Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan arahan terkait pengendalian inflasi untuk pemerintah daerah.

Purbaya berjanji menaikkan dana transfer ke daerah atau TKD apabila pemerintah daerah memperbaiki kualitas belanja.

Hal itu disampaikan Purbaya saat rapat koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di kantor Kemendagri, Jakarta, pada Senin (20/10/2025).

"Sebenarnya saya mau aja menaikkan cuma pemimpin di atas ragu dengan kebijakan itu karena mereka bilang sering diselewengkan uang di daerah. Jadi saya minta ke para gubernur itu perbaiki dulu tata kelola dan penyerapan uang daerah," ujar Purbaya.

Baca Juga Depan Mendagri, Menkeu Purbaya Wanti-Wanti Pemda Belanjakan Uang: Nanti Ada Audit di https://www.kompas.tv/nasional/624117/depan-mendagri-menkeu-purbaya-wanti-wanti-pemda-belanjakan-uang-nanti-ada-audit

#purbayayudhisadewa #titokarnavian #inflasi #breakingnews #menkeu #mendagri

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila Randita


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/624119/full-arahan-menkeu-purbaya-ke-seluruh-pemda-soal-pengendalian-inflasi-hingga-tkd
Transkrip
00:00Shalom, Om Swastiastu, Nama Budaya, Salam Kebajikan, Rahayu.
00:06Yang saya hormati Bapak Menteri Dalam Negeri dan Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri,
00:11Kepala BPS, serta para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di seluruh Indonesia.
00:18Terima kasih sudah hadir pagi-pagi ini.
00:21Saya tahu hari Senin hari yang paling berat buat banyak orang.
00:26Makanya di dulu pernah ada lagu, Pak.
00:27I don't like Monday.
00:30Ya, presentasi dari Pak Mendagri amat detail dan mendalam.
00:36Sebenarnya saya ingin nanya tadi, tapi enggak tahu nih, boleh nanya enggak.
00:40Sebelum saya ngomong, saya tanya dulu ya, Pak.
00:42Itu kalau anggaran daerah, boleh defisit atau surplus atau enggak?
00:47Atau harus balance setiap tahun?
00:51Umumnya kita targetnya, Pak, mereka harus surplus, Pak, targetnya.
00:56Supaya ada cadangan.
00:57Dan kemudian, kalau seandainya mereka defisit, maka enggak mau enggak harus ngambil dari siripa atau ngutang, Pak.
01:07Dan banyak, ada beberapa daerah yang ngutang.
01:09Termasuk ngutang ke keuntungan keuangan melalui PT SMI, Sarana Multi Infrastruktur.
01:16Saya kira dirjen perimbangan pahamnya.
01:20Target semuanya kita harapkan surplus, supaya pendapatannya lebih banyak daripada belanja.
01:25Mungkin, Pak.
01:26Pak Sekolani, kalau surplus uangnya boleh kita ambil enggak?
01:29Sebenarnya lebih diarahkan mereka untuk mempus belanjanya, Pak Menteri.
01:48Habisin, harus dihabisin.
01:49Ya, bisa juga untuk simpanan seperti kita, Pak.
01:52Tapi mungkin jumlahnya terbatas, jadi jangan terlalu tinggi.
01:54Kalau kayak Bonjonegoro ada sekian triliun yang enggak dipakai, tiga triliun lebih enggak dipakai di akhir tahun, Anda mau ngapain?
02:02Kita dorong supaya bisa digunakan tahun depan, Pak, di awal tahun, Pak Menteri.
02:07Untuk belanja.
02:08Kalau enggak bisa juga, Anda mau ngapain?
02:12Jadi, Pak Mengel?
02:14Jadi, saya tanya gitu, Pak.
02:16Supaya Bonjonegoro, kan di sana banyak ada Exxon ya, kalau Exxon Mobile kan?
02:20Ya, makmurkanlah penduduk di situ, biar itu, Pak.
