00:00Ini saatnya kita simak sejumlah informasi menarik dari Giro Kompas TV di Tanah Air dalam segmen Cerita Nusantara.
00:06Sudah bersiap dua tim jurnalis Kompas TV, ada Anastasa Mewo dan Juru Kamera Aldi Paskol di Manado, Sulawesi Utara,
00:13serta Putri Utami dan Juru Kamera Yahya Lating di Ambon, Maluku.
00:17Kita ke Manado terlebih dahulu.
00:19Anastasa, ada informasi menarik apa dari sana? Silahkan.
00:22Sama siang, Bela dan Saudara, ada dua informasi dari Giro Manado yang menjadi sorotan antep Cerita Nusantara kali ini.
00:30Saudara Buna meningkatkan kunjungan wisatawan di Sulawesi Utara, Temprop Tulu, melalui dinas pariwisata menggolah Festival Buna Ken.
00:38Agenda rutin tahunan ini dipusatkan di Pulau Buna Ken.
00:42Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, event Festival Buna Ken tetap dipusatkan di kawasan wisata Pulau Buna Ken, Kota Manado, Rabu 23 Oktober 2025.
00:59Dikelilingi pasir putih dan terumbu karangnya yang indah, Festival Buna Ken menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan manca negara.
01:07Sebagai turist, saya suka. Saya datang untuk dive-in, tapi juga saya pikir itu sangat bagus.
01:16Hari ini adalah festival, yang menarik untuk foreigners, mungkin, untuk melihat apa yang berlaku, untuk mengetahui kulturan lokala.
01:27Saya pikir itu sangat bagus, ya.
01:29Well, in my case, I came for diving, so I already dive for one day, and it's very nice because you can see a lot of animals, like sharks, parals, a lot of different fish, very rich.
01:47Tahun ini, Festival Buna Ken dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yuli Silvanus, sekaligus membuka kegiatan tersebut.
01:55Gubernur Silvanus juga melepas lomba perahu kertas hias dan atraksi olahraga pedal yang menambah semarak Festival Buna Ken.
02:10Di kesempatan itu, Gubernur memimpin aksi penanaman mangrove dan terumbu karang sebagai bentuk kepedulian dan aksi pelestarian wilayah pesisir.
02:19Gubernur Silvanus bilang Festival Buna Ken tidak semata-mata meningkatkan kunjungan wisatawan.
02:25Namun, bagaimana upaya pemerintah mendorong masyarakat untuk bersama-sama melestarikan warisan alam dunia ini tetap terjaga dan nestari.
02:33Ini semua dalam rangka yang pertama untuk menjaga kelestarian Buna Ken.
02:39Buna Ken di darat maupun di laut harus kita rawat, kita jaga bersama.
02:44Baik perunggu karangnya, mangrovenya, termasuk dari sampah-sampah yang tidak kita kendaki hadir di laut maupun di darat.
02:56Ini harus kita jaga bersama-sama, tentunya budaya juga kita munculkan dalam kegiatan Festival Buna Ken ini.
03:05Sehingga keterpaduan ini tentunya akan mendatangkan wisatawan, baik lokal, nasional maupun internasional.
03:15Festival Buna Ken tahun ini digelar sehari mulai dari pagi hingga sore.
03:21Wisatawan dapat menikmati pegelaran seni budaya, pameran ekonomi kreatif, serta sajian kuliner khas Sulawesi Utara.
03:29Kita ke informasi selanjutnya, Saudara Menteri Dalam Negeri Tipo Karnavian menyerahkan dua unit kapal layanan kesehatan bergeras
03:44bagi warga di dua kabupaten kepulauan di Sulawesi Utara, masing-masing untuk Pemkap Talaut dan Pemkap Sangihe.
03:52Dua kabupaten kepulauan yakni Talaut dan Sangihe berada di wilayah perbatasan utara Indonesia dengan negara Filipina
04:02menerima bantuan kapal layanan kesehatan bergerak dari Basnas dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia.
04:11Mendagri Tito Karnavian didampingi Gubernur Sulawesi Utara Julius Elvanus menyerahkan secara simbolis bantuan kapal ini
04:18yang diterima langsung Bupati Talaut Welitita dan Bupati Sangihe Mikael Tungari.
04:24Perhatan-perhatan emergensi ada di situ, bahkan bisa untuk membantu operasi,
04:33kemudian ibu-ibu yang melahirkan, ya, kan perlu waktu, ini bisa diserahkan di situ.
