- 6 bulan yang lalu
- #dedimulyadi
- #qodari
- #maruararsirait
- #jabar
BANDUNG, KOMPAS.TV Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi bercerita pernah bekerja sebagai kuli bangunan saat menyampaikan sambutan dalam acara Penguatan Ekosistem Perumahan dan Sosialisasi Kredit Program Perumahan, Kamis (18/9/2025).
"Saya, Bang Ara, kalau SMA libur sebulan, selalu ikut jadi kuli bangunan," ujar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
"Jadi kalau urusan ngaduk, saya enggak bisa ditipu, Pak. Kalau saya ngaduk, tidak bisa asal diaduk-aduk. Saya enggak akan pernah tertipu, Pak," lanjutnya.
Pernyataan itu membuat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari, dan Menteri PKP, Maruarar Sirait, tertawa mendengarnya.
Baca Juga Kelakar Maruarar ke Dedi Mulyadi dan Wagub Jabar Erwan: Kompak Betulan, Bukan Pura-Pura? di https://www.kompas.tv/nasional/618376/kelakar-maruarar-ke-dedi-mulyadi-dan-wagub-jabar-erwan-kompak-betulan-bukan-pura-pura
#dedimulyadi #qodari #maruararsirait #jabar
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/618383/pecah-tawa-dedi-mulyadi-cerita-pernah-jadi-kuli-ingatkan-pejabat-depan-ksp-qodari-menteri-maruarar
"Saya, Bang Ara, kalau SMA libur sebulan, selalu ikut jadi kuli bangunan," ujar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
"Jadi kalau urusan ngaduk, saya enggak bisa ditipu, Pak. Kalau saya ngaduk, tidak bisa asal diaduk-aduk. Saya enggak akan pernah tertipu, Pak," lanjutnya.
Pernyataan itu membuat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari, dan Menteri PKP, Maruarar Sirait, tertawa mendengarnya.
Baca Juga Kelakar Maruarar ke Dedi Mulyadi dan Wagub Jabar Erwan: Kompak Betulan, Bukan Pura-Pura? di https://www.kompas.tv/nasional/618376/kelakar-maruarar-ke-dedi-mulyadi-dan-wagub-jabar-erwan-kompak-betulan-bukan-pura-pura
#dedimulyadi #qodari #maruararsirait #jabar
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/618383/pecah-tawa-dedi-mulyadi-cerita-pernah-jadi-kuli-ingatkan-pejabat-depan-ksp-qodari-menteri-maruarar
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03Sampurasun
00:06Sudah makan belum?
00:11Punya ongkos enggak?
00:14Punya duit enggak?
00:18Punya rumah enggak?
00:21Punya istri enggak?
00:24Tepuk tangan ya, semangat semuanya
00:27Mudah-mudahan berkah
00:29Semua yang hadir dari seluruh pelosok Provinsi Jawa Barat
00:34Dipimpin oleh para camatnya, para bupati dan wali kotanya
00:37Tetap semangat para bupati wali kota
00:40Kita hadapi berbagai tantangan, rintangan, hambatan kita
00:44Karena juara terbaik adalah juara yang mampu bertarung di atas badai
00:49Jangan membangun rumah di tepi pantai kalau takut diterjang ombak
00:55Dan anggaplah ombak yang selalu setiap waktu datang dan mungkin nanti lebih besar
01:00Itu jalan bagi kita menuju pulau kebahagiaan
01:04Romantis sedikit namanya juga duda
01:08Bang Ara, saya hormati
01:12Kemudian ini masih hangat ketua KSP kita
01:15Terima kasih
01:16Saya
01:17Terima kasih Bu memberikan penjelasan
01:20Tentang apa yang dilakukan oleh para bupati wali kota di seluruh Provinsi Jawa Barat
01:24Karena itu bukan kinerja saya
01:27Itu adalah kinerja seluruh rakyat Jawa Barat
01:29Terutama para bupati wali kota yang bisa menggerakkan stakeholder-nya
01:33Dan itu mematahkan berbagai prasangka, praduga dan hok
01:39Yang selalu disebarkan tentang Jawa Barat
01:41Karena hari ini Jawa Barat jadi idola Bu
01:44Seluruh influencer Jakarta
01:46Itu kebanyakan hari ini nyoroti Jawa Barat
01:49Biaya operasional yang dimuat di media sosial hanya Gubernur Jawa Barat
01:54Luar biasa
01:56Gak ada ceritain biaya operasional provinsi lain
01:58Semuanya Jawa Barat
01:59Saya cukup bahagia
02:00Karena saya dianggap satu-satunya Gubernur yang ada di Jawa Barat
02:04Terima kasih
02:05Kemudian semua yang hadir
02:07Para tamu undangan, ketua rei dan jajarannya
02:09Para direktur perbankan, para deputi
02:12Saya gak bisa nyebut satu-satu
02:14Para pak ketua DPRD
02:16Semangat, tenang
02:17Gak ada masalah
02:20Ketua DPRD kemarin tunjangan perumahan
02:23Kita nanti ngambil perumahan pak
02:25Tepuk tangan ya
02:27Seluruh for kopinda
02:28Orang Sunda itu begini
02:31Kemakmuran menurut orang Sunda itu gimana sih?