02:25Kalau pemda, tujuannya bukan untuk nabung, seperti ya sih, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
02:31Mungkin saya langsung aja, Pak, ke materi yang saya akan paparkan pagi ini.
02:39Bapak-Ibu hadirin yang saya hormati, saya sedikit bahas kondisi ekonomi terkini ya.
02:44Pertumbuhan ekonomi kita stabil di 5,12 persen di kuara tal ke-2 tahun ini,
02:51dan itu termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara G20.
02:57Dari sisi harga, inflasi juga terkendali di 2,65 persen, bahkan terendah di antara negara G20.
03:05Ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga,
03:08sementara pertumbuhan ekonomi tetap jalan.
03:11Defisit APBN aman di 1,56 persen dari PDB, jauh di bawah batas 3 persen.
03:19Ini bukti disiplin fiskal tetap kuat,
03:23tapi kita juga punya ruang untuk mendorong ekonomi kalau diperlukan.
03:29Meraca perdagangan naik 45,8 persen sepanjang Januari sampai September,
03:33dan surplus ini bertahan 64 bulan berturut-turut.
03:37Tingkat pengangguran turun ke 4,76 persen,
03:42kemiskinan turun ke 8,47 persen.
03:46Ini adalah angka terendah sejak krisis 98,
03:49bahkan terendah sepanjang sejarah.
03:53Tapi kita mesti waspada, Pak.
03:55Kalau pertumbuhan kita tidak merata dan lambat,
04:00walaupun angka kemiskinannya rendah,
04:02tetap saja orang turun ke jalan, Pak, seperti beberapa bulan yang lalu.
04:06Di pasar keuangan, IHSG sempat menembus rekor 8.257,
04:12dan yield SBN 10 tahun turun ke 5,91 persen.
04:17Ini adalah terendah sejak 2021.
04:20Jadi untuk pemerintah ini menguntungkan,
04:22karena sekarang bunganya rendah kalau kita terbitkan obligasi atau surat utang baru.
04:28Semua ini menunjukkan satu hal,
04:30ekonomi Indonesia sehat, stabil, dan dipercaya pasar.
04:35Sekarang tinggal bagaimana kita menjaga momentumnya
04:38sambil memastikan pertumbuhan ini terasa sampai ke bawah.
04:41Untuk sampai ke bawah, peran pemda daerah tingkat 1 dan daerah tingkat 2
04:48itu lebih kuat dibanding peran pemerintah pusat.
04:52Jadi kalau ada uang dibelanjakan saja sesuai dengan desain APBN-nya.
04:57Kalau kita lihat, perekonomian daerah masih tumbuh positif,
05:01tapi masing-masing wilayah punya tantangan dan karakter tersendiri.
05:06Polo Jawa tetap jadi kontributor utama
05:10dengan pangsa 56,9 persen terhadap ekonomi nasional
05:15dan tumbuh 5,2 persen.
05:20Ini Pak Tito yang mesti kita ubah, Pak.
05:22Ini kan orang menurutnya Jawa sentris kalau gini kan.
05:25Jadi pangsanya tetap saja 56 persen.
05:28Ini coba digeser bertahun-tahun tapi enggak bisa.
05:32Jadi nanti kalau daerah-daerah yang punya dana lebih,
05:34coba digalakkan pertumbuhannya di sana
05:37atau daerah-daerah yang punya potensi bisa tumbuh kencang,
05:41coba didesain tumbuhnya lebih cepat lagi.
05:44Kalau enggak kita akan seperti ini terus, Pak.
05:46Jawa sentris, seolah-olah.
05:50Nanti kalau tidak apa-apa daerah akan protes ke pusat.
05:53Tapi di kedepan akan kita usahakan terus
05:56penguatan pertumbuhan di luar Jawa.
06:00Di Jawa, hampir separuh ekonomi bergerak
06:06di sektor pengolahan yang masih solid.
06:11Sumatera dan Kalimantan tumbuh dari pertanian dan perdagangan.
