Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polisi menangkap seorang dokter gadungan di Bantul, Yogyakarta, yang menipu pasien hingga Rp538 juta.

Berpura-pura sebagai dokter, perempuan ini berhasil menipu ayah dan anak yang datang berobat ke rumah kontrakan yang dijadikan klinik kesehatan.

Namun, kedoknya terbongkar setelah kedua korban memeriksa ke rumah sakit dan hasil diagnosis dari dokter gadungan itu tidak benar.

Akibat perbuatannya, tersangka kini dijerat pasal berlapis terkait tindak penipuan dan Undang-Undang Kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda Rp500 juta.

#dokter #doketrgadungan #pasienditipu

Baca Juga Wali Kota Jakpus Hampir Jadi Korban Penipuan, Modus Layanan Pembuatan KTP Digital | BORGOL di https://www.kompas.tv/nasional/618595/wali-kota-jakpus-hampir-jadi-korban-penipuan-modus-layanan-pembuatan-ktp-digital-borgol



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/618602/pura-pura-jadi-dokter-pelaku-tipu-pasien-hingga-rp538-juta-borgol

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Polisi menangkap seorang dokter gadungan di Bantul, Yogyakarta yang menipu pasien hingga 538 juta rupiah.
00:08Berpura-pura sebagai dokter, perempuan ini berhasil menipu ayah dan anak yang datang berobat ke rumah kontrakan yang dijadikan klinik kesehatan.
00:17Namun gedoknya terbongkar setelah kedua korban memeriksa ke rumah sakit dan hasil diagnosis dari dokter gadungan itu terbukti tidak benar.
00:25Akibat perbuatan ini tersangka kini dijerat pasal berlapis sodara terkait tindak pidana penipuan dan juga undang-undang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda 500 juta rupiah.
00:42Karena dari keyakinan ataupun berita yang beredar bahwa dia dokter, mungkin dari ibu korban ini, ibu anak korban ini yang merasa yakin bahwa memang dia benar-benar dokter.
00:57Kemudian saat orang tua mengecek ke Sarjito bahwa tersangka yang mengaku dokter ini tidak terdaftar sebagai dokter di Sarjito dan menanyakan lagi di PKU Gamping.
01:08Nah dari keterangan tersebut dan informasi tersebut korban datang ke Polres Bantul untuk dilakukan penyelidikan.
Komentar

Dianjurkan