02:34Kemakmuran menurut orang Sunda itu
02:36Satu imahna pageh
02:39Dua baju na weteh
02:42Tilo biwirna basah
02:47Opat
02:49Pamaji kanana jarang reneh
02:51Yang kelima
02:53Barijeng dikeraya
02:54Sudirana
02:55Pak Rektor ITB terima kasih
02:57Rektor Umpad
02:57Jadi bagi orang Jawa Barat
03:01Kepemilikan rumah itu yang pertama
03:04Rumah
03:07Itu yang pertama
03:08Jadi imahna pageh
03:09Baru setelah imah pageh
03:12Itu baju weteh
03:14Jadi jangan dulu kredit
03:16Baju kalau belum punya rumah
03:18Jangan dulu kredit mobil
03:21Kalau belum punya rumah
03:22Jangan dulu kredit motor
03:25Kalau belum punya rumah
03:26Mulailah dari rumah
03:28Maka lagunya adalah rumah kita sendiri
03:31Dalam ajaran Islam
03:32Baiti Zanati
03:34Surga itu ada di rumah
03:38Ya kan
03:39Ya ada isinya
03:41Yang Sukma Ayu
03:42Saya ada rumahnya ada beberapa
03:45Tapi istri gak punya
03:46Siapa yang mau isi rumah saya
03:49Dipersilahkan
03:50Nah itu rumah dulu
03:52Nah sekarang
03:54Kemudian baru bajunya weteh
03:56Setelah bajunya weteh
03:57Baru bibirna basah
03:58Apa artinya menikah
04:01Kemudian setelah itu
04:03Ingat setelah menikah
04:05Istrinya harus berkabe
04:07Ya kan
04:09Jarang rene
04:11Barijeng dikereh
04:13Tapi suaminya normal
04:14Ya kan
04:16Normal tapi tidak beranak terus
04:19Jangan sekali cos jadi
04:21Ngomongnya harus begitu
04:23Nah
04:24Problem hari ini
04:26Saya ngomong tentang kami istrinya
04:28Saya ini tukang keliling
04:29Apa yang terjadi pada
04:31Kemiskinan itu
04:32Pertama anaknya banyak
04:34Kedua tidak punya rumah
04:36Di rumah yang sempit itu
04:40Saya sudah menemukan
04:41Berapa kasus
04:42Ada orang yang tinggal
04:44Di rumah petak
04:45Anaknya 16
04:47Ada orang yang tinggal
04:50Di rumah petak
04:51Anaknya 11
04:53Ada anak yang tinggal
04:55Di rumah petak
04:56Anaknya 24
04:57Dan anehnya adalah
05:01Orang yang punya duit
05:02Itu susah punya anak
05:04Walaupun istrinya banyak
05:06Tidak mau beranak
05:06Yang nakal-nakal itu kan
05:10Istrinya banyak
05:11Tapi tidak ada yang anak
05:11Satupun terjadi
05:12Tapi orang-orang
05:16Tidak berpunya
05:16Atau pra-sejahtera
05:18Itu mudah punya anak
05:20Anak orang kaya
05:21Susah makannya
05:23Harus cari dokter giji
05:24Dicekok dulu
05:26Anak orang miskin
05:27Pengen makan terus
05:28Itu hawanya beda
05:29Jadi hawa orang kaya
05:31Itu kenyang terus
05:32Hawa orang miskin
05:33Lapar terus
05:34Ini kan yang terjadi
05:36Seperti itu
05:37Nah
05:37Sehingga
05:38Negara kan harus
05:40Nyelesain problem
05:40Problem kemiskinan
05:42Negara harus membangun
05:43Pertumbuhan
05:44Saya sampai sekarang
05:45Otak saya tetap
05:46Walaupun gak pernah
05:47Sekolah statistik
05:48Saya selalu mengatakan
05:49Kalau ingin
05:50Membangun
05:52Kemakmuran rakyat itu
05:53Jangan dulu
05:54Ngomong pendekatan
05:56Peningkatan
05:57Pendapatan rakyat
05:58Jangan
05:59Yang harus dilakukan
06:01Negara itu adalah
06:02Ngomong bagaimana
06:04Rakyat keluar duitnya
06:05Sedikit
06:06Karena saya punya
06:08Pengalaman sebagai
06:09Orang desa
06:10Ibu saya
06:10Anaknya sembilan
06:11Kok saya bisa sekolah
06:12Sampai sarjana
06:13Sembilan-sebilannya
06:14Kok makannya cukup
06:16Kenapa
06:17Karena ibu-ibu kita
06:19Dulu berhasil
