- 5 bulan yang lalu
- #timothyanugerahsaputera
- #mahasiswameninggal
- #universitasudayana
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno merespons kasus dugaan bullying pada mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputera.
Pratikno bilang, urusan kesehatan mental jadi perhatian pemerintah. Dirinya pun menegaskan tidak boleh ada mahasiswa yang melakukan perundungan.
Tewasnya mahasiswa Timothy Anugerah yang terjatuh dari lantai 4 di kampusnya, Universitas Udayana, Denpasar, Bali menuai sorotan publik.
Kematian korban diduga terkait perundungan, meskipun hingga kini masih diselidiki polisi. Bagaimana mengawasi lembaga pendidikan dan menghentikan bullying di kalangan mahasiswa?
Pagi ini kita akan bahas dengan sejumlah narasumber melalui daring, di antaranya Psikolog Forensik Klinis Kasandra Putranto dan Pakar Pendidikan sekaligus Wakil Rektor I Universitas Negeri Surabaya, Martadi.
Baca Juga Kronologi Meninggalnya Timothy Mahasiswa Unud, Polisi Tegaskan Bukan Korban Bullying di https://www.kompas.tv/regional/624340/kronologi-meninggalnya-timothy-mahasiswa-unud-polisi-tegaskan-bukan-korban-bullying
#timothyanugerahsaputera #mahasiswameninggal #universitasudayana
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/624351/kematian-timothy-mahasiswa-unud-diduga-terkait-bullying-bagaimana-hentikan-perundungan-di-kampus
Pratikno bilang, urusan kesehatan mental jadi perhatian pemerintah. Dirinya pun menegaskan tidak boleh ada mahasiswa yang melakukan perundungan.
Tewasnya mahasiswa Timothy Anugerah yang terjatuh dari lantai 4 di kampusnya, Universitas Udayana, Denpasar, Bali menuai sorotan publik.
Kematian korban diduga terkait perundungan, meskipun hingga kini masih diselidiki polisi. Bagaimana mengawasi lembaga pendidikan dan menghentikan bullying di kalangan mahasiswa?
Pagi ini kita akan bahas dengan sejumlah narasumber melalui daring, di antaranya Psikolog Forensik Klinis Kasandra Putranto dan Pakar Pendidikan sekaligus Wakil Rektor I Universitas Negeri Surabaya, Martadi.
Baca Juga Kronologi Meninggalnya Timothy Mahasiswa Unud, Polisi Tegaskan Bukan Korban Bullying di https://www.kompas.tv/regional/624340/kronologi-meninggalnya-timothy-mahasiswa-unud-polisi-tegaskan-bukan-korban-bullying
#timothyanugerahsaputera #mahasiswameninggal #universitasudayana
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/624351/kematian-timothy-mahasiswa-unud-diduga-terkait-bullying-bagaimana-hentikan-perundungan-di-kampus
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih Anda masih bersama kami dalam Sapa Indonesia Pagi.
00:07Saudara Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno merespon kasus dugaan bullying pada mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugrah Saputra.
00:17Pratikno bilang, urusan kesehatan mental jadi perhatian pemerintah.
00:21Dirinya pun menegaskan, tidak boleh ada mahasiswa yang melakukan perundungan.
00:25Pratikno soal bullying yang di Universitas Udayana kan itu menambah kasus sebenarnya, itu gimana sih dari pemerintah?
00:32Ya, kita konsen sekali dengan kesehatan, bukan hanya kalau kesehatan itu kan kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial.
00:40Tiga-tiganya perlu kita kawal.
00:42Ucapan duka cita dan untayan doa atas tewasnya Timothy Anugrah Saputra, mahasiswa Udayana Bali, terus mengalir dari rekan sesama mahasiswa.
00:56Di mata rekannya, sosok Timothy dikenal sebagai pribadi yang baik dan pintar.
01:00Saya merasa turut prihatin kepada dia karena tidak yang seharusnya bisa menyelesaikan itu, tapi dunia tidak terlalu baik kepada Timothy.
01:21Jadi saya berduka untuk berjauh.
01:24Polisi masih terus menyelidiki penyebab pasti kematian Timothy.
