melibatkan stakeholder-nya banyak banget.
08:16Tidak hanya dinas pendidikan dan gurunya,
08:19tapi juga murid-murid kita.
08:21Kak, jangan menjadikan murid kita
08:23kelinci percobaan, ya.
08:25Langsung untuk anak coba-coba,
08:26semangat Presiden untuk membawa
08:30bahasa Portugis di dalam
08:31kurikulum pendidikan Indonesia ini
08:32juga patut diapresiasi,
08:33tapi juga harus mengedepankan
08:34bagaimana kebutuhan SDM
08:36yang sangat dibutuhkan
08:37untuk mengajar bahasa Portugis,
08:39begitu misalnya Bu Yaretno, ya.
08:40Lalu, Bu Yaretno,
08:41dalam jangka panjang,
08:42apakah Bu Yaretno juga melihat
08:43potensi bahasa Portugis
08:44menjadi salah satu bahasa penting,
08:46terutama di kawasan Asia Tenggara?
08:47Mengingat, tadi Bu Yaretno juga menyampaikan
08:49bahwa yang memang banyak dipelajari di Indonesia
08:51adalah bahasa Inggris,
08:53bahasa Mandarin,
08:54bahasa Arab, dan sebagainya.
08:56Sebenarnya kalau Portugis ini
08:59memang agak banyak yang tidak mengenal,
09:02dan menurut saya juga
09:03pasti lebih sulit,
09:04malah bahasa Jerman itu kan agak sulit,
09:06tapi kita sudah punya
09:08pilihan bahasa Jerman itu sudah lama,
09:10bahkan sejak saya sekolah itu
09:12sudah ada bahasa Jerman, ya.
09:14Nah, kemudian,
09:15kalau kemudian ini tiba-tiba Portugis,
09:17ini memang hal baru banget, gitu.
09:19Nah, kalau kemudian ke depannya ini dilaksanakan,
09:21maka tadi prinsip-prinsip
09:23pembuat kebijakan pendidikannya
09:25harus dipenuhi.
09:26Jadi,
09:26mulai dari perencaraan,
09:29itu harus masuk kemana,
09:31dan seperti apa,
09:32sampai membuka jurusan bahasa Portugis
09:35pada perguruan-perguruan tinggi,
09:37yang khusus untuk mengajar, gitu.
09:38Jadi,
09:39orang menyebutnya sebagai pendidikan tinggi
09:42untuk guru.
09:43Memang tidak ada khusus,
09:44tapi kan masih ada jurusan-jurusan keguruan
09:46di berbagai perguruan tinggi.
09:48Seperti UNJ, misalnya kalau di Jakarta,
09:50UNES, kalau di Semarang.
09:51Nah, itu mulai harus membuka
09:53jurusan pendidikan bahasa Portugis.
09:56Dan untuk itu kan butuh waktu lama, ya.
09:59Setidaknya S1 harus 5 tahun.
10:01Jadi, kita nggak bisa nerapin yang sekarang juga.
10:03Kalaupun misalnya Pak Prabowo kelak dua periode,
10:05nah, mungkin baru bisa tuh nanti dilaksanakan
10:07di periode berikutnya, gitu.
10:09Jadi, nggak bisa juga memaksakan sesuatu
10:12yang sebenarnya belum siap.
10:13Kita mengapresiasi sih.
10:15Bisa saja kan bahasa Portugis ini, gitu ya,
10:19memang kalah ke depan dengan kerjasama yang
10:22dengan berbagai negara, gitu,
10:24yang menggunakan bahasa ini,
10:25terus meningkat, gitu.
10:27Ya, bisa aja.
10:28Kemudian itu jadi kebutuhan.
10:29Kayak dulu kita nggak pernah terpikir
10:31bahasa Mandarin tuh menjadi
10:33minat banget anak-anak.
10:35Itu kita nggak pernah ngira juga.
10:36Nah, tapi kemudian ternyata itu kebutuhan.
10:39Kan mulailah dibuka banyak sekolah,
10:41kemudian membuka memang pilihan bahasa.
10:43Bahasa Mandarin, gitu.
10:45Jadi, memang kalau ke depannya dilaksanakan,
10:48ya mungkin aja.
10:49Tapi tadi penyiapannya harus sungguh-sungguh.
10:53Dan belum tentu juga memang
10:54orang tuh berminat juga.
10:57Misalnya, saya mau jadi guru bahasa Portugis,
11:00itu kan soal minat juga ya ketika kita memilih.
11:02Jadi, kita belum tahu sebenarnya situasinya seperti apa.
11:05Karena bahasa Portugisnya betul-betul hal baru, gitu.
11:08Yang jelas adalah ketika memang bahasa Portugis ini berada
11:14di dalam kurikulum para siswa,
11:16kali ini perlu disiapkan secara matang.
11:18Tidak ujuk-ujuk langsung ada, begitu ya.
11:20Prinsip membuat kebijakan juga harus dipenuhi.
11:22Seperti yang Ibu Retno sampaikan,
11:23dan juga SDM-SDM ini juga memang harus ada
11:25untuk mengajarkan para siswa di Indonesia.
11:28Terima kasih.
11:28Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi reminder
11:30untuk pemerintahan kita bahwa
11:32segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang,
11:34agar hasilnya juga lebih baik.
11:35Terima kasih.
11:36Sekali lagi pengawal pendidikan Ibu Retno listi arti
11:38atas waktunya bersama Sampai Indonesia pagi.
Komentar