06:20Meminis rumah tangga
06:22Dengan sedikit
06:23Pengeluaran
06:23Yang penting punya
06:24Beras sama garam
06:25Itu udah tenang hidupnya
06:26Sekarang gak bisa
06:28Gak punya kuota
06:29Gak tenang
06:30Gitu loh
06:31Gak bisa
06:32Jalan-jalan malam hari
06:34Gak tenang
06:34Ini problem
06:35Apa sih yang terjadi
06:36Pada masyarakat Indonesia hari ini
06:37Pada masyarakat Jawa Barat
06:39Yang terjadi adalah
06:41Kajenting
06:42Tekor
06:43Asal Sohor
06:44Problemnya apa
06:47Kelas menengah bawah ini
06:49Ingin bergaya
06:50Seperti tetangganya
06:52Yang agak atas
06:54Apa yang terjadi
06:56Pinjem
06:57Untuk itu
06:58Makanya
06:59Tidak boleh
06:59Para pejabat
07:00Memperlihatkan
07:02Memposting
07:03Sesuatu yang
07:03Tidak terjangkau oleh rakyatnya
07:05Gak boleh
07:07Misalnya cerita
07:10Ini saya lagi belanja
07:12Di Singapura
07:13Gak boleh
07:14Karena pejabat
07:15Walaupun duit sendiri
07:16Oh ini
07:17Ini saya lagi makan
07:18Keluarga di rumah makan ini
07:19Itu menimbulkan
07:21Obsesi
07:21Membuat mereka ingin
07:25Seperti
07:26Apa yang dalam video itu
07:28Anaknya
07:29Akhirnya hari ini
07:29Banyak orang kelas menengah bawah
07:31Tidak masak di rumah
07:33Makannya di rumah makan
07:34Nah sehingga
07:36Akses yang harus dibuka oleh negara
07:39Hari ini adalah
07:40Pertama
07:41Bagaimana rakyat mendapat
07:43Akses pendidikan
07:44Makanya saya fokus
07:46Sejak awal memimpin
07:48Infrastruktur sekolah
07:49SD
07:50SMP
07:51SMA
07:51Dan SMK
07:52Adalah keharusan negara
07:55Makanya saya berani
07:56Membuka ruang kelas
07:57Sampai 50
07:57Ini yang penting
08:01Nah
08:02Itu
08:03Yang kedua
08:04Mendekatkan siswa
08:05Pada akses pendidikan
08:06Kenapa
08:07Biaya ongkos mahal
08:08Sekolah gratis
08:09Gak ada masalah
08:10Tapi ongkosnya 30 ribu
08:12Yang kedua
08:13Kemudian yang ketiga adalah
08:15Menekan biaya pendidikan
08:17Biaya pendidikan itu yang mahal
08:20Bukan SPP-nya
08:21Biaya pendidikan itu yang mahal adalah
08:24Biaya jajannya
08:25Biaya modenya
08:27Outing kelas
08:28Dan studi tur itu yang paling mahal
08:29Itu studi saya
08:30Sehingga kalau ngomong
08:32Angka kemiskinan di Jawa Barat
08:33Terjadi hari ini menurun
08:34Itu berkah menurut saya
08:36Karena hari ini saya melarang studi tur
08:38Melarang outing kelas
08:40Dan melarang jajan
08:41Nah maka
08:42Gerakan yang berikutnya adalah
08:43Bagaimana uang yang 10 ribu jajan itu
08:46Menjadi 5 ribu 5 ribu
08:485 ribu untuk jajan
08:495 ribu investasi
08:51Bagaimana
08:51Anak-anak harus nabung
08:53Semiskin-miskinnya
08:54Anak Jawa Barat hari ini
08:55Jajannya masih 5 sampai 10 ribu
08:57Sehat rohan
08:58Pemulung anak-anaknya
08:59Masih 5 sampai 10 ribu
09:01Jadi kalau hari ini ada orang kurang giji
09:04Itu bukan faktor
09:05Tidak punya uang
09:06Tetapi faktornya adalah
09:08Tradisi jajan lebih tinggi
09:10Daripada tradisi
09:11Memasak di rumah
09:12Mereka lebih senang
09:16Membeli jajanan yang di sekolah
09:18Di sekitarnya 5 ribu perak
09:19Dibanding beli telur
09:20Padahal 5 ribu
09:22Itu kalau pagi-pagi direbus
09:24Dapat telur 2 biji
09:25Nah sehingga saya kenapa mendorong
09:28Sekolah pagi
09:30Jam setengah 7
09:31Sesungguhnya lagi merubah
09:34Masyarakat Jawa Barat
09:36Mindsetnya
09:37Untuk apa?