06:15Tapi ke depan, dua wilayah ini harus terus diperkuat
06:17supaya pertumbuhannya lebih merata
06:19dan tidak bergantung pada komoditas saja.
06:23Jadi untuk daerah-daerah yang punya uang banyak
06:28karena komoditas,
06:29coba mulai pikir pelan-pelan diversifikasi
06:32ke arah yang bukan komoditas saja.
06:34Nanti kalau komoditasnya habis,
06:36Anda punya sumber pendapatan baru.
06:38Jadi harus berani invest jangka panjang.
06:41Uangnya jangan dianggurin.
06:42Kalau punya uang banyak,
06:44mulailah invest di industri dan lain-lain.
06:46Utamanya di sumber daya manusia di daerah itu.
06:48Sulawesi tumbuh paling tinggi di tumpang hilirisasi industri.
06:53Dan ini bukti nyata buat strategi nilai tambah
06:56di daerah memang berhasil.
06:59Tinggal dijaga supaya pertumbuhannya berkelanjutan.
07:02Sulawesi ini sudah puluhan tahun tumbuhnya di atas 7% terus.
07:06Jadi ini harus ditiru oleh daerah-daerah lain.
07:09Maluku, Papua, dan Bali Nusa Tenggara juga mulai bangkit
07:13masing-masing dari industri pengolahan dan pariwisata.
07:18Tapi ingin saya tekankan,
07:20berbagai risiko harus tetap diantisipasi.
07:23Berbagai risiko harus tetap diantisipasi.
07:26Karena itu,
07:27Pemda perlu terus menstimulasi perekonomian di daerahnya
07:30lewat belanja yang cepat, tepat, dan produktif.
07:35Next.
07:36Bapak-Ibu hadirin yang saya banggakan.
07:41Secara umum,
07:42inflasi di daerah masih dalam tren terkendali.
07:45Dari 38 provinsi,
07:4737 antaranya mencatat inflasi positif.
07:51Hanya Maluku Utara yang mengalami sedikit deflasi.
07:54Kalau kita lihat,
07:5825 provinsi sudah berada dalam kentang target nasional,
08:01artinya pengendalian harga di daerah berjalan cukup baik.
08:06Saya ingin cerita sedikit kenapa inflasi itu penting.
08:08Yang pertama,
08:11inflasi itu bisa menjaga stabilitas sosial politik.
08:17Jadi salah satu rahasia kenapa Pak Harto bisa bertahan 32 tahun adalah
08:20beliau bisa menjaga stabilitas harga beras utamanya.
08:26Yang lain akan ikut harga beras.
08:28Jadi inflasi ini amat penting sekali
08:29juga untuk meninggalkan popularitas pemimpin daerah.
08:35Kalau di daerah ini harganya tidak terkendali,
08:37pasti nanti ke depannya kalau ada pemilu tidak terkendali lagi.
08:40Kalau bapak-bapak ibu bisa menjaga harga di daerah,
08:43hampir pasti bisa terkendali lagi
08:45tanpa embel-embel yang lain.
08:48Jadi perut masih merupakan alat politik utama di Indonesia.
08:53Itu yang pertama.
08:55Yang kedua,
08:56kenapa dulu kita ayo desain TPID dan TPI
08:59tim pengelolaan inflasi pusat Pak?
09:02Karena waktu itu kan
09:03Bank Sentra sama pemerintah terpisahkan.
09:07Bank Sentra kebijakannya adalah
09:09inflation targeting regime.
09:11Jadi bunga dikendalikan sesuai dengan inflasi
09:14atau bunga untuk mengendalikan inflasi.
09:17Biasanya sih bunganya berapa persen di atas inflasi.
09:21Jadi kalau inflasinya misalnya 7,
09:24dia bunga acuannya bisa 8 atau lebih sedikit.
09:26Itu bunga acuan.
09:28Bunga pinjamannya lebih tinggi lagi.
