00:00Kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU swasta dikeluhkan pengguna.
00:04Lalu apa yang menjadi penyebab utama kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU swasta?
00:08Kita akan bahas bersama dengan anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, Ramson Siagian,
00:13dan pengamat energi dari Universitas Gajah Mada, Bapak Fahmi Radi.
00:18Selamat petang, Bapak-Bapak. Semoga sehat-sehat selalu.
00:22Nah, ini apakah memang ada pembiaran, memang kebiasaan?
00:26Kita ke Pak Ramson terlebih dahulu.
00:28Bapak Ramson, untuk dari DPR sudah adakah koordinasi dengan pemerintah
00:32dan apakah ini sebuah indikasi bahwa memang pemerintah mendorong kebijakan impor satu pintu?
00:37Pak Fahmi Radi, Pak Fahmi untuk saat ini Anda melihatnya seperti apa?
00:42Bahwa kejadiannya terus berulang dari bulan Januari-Februari tahun 2025
00:46dan saat ini di bulan Agustus menuju September.
00:48Dan apakah ini merupakan indikasi bahwa pemerintah akan memonopoli soal BBM?
00:58Ya, saya kira apa yang dikatakan Bahlil itu ya, sudah ada penambahan kuota 100 sampai 110.
01:06Itu saya kira tidak benar juga itu ya.
01:09Karena masalah yang timbul adalah adanya perubahan priorisasi dalam impor BBM tadi.
01:17Kalau selama ini, SPP swasta itu diberikan waktu satu tahun sekali untuk melakukan impor.
01:28Sehingga dia punya waktu yang cukup panjang.
01:30Nah, kemudian ada suatu aturan dari Kementerian SDM yang mengubah priorisasi waktu dari satu tahun menjadi enam bulan.
01:38Dan ini harus dilakukan izin ulang gitu ya.
01:43Dan dievolusi setiap tiga bulan.
01:45Nah, ini take time gitu ya.
01:47Sehingga agak lama dalam pengadaan BBM.
01:51Atau saya menilainya ini sebagai pemangkasan dari kuota tadi yang sekitar 50% tadi.
02:00Itulah yang menyebabkan BBM langka tadi.
02:05Nah, kemudian Bahlil mengatakan kalau terjadi masalah pasokan kerjasama dengan Pertamina ini, saya kira tendensius juga gitu ya.
02:15Karena Bahlil itu mengarahkan gitu ya, nantinya akan menggunakan impor BBM satu pintu.
02:23Nah, impor BBM satu pintu ini bentuk dari monopoli ini.
02:27Karena yang boleh impor BBM itu hanya Pertamina.
02:33Sedangkan SPB swasta dia harus membeli dari Pertamina yang saya perkirakan harganya lebih mahal.
02:42Nah, ini akan merupakan kerugian gitu.
02:46Jadi tidak hanya kelangkah saja, tetapi SPB swasta itu akan menerita kerugian.
02:53Dan pada saatnya dia akan tutup juga di Indonesia gitu mas.
02:57Oke, baik. Kami sudah kembali terhubung dengan Bapak Ramson Siagian.
03:01Pak Ramson, untuk saat ini bahwa aturan barunya dari SPB swasta hanya diizinkan 6 bulan sekali untuk mendapatkan kuota impor dan juga adanya kebijakan satu pintu untuk impor BBM melalui Pertamina.
03:14Lu, DPR, melihatnya seperti apa persoalan ini?
03:16Kita akan segera mengundang Menteri SDM untuk raker.
03:23Tapi persoalan di lapangan, sekarang bahwa faktanya terjadi kelangkaan di operator-operator swasta khususnya sel AKR dan BP.
03:34Ini tidak boleh ada terjadi kelangkaan BBM dan juga LPG.
03:41Itu tidak boleh.
03:41Itu tugasnya Menteri SDM untuk mencegah jangan sampai terjadi kelangkaan.
03:46Karena ini bisa membuat gejolak.
03:48Sebenarnya, import oleh Pertamina untuk BBM 270 juta barel per tahun.
03:55Fruit oil, minyak mentah untuk diolah di kilang-kilang minyak kita 112 juta barel per tahun.
04:03Dan untuk swasta, 1,4 juta kiloliter setahun atau 8,8 juta barel BBM setahun.