09:38Untuk menjadi orang
09:40Yang merubah pola
09:41Apa sih polanya?
09:42Saya kasih tau nih
09:43Rumusnya begini
09:44Kenapa anak-anak
09:46Itu harus masuk setengah 7
09:48Agar mereka bangunnya jam 5
09:50Kalau mereka bangunnya jam 5
09:54Maka orang tuanya akan memaksa
09:56Tidurnya jam 8 sampai jam 9
09:59Kalau mereka tidurnya jam 8
10:02Jam 9
10:02Maka
10:03Kebiasaan nongkrongnya hilang
10:05Nongkrong itu duit loh
10:06Dia menghabiskan BBM
10:09Kemudian nongkrong di KP
10:11Walaupun 50 ribu perak
10:12Kenapa KP yang banyak gulung tikar
10:15Tren mode bikin KP di mana-mana
10:18Anak yang nongkrong 50 ribu
10:19Pacaran dari jam 3 sore
10:21Sampai jam 10 malam
10:22Rugi
10:23Ya kita ngalamin begitu juga
10:26Kalau yang punya duit
10:28Enggak
10:29Enggak mau kelihatan umum
10:30Meluar duitnya banyak
10:31Nah
10:32Makanya itu didorong
10:33Untuk dirubah
10:34Yang berikutnya adalah
10:35Saya meminta
10:36Membawa bekal ke sekolah
10:37Bagi mereka yang MBG-nya
10:39Belum ada
10:40Untuk apa?
10:41Membuat tradisi memasak
10:42Jadi tradisi memasak
10:44Kaum ibu di rumah
10:45Itu sesungguhnya
10:46Piranti jalan
10:47Untuk membangun
10:48Kesejahteraan rakyat
10:49Tradisi
10:51Nah
10:51Dari tradisi ini
10:53Maka
10:54Yang kedua adalah
10:55Layanan terhadap
10:56Ini nanti berpengaruh pada perumahan
10:58Layanan terhadap
10:59Kesehatan
11:01Makanya penting ambulan
11:02Makanya Pak
11:03Kepala Bapeda
11:04Tolong sopir-sopir ambulan itu
11:07Itu oleh kepala desanya
11:09Tidak dilengkapi BBM
11:10Akhirnya walaupun ambulannya ada
11:12Ketika berangkat mungut
11:13Dan mereka tidak digaji
11:15Makanya saya meminta
11:16Sopir ambulan itu
11:17Dimasukkan menjadi tenaga pemerintah
11:20Kabupaten dan provinsi
11:21Ini penting loh Pak
11:23Jangan sampai
11:24Yang tidak ada kerja digaji
11:26Yang kerja tidak digaji
11:27Ini di Indonesia itu begitu
11:28Nah
11:29Ini harus diakses
11:31Yang kedua
11:32Adalah
11:33Bagaimana
11:34Mereka mendapat
11:35Layanan
11:36Di rumah sakit
11:37Nah
11:38Apakah layanan
11:40Di rumah sakit
11:40Itu masih menyelesaikan
11:41BPJS
11:42Bagi masyarakat mis
11:43Tidak
11:43Di rumah saya
11:45Itu setiap hari
11:4650 sampai 100 orang
11:48Ngantri
11:49Untuk mendapat
11:50Bekel operasional
11:51Makanya operasional
11:52Gubernur diberikan ke sana
11:53Kenapa
11:54Pak BPJS nya sudah
11:57Bisa Pak
11:57Kita free
11:58Tetapi Pak
12:00Kan selama saya di rumah sakit
12:02Suami saya tidak kerja
12:03Berhenti Pak
12:06Anak di rumah
12:06Makannya dari mana
12:07Makannya perlu biaya
12:09Untuk nungguin
12:11Maka
12:11Di Bandung
12:13Saya sudah meminta