09:30Jadi waktu itu ditargetan mengendalikan inflasi serendah mungkin
09:33supaya BI bisa menurunkan bunga ke level rendah.
09:37Akibatnya bunga pinjaman harusnya pelan-pelan turun juga.
09:42Itu akan mendorong perekonomian.
09:43Kenapa?
09:44Karena pemerintah waktu itu tidak bisa mengendalikan Bank Sentral.
09:48Jadi cara kita mengendalikan Bank Sentral adalah
09:51mengendalikan inflasi ini.
09:52Kalau inflasi bisa terus-terusan 2,5
09:55BI harus dipaksa pelan-pelan
09:57dan akan bisa dipaksa menurunkan bunga acuannya ke 3,5
10:00harusnya bunga pinjaman juga turun mungkin ke 7
10:04atau lebih rendah lagi.
10:07Kalau itu yang terjadi maka
10:08ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi
10:12atau paling tidak bisa bersaing dengan negara lain
10:14karena di Malaysia bunga pinjaman paling 5%.
10:17Kalau di sini ketinggian ya perusahaan kita kalah bersaing.
10:20Jadi di sini pentingnya pengendalian inflasi.
10:24Selain tadi harga, perut, dan lain-lain
10:26tapi kita ingin meningkatkan daya saing ekonomi kita
10:30dibanding dengan ekonomi negara-negara tetangga kita.
10:34Jadi TPID itu seperti tidak penting
10:36tapi sebenarnya amat penting sekali.
10:41Keterjangguan harga di berbagai wilayah juga membaik
10:43karena pasukan lancar dan distribusi antar daerah semakin efisien.
10:48Kerjasama perdagangan antar daerah terbukti
10:50jadi sefaktor penting.
10:52Daerah yang aktif membangun jaringan pasukan lintas wilayah
10:56inflasinya jauh lebih stabil.
11:00Tapi kita tidak boleh lengah.
11:03Tekanan harga pangan dan energi
11:04bisa datang kapan saja
11:06terutama menjelang akhir tahun
11:09atau musim tanam baru.
11:11Karena itu,
11:12sinergi antara TPIP dan TPID
11:15harus terus diperkuat.
11:16Kita perlu kebijakan yang terukur dan responsif.
11:20Bukan hanya menjaga harga
11:22tapi juga memastikan ketersediaan barang
11:25dan kelancaran distribusi.
11:28Jadi tugas kita sekarang bukan hanya
11:30menahan inflasi tetap rendah
11:32tetapi juga menjaga stabilitas harga
11:36dan pasokan secara berkelanjutan.
11:39Bapak-Ibu hadirin yang saya hormati
11:43realisasi transfer ke daerah tahun 2025
11:47seperti disebutkan oleh Pak Tito tadi
11:50meningkat dan mencapai
11:53mencapai 644,9 triliun rupiah
11:58atau sekitar 74,2 persen dari pagu.
12:02Ini artinya,
12:04dana yang dialokasikan pusat untuk daerah
12:06sudah tersedia dan siap digunakan
12:09untuk mendukung pembangunan
12:11di masing-masing wilayah.
12:14Kalau kita lihat lebih rinci,
12:16realisasi dana bagi hasil
12:17naik cukup signifikan
12:19terutama karena adanya pembayaran
12:22kurang bayar DBH sebesar
12:24Rp18,5 triliun rupiah
12:26serta perubahan kebijakan penyaluran
12:28yang memperkuat posisi kas daerah.
12:32Sementara itu,
12:34realisasi dana alokasi umum
12:37sedikit lebih rendah
12:39karena beberapa daerah
12:41belum mengajukan rencana pembayaran
12:44DAU atau gaji PPPK.
12:47Di sisi lain,
12:49DAK non-fisik justru lebih tinggi
12:51terutama karena penyaluran langsung
12:53tunjangan profesi guru
12:55dan peningkatan kepatuhan
12:56pelaporan realisasi penggunaan dana.