04:13Jadi yang diimport oleh untuk operator swasta, sel AKR dan BP hanya BBM, tidak crude.
04:20Tapi kalau ada kekurangan supply atau peningkatan permintaan, itu harus segera diberikan izin untuk import secepatnya.
04:34Karena kebanyakan operator swasta tidak menjual BBM bersubsidi.
04:41Jadi kalau yang non-subsidi, sebenarnya bebas saja.
04:44Mau volume berapapun, tidak mengganggu APBN kita.
04:48Di sini, tadi sudah saya telepon, Dirjen Migas.
04:52Di situ saya dapat telepon dari rekan dari Kompas TV.
04:57Bahwa agar segera diberikan solusi.
05:00Diajukan draft yang strategis operasional kepada Menteri SDM.
05:06Karena mungkin Menteri SDM hanya dari perspektif politis strategis.
05:11Jadi, padahal kita perlukan jangan sampai ada kelangkaan di lapangan.
05:16Sekecil apapun, harus langsung diselesaikan oleh Menteri SDM.
05:20Jangan sampai ada gejolak-gejolak di masyarakat.
05:22Seperti masalah LPG yang pernah terjadi.
05:25Dan ini sudah terjadi dua kali, Pak Ramso.
05:28Iya, artinya ini sudah terjadi dua kali, dan kemudian dari Menteri SDM menyatakan bahwa
05:34bila ingin mendapatkan pasokan, harus melalui satu pintu, yaitu melalui Pertamina.
05:39Tapi, kalaupun satu pintu, harus ada intervensi agar birokrasi ataupun kerjasama
05:48antara operator swasta dengan Pertamina harus sejalan.
05:53Tadi sudah saya telepon Dirjen Migas agar dimediasi, agar segera bisa direlisasikan.
06:00Kalau memang itu kebijakan dari Menteri SDM untuk satu pintu,
06:03tetapi juga harus involve, harus ikut untuk menyelesaikan persoalan.
06:07Jangan dengan alasan kebijakan, sehingga terjadi kelangkaan di lapangan.
06:14Karena kita harus jaga agar masyarakat yang pangsa pasar apapun,
06:19apakah itu non-subsidi, harus selalu tersedia BBM.
06:23Jadi, keterjaminan, ketersediaan energi di lapangan di seluruh Indonesia
06:28harus betul-betul berjalan dengan baik.
06:31Itulah tugas Menteri SDM.
06:33Dari perspektif energi sekuriti, ataupun suasembanan energi.
06:38Jadi, artinya tidak boleh ada terjadi kelangkaan-kelangkaan di lapangan.
06:42Ini harus betul-betul serius ditangani langsung oleh Kementerian SDM.
06:48Saya ke Pak Fahmi.
06:49Pak Fahmi, apakah itu memungkinkan terjadi?
06:51Karena pada dasarnya SPBU swasta memungkinkan adanya impor langsung
06:56dan juga tidak melalui satu pintu.
06:57Dan tentunya SPBU swasta memilih untuk bertahan
07:02atau untuk saat ini seperti apa pandangan Anda?
07:06Jadi, pada saat SPBU swasta atau pertama asing di-invest di SPBU itu,
07:13itu karena ada liberalisasi.
07:15Ada suatu kebebasan untuk pengadaan impor dari berbagai sumber.
07:20Sehingga SPBU swasta itu biasanya membentuk portofolio.
07:26Dia membeli dari beberapa sumber,
07:28termasuk misalnya sel itu ya dari sumurnya sel sendiri
07:32yang harganya bisa lebih murah.
07:35Nah, kalau kelangkaan kemudian harus beli dari Pertamina,
07:39maka tidak ada jaminan bahwa harganya itu lebih murah,
07:44bahkan bisa lebih mahal.
07:47Itu kan yang merugikan.
07:48Nah, kalau terjadi kelangkaan,
07:51saya setuju Pak Ramson tadi mengatakan,
07:53kasih izin untuk impor.
07:56Jangan kemudian dibatasi impor yang biasanya satu tahun,
08:00periodenya dibatasi menjadi enam bulan.
08:03Dan setiap enam bulan ini harus mengajukan izin lagi
08:06dan kita tahu birokrasi perizinan di Indonesia itu seperti apa.
08:11Sehingga ini jadi lambat gitu ya.
08:14Maka pada saat itu terjadi kelangkaan.