12:13Kepala Inas Kesehatan
12:14Untuk
12:15Seluruh rumah sakit
12:16Yang menjadi rujukan
12:17Dari daerah
12:18Kos-kosannya
12:19Dikontrak oleh Pemprov
12:20Kenapa
12:23Mereka selama nungguin disini
12:25Bolak-balik ongkos berapa
12:26Saya tiap hari
12:28Itu menangani orang yang
12:29Pak
12:30Kemoterapi
12:31Berangkat dari Bekasi
12:32Ke RS
12:33Ke rumah sakit
12:34Tasan Sedikin
12:35750 ribu
12:36Kemoterapinya
12:37Tidak bayar Pak
12:38Tapi dari rumah
12:39Menuju
12:39Nah ini hadir lagi
12:42Negara hadir lagi
12:43Menyelesaikan itu
12:44Nah itu kedua diselesaikan
12:45Nah kalau
12:46Kebutuhan
12:48Dasar masyarakatnya
12:50Sudah terpenuhi
12:51Pendidikannya
12:52Sudah free
12:53Kemudian negara
12:54Keras terhadap
12:56Sekolah
12:56Untuk anak-anaknya
12:57Tidak boros jajan
12:58Mereka menabung
13:00Saya yakin
13:01Mereka punya masa depan
13:02Mereka punya akses rumah
13:03Nah
13:03Karena itu
13:04Maka
13:05Pada waktu gelombang
13:06Demonstrasi kemarin
13:08Saya sudah punya tradisi
13:09Dari dulu
13:09Sejak Bupati
13:10Saya memutuskan
13:11Provinsi Jawa Barat
13:12Untuk
13:13Memberikan jaminan
13:15Bagi seluruh
13:16Pekerja informal
13:17Di Provinsi Jawa Barat
13:18Gojek
13:20Kuli bangunan
13:21Kuli nyangkul
13:23Pemolung
13:24Pembantu rumah tangga
13:26Dan seluruh komponen lainnya
13:27Yang dia non-ANSN
13:29Non-pengusaha
13:30Non-TNI
13:31Non-FORI
13:31Non-anggota DVR
13:32Untuk mendapat
13:33Mendapat
13:34Asuransi
13:35Ketenaga kerjaan
13:36Tujuannya apa?
13:38Recovery
13:38Kalau mereka
13:39Ngojek
13:40Jatuh dari motor
13:41Kakinya patah
13:42Di rumah sakit
13:43Dia bisa diobatin
13:44Dan diganti
13:45Penghasilannya
13:46Selama di rumah sakit
13:47Karena ini
13:48Menjaga kemiskinan baru
13:50Nah
13:52Maka dalam sistemnya
13:54Kepala Bapak Pedra
13:54Saya sampaikan
13:55Kan sekarang itu
13:56Lagi daftar nih orang
13:56Dari kabupaten
13:57Dari mana-mana
13:58Nanti kerjasama dengan
13:59Bupati
13:59Wali kota
14:00Sistemnya itu
14:01Haru dimasukin
14:02Akses terhadap
14:03Kur perumahan
14:05Nah
14:06Kalau ini
14:07Dia jaminan
14:08Asuransi
14:09Tenaga kerjanya
14:10Kita dapat
14:10Mereka dapat
14:12Kur
14:12Jaminan perumahan
14:13Dapat rumah
14:14Yang murah
14:15Maka
14:15Siklus
14:17Ya kan
14:17Pertumbuhan ekonomi
14:19Akan tumbuh
14:19Kenapa?
14:21Saya
14:21Apa sih yang terjadi
14:23Di Jawa Barat hari ini?
14:25Yang terjadi
14:26Di Jawa Barat hari ini
14:27Adalah
14:27Merubah paradigma
14:29Anggaran provinsi
14:30Dari anggaran
14:31Orkestrasi
14:32Menjadi anggaran
14:33Teknokrasi
14:35Anggaran
14:36Orkestrasi
14:37Bagaimana?