01:29Polisi telah memeriksa rekaman kamera CCTV dan 19 saksi mulai dari rekan sesama mahasiswa hingga dosen.
01:37Kalau untuk jatuh terpleset, ya tidak ya, karena kan di sana itu tempat duduk, kemudian ada apa ya, apa namanya, pagar atau balkon ya, begitu tuh.
01:46Jadi lebih memungkinkan itu korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu.
01:55Sementara pihak Universitas Udayana dan Pasar Bali menegaskan kematian Timothy bukan faktor tekanan skripsi.
02:02Pihaknya juga menyebut ucapan nirempati terhadap korban dilakukan setelah kematian almarhum.
02:08Namun pihak kampus akan tetap menindak dan memberi sanksi kepada mahasiswa jika terbukti melakukan perundungan.
02:16Jika ada terjadi kasus perundungan dan juga pelanggaran etika, itu bisa berkaca dari kasus yang sebelumnya adalah dikeluarkan dari universitas jika memang betul-betul.
02:34Pihak Universitas Udayana juga menjatuhkan sanksi berupa pemberian nilai buruk kepada mahasiswa pemberi komentar nirempati.
02:41Pihak kampus juga membentuk satgas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi PPKT guna mengusut kasus ini.
02:51Mahasiswa jurusan Sosiologi Universitas Udayana, Timothy, ditemukan tewas.
02:56Terjatuh dari lantai 4 gedung visib Universitas Udayana dan Pasar, Bali pada 15 Oktober lalu.
03:02Nandang Astika, Kompas TV, Denpasar, Bali
03:06Tewasnya mahasiswa Timothy Anugrah yang terjatuh dari lantai 4 di kampusnya di Universitas Udayana dan Pasar, Bali tentu menuai sorotan publik.
03:21Kematian korban diduga terkait dengan perundungan meskipun hingga kini masih diselidiki polisi.
03:27Lalu bagaimana mengawasi lembaga pendidikan dan menghentikan bullying atau perundungan di kalangan mahasiswa dan juga pelajar?
03:35Pagi ini kita akan membahasnya dengan sejumlah narasumber melalui daring.
03:38Di antaranya ada psikolog forensik klinis, ada Mbak Kassandra Puterantro dan juga ada pakar pendidikan sekaligus wakil rektor 1 Universitas Negeri Surabaya, Pak Martadi.
03:47Selamat pagi Mbak Kassandra dan juga selamat pagi Pak Martadi.
03:52Selamat pagi Mbak Adisti, selamat pagi Mbak Kassandra.
03:55Selamat pagi Pak Martadi.
03:58Ya tentu kita sangat miris sekali dengan yang terjadi dan menimpa dari almarhum Timoti dan juga keluarganya.
04:07Pastinya ini menjadi apa ya bisa dikatakan tekanan berat juga dan kita turut berduka cita apa yang terjadi terhadap Timoti ini.
04:17Nah saya mau ke Pak Martadi dulu. Pak Martadi, Anda melihat kasus tewasnya mahasiswa Universitas Udayana.
04:25Dari kacamata dunia pendidikan. Seperti apa ini sebenarnya fenomena semacam ini?
04:31Perundungan masih terjadi, bullying masih terjadi, apalagi di dunia pendidikan.
04:35Ya tentu yang pertama kita patut menyampaikan duga cita yang mendalam atas meninggalnya anak kita ya Timoti ya mahasiswa semester Nam Udayana yang terjatuh ya jatuh dari lantai empat dan tentu kita harus memberikan empati ya atas kasus ini bukan kemudian kita memberikan sikap yang tidak perspektif terhadap kejadian ini.
05:04Yang kedua kita memang melihat bahwa saat ini di kampus ada potensi bahwa mahasiswa stres kemudian kesehatan mental itu menjadi isu penting yang harus kita perhatikan.
05:21Nah kalau dicermati memang kasusnya bukan karena perundungan saja.
05:27Tetapi ada banyak aspek yang menyebabkan kenapa anak kemudian stres.
05:33Satu memang masalah akademik ya, tekanan tugas-tugas yang begitu banyak, praktikum yang luar biasa padat, kemudian hubungan dengan dosen itu seringkali kemudian membuat mahasiswa ini tertekan ya, berpotensi untuk menjadi stres.
05:52Lalu kemudian juga ada hubungan sosial yang tadi kita sebut ada perundungan, kemudian ada tindak kekerasan antar teman dan sebagainya.
06:03Seringkali mahasiswa kita antar teman itu memberikan tindakan perundungan yang membuat temannya terkucil, kemudian jadi stres dan seterusnya.
06:15Tetapi juga persoalan personal ya, kesehatan diri, pola hidup yang seringkali tidak sehat ya, sering bergadang malam, kemudian ada hubungan dengan teman atau orang dekat yang kemudian bermasalah.
06:30Dan semua itu memang berpotensi untuk menjadi, menyebabkan mahasiswa stres.
06:36Oleh sebab itu memang di kampus perlu ada sistem yang lebih komprehensif ya, yang lebih terstruktur agar deteksi dini terhadap persoalan-persoalan yang dialami mahasiswa itu segera bisa dideteksi lalu segera ada perlakuan.
06:54Tidak, kemudian kasus sudah terjadi baru kemudian kita reaksi.
06:57Oke, jadi selama ini sistem pengawasan dari kampus, dari pengalaman Anda, Pak Mar tadi seperti apa pengawasannya?
07:08Nah selama ini kan sudah ada Permendikbud Ristek Diki ya, nomor 46 tahun 2003 tentang PPKSP.
07:15Jadi setiap perguruan tinggi harus membentuk namanya satgas ya, pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, di lingkungan perguruan tinggi.
07:27Artinya kalau satgas ini sudah dibentuk, kemudian berperan secara maksimal, maka potensi-potensi stres, potensi-potensi terjadinya tindak kekerasan antara mahasiswa itu bisa dideteksi dari awal.
07:43Sehingga tidak kemudian ketahuan setelah mahasiswa itu mengalami stres dan sudah melakukan tindakan yang menimbulkan korban jiwa.
07:52Sesungguhnya itu, Pak Atisya Lelaki.
07:54Oke, kalau dari Mbak Kassandra sendiri, dari perspektif Anda Mbak Kassandra, benarkah salah satu faktornya adalah karena stres, beban tugas kuliah mungkin, kemudian juga ada tekanan juga dari luar, dari hubungan pertemanan.
08:11Apakah ini juga bisa menjadi faktor atau seperti apa Mbak Kassandra melihatnya dari kasus Timoti ini?
08:16Baik, yang jelas tidak hanya pada kasus Timoti, tapi pada kasus banyak orang lain, sebenarnya pada dasarnya stres itu adalah hal yang lazim terjadi pada setiap orang.
08:30Tetapi yang jelas pada kasus ini, tentu saja kita harus menahan diri untuk bisa memberikan pementar karena belum dilakukan otopsi psikologis terhadap pihak bersangkutan.
08:38Dan dari pihak kepolisian pun masih dalam penyelidikan mana yang memang menjadi kemungkinan penyebab dari tindakan ini.
08:46Pada dasarnya adalah bahwa dalam otopsi psikologis tersebut, bisa dilakukan upaya untuk merekonstruksi profil psikologis seseorang semasa hidup.
08:55Dan ini diharapkan nanti bisa menjelaskan dan bisa menggambarkan bagaimana tindakan tersebut terjadi atau akhirnya berakibat kepada tewasnya korban kita ini.
09:06Yang jelas dengan adanya salah satu teknik misalnya perhitungan yang namanya SORC ya.
09:13SORC itu bahwa pada setiap orang itu ada stimulus yang terjadi yang bisa menjadi atau menimbulkan tekanan atau yang kemudian menjadi beban pemikiran.
09:21Salah satunya mungkin saja misalnya stres pendidikan atau skripsi atau segala pun.
09:27Walaupun pada kasus ini sudah disanggah oleh pihak universitas dan kepolisian ya.
09:33Lalu kemudian dari sisi bullying pun demikian bahwa tadi pagi saya dengarkan juga dari kepolisian ada yang sudah menyatakan bahwa bukan bullying yang menyebabkan atau menimbulkan.
09:45Tapi kembali lagi semua harus kita tunggu.
09:46Nah yang berikutnya adalah O. O itu adalah orangnya, organismenya.
09:50Jadi bagaimana seseorang itu menanggapi setiap stres.
09:53Ada situasi-situasi tertentu yang memang menjadi faktor pemicu, penyebab ataupun yang memang mempercepat atau istilahnya precipitating factors ya.
10:02Yang mempercepat sesuatu kondisi akhirnya menjadi lebih parah atau lebih buruk.
10:07Lalu kemudian respons.
10:08Nah respons setiap orang pasti akan berbeda.
10:10Jadi ketika situasi terjadi, orang yang menanggapinya juga punya masalah tertentu dalam hal ini.
10:16Nah sehingga respons itu bisa menjadi berbeda dan akhirnya konsekuensi inilah yang akan terjadi.
10:21Ketika segala sesuatu terjadi tetapi tidak ada tindakan.
10:25Tadi Pak Amar tadi sudah menyebutkan ketika ada sebuah stres lalu kemudian mungkin tidak tertangani dengan baik.
10:29Karena masalah kesehatan mental seringkali tidak terlihat.
10:33Berbeda dengan luka-luka yang lain, luka dan lain sebagainya bisa mudah terlihat.
10:38Tetapi sesuatu yang sebetulnya psikologis ini memang agak sulit.
10:40Ini alasan memang mengapa kami para psikolog klinis dan terutama juga psikolog forensik berusaha untuk selalu mengedepankan tentang pentingnya kesehatan mental.
10:50Yang tentu saja penting untuk melakukan deteksi dini agar bisa menghindari hal-hal seperti ini.
10:54Oke, saya tertarik juga dengan otopsi psikologi.
10:58Nah nanti siapa saja yang diperiksa untuk menggali soal background apa yang menjadi faktor kemudian Timothy ini diduga meninggal dunia.
11:10Termasuk juga yang kemarin ramai adalah soal respon.
11:14Respon dari teman-teman Timothy sesama satu kampus mereka yang saya cukup miris.
11:22Sebegitu nir etika, nir empati. Apakah ini juga bisa menjadi salah satu bukti bahwa memang Timothy ini korban dari perundungan?
11:32Siap.
11:33Ya Pak Sandra.
11:34Baik, yang jelas adalah otopsi psikologis di dalam pemeriksaan psikologi forensik itu adalah memang salah satu kompetensi psikolog forensik yang diuji dalam uji kompetensi.
11:43Nah, apa saja yang menjadi bahan-bahan analisa segala bentuk data kolateral yang memang bisa tersedia.
11:51Mulai dari visum, lalu kemudian pemeriksaan terhadap saksi, pemeriksaan terhadap keluarga, pemeriksaan terhadap data-data mungkin bukti digital,
11:59ataupun mungkin keterangan orang-orang terdekat, lalu kemudian siapapun yang misalnya bisa memberikan keterangan yang pada hari itu,
12:09atau beberapa hari sebelum kejadian, ataupun dari masa kecil sekalipun.
12:12Jadi semua data itu tentu akan diolah bersama dan akhirnya bisa menghasilkan hasil otopsi psikologis tersebut.
12:19Nah, kemudian apakah sebuah tindak atau respons bullying itu terjadi sebelum atau sesudah atau selama, itu tentu harus dibuktikan.
12:28Yang jelas apakah tindakan tersebut memang disebabkan karena bullying, atau apakah bullying ini terjadi setelahnya,
12:36tentu saja itu yang nanti akan menunggu hasil dari pemeriksaan dari kepolisian.
12:42Dan apabila memang itu terjadi ya, tentu saja saya berharap tidak hanya universitas yang terkait pada saat ini,
12:50tetapi juga seluruh universitas bahkan seluruh Indonesia harus berbenah diri untuk bisa menghindarkan hal ini untuk tidak terjadi lagi.
12:57Oke, Mbak Kassandra ini apakah ada tanda-tanda umum yang sebenarnya bisa kita kenali begitu ya,
13:04keluarga dalam lingkup yang paling dekat, kemudian sahabat, bahwa seseorang ini sedang atau jadi korban bullying atau korban perundungan, Mbak Kassandra?