08:16Nah, kalau kelangkaan ya tadi saya katakan izinkan impor tadi.
08:20karena itu yang diinginkan oleh SPW swasta,
08:25satu kebebasan tadi gitu ya.
08:27Kebebasan untuk memperoleh impor BPN,
08:31kemudian kebebasan untuk menetapkan harga,
08:34sesuai dengan harga pasar gitu ya.
08:36Nah, kalau kemudian dibatasi dengan impor satu pintu,
08:43ini saya kira tidak sesuai dengan tujuan mengundang investor,
08:50kasih kemasu di SPWU.
08:53Dan ini saya khawatir justru akan mempengaruhi
08:57iklim investasi yang tidak kondusif gitu.
09:00Saya juga ke Pak Ramson kembali bahwa ini terkait dengan
09:04kesehatan iklim investasi dan juga masyarakat
09:07mendapatkan akses untuk BBM.
09:10Lalu seperti apa Pak Ramson?
09:11Kapan rencananya untuk memanggil Menteri SDM?
09:14Ya, jadi ini kebetulan saya hari ini ada di balik papan
09:19meninjau RDMP kilang minyak atau refinery Pertamina
09:24yang proses penyelesaian pembangunan
09:27yang kapasitas dari 260 ribu barel per hari
09:31akan menjadi produksinya 360 ribu barel per hari.
09:35Jadi sebenarnya dari ketersediaan BBM
09:37itu di setengah hulu artinya di kilang itu oke.
09:42Mereka semua lancar.
09:43Hanya ini soal strategi pendistribusian,
09:46soal kebijakan Menteri SDM,
09:48ini jangan terlalu kaku.
09:50Sehingga tidak terjadi kelangkaan di operator-operator swasta.
09:54Karena sel AKR dan BP itu beroperasi
09:58atas izin dari pemerintah juga Menteri SDM.
10:01Jadi mereka sudah punya pangsa pasar,
10:04harus dijaga pangsa pasarnya,
10:06jangan sampai terjadi kelangkaan.
10:08Karena itu juga masyarakat.
10:10Jadi jangan sampai terjadi kelangkaan.
10:12Tapi kapan Pak Ramson akan memanggil Menteri SDM,
10:15Bah Lila Hadalia?
10:16Iya, akan segera.
10:19Kita sudah, diantara kita sudah ada diskusi di WhatsApp,
10:23di WA selama dua hari ini,
10:26kemungkinan karasana akan segera diadakan raker.
10:30Karena ini harus segera diatasi.
10:31Jangan sampai ada gejolak di lapangan,
10:35sehingga harus meminta presiden yang harus turun tangan.
10:40Itu harus segera diatasi oleh Menteri,
10:43baik pun kita sebagai DPRI,
10:46Komisi Energi harus konsen,
10:48dan juga bersama Pertamina dan operator.
10:51Baik, kita harapkan pihak pemerintah juga dapat...
10:55Operator-operator swasta.
10:56Baik, kita harapkan pemerintah dapat menyelesaikan persoalan ini,
11:00dan juga masyarakat tidak kesulitan.
11:02Ya, singkat saja Pak Samy.
11:05Kalau itu monopoli gitu ya,
11:07nanti pengadanya sudah monopoli,
11:09nah, pada saatnya juga akan terjadi monopoli juga oleh Pertamina.
11:13Secara teoretis,
11:15monopoli itu merugikan rakyat gitu ya.
11:18Jadi, harganya bisa lebih mahal,
11:20karena tidak ada pesaing gitu ya.
11:22Kualitasnya bisa lebih rendah,
11:24dan mereka apa yang terhadap konsumen.
11:27Nah, oleh karena itu misalnya...
11:28Baik, kami tangkap.
11:29Bahwa monopoli nanti ujung-ujungnya juga akan menyusahkan rakyat.
11:34Baik.
11:36Monopoli ujungnya akan nanti menyusahkan rakyat,
11:39karena harga itu juga akan mendapatkan ketetapan yang tinggi,
11:42dan juga nanti kita harus menjaga kesehatan dari klaim investasi.
11:46Terima kasih, Bapak-Bapak.
11:47Atas waktunya Pak Ramson Siagian telah bersama kami,
11:50dan juga Pak Fahmi tadi dari UGM telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Petang.
11:57Terima kasih, Bapak-Bapak.
Komentar