14:38Dulu kebiasaan provinsi
14:39Hanya monitoring
14:40Dan evaluasi terhadap
14:41Kabupaten kota
14:41Dan itu pakai duit
14:42Dan gede
14:43Hari ini
14:44Tidak bisa
14:45Kita pelaksana teknis
14:46Yang harus
14:47Secara bersama-sama
14:48Maka
14:49Nomor
14:51Kelatur
14:51Nomor
14:51Kelatur
14:52Anggalan
14:52Dulu yang
14:53Digital-digital
14:54IT
14:55700 miliar
14:56IT ini
14:571,2 triliun
14:58Saya hapus semuanya
14:59Kenapa?
14:59Ini tidak berpihak
15:00Pada rakyat
15:01Anggaran-anggaran
15:04Yang mahal
15:04Triliunan
15:05Yang aplikasi-aplikasi itu
15:06Itu anggaran
15:07Yang hanya
15:08Dinikmati oleh
15:09Beberapa orang
15:10Atas nama
15:10Intelektual
15:11Dia menghegemoni
15:14Keuangan negara
15:14Dia menjual produknya
15:171 triliun
15:18500 miliar
15:19Itu hanya
15:19Dibagi oleh
15:205 orang
15:20Orang saja
15:21Dengan atas nama
15:22Intelektual
15:23Seorang
15:23Intelektual
15:24Tidak boleh
15:25Menyengsarakan
15:26Komunal
15:26Karena akan menjadi
15:28Konflik sosial
15:29Maka saya
15:32Rubah
15:33Anggarannya
15:34Dirubah bagaimana?
15:36Dirubah menjadi
15:36Pola
15:37Pembangunan
15:37Partisipasi
15:38Apa yang paling utama
15:40Adalah infrastruktur
15:41Infrastruktur
15:43Anda mau ngomong
15:44Kemajuan apapun
15:44Tidak bisa
15:45Yang diharapkan
15:47Oleh masyarakat
15:48Hari ini
15:48Dimana-mana
15:49Teriak di media sosial
15:51Cuman dua
15:51Pak Dede
15:52Jalana goreng
15:54Pak Dede
15:54Yang kedua lagi
15:58Pak Dede
15:58Imahna butut
15:59Pak Dede
16:00Bocor
16:00Pak Dede
16:01Itu
16:03Nah
16:03Kalau seperti itu
16:05Maka
16:05Anggaran dirumbah
16:07Nah
16:07Apa sih yang terjadi
16:08Di provinsi
16:09Kalau tadi
16:09Melahirkan pertumbuhan
16:10Kemudian
16:11Lapangan kerja terbuka
16:12Merubah
16:13Pak
16:14Misalnya begini
16:15Dulu
16:15Di Dinas Pendidikan
16:16Jawa Barat
16:17Tidak satu unit
16:18Bangunan pun teranggarkan
16:19No
16:21Saya rubah hari ini
16:22Mendekati satu triliun
16:23Dulu
16:25Anggaran infrastruktur
16:27Jalan seprovinsi
16:28Jawa Barat ini
16:29Hanya
16:29Empat ratus miliar
16:31Hari ini
16:32Tiga triliun
16:33Dulu
16:37Anggaran untuk penerangan
16:38Jalan
16:39PJU itu
16:39Itu
16:40Hanya sekitar
16:41Dua puluh miliar
16:42Hari ini
16:42Menjekati
16:43Satu triliun
16:44Dulu
16:46Pasang listrik
16:47Untuk warga miskin
16:48Itu hanya
16:49Dua puluh miliar
16:49Hari ini
16:50Empat ratus lima puluh miliar
16:51Jadi lonjakan
16:54Anggaran infrastrukturnya
16:55Mengalami kenaikan
16:56Yang sangat tajam
16:57Ditambah
16:58Di tengah-tengah
16:59Anggaran kita ini
17:00Nurun Pak
17:01Dari
17:02Tiga puluh
17:02Tujuh
17:03Yang dulu
17:03Anggaran provinsi
17:04Hari ini
17:05Menjadi
17:05Tiga
17:06Satu
17:07Saya gak tahu juga
17:07Dengan dana transfer
17:09Daerah yang hanya
17:09Enam ratus
17:10Sekian miliar
17:11Ini nanti kita berapa
17:12Karena penurunannya
17:13Dua puluh empat persen
17:14Nah
17:14Ini
17:15Nah
17:16Apa kemudian yang berikutnya
17:17Intruksi apa lagi yang saya lakukan
17:19Intruksi saya adalah
17:20Setiap jalan
17:22Harus ada drainase
17:23Dan drainasenya harus manual
17:25Kenapa saya milih
17:27Drainase manual
17:27Dibanding pabrikan
17:28Saya tujuan saya adalah
17:32Agar ada kuli bangunan
17:33Tetapi masih ada kelemahan
17:37Pemborongnya masih akal-akalan
17:39Akal-akalan dimana
17:41Kuli bangunan punya akses terhadap asuransi
17:43Harus mendapat hak
17:44Tidak diberikan
17:45Dan saya ancam semuanya
17:47Kontraktor Provinsi Jawa Barat
17:50Yang tidak mengasuransikan
17:51Seluruh pegawai kuli bangunannya
17:53Saya tidak akan bayarkan kontraknya
17:55Atau saya akan potong
17:59Itu asuransinya
17:59Saya bagikan ke kuli bangunannya
18:01Ini kan yang terjadi seperti itu
18:04Nah
18:04Kemudian setelah itu
18:05Saya katakan lagi
18:07Apa yang terjadi lagi?