13:17Baik, yang jelas mohon izin saya agak mendahului dari pemeriksaan kepolisian ya,
13:22bahwa kemarin sudah kita ketahui dari bukti-bukti digitalnya misalnya, tetapi tentu saja bukti digital ini harus diperiksa apakah memang benar ditulis oleh yang bersambutan,
13:31apakah memang ada beberapa kali dan lain sebagainya, nah ini ya, tetapi ini justru adalah objek dari pemeriksaan itu sendiri.
13:39Apakah memang ada keinginan untuk berteman gitu ya, bahwa bullying yang tadi kita ketahui setelah kematian adalah bullying secara verbal,
13:48yang dituliskan secara teks, tapi apakah sebelumnya ada juga bullying secara sosial,
13:54jadi menghilangkan, tidak ingin berteman, dan lain sebagainya, nah ini yang justru harus dicari,
13:59dan dibuktikan bahwa apabila memang itu terjadi, ya berarti memang ada bullying gitu,
14:05dan bullying ini memang terkait dengan tindakan atau menghilangkan nyawa diri sendiri ini tadi gitu,
14:11tetapi kembali lagi apabila ditemukan bukti-bukti lain, ya apakah misalnya memang tadi ada istilah stimulusnya,
14:18ada situasinya, kemudian apakah ada orangnya, apakah dari sisi Timothy sendiri memang ada karakteristik-karakteristik khusus
14:25yang memang membuatnya menjadi sangat rentan ya, jadi apabila memang ada depresi atau tidak,
14:31atau mungkin ada keterbatasan kapasitas sosial, dan lain sebagainya,
14:36karena itu semua yang harus dianalisa, lalu kemudian dibuktikan memang ada korelasi antara stimulus,
14:45kemudian karakter organismanya, orangnya, lalu kemudian respon dirinya sendiri,
14:51dan respon orang-orang sekitarnya, yang akhirnya menghasilkan adanya kejadian ini.
14:56Oke, saya ke Pak Martadi.
14:58Pak Martadi, bagaimana kemudian peran kampus bisa dilakukan di kasus ini?
15:03Karena kita tahu lingkungan kampus yang seharusnya jadi tempat intelektual dan juga terbuka,
15:09apakah ini juga ada kaitannya soal senioritas atau sistem organisasi kemahasiswaan
15:15yang kemudian juga harus dikontrol, atau seperti apa?
15:18Ya, jadi sekali lagi kan di kasus Timothy, proses tim Satgas sedang melakukan pendalaman ya,
15:26terhadap kasus ini, agar kemudian betul-betul bisa diketahui apa penyebab ya,
15:32adik kita, Timothy, kemudian melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri.
15:39Nah, oleh sebab itu, kampus memang kemudian, satu, harus proaktif betul ya,
15:46segera menuntaskan, melakukan penelusuran, agar masalah ini kemudian tidak berkembang kemana-mana.
15:52Hanya menduga-nduga, tadi kita mendengarkan apa yang disampaikan oleh Mbak Kassandra,
15:57ini kan belum clear betul sesungguhnya penyebabnya apa.
16:00Itu yang pertama.
16:01Yang kedua, regulasi sudah clear.
16:04Kita ada regulasi Permendidik Butristek di nomor 46 tahun 2003,
16:10tentang pencegahan ya, tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan.
16:14Maka sudah tidak boleh lagi terjadi tindakan itu di lingkungan kampus.
16:20Kalau ada, maka harus ada tindakan tegas untuk itu.
16:25Dan tim Satgas ini tidak hanya harus di level perguruan tinggi,
16:29tetapi harus sampai di level fakultas, di level prodi,
16:33sehingga berbagai persoalan yang terjadi di lapangan itu bisa langsung terdeteksi.
16:39Sehingga tidak lagi ada kasus-kasus mahasiswa yang butuh pendampingan,
16:44kemudian mereka tidak terdampingi dan akhirnya berakibat fatal.
16:49Kemudian yang ketiga, mitigasi persoalan harus clear.
16:53Mitigasi ini tidak cukup hanya melibatkan mahasiswa dan dosen BK,
16:58tetapi juga harus melibatkan orang tua, teman sebaya,
17:02sehingga berbagai potensi persoalan yang dialami mahasiswa
17:06segera dilakukan penanganan secara baik oleh lembaga.
17:11Ruang-ruang aktualisasi menjadi penting,
17:13unit kegiatan, ruang berkesenian, ruang olahraga,
17:17ruang apapun agar mahasiswa kemudian bisa menyalurkan potensi,
17:23energi ke hal-hal yang lebih positif.
17:26Saya setuju yang disampaikan oleh Mbak Kassandra tadi,
17:29seringkali memang kesehatan mental ini tidak nampak begitu saja.
17:32Kami juga pernah mengalami ada mahasiswa ini baik-baik saja,
17:36dengan teman-temannya juga baik, prestasi akademiknya juga baik,
17:40tapi ternyata dia melakukan hal yang sangat fatal.
17:43Kenapa?
17:44Ternyata memang ada problem yang selama ini tidak terungkap,
17:47dan itu baru terungkap ketika kejadian sudah fatal.
17:51Ini saya pikir menjadi penting sekali jumlah mahasiswa kita besar,
17:55kita harus memastikan setiap mahasiswa sehat secara fisik dan mental,
18:00oleh sebab itu infrastruktur, suprasistem lembaga itu harus menyiapkan
18:07dan siap untuk melakukan mitigasi dan penanganan terhadap kasus-kasus
18:12kesehatan mental di lingkungan mahasiswa.
18:15Oke, termasuk juga soal sanksi yang diberikan terhadap rekan-rekan Timothy
18:20yang kemudian juga memberikan pernyataan yang nir empati dan juga nir etika,
18:26hanya di nilai D, diberikan sanksi nilai D, terus kemudian drop out di koas, begitu.
18:32Apakah perlu ada tindakan yang lebih tegas dari ini?
18:35Apalagi kasus Timothy ini sudah jadi atensi dan perhatian sorotan publik?
18:41Ya, tentu pasti di perguruan tinggi akan punya Dewan Etik ya,
18:45Dewan Etik Akademik yang akan melakukan penelusuran dan pendalaman
18:49terhadap apa yang dilakukan oleh temannya yang nir empati.
18:53Apakah ini hanya dilakukan setelah kasus ini terjadi?
18:58Apakah sesungguhnya ini juga dilakukan yang bersangkutan sebelum juga kasus ini terjadi?
19:04Kalau tak memang dilakukan sebelum dan setelah,
19:08maka menurut saya memang harus ada tindakan yang lebih tegas kepada yang bersangkutan.
19:13Karena ini kalau sebelumnya kan artinya sampai menyebabkan korban jiwa kepada yang bersangkutan.
19:19Tapi kalau ini hanya dilakukan hanya bersifat bullying setelah kejadian kasus,
19:27maka juga akan dilihat tingkat kesalahan yang dilakukan oleh si mahasiswa,
19:33lalu kemudian tim Etik akan segera mengambil langkah tegas,
19:37apakah mulai hanya penurunan,
19:39kemudian sampai, kemudian melepas dari koasnya,
19:44atau sampai harus DU.
19:45Saya pikir ini nanti perguruan tinggi sudah punya mekanisme
19:49untuk mengambil keputusan terkait sanksi yang tegas dan proporsional.
19:56Oke, termasuk juga apakah perlu dibentuk sistem pelaporan bullying
19:59yang kemudian lebih aman dan juga anonim di kampus
20:01untuk mencegah perlakuan bullying perundungan ini tidak terulang lagi?
20:07Sangat perlu Mbak Disti,
20:09karena seringkali korban-korban bullying tidak akan berani menyampaikan secara terserang,
20:15bahkan menampakkan,
20:16bahkan dengan teman terdekat pun kadang-kadang mereka tidak muncul,
20:21karena ketika dia dibulling pasti ada tekanan, ada ancaman.
20:25Oleh sebab itu memang perlu ada ruang-ruang yang bisa memastikan
20:29setiap anak yang mengalami bullying itu bisa melaporkan,
20:35bisa nyaman, dan tidak terancam.
20:37Saya pikir ini setiap perguruan tinggi sudah memiliki kanal itu,
20:42dan itu sangat private.
20:44Kemudian mereka juga dijamin keselamatan dan kerahasiaannya,
20:48sehingga ketika mereka mengalami bullying,
20:51yang akan dilakukan tindakan bukan korban saja,
20:55tapi pelaku yang melakukan bullying biasanya di kampus,
20:58juga akan dilakukan tindakan pendekatan,
21:01dan kemudian sanksi, dan seterusnya.
21:05Oke, Mbak Kassandra,
21:06Mbak Kassandra, apakah dari dugaan sementara,
21:09dari perspektif Anda,
21:11Mbak Kassandra,
21:12kasus Timoti ini kuat dugaan mengarah kepada aksi perundungan,
21:17atau ya tadi,
21:18karena memang korban bullying,
21:20kalau dari kacamata Anda?
21:21Kita tidak bisa mengambil kesimpulan sependek itu,
21:26jadi harus menunggu hasil pemeriksaan,
21:29terutama dengan data-data yang tentu saja diperoleh tadi,
21:32mungkin ada CCTV, ada saksi,
21:34ada orang-orang terdekat dari keluarga,
21:36dan lain sebagainya.
21:38Ini yang justru harus dibuktikan,
21:39apakah memang ada bullying sebelumnya,
21:41atau bullying hanya terjadi setelahnya,
21:43atau mungkin ada hal lain yang memang menyebabkan,
21:45atau menjadi faktor penyebab dan pemicu dari tindakan ini.
21:49Oke, apa yang kemudian bisa dilakukan oleh orang-orang terdekat,
21:53di lingkungan terdekat,
21:54tidak hanya soal dari kasus Timoti,
21:57tapi kemudian bagi orang-orang korban perundungan,
22:00apa yang bisa dilakukan orang terdekat,
22:02jika mengetahui bahwa orang terdekatnya ini,
22:04sepertinya kok ya menjadi korban perundungan,
22:08apa yang bisa dilakukan?
22:08Yang jelas gerakan untuk anti perundungan itu sudah sangat jelas digaungkan dimanapun,
22:14baik di tingkat perguruan tinggi, sekolah,
22:18ataupun di masyarakat, bahkan juga di dalam rumah tangga.
22:20Nah, yang jelas tentu saja harus ada pendampingan,
22:24dan laporan harus ditangani dengan profesional,
22:28sesuai dengan kondisi yang bersangkutan.
22:31Nah, pada saat ini yang saya lihat juga adalah bagaimana netizen itu ikut membantu
22:38untuk membuat atau membuat kasus-kasus ini menjadi lebih terdengar,
22:44atau bisa menjadi lebih berjalan, dan lain sebagainya.
22:47Tapi yang jelas sudah ada lembaga-lembaga yang juga ikut berperan dalam hal ini.
22:53Yang jelas laporan tentu tidak hanya disampaikan kepada Satgas,
22:57lalu kemudian juga ada proses yang mengikuti atau memberikan perlindungan,
23:03dan terutama juga terhadap korban dan terhadap pelaku.
23:06Dan yang berikutnya adalah penegakan hukum tentu saja.
23:09Nah, jadi bagaimana masyarakat juga harus paham bahwa bullying,
23:13kekerasan segala bentuk tidak bisa diterima,
23:16dan tentu saja ada konsekuensi-konsekuensinya yang akan ditanggung oleh para pelaku.
23:21Terakhir, Mbak Kassandra, evaluasi yang bisa diberikan di lembaga pendidikan
23:26agar kasus perundungan semacam ini tidak lagi terjadi.
23:31Tentu kita berharap ini menjadi kasus yang terakhir ya, Mbak Kassandra.
23:35Betul, yang jelas tentu mencegah lebih baik daripada mengobati.
23:39Jadi yang jelas tentu saja sekarang kita semua harus meningkatkan kembali,
23:43karena sejak turunnya Permendik Butristi tentang anti kekerasan tersebut,
23:48dan sudah disikapi dengan baik untuk membentukkan Satgas,
23:51tetapi tentu saja kembali lagi bahwa di dalam prosesnya sekali lagi ketika
23:56mungkin laporan tidak disampaikan, mungkin proses penanganannya mungkin akhirnya menjadi tidak maksimal,
24:01dan lain sebagainya.
24:02Nah, sekarang ini adalah satu-satunya kesempatan untuk bisa meningkatkan kembali,
24:07dan yang jelas tentu saja harus ada proses deteksi dini.
24:11Dan bagaimana perhatian terhadap kesehatan mental itu bisa menjadi lebih tinggi saat ini,
24:18karena ini juga terkait dengan kondisi ketidaksehatan mental masyarakat Indonesia,
24:23yang tadi kita sampaikan sebagai karakter seseorang yang dalam menghadapi situasi-situasi yang sulit,
24:29nah tentu saja ini harus kita tingkatkan.
24:31Oke, terakhir poin kritis Anda terkait dengan kesehatan mental,
24:36tidak hanya di lembaga pendidikan, tapi secara umum,
24:39supaya praktik-praktik atau aksi-aksi perundungan ini tidak lagi terjadi?
24:45Ya, yang jelas mungkin kita juga perlu adanya hotline ya,
24:49karena ketika semua mekanisme sudah dijalankan,
24:53tapi mungkin juga ada kesulitan,
24:55karena yang saya ketahui juga pada banyak kasus ketika muncul sebuah laporan,
25:01lalu kemudian yang lainnya bisa lebih galak gitu ya,
25:04jadi akhirnya ada kesulitan.
25:06Nah, di sini tentu penting adanya team assessment untuk menilai,
25:10dan mediasi itu tidak sekedar hanya untuk damai begitu.
25:14Tetap harus ada memastikan bahwa sebuah tindakan itu tidak dilakukan lagi,
25:18lalu kemudian juga jangan sampai luka psikologis yang muncul itu tidak tertangani dengan baik.
25:25Nah, dalam hal ini adanya hotline yang sehingga harus ada perhatian terhadap pengawasan
25:32dari pelaku-pelaku atau orang-orang yang bertanggung jawab terhadap penerimaan laporan,
25:37penanganan laporan, dan yang paling penting adalah bahwa korban harus ditangani dengan baik.
25:40Oke, stop perundungan dari sekarang, ini benar-benar harus dihentikan sekarang juga.
25:47Terakhir, Pak Martandi, poin kritis Anda seperti apa yang ingin Anda sampaikan terkait dengan kasus ini?
25:53Ya, kasus ini adalah menjadi salah satu refleksi penting buat dunia pendidikan.
26:00Dunia pendidikan adalah dunia yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan memuliakan manusia.
26:08Oleh sebab itu, tindakan-tindakan semanyam ini tidak boleh terjadi lagi di dunia pendidikan.
26:13Dan kita perlu lebih proaktif untuk menyiapkan, mendampingi para mahasiswa
26:21agar potensi kesehatan mental yang terjadi di mahasiswa segera bisa terdeteksi dari awal,
26:29lalu segera tertangani dengan baik.
26:31Kita tidak boleh lagi juga menoleransi tindakan-tindakan perundungan, kekerasan, bullying di kampus.
26:39Karena ini adalah lembaga pendidikan, lembaga yang mengedepankan nilai-nilai etik dan nilai-nilai yang baik.
26:47Saya pikir ini menjadi bahan refleksi kita semua, menjadi bahan untuk kita melakukan,
26:53mengevaluasi kembali berbagai program yang selama ini sudah kita lakukan,
26:58sehingga ke depan menjadi pelajaran penting buat perguruan tinggi lain,
27:02dan kita harus memastikan ke depan tidak lagi terjadi kasus-kasus semacam ini
27:07dimanapun lembaga pendidikan berada.
27:10Saya kira itu, Mbak Adistik.
27:11Oke, termasuk juga sanksi tegas bagi pelaku bullying ya, itu yang penting juga supaya memberikan efek jerah.
27:17Terima kasih pakar pendidikan sekaligus wakil rektor satu Universitas Negeri Surabaya, Pak Martani,
27:21dan juga ada psikolog forensik klinis, Mbak Sandra Putranto juga telah memberikan perspektifnya kepada kami semua.
27:27Terima kasih, Assalamualaikum, sehat selalu, selamat pagi.
27:30Selamat pagi semuanya.
Komentar