04:39Di samping insiden-insiden kesehatan yang lain, misalnya ada bencana tenggelam atau bencana-bencana yang lain,
04:52ada yang sakit, memerlukan perawatan segera, mungkin jantung atau apapun juga,
04:58nah ini sangat bermanfaat. Perawatan-perawatan juga lengkap dan juga di situ.
05:01Ini bagian yang tak terpisahkan dari program kami untuk NKRI.
05:10Itu dana pesakat, infak, dan sedekah, dan dana sosial keagaman yang lain,
05:17kami gunakan dalam rangka untuk mem-take-up daerah perbatasan,
05:22sebisa mungkin walaupun kecil, tetapi untuk mempersatukan negara kesatuan Republik Indonesia.
05:27Dan yang ketiga tentu saja ini adalah dalam rangka untuk ikut sedikit membantu program pemerintah Astajita.
05:37Bupati Kepulauan Sangihe Mikhail Tungari mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran fasilitas kapal layanan kesehatan bergerak,
05:44di mana kapal ini akan membawa harapan besar bagi warga, kepulauan, dan pesisir
05:49yang karena letak geografisnya seringkali terbatas mendapatkan layanan kesehatan yang cepat.
05:54Kita prioritaskan ini layanan SOS dan kemudian layanan kepulauan di kecamatan Marore dan Tatoare.
06:01Karena dua kecamatan ini adalah kecamatan yang terjauh dari kita di pusat kota,
06:06yang membutuhkan waktu hampir satu hari kalau dengan kapal perintis.
06:11Jadi kalau ada kasus kegawat duratan, kemudian kasus ibu hamil yang misalnya sudah terlambat melahirkan,
06:17kapal ini bisa beroperasi juga sebagai tempat untuk perselinan.
06:22Sehingga kematian angka ibu hamil, kemudian bayi, kegawat durutan, bahkan bencana bisa kita minimalisir ke depan.
06:30Selain menerima bantuan kapal, Pemkap Talaut dan Sangihe juga menerima bantuan biaya operasional bahan bakar kapal
06:36senilai 1 miliar rupiah.
06:39Yang demikian singal, Kompas TV Manado, Sulawesi Utara.
06:51Baik dari Manado, kita bergeser ke Ambon. Putri, silakan dengan informasi Anda.
06:56Ya, baik. Terima kasih. Selamat siang, bela dan juga saudara.
07:03Dari Ambon Paluku ada 2 informasi yang akan kami bagikan dalam set dan cerita Nusantara.
07:09Informasi pertama, saudara, siapa saja dari misalnya bisa lahir keindahan.
07:14Sebuah danau yang tertentu akibat longsor, ini menjadi kejahatan wisata yang memisah hati.
07:22Danau yang tersembunyi ini, tribun saudara, dibalik 3 bukit di desa negeri lima
07:30dan menyimpan pesona yang hanya memperjakan mata tetapi juga menenangkan sila.
07:40Terbentuk dari longsor besar yang terjadi pada tahun 2013 silam,
07:45danau waiella kini menjelma menjadi surga tersembunyi di desa negeri lima,
07:51kejamatan Lehitu, Maluku Tengah.
07:55Di api 3 bukit yang menjulang, danau ini menawarkan panorama alam yang memukau
08:01dan udara yang menjegarkan.
08:04Berjarak hanya sekitar 3 km dari jalan utama,
08:08pengunjung bisa mencapai lokasi dengan berjalan kaki atau menunggangi sepeda motor.
08:13Meski belum dikenakan tarif masuk,
08:17biasanya wisatawan akan didampingi warga setempat untuk memastikan keselamatan pengunjung tetap terjaga.
08:26Danau waiella memiliki panjang 1 km lebih dengan lebar ratusan meter,
08:31dan menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar.
08:35Tak heran, banyak pengunjung yang datang tidak hanya sekadar bersuah foto,
08:40tapi juga membawa alat mancing untuk memancing.
08:44Katong memilih tempat ini, karena Katong juga seringnya bosan kapal teritarus,
08:50jadi Katong lebih pilih yang ada gunungnya.
08:54Dengan dan gunung yang menyatu menjadi satu, menurut saya itu sebuah hal yang sangat-sangat indah.
09:01Katong sini datang, demikian tanpa orang,
09:03sangat rekomendasi sekali bagi teman-teman yang penasaran,
09:09yang ingin menikmati keindahan dan ketenangan alam bisa datang ke sini.
09:16Selain itu, di danau ini tersedia rakit dan perahu yang biasa digunakan warga untuk menyeberang ke kebun,
09:24tetapi juga disewakan kepada pengunjung yang ingin mengelilingi danau.