18:08Saya ngomong
18:09Tentang ketidakdilan
18:10Ini kan kurangnya
18:12Gubernur dan Bupati
18:13Mengorkestrasi perumahan
18:15Kan yang selalu menjadi tuduhan
18:17Adalah termasuk saya yang dituduh
18:18Gitu kan
18:19Saya ketemu Pak Ara saja
18:21Acara baru sekarang
18:23Itu pun saya mau datang
18:25Tujuannya memberikan
18:26Bantuan rumah rakyat miskin
18:28Untuk warga
18:28Yang dipelopori oleh
18:30Yayasan Buddha Suci
18:31Tapi postingannya kan
18:32Saya mendapat aliran dana gratifikasi
18:35Yang punya rumah bagus Pak Ara
18:37Yang dituduh saya
18:37Tapi kalau saya langsung jeblaknya
18:41Saya jawab
18:42Justru saya ini adalah
18:44Kalau saya bertemu dengan para konglomerat
18:47Membangun perumahan di Jawa Barat
18:49Ingat
18:49Dalam setiap perumahan yang dibangun
18:51Ada kekayaan yang diambil
18:53Ada peningkatan pendapatan para konglomerat yang diambil
18:57Justru saya mau balik
18:58Harus membangun satu atau dua kampung
19:01Yang rumahnya tertata
19:02Yang itu diperuntukkan untuk orang miskin
19:03Ini kesalahan
19:07Kesalahan dulu apa sih
19:09Kesalahan dulu
19:09Para pejabatnya sibuk terima duit
19:12Dari pembebasan
19:18Udahlah dari izin segala macam
19:19Enggak mikirin
19:21Ini orang digusur
19:22Mau dikemanain
19:23Saya mikirnya bukan itu hari ini
19:25Saya berikan contoh
19:26Di daerah Bekasi
19:29Di daerah Karawang
19:30Pertumbuhan rumah elitnya tinggi banget
19:32Luar biasa
19:33Tapi di depan rumahnya
19:36Rumah kumu
19:37Warung-warung kumu berjejer
19:39Dan itu dibiarkan
19:40Sampah bertumpuk
19:41Saya tadi pagi ketemu Bupati Karawang
19:43Saya turunin alat berat
19:44Saya bersihkan seluruh bangunan itu
19:46Kemudian setelah itu apa yang kita lakukan
19:48Bupati Karawang sepakat
19:49Siapkan dana 40 juta perumah
19:52Kita bangun rumah-rumah mereka
19:54Enggak boleh lagi disini
19:55Maka anggaran bantuan perumahan di provinsi hari ini kan
19:59Sudah 40 juta
20:01Tetapi dibalik itu
20:03Juga kita harus bicara
20:05Kearipan
20:06Ini ITB ahlinya
20:08Kearipan bagaimana
20:09Bangun rumah jangan dipaksain
20:12Di sumedang
20:14Di samping kaki bukit
20:16Dipasang perumahan
20:18Di endek-endek kuil ini
20:21Rontok
20:22Ini juga gak boleh sembarangan
20:27Kata orang Sunda
20:28Ciri sabumi
20:29Cara sadesa
20:31Jawadah tutung biritna
20:32Sacaranat sacanan
20:34Lain tepak sejen eagle
20:35Pasti pakodari
20:36Apa itu artinya
20:40Membangun itu
20:42Harus sesuai dengan karakteristik lingkungan
20:44Tanah, air, udara, mataharinya
20:47Saya ngomong itu
20:48Itu yang disebut papat kalimat pancer
20:49Sehingga
20:50Kalau sudah dibangun itu harus pancer
20:51Dia kokoh
20:52Nah
20:52Makanya
20:54Dibagilah firanti
20:55Mana rumah untuk daerah pinggir pantai
20:58Mana rumah pertengahan
21:00Mana rumah pegunungan
21:02Maka di konsep provinsi hari ini
21:04Kita lagi ngembangin rumah bambu
21:07Di daerah-daerah yang seperti Sukabumi
21:10Cianjur
21:11Garut Selatan
21:13Bandung Selatan
21:14Kemudian daerah
21:15Bandung Utara
21:17Itu gak bisa lagi
21:19Semua dipaksain tembok
21:21Semua harus disesuaikan dengan kontur lingkungannya
21:24Untuk apa?