13:00Jadi, pesan saya yang sederhana adalah
13:03dananya sudah ada,
13:06segera gunakan,
13:07jangan tunggu akhir tahun,
13:09gunakan untuk pembangunan yang produktif
13:11dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
13:16Kalau kita lihat,
13:19realisasi pendapatan asli daerah
13:20atau PAD
13:21mengalami kontraksi sebesar
13:2310,86 persen dibanding tahun lalu.
13:28Total PAD tercatat
13:29253,36 triliun rupiah
13:32turun dari
13:33284,22 triliun rupiah
13:36pada periode yang sama
13:38tahun 2024.
13:41Penurunan terbesar
13:42ada di pajak daerah
13:44yang turun sekitar
13:4510,24 persen,
13:47terutama karena kebijakan penghapusan
13:49biaya balik nama kendaraan bermotor
13:51untuk penyerahan kendaraan kedua
13:54dan seterusnya.
13:57Retribusi daerah justru naik
13:584,6 persen,
13:59antara lain karena
14:00kenaikan retribusi layanan kesehatan
14:03dan ini langkah baik,
14:06artinya sektor jasa publik
14:07masih bergerak.
14:09Tapi di sisi lain,
14:11pengelolaan kekayaan daerah
14:12yang dipisahkan
14:14turun hampir 9 persen
14:16karena dividen BUMD berkurang
14:18dan lain-lain
14:20PAD yang sah
14:21juga turun tajam
14:22lebih dari 30 persen
14:24akibat perubahan pencatatan
14:26pendapatan BLUD
14:28menjadi retribusi.
14:32Kalau mau PAD naik,
14:33aktivitas ekonomi daerah
14:35harus digerakkan.
14:37Dorong sektor produktif,
14:38permuda izin,
14:40hidupkan UMKM,
14:41dan pastikan pelayanan publik
14:43benar-benar efisien.
14:45Bapak dan Ibu
14:49yang saya banggakan,
14:53realisasi belanja APBD
14:55sampai September 2025
14:57baru mencapai
14:58Rp712,8 triliun
15:00atau sekitar
15:0251,3 persen
15:04dari pagu
15:05Rp1.389 triliun.
15:08Angka ini lebih rendah
15:1013,1 persen
15:11dibanding periode yang sama
15:13tahun lalu.
15:14Artinya,
15:15perputaran ekonomi daerah
15:17berjalan lebih lambat.
15:19Kalau kita rinci,
15:21belanja pegawai relatif stabil
15:23turun tipis 0,7 persen.
15:26Tapi yang perlu perhatian serius adalah
15:28belanja modal
15:29hanya Rp58,2 triliun
15:33atau turun lebih dari 31 persen.
15:37Padahal ini belanja yang langsung
15:39berdampak ke pembangunan
15:40dan lapangan kerja.
15:42Belanja barang dan jasa juga turun
15:4410,5 persen
15:46dan belanja lainnya
15:48anjlok 27,5 persen.
15:50Jadi memang terlihat
15:51ada perlambatan eksekusi
15:53di banyak pos.
15:55Saya ingin tekankan bahwa
15:56percepatan realisasi belanja
15:58terutama yang produktif
16:01harus ditamakan
16:03dalam 3 bulan terakhir tahun ini.
16:05Uang daerah jangan dibiarkan
16:07mengendap di kas atau deposito.
16:10Kalau uangnya bergerak,
16:11ekonomi ikut hidup
16:12dan masyarakat langsung
16:13merasakan manfaatnya.
16:16Jadi saya dengar tadi Pak Tito bilang
16:17uangnya ditumpukan
16:19sampai akhir tahun ya Pak ya.
16:20Karena bayarnya di akhir tahun kan.
16:23Kontraktor-kontraktor itu.
16:24Tapi katanya
16:25daerahnya naruhnya di
16:27Bank Pembangunan Pusat
16:29seperti di Jakarta,
16:30Bank Jakarta.
