Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengatakan insiden keracunan massal siswa usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dievaluasi.

Menurutnya, para korban jangan disebut nilainya cuma 0,00 sekian persen, itu nyawa manusia, jangan dihitung secara kuantitatif. Review-nya harus dari hulu ke hilir.

Apalagi, pencernaan anak-anak masih sensitif, sehingga menu makanannya harus dikaji ulang.

"Yang saya takut fatality. Begitu ada yang meninggal itu spread out kan, media sosial, orang tua pasti menolak. [...] Jangan bermain dengan makanan khususnya untuk anak-anak. Makanya saya katakan dulu lah, moratorium dulu sampai akhir tahun ini, kerja keras semua seumuran 3 bulan, menyusun itu semua," kata Agus.

"Artinya apakah perlu dihentikan secara menyeluruh MBG ini atau seperti yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, menutup SPPG yang bermasalah?," tanya Dipo.

"Kalau saya, moratorium total," tegasnya.



Saksikan selengkapnya di sini: https://youtu.be/oQ93HRr4fgo



#mbg #makanbergizigratis #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/621713/keracunan-massal-siswa-usai-konsumsi-mbg-pengamat-harus-moratorium-total-dipo-investigasi
Transkrip
00:01Perpres tata kelola minggu ini kelihatannya sudah akan selesai.
00:05Di dalam perpres tata kelola itu diatur peran fungsi tugas masing-masing instansi.
00:12Dan saya kira dari masalah pendanaan pun tidak masalah terkait dengan itu.
00:16Ini kan baru 9 bulan pada nanti.
00:18Jadi kita juga jangan terus buru-buru kritik sana kritik sini.
00:22Bahwa penyerapan anggaranya sekarang kelihatan sangat membaik.
00:25Sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti ngambil-ngambil anggaran yang tidak terserap.
00:28Kami lihat dana semua akan terserap dengan baik.
00:32Ini kan berarti Pak Lut sudah mengakses penyerapan anggaranya.
00:35Berarti dia nilai itu sudah bagus semua.
00:38Tapi kan kita tetap lihat sampai akhir Oktober.
00:41Kalau dia nggak bisa nyerap ya nggak potong juga.
00:44Insiden terbaru keracunan mahkam berisi gratis terjadi pada 3 Oktober di Kabupaten Timur Tengah Selatan NTT.
00:50Sebanyak 331 siswa SD terpaksa dilarikan ke RS UDSU setelah mengalami mual, muntah, dan badan lemas usai menyantap MBG.
00:59Dalam rapat bersama sejumlah menteri di kediamannya pada minggu malam,
01:03Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar seluruh dapur MBG segera dilengkapi alat repites untuk memastikan makanan aman sebelum dibagikan.
01:11Terus saya sudah bersama dengan pengamat kebijakan publik Pak Agus Pambagio.
01:16Pak Agus, terima kasih waktunya Pak.
01:17Sama-sama.
01:18Pak Agus, saya masih ingat betul bahwa pada bulan Januari tahun 2025 kita sempat berbincang juga Pak.
01:25Dan Bapak sempat menganalisa bahwa ketika ada satu orang saja ataupun satu siswa saja alami keracunan,
01:34ini akan mempengaruhi keberlangsungan program MBG.
01:37Saya belum melihat mekanismenya.
01:39Yang menjadi susah adalah, kalau dia ada apa-apa, siapa tanggung jawab?
01:45Puskes maska? Atau dokter rumah sakit daerah? Atau apa?
01:50Itu enggak ada.
01:51Jadi saya hanya berdoa sampai hari ini, mudah-mudahan tidak ada anak-anak yang terkena masalah dengan makanan ini.
01:57Yang saya takut, fatality.
01:59Begitu ada yang meninggal, itu spread out kan, media sosial, orang tua pasti menolak.
02:04Nah, maksud saya, udahlah.
02:07Saya kemangkupan sudah-sudah bilang, udahlah.
02:08Harus dievaluasi.
02:10Jangan bilang nilai cuma 0,00, 0,9 persen.
02:13Itu nyawa manusia, jangan dihitung secara kuantitatif itu.
02:18Review-nya harus dari hulu ke hilir.
02:20Karena kalau tidak, nanti semakin parah.
02:22Saya ingin sorotnya apa yang tadi Pak Agus sampaikan bahwa,
02:25ada potensi mungkin kematian Pak, kalau memang dibiarkan?
02:28Iya lho gini, anak-anak itu pencernaannya sensitif.
02:32Dia punya masalah ambung misalnya, dia punya masalah usus dan sebagainya.
02:37Nah, jadi itu sensitif, makanya kan makan diatur, asih dulu, campuran ini, dan seterusnya.
02:43Jadi, hati-hati.
02:46Jadi, ini yang perlu di-review.
02:48Jangan bermain dengan makanan khususnya untuk anak-anak.
02:52Makanya saya katakan dulu lah, moratorium dulu sampai akhir tahun ini.
02:55Kerja keras semua, semalam tiga bulan.
02:57Menyusun itu semua.
02:58Artinya, apakah perlu dihentikan secara menyeluruh MBG ini,
03:03atau seperti yang saat ini tengah dilakukan pemerintah,
03:05menutup SPPG yang bermasalah?
03:07Kalau saya, moratorium total.
03:09Moratorium total?
03:09Ya, karena sudah semakin banyak, dan saya sangat khawatir ketika ada fatal itu.
03:13Jadi, sebaiknya moratorium total beres, Kak.
03:16Yang pertama, peraturannya keluar dulu.
03:18Setelah itu, ikuti semua peraturan itu,
03:21seperti apa, dan law enforcement.
03:22Oke.
03:23Yang menarik untuk dibahas juga bahwa,
03:25sebelumnya saya sudah mewawancarai pihak JPPI, Pak,
03:27dan menyebut bahwa persoalan MBG ini,
03:29tidak hanya di hilir, tapi juga hingga ke hulu, Pak.
03:32Artinya adalah,
03:33struktur petinggi badan gizi nasional.
03:36Dan yang saya soroti, dan tentu ramai di perbincangan publik adalah,
03:39begitu banyak,
03:41purna wirawan TNI yang ada di struktur petinggi BGN,
03:45tapi tidak ada satupun ahli gizi di sana.
03:47Apakah ini juga jadi persoalan?
03:48Sangat.
03:50Kan, kalau dia petinggi TNI,
03:52misalnya pernah jadi Pangko Wilhan,
03:54atau Pangdam,
03:55dia pernah berinteraksi dengan masyarakat.
03:58Tentu punya pengalaman itu,
03:59meskipun kurang.
04:01Nah, sekarang,
04:02masuk situ,
04:03memangnya kita MBG buat perang.
04:06Memang banyak ayam masak dari TNI kan.
04:08Oke, masaknya kan seperti kalau TNI,
04:10kalau TNI-nya sudah dewasa,
04:11dikasih ayam setengah matang juga nggak apa-apa,
04:13ayam juga nggak apa-apa,
04:14yang penting dia kenyang, dia bisa perang.
04:16Nah, sekarang,
04:17ketuanya pun kan juga bukan ahli gizi.
04:19Di bawah-bawahnya bukan ahli gizi.
04:21Kan ahli gizi-nya banyak.
04:22Tolong ajak Bepom.
04:24Memang Bepom itu mengawasi keselamatan keamanan pangan,
04:27pihaknya yang dikemas.
04:29Tapi ini yang dia tahu betul.
04:31Kan kadang-kadang,
04:32menu-nya MBG ada makan kemasan susu.
04:35Ya kan?
04:36Nah, itu kan,
04:37ada lemak, garam,
04:39dan gulanya tinggi sekali.
04:41Itu bukan untuk gizi.
04:42Oke.
04:43Menurut Pak Agus,
04:43apa yang kemudian jadi urgensi,
04:45ketika pemerintah menetapkan,
04:46struktur petinggi BGN,
04:48ini mayoritas adalah TNI.
04:49Ya, direstruksisasi lah.
04:51Kan tidak yang moratorium,
04:54tidak hanya menunya,
04:56cara menyajikannya,
04:57dan soal,
04:57tapi juga keperluarannya.
04:58Artinya harus direformasi?
05:00Iya.
05:00Menurut saya begitu.
05:02Oke.
05:02Karena ini serius.
05:03Karena kita,
05:04saya,
05:05sekali lagi,
05:05ini program yang sangat bagus
05:07dari Pak Presiden.
05:08Tapi tolong di pelaksanaannya.
05:10Pak Presiden pasti nggak ngawasin pasangan,
05:12ini bukan anak buahnya.
05:13Oke.
05:13Nah, itu yang harus kita harga.
05:15Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan