00:01Perpres tata kelola minggu ini kelihatannya sudah akan selesai.
00:05Di dalam perpres tata kelola itu diatur peran fungsi tugas masing-masing instansi.
00:12Dan saya kira dari masalah pendanaan pun tidak masalah terkait dengan itu.
00:16Ini kan baru 9 bulan pada nanti.
00:18Jadi kita juga jangan terus buru-buru kritik sana kritik sini.
00:22Bahwa penyerapan anggaranya sekarang kelihatan sangat membaik.
00:25Sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti ngambil-ngambil anggaran yang tidak terserap.
00:28Kami lihat dana semua akan terserap dengan baik.
00:32Ini kan berarti Pak Lut sudah mengakses penyerapan anggaranya.
00:35Berarti dia nilai itu sudah bagus semua.
00:38Tapi kan kita tetap lihat sampai akhir Oktober.
00:41Kalau dia nggak bisa nyerap ya nggak potong juga.
00:44Insiden terbaru keracunan mahkam berisi gratis terjadi pada 3 Oktober di Kabupaten Timur Tengah Selatan NTT.
00:50Sebanyak 331 siswa SD terpaksa dilarikan ke RS UDSU setelah mengalami mual, muntah, dan badan lemas usai menyantap MBG.
00:59Dalam rapat bersama sejumlah menteri di kediamannya pada minggu malam,
01:03Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar seluruh dapur MBG segera dilengkapi alat repites untuk memastikan makanan aman sebelum dibagikan.
01:11Terus saya sudah bersama dengan pengamat kebijakan publik Pak Agus Pambagio.
01:16Pak Agus, terima kasih waktunya Pak.
01:17Sama-sama.
01:18Pak Agus, saya masih ingat betul bahwa pada bulan Januari tahun 2025 kita sempat berbincang juga Pak.
01:25Dan Bapak sempat menganalisa bahwa ketika ada satu orang saja ataupun satu siswa saja alami keracunan,
01:34ini akan mempengaruhi keberlangsungan program MBG.
01:37Saya belum melihat mekanismenya.
01:39Yang menjadi susah adalah, kalau dia ada apa-apa, siapa tanggung jawab?
01:45Puskes maska? Atau dokter rumah sakit daerah? Atau apa?
01:50Itu enggak ada.
01:51Jadi saya hanya berdoa sampai hari ini, mudah-mudahan tidak ada anak-anak yang terkena masalah dengan makanan ini.
01:57Yang saya takut, fatality.
01:59Begitu ada yang meninggal, itu spread out kan, media sosial, orang tua pasti menolak.
02:04Nah, maksud saya, udahlah.
02:07Saya kemangkupan sudah-sudah bilang, udahlah.
02:08Harus dievaluasi.
02:10Jangan bilang nilai cuma 0,00, 0,9 persen.
02:13Itu nyawa manusia, jangan dihitung secara kuantitatif itu.
02:18Review-nya harus dari hulu ke hilir.
02:20Karena kalau tidak, nanti semakin parah.
02:22Saya ingin sorotnya apa yang tadi Pak Agus sampaikan bahwa,
02:25ada potensi mungkin kematian Pak, kalau memang dibiarkan?
02:28Iya lho gini, anak-anak itu pencernaannya sensitif.
02:32Dia punya masalah ambung misalnya, dia punya masalah usus dan sebagainya.
02:37Nah, jadi itu sensitif, makanya kan makan diatur, asih dulu, campuran ini, dan seterusnya.
02:43Jadi, hati-hati.
02:46Jadi, ini yang perlu di-review.
02:48Jangan bermain dengan makanan khususnya untuk anak-anak.
02:52Makanya saya katakan dulu lah, moratorium dulu sampai akhir tahun ini.
02:55Kerja keras semua, semalam tiga bulan.
02:57Menyusun itu semua.
02:58Artinya, apakah perlu dihentikan secara menyeluruh MBG ini,
03:03atau seperti yang saat ini tengah dilakukan pemerintah,
03:05menutup SPPG yang bermasalah?
03:07Kalau saya, moratorium total.
03:09Moratorium total?
03:09Ya, karena sudah semakin banyak, dan saya sangat khawatir ketika ada fatal itu.
03:13Jadi, sebaiknya moratorium total beres, Kak.
03:16Yang pertama, peraturannya keluar dulu.
03:18Setelah itu, ikuti semua peraturan itu,
03:21seperti apa, dan law enforcement.
03:22Oke.
03:23Yang menarik untuk dibahas juga bahwa,
03:25sebelumnya saya sudah mewawancarai pihak JPPI, Pak,
03:27dan menyebut bahwa persoalan MBG ini,
03:29tidak hanya di hilir, tapi juga hingga ke hulu, Pak.
03:32Artinya adalah,
03:33struktur petinggi badan gizi nasional.
03:36Dan yang saya soroti, dan tentu ramai di perbincangan publik adalah,
03:39begitu banyak,
03:41purna wirawan TNI yang ada di struktur petinggi BGN,
03:45tapi tidak ada satupun ahli gizi di sana.
03:47Apakah ini juga jadi persoalan?
03:48Sangat.
03:50Kan, kalau dia petinggi TNI,
03:52misalnya pernah jadi Pangko Wilhan,
03:54atau Pangdam,
03:55dia pernah berinteraksi dengan masyarakat.
03:58Tentu punya pengalaman itu,
03:59meskipun kurang.
04:01Nah, sekarang,
04:02masuk situ,
04:03memangnya kita MBG buat perang.
04:06Memang banyak ayam masak dari TNI kan.
04:08Oke, masaknya kan seperti kalau TNI,
04:10kalau TNI-nya sudah dewasa,
04:11dikasih ayam setengah matang juga nggak apa-apa,
04:13ayam juga nggak apa-apa,
04:14yang penting dia kenyang, dia bisa perang.
04:16Nah, sekarang,
04:17ketuanya pun kan juga bukan ahli gizi.
04:19Di bawah-bawahnya bukan ahli gizi.
04:21Kan ahli gizi-nya banyak.
04:22Tolong ajak Bepom.
04:24Memang Bepom itu mengawasi keselamatan keamanan pangan,
04:27pihaknya yang dikemas.
04:29Tapi ini yang dia tahu betul.
04:31Kan kadang-kadang,
04:32menu-nya MBG ada makan kemasan susu.
04:35Ya kan?
04:36Nah, itu kan,
04:37ada lemak, garam,
04:39dan gulanya tinggi sekali.
04:41Itu bukan untuk gizi.
04:42Oke.
04:43Menurut Pak Agus,
04:43apa yang kemudian jadi urgensi,
04:45ketika pemerintah menetapkan,
04:46struktur petinggi BGN,
04:48ini mayoritas adalah TNI.
04:49Ya, direstruksisasi lah.
04:51Kan tidak yang moratorium,
04:54tidak hanya menunya,
04:56cara menyajikannya,
04:57dan soal,
04:57tapi juga keperluarannya.
04:58Artinya harus direformasi?
05:00Iya.
05:00Menurut saya begitu.
05:02Oke.
05:02Karena ini serius.
05:03Karena kita,
05:04saya,
05:05sekali lagi,
05:05ini program yang sangat bagus
05:07dari Pak Presiden.
05:08Tapi tolong di pelaksanaannya.
05:10Pak Presiden pasti nggak ngawasin pasangan,
05:12ini bukan anak buahnya.
05:13Oke.
05:13Nah, itu yang harus kita harga.
05:15Sampai jumpa.
Komentar