16:31Itu kan daerahnya
16:32uangnya gak ada uang jadinya.
16:34Banknya gak bisa muterin tuh.
16:35Gak bisa meminjamkan di sana.
16:36Harusnya
16:37walaupun gak dibelanjakan
16:38biar aja uangnya di daerah
16:40jadi bank daerah
16:41bisa menyebutkan ke
16:42bisnismen
16:43atau perlaku usaha
16:44di kawasan itu.
16:46Jadi selalu kita bertanya-tanya tuh
16:48kenapa uang di pusat terus
16:49numpuknya.
16:51Kalau kita sempat ke daerah
16:52dan uangnya balik lagi ke pusat
16:53gak ada gunanya tuh
16:54untuk daerah.
16:55Jadi ke depan
16:56harus dipikirkan lagi
16:57supaya
16:58uang tetap bertahan di daerah.
17:00Kalau bank daerahnya
17:01kurang bagus
17:02ya dibetulin
17:03supaya lebih bagus
17:04sinerjanya.
17:05Tapi kalau uangnya dipikir terus
17:06ya bank daerah juga
17:07gak bisa nafas.
17:09Dan yang penting adalah
17:09pembangunan daerahnya
17:11oleh swasta
17:12yang pinjam ke bank
17:13kalau uangnya ada di sana
17:14menjadi terhambat.
17:18Pemerintah pusat
17:19sudah menyalurkan dana
17:20ke daerah dengan cepat.
17:22Sekalang giliran pemerintah
17:23memastikan uang itu
17:24benar-benar bekerja
17:25untuk rakyat.
17:26Realisasi belanja
17:32APBD sampai dengan
17:33terbulan ketiga
17:34tahun ini
17:35masih melambat.
17:37Rendahnya serapan tersebut
17:38berakibat
17:39menambah simpanan uang
17:40rendah yang nganggur
17:41di bank
17:41sampai
17:42234 triliun rupiah.
17:45Jadi jelas ini
17:45bukan soal uangnya
17:46tidak ada
17:47tapi soal
17:47kecepatan eksekusi.
17:49Tadi Pak Tito
17:50bilang bedanya
17:50dengan catatan di itu
17:52ada 18 triliun
17:53kalau dari
17:54kas daerah.
17:56Justru saya
17:57tanya-tanya
17:5818 triliun itu
18:00kemana?
18:01Karena kalau bank sentral
18:02pasti mengikut
18:03itu dari bank-bank
18:04di seluruh Indonesia
18:05termasuk di BI
18:05segitu ternyata.
18:07Kalau di pemerintah
18:08kurang 18
18:09mungkin pemerintahnya
18:11kurang teliting
18:12itu nulisnya Pak.
18:13Kalau BI itu
18:14pasti sudah di sistem
18:15semuanya.
18:16Jadi itu
18:17mesti diinvestigasi
18:18itu kemana
18:19yang selisih
18:2018 triliun itu.
18:23Tapi
18:23enggak apa-apa
18:24selama di daerah
18:25digunakan
18:25itu udah bagus
18:27untuk menurunkan ekonomi daerah.
18:28Jadi kuncinya itu
18:29jangan ditransfer ke pusat lagi
18:31uangnya
18:31jangan taruh di Bank Jakarta
18:33tetap aja di Bank Daerah
18:35kalau banknya jelek
18:36dibetulin
18:37supaya uangnya
18:38betul-betul muter di sana.
18:42Ini sama juga
18:43di pusat juga ada
18:45oh
18:47tuduhan masyarakat
18:47ada lagi nih
18:48waktu saya taruh
18:49tunjukan di pusat
18:50ada uang
18:51230 triliun
18:523
18:53230 ya
18:54yang di
18:55bank
18:56di bank
18:57komersial
18:58punya pemerintah pusat
18:59dalam bentuk deposito
19:01mereka nuduh
19:02menuduh
19:03ini orang pusat
19:04main bunga nih Pak
19:05uangnya taruh di sana
19:06ke jabatnya
19:08minta bunga
19:08minta bunga
19:10dapat kickback
19:10kayak gitulah
19:11jadi ini
19:12bos tewas padai
19:13betul seperti itu
19:14apa enggak
19:14tapi yang jelas
19:16kalau untuk pemerintah pusat
19:17akan kita investigasi
19:19uang itu
19:20uang apa
19:20dimana tempatnya
19:22kenapa deposito
19:23segitu banyak
19:24jadi saya pikir
19:25pemerintah juga meneliti
19:26seperti hal-hal itu
19:27kalau pemerintah kan
19:30tugasnya bukan
19:31mengumpulkan bunga
19:33dari
19:33mengumpulkan bunga
19:34dari
19:34tabungan
19:35tugas kita adalah
19:36membangun
19:37dan memastikan
19:38uang yang kita peroleh
19:40berdampak
19:41keperekonomian
19:42untuk daerah
19:43di daerah
19:43untuk pusat
19:44di pusat
19:44saya ingin titip beberapa hal
19:48untuk rekan-rekan daerah
19:49baik TPD
19:50maupun OPD
19:51yang menangani
19:53keuangan
19:53dan pembangunan
19:54pertama
19:57kelola dana
19:58pemda
19:59di bank dengan bijak
20:00simpan secukupnya
20:02untuk kebutuhan rutin
20:03tapi jangan biarkan
20:04uang tidur
20:05uang itu harus kerja
20:07bantu ekonomi
20:08daerah
20:09mungkin Pak Askolani
20:11ke depan dipikirkan
20:13sistem transfer yang cepat sekali
20:15mungkin itu dengan hari
20:16jadi daerah
20:17gak usah numpuk uangnya
20:18di sana
20:19jadi mereka
20:20habisin aja
20:21kalau uang
20:21kurang langsung cepat
20:22minta ke pusat
20:23sesuai dengan anggarannya
20:24kedua
20:26saya minta pemda
20:27mengakselerasi
20:28belanja yang produktif
20:30jangan tunggu akhir tahun
20:32jangan biarkan uang
20:33parkir di keras daerah
20:34dan terakhir
20:36jaga tata kelola
20:37dan integritas
20:38kepercayaan publik
20:39dan investor
20:40adalah modal utama
20:41sekali hilang
20:42membangunnya
20:43butuh waktu lama
20:45saya ingatkan
20:46beberapa waktu lalu
20:47ada 18 gubernur
20:48datang ke tempat saya
20:49kan
20:49mereka menuntut
20:51transfer ke daerah
20:54dinaikkan
20:55sebenarnya
20:57kalau saya sih
20:57mau aja naikin
20:58cuma pemimpin di atas
21:00masih
21:00ragu dengan kebijakan itu
21:03karena mereka bilang
21:04sering
21:07sering diselewengkan
21:08uang di daerah
21:08jadi saya dulu minta
21:10ke para gubernur itu
21:12perbaiki dulu
21:13tata kelola
21:15dan penyerapan
21:16uang daerah
21:16dua triwulan ke depan
21:18saya lihat
21:19seperti apa
21:19kalau bagus
21:21penyelewengan sedikit
21:22saya yakin
21:23ekonominya
21:24karena lagi kita dorong
21:25lebih cepat kan
21:26saya yakin
21:27uang saya lebih banyak
21:27dibanding yang
21:28diperkirakan sebelumnya
21:29nanti
21:30triwulan
21:31akhir triwulan pertama
21:34menjelang triwulan kedua
21:35saya bisa hitung
21:36berapa uang yang
21:38saya bisa tambah
21:39untuk TKD
21:40tapi dengan cara tadi
21:41tata kelolanya
21:43sudah baik
21:43karena kalau jelek
21:45saya gak bisa
21:46ajukan ke atas
21:47presiden
21:48kurang suka
21:49padupanya kalau itu
21:50tapi kalau kita punya
21:51bukti bahwa
21:52udah bagus semua
21:53harusnya gak ada masalah
21:55kita naikkan
21:55jadi untuk
21:57membantu
21:57bapak-bapak di daerah
21:58tolong bantu saya juga
22:00untuk mendapatkan
22:01track record seperti itu
22:02dua triwulan
22:03saya pikir udah cukup
22:04triwulan keempat tahun ini
22:07dan triwulan pertama
22:08tahun depan
22:09dan terakhir
22:10data KPK juga
22:13mengingatkan kita
22:15dalam tiga tahun terakhir
22:16masih banyak
22:18kasus sejaerah
22:19dari suap audit BPK
22:21di Sorong dan Meranti
22:22jual beli jabatan
22:24di Bekasi
22:24sampai proyek
22:26fiktif BUMD
22:27di Sumatera Selatan
22:28artinya
22:29reformasi
22:30tata kelola ini
22:31belum selesai
22:32nah
22:33hasil survei penilaian strategis
22:35penilaian integritas
22:37atau SPI 2024
22:38juga bicara hal yang sama
22:40skor nasional
22:42baru 71,53
22:43di bawah target
22:4574
22:46hampir semua penda
22:48masih masuk kategori
22:49rentan
22:50alias
22:51zona merah
22:52provinsi
22:53rata-rata
22:5367
22:54kabupaten
22:5569
22:56jadi
22:58ini memang
23:01belum aman
23:03coba tolong
23:04perbaiki
23:04dua tribuan ke depan deh
23:05jadi saya bisa
23:06ngomong ke atas
23:06kalau enggak
23:07saya dimarahin juga
23:08kalau ngomong
23:09kalau saya kan
23:10paling penting
23:11untuk saya yang penting
23:12adalah
23:12ekonominya bergerak
23:13dan bergeraknya
23:16merata bukan
23:16di pusat aja
23:17KPK bilang
23:19sumber risikonya
23:19ya masa itu-itu aja
23:21jual beli jabatan
23:23gratifikasi
23:24intervensi
23:25pengadaan
23:26padahal
23:27kalau itu
23:27enggak
23:28diberesin
23:29semua program
23:31pembangunan
23:31bisa bocor
23:32di tengah jalan
23:33jadi mari kita
23:36kelola uang publik
23:37dengan hati-hati
23:38cepat
23:39dan bertanggung jawab
23:40supaya ekonomi daerah
23:41makin kuat
23:42dan masyarakat
23:43makin sejahtera
23:44mari dorong
23:50pelaksanaan anggaran
23:51yang lebih cepat
23:52dan lebih tepat
23:53dan lebih transparan
23:55gunakan dana
23:56dengan bijak
23:56kalau lakas
23:57daerah dengan efisien
23:58dan jaga integritas
24:00dalam setiap keputusan
24:01kalau semua ini
24:03berjalan
24:03seirama
24:04kepercayaan publik
24:06akan tumbuh
24:06investasi mengalir
24:08dan ekonomi daerah
24:10semakin tangguh
24:12yang paling
24:13untuk saya
24:13yang paling penting
24:14untuk saya adalah
24:14saya punya ground
24:16atau landas
24:17untuk bilang
24:17ke atas
24:18daerah
24:19mesti ditambah uangnya
24:20jangan dipotong
24:21sepanjang kemarin
24:22saya percaya
24:25dengan kerja
24:25dan disiplin
24:26dan niat yang bersih
24:27kita bisa menjaga
24:29stabilitas
24:29sekaligus memperkuat
24:30pertumbuhan ekonomi
24:32di daerah
24:33maupun secara keseluruhan
24:34nasional
24:35terima kasih pak
24:36wassalamualaikum
24:37warahmatullahi wabarakatuh
24:39walaikumsalam
24:40wabarakatuh
24:40makasih banyak
24:41untuk bapak
24:42perbayang
24:42tangan ular
Komentar

Dianjurkan