09:30Salah seorang warga mengaku senang jika banyak pengunjung yang datang,
09:34karena tempat wisata ini sudah menjadi ikon desa mereka.
09:38Namun, ia berharap keindahan tempat ini terus dijaga bersama.
09:44Para pengunjung diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
09:52Menjadi salah satu ikon untuk Katong punya negeri juga,
09:56terus bisa dimanfaatkan juga oleh Katong punya negeri sebagai ekonomi kreatif.
10:01Pesan dari Katong selaku warga negeri dan pesan dari Katong selaku anak-anak alam,
10:08bahwa kakak-kakak dong naik di sini, kakak-kakak dong ceca-ceca abang-abang,
10:12dong naik ke sini untuk menikmati alam,
10:14mereka sama-sama jaga akan.
10:17Usahakan sampah yang kakak dong bawah 10 dan turun juga dengan 10,
10:21jangan taruhkan satu sisa di sini.
10:23Di danau ini, meski terasa sedikit panas di siang hari,
10:27namun udara sore hingga pagi hari menjadi sejuk dan menenangkan.
10:33Bagi Anda yang ingin berkunjung dan menikmati momen terbaik,
10:36datanglah saat bulan Purnama dan nikmati pemandangan magis saat cahaya bulan memantul di permukaan danau.
10:43Yahya Lating, Kompas TV, Maluku Tengah, Maluku
10:50Arus wisatawan menuju Banda Neira Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku
11:19terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
11:23Lojakan ini terlihat dari ramainya aktivitas wisata di berbagai lokasi bersejarah
11:28dan destinasi bahari di kepulauan tersebut.
11:32Salah satu magnet utama wisatawan adalah rumah pengasingan Bung Hatta,
11:37proklamator Indonesia yang pernah diasingkan Belanda di Pulau Banda pada masa kolonial.
11:44Rumah bergaya arsitektur Belanda itu kini menjadi situs sejarah hidup
11:48yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
11:53Di rumah ini, wisatawan bisa melihat benda-benda peninggalan Bung Hatta
11:58sewaktu masa pengasingan di Pulau Banda.
12:01Saya dari Sumatera Barat, dari Padang.
12:07Sini apa?
12:09Liburan, kebetulan saya cuti.
12:12Ini ya, tentang semangat seorang Bung Hatta gitu.
12:16Walaupun dia diasingkan, tapi masih bisa persiapkan kemerdekaan Indonesia,
12:24ideologinya, mengembangkan ideologinya dengan banyak hal.
12:34Tak hanya wisata sejarah,
12:37wisatawan juga memadati pantai Pulau Hatta,
12:40surga bawah laut yang menawan dengan air jernih
12:43dan terumbu karang berwarna-warni.
12:46Lokasi ini menjadi favorit para penyelam dan pecinta alam bahari
12:50yang ingin menikmati keindahan laut Banda.
12:54Bagus banget.
12:58Lumbu karangnya bagus.
13:01Ikan-ikannya banyak warna-warni.
13:04Ini mbak dari mana mbak?
13:05Dari Jakarta.
13:06Dari Jakarta.
13:06Udah jalan-jalan kemana aja di Banda?
13:08Sudah ke Pulau Air, ke Lava Flow, Snowflin juga,
13:14terus ke Benteng Belgika,
13:17sama ke rumah pengasinan sukar cahaya,
13:20sama ke liling-liling kota.
13:22Meningkatnya jumlah wisatawan mendorong aktivitas ekonomi lokal.
13:27Pemilik penginapan dan homestay di Banda Neira mengaku
13:30seluruh kamar sudah penuh,
13:32dipesan hingga awal Desember 2025.
13:35Dari rumah pengasingan Bung Hatta yang syarat nilai sejarah
14:00hingga pesona laut Pulau Hatta yang menawan,
14:03Banda Neira menawarkan perpaduan sempurna untuk Anda kunjungi.
14:08Karena di Banda, Anda bisa merasakan perpaduan sempurna
14:12antara perjalanan sejarah dan keindahan bahari.
14:17Immanuel Alfred, Kompas TV, Banda Neira, Maluku Tengah.
14:26Demikian dua cerita kemarin dari Ambon, Maluku.
14:29Kembali ke Studio Bela.
14:30Baik, terima kasih atas laporan Anda,
14:33Jurnalis Kompas TV, Putri Utami dan Yahya Lating dari Ambon, Maluku.
14:37Sebelumnya ada Anatasa Mewo dan Aldi Pasqual dari Manado, Sulawesi Utara.
14:41Selamat bertugas sekali, kembali rekan-rekan.
Komentar