21:24Apalagi dengan encaman
21:26Tras lembang
21:27Kan harus kita pikirkan
21:29Bencana yang akan ditimbulkan dengan itu
21:32Setelah itu maka
21:33Yang paling berikutnya
21:35Harus dirumuskan oleh kita adalah
21:36Membangun brand
21:38Tentang rumah
21:39Bagaimana brand?
21:41Kita ini rumah itu
21:42Tidak dibangun berdasarkan culture-nya
21:45Bangunan-bangunan
21:46Ini sini
21:47Ini beda
21:48Ini beda
21:48Ini beda
21:49Ini beda
21:49Makanya kenapa?
21:50Apa sih yang unggul dari sebuah komplek developer perumahan itu
21:53Yang unggulnya adalah
21:54Bangunannya sama
21:55Jalan aksesnya ada
21:58Fasilitas umumnya ada
22:00Yang paling berat hari ini adalah di perumahan biasa
22:03Kenapa?
22:05Lomba-lomba
22:06Tetapi
22:06Disitu harus ada pembatasan Pak
22:09Pembatasannya bagaimana?
22:12Mereka yang mendapat akses terhadap kredit perumahan tipe 36
22:16Itu tidak boleh
22:19Besok tiba-tiba dirubah
22:21Perumahannya menjadi
22:22Tipenya tipe mewah
22:24Kenapa?
22:25Ketika dia ngambil perumahan subsidi disitu
22:28P36
22:28Besoknya dia bangun tiga lantai disitu
22:31Maka dia sudah mengambil hak orang lain
22:33Artinya akhirnya besoknya timbulah kecemburuan sosial
22:39Yang ini tetap tidak berubah
22:40Karena memang rumahnya peruntukan kelas menengah ke bawah
22:43Tiba-tiba tetangganya rumahnya gede banget dan hebat banget
22:46Itu konflik bertengkar itu
22:48Karena tidak ada satu perasaan dan satu tujuan
22:52Nah ini yang harus dibangun
22:54Sehingga pada hari ini
22:55Saya berharap
22:57Nanti setelah sistem pengelolaan kur perumahan di Jawa Barat
23:02Ini bisa menyerap 30%
23:05Dari total kur perumahan nasional
23:07Maka implikasinya adalah
23:10Akan lahir multi-layer efek ekonomi
23:13Satu
23:14Toko bangunan akan
23:16Laku
23:17Dua
23:19Sopir yang ngangkut bahan bangunan
23:21Hidup
23:22Yang ketiga
23:23Kuli bangunan
23:25Hidup
23:25Yang empat
23:26Mandor bangunan
23:27Hidup
23:28Tukang kayu
23:29Hidup
23:30Warung
23:30Randa biasanya itu yang jualan di bangunan
23:33Dan ini problemnya disini
23:36Bang Aratus
23:36Saya itu tahu problematika yang begini
23:39Apa sih dari kelakuannya ini
23:41Mohon banget
23:41Saudara-saudar
23:42Banyak
23:42Yang kelemahan dari pekerja bangunan itu adalah
23:45Kelemahannya adalah
23:47Keterbukaan dan ketidakjujurnya agak dominan
23:49Kenapa agak dominannya?
23:52Kontraktor ngerjain mandor
23:54Mandor ngerjain kuli
23:55Yang paling korban
23:57Tukang warung
24:01Korban pak
24:02Kan saya nanganin tiap minggu yang begini pak
24:04Bagaimana?
24:05Kontraktornya
24:07Ngemplang
24:08Kemudian
24:09Mