Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU swasta dikeluhkan pengguna. Lalu apa yang menjadi penyebab utama kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU swasta?

Kita akan bahas bersama anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ramson Siagian dan Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi.

Baca Juga Stok BBM di SPBU Swasta Langka Imbas Aturan Kuota Impor? Begini Kata DPR | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/618294/stok-bbm-di-spbu-swasta-langka-imbas-aturan-kuota-impor-begini-kata-dpr-kompas-malam

#bbm #monopoli #spbuswasta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/618398/polemik-kosongnya-bbm-di-spbu-swasta-pengamat-sebut-bentuk-monopoli-dpr-akan-panggil-bahlil

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU swasta dikeluhkan pengguna.
00:04Lalu apa yang menjadi penyebab utama kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU swasta?
00:08Kita akan bahas bersama dengan anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, Ramson Siagian,
00:13dan pengamat energi dari Universitas Gajah Mada, Bapak Fahmi Radi.
00:18Selamat petang, Bapak-Bapak. Semoga sehat-sehat selalu.
00:22Nah, ini apakah memang ada pembiaran, memang kebiasaan?
00:26Kita ke Pak Ramson terlebih dahulu.
00:28Bapak Ramson, untuk dari DPR sudah adakah koordinasi dengan pemerintah
00:32dan apakah ini sebuah indikasi bahwa memang pemerintah mendorong kebijakan impor satu pintu?
00:37Pak Fahmi Radi, Pak Fahmi untuk saat ini Anda melihatnya seperti apa?
00:42Bahwa kejadiannya terus berulang dari bulan Januari-Februari tahun 2025
00:46dan saat ini di bulan Agustus menuju September.
00:48Dan apakah ini merupakan indikasi bahwa pemerintah akan memonopoli soal BBM?
00:58Ya, saya kira apa yang dikatakan Bahlil itu ya, sudah ada penambahan kuota 100 sampai 110.
01:06Itu saya kira tidak benar juga itu ya.
01:09Karena masalah yang timbul adalah adanya perubahan priorisasi dalam impor BBM tadi.
01:17Kalau selama ini, SPP swasta itu diberikan waktu satu tahun sekali untuk melakukan impor.
01:28Sehingga dia punya waktu yang cukup panjang.
01:30Nah, kemudian ada suatu aturan dari Kementerian SDM yang mengubah priorisasi waktu dari satu tahun menjadi enam bulan.
01:38Dan ini harus dilakukan izin ulang gitu ya.
01:43Dan dievolusi setiap tiga bulan.
01:45Nah, ini take time gitu ya.
01:47Sehingga agak lama dalam pengadaan BBM.
01:51Atau saya menilainya ini sebagai pemangkasan dari kuota tadi yang sekitar 50% tadi.
02:00Itulah yang menyebabkan BBM langka tadi.
02:05Nah, kemudian Bahlil mengatakan kalau terjadi masalah pasokan kerjasama dengan Pertamina ini, saya kira tendensius juga gitu ya.
02:15Karena Bahlil itu mengarahkan gitu ya, nantinya akan menggunakan impor BBM satu pintu.
02:23Nah, impor BBM satu pintu ini bentuk dari monopoli ini.
02:27Karena yang boleh impor BBM itu hanya Pertamina.
02:33Sedangkan SPB swasta dia harus membeli dari Pertamina yang saya perkirakan harganya lebih mahal.
02:42Nah, ini akan merupakan kerugian gitu.
02:46Jadi tidak hanya kelangkah saja, tetapi SPB swasta itu akan menerita kerugian.
02:53Dan pada saatnya dia akan tutup juga di Indonesia gitu mas.
02:57Oke, baik. Kami sudah kembali terhubung dengan Bapak Ramson Siagian.
03:01Pak Ramson, untuk saat ini bahwa aturan barunya dari SPB swasta hanya diizinkan 6 bulan sekali untuk mendapatkan kuota impor dan juga adanya kebijakan satu pintu untuk impor BBM melalui Pertamina.
03:14Lu, DPR, melihatnya seperti apa persoalan ini?
03:16Kita akan segera mengundang Menteri SDM untuk raker.
03:23Tapi persoalan di lapangan, sekarang bahwa faktanya terjadi kelangkaan di operator-operator swasta khususnya sel AKR dan BP.
03:34Ini tidak boleh ada terjadi kelangkaan BBM dan juga LPG.
03:41Itu tidak boleh.
03:41Itu tugasnya Menteri SDM untuk mencegah jangan sampai terjadi kelangkaan.
03:46Karena ini bisa membuat gejolak.
03:48Sebenarnya, import oleh Pertamina untuk BBM 270 juta barel per tahun.
03:55Fruit oil, minyak mentah untuk diolah di kilang-kilang minyak kita 112 juta barel per tahun.
04:03Dan untuk swasta, 1,4 juta kiloliter setahun atau 8,8 juta barel BBM setahun.
04:13Jadi yang diimport oleh untuk operator swasta, sel AKR dan BP hanya BBM, tidak crude.
04:20Tapi kalau ada kekurangan supply atau peningkatan permintaan, itu harus segera diberikan izin untuk import secepatnya.
04:34Karena kebanyakan operator swasta tidak menjual BBM bersubsidi.
04:41Jadi kalau yang non-subsidi, sebenarnya bebas saja.
04:44Mau volume berapapun, tidak mengganggu APBN kita.
04:48Di sini, tadi sudah saya telepon, Dirjen Migas.
04:52Di situ saya dapat telepon dari rekan dari Kompas TV.
04:57Bahwa agar segera diberikan solusi.
05:00Diajukan draft yang strategis operasional kepada Menteri SDM.
05:06Karena mungkin Menteri SDM hanya dari perspektif politis strategis.
05:11Jadi, padahal kita perlukan jangan sampai ada kelangkaan di lapangan.
05:16Sekecil apapun, harus langsung diselesaikan oleh Menteri SDM.
05:20Jangan sampai ada gejolak-gejolak di masyarakat.
05:22Seperti masalah LPG yang pernah terjadi.
05:25Dan ini sudah terjadi dua kali, Pak Ramso.
05:28Iya, artinya ini sudah terjadi dua kali, dan kemudian dari Menteri SDM menyatakan bahwa
05:34bila ingin mendapatkan pasokan, harus melalui satu pintu, yaitu melalui Pertamina.
05:39Tapi, kalaupun satu pintu, harus ada intervensi agar birokrasi ataupun kerjasama
05:48antara operator swasta dengan Pertamina harus sejalan.
05:53Tadi sudah saya telepon Dirjen Migas agar dimediasi, agar segera bisa direlisasikan.
06:00Kalau memang itu kebijakan dari Menteri SDM untuk satu pintu,
06:03tetapi juga harus involve, harus ikut untuk menyelesaikan persoalan.
06:07Jangan dengan alasan kebijakan, sehingga terjadi kelangkaan di lapangan.
06:14Karena kita harus jaga agar masyarakat yang pangsa pasar apapun,
06:19apakah itu non-subsidi, harus selalu tersedia BBM.
06:23Jadi, keterjaminan, ketersediaan energi di lapangan di seluruh Indonesia
06:28harus betul-betul berjalan dengan baik.
06:31Itulah tugas Menteri SDM.
06:33Dari perspektif energi sekuriti, ataupun suasembanan energi.
06:38Jadi, artinya tidak boleh ada terjadi kelangkaan-kelangkaan di lapangan.
06:42Ini harus betul-betul serius ditangani langsung oleh Kementerian SDM.
06:48Saya ke Pak Fahmi.
06:49Pak Fahmi, apakah itu memungkinkan terjadi?
06:51Karena pada dasarnya SPBU swasta memungkinkan adanya impor langsung
06:56dan juga tidak melalui satu pintu.
06:57Dan tentunya SPBU swasta memilih untuk bertahan
07:02atau untuk saat ini seperti apa pandangan Anda?
07:06Jadi, pada saat SPBU swasta atau pertama asing di-invest di SPBU itu,
07:13itu karena ada liberalisasi.
07:15Ada suatu kebebasan untuk pengadaan impor dari berbagai sumber.
07:20Sehingga SPBU swasta itu biasanya membentuk portofolio.
07:26Dia membeli dari beberapa sumber,
07:28termasuk misalnya sel itu ya dari sumurnya sel sendiri
07:32yang harganya bisa lebih murah.
07:35Nah, kalau kelangkaan kemudian harus beli dari Pertamina,
07:39maka tidak ada jaminan bahwa harganya itu lebih murah,
07:44bahkan bisa lebih mahal.
07:47Itu kan yang merugikan.
07:48Nah, kalau terjadi kelangkaan,
07:51saya setuju Pak Ramson tadi mengatakan,
07:53kasih izin untuk impor.
07:56Jangan kemudian dibatasi impor yang biasanya satu tahun,
08:00periodenya dibatasi menjadi enam bulan.
08:03Dan setiap enam bulan ini harus mengajukan izin lagi
08:06dan kita tahu birokrasi perizinan di Indonesia itu seperti apa.
08:11Sehingga ini jadi lambat gitu ya.
08:14Maka pada saat itu terjadi kelangkaan.
08:16Nah, kalau kelangkaan ya tadi saya katakan izinkan impor tadi.
08:20karena itu yang diinginkan oleh SPW swasta,
08:25satu kebebasan tadi gitu ya.
08:27Kebebasan untuk memperoleh impor BPN,
08:31kemudian kebebasan untuk menetapkan harga,
08:34sesuai dengan harga pasar gitu ya.
08:36Nah, kalau kemudian dibatasi dengan impor satu pintu,
08:43ini saya kira tidak sesuai dengan tujuan mengundang investor,
08:50kasih kemasu di SPWU.
08:53Dan ini saya khawatir justru akan mempengaruhi
08:57iklim investasi yang tidak kondusif gitu.
09:00Saya juga ke Pak Ramson kembali bahwa ini terkait dengan
09:04kesehatan iklim investasi dan juga masyarakat
09:07mendapatkan akses untuk BBM.
09:10Lalu seperti apa Pak Ramson?
09:11Kapan rencananya untuk memanggil Menteri SDM?
09:14Ya, jadi ini kebetulan saya hari ini ada di balik papan
09:19meninjau RDMP kilang minyak atau refinery Pertamina
09:24yang proses penyelesaian pembangunan
09:27yang kapasitas dari 260 ribu barel per hari
09:31akan menjadi produksinya 360 ribu barel per hari.
09:35Jadi sebenarnya dari ketersediaan BBM
09:37itu di setengah hulu artinya di kilang itu oke.
09:42Mereka semua lancar.
09:43Hanya ini soal strategi pendistribusian,
09:46soal kebijakan Menteri SDM,
09:48ini jangan terlalu kaku.
09:50Sehingga tidak terjadi kelangkaan di operator-operator swasta.
09:54Karena sel AKR dan BP itu beroperasi
09:58atas izin dari pemerintah juga Menteri SDM.
10:01Jadi mereka sudah punya pangsa pasar,
10:04harus dijaga pangsa pasarnya,
10:06jangan sampai terjadi kelangkaan.
10:08Karena itu juga masyarakat.
10:10Jadi jangan sampai terjadi kelangkaan.
10:12Tapi kapan Pak Ramson akan memanggil Menteri SDM,
10:15Bah Lila Hadalia?
10:16Iya, akan segera.
10:19Kita sudah, diantara kita sudah ada diskusi di WhatsApp,
10:23di WA selama dua hari ini,
10:26kemungkinan karasana akan segera diadakan raker.
10:30Karena ini harus segera diatasi.
10:31Jangan sampai ada gejolak di lapangan,
10:35sehingga harus meminta presiden yang harus turun tangan.
10:40Itu harus segera diatasi oleh Menteri,
10:43baik pun kita sebagai DPRI,
10:46Komisi Energi harus konsen,
10:48dan juga bersama Pertamina dan operator.
10:51Baik, kita harapkan pihak pemerintah juga dapat...
10:55Operator-operator swasta.
10:56Baik, kita harapkan pemerintah dapat menyelesaikan persoalan ini,
11:00dan juga masyarakat tidak kesulitan.
11:02Ya, singkat saja Pak Samy.
11:05Kalau itu monopoli gitu ya,
11:07nanti pengadanya sudah monopoli,
11:09nah, pada saatnya juga akan terjadi monopoli juga oleh Pertamina.
11:13Secara teoretis,
11:15monopoli itu merugikan rakyat gitu ya.
11:18Jadi, harganya bisa lebih mahal,
11:20karena tidak ada pesaing gitu ya.
11:22Kualitasnya bisa lebih rendah,
11:24dan mereka apa yang terhadap konsumen.
11:27Nah, oleh karena itu misalnya...
11:28Baik, kami tangkap.
11:29Bahwa monopoli nanti ujung-ujungnya juga akan menyusahkan rakyat.
11:34Baik.
11:36Monopoli ujungnya akan nanti menyusahkan rakyat,
11:39karena harga itu juga akan mendapatkan ketetapan yang tinggi,
11:42dan juga nanti kita harus menjaga kesehatan dari klaim investasi.
11:46Terima kasih, Bapak-Bapak.
11:47Atas waktunya Pak Ramson Siagian telah bersama kami,
11:50dan juga Pak Fahmi tadi dari UGM telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Petang.
11:57Terima kasih, Bapak-Bapak.
Komentar

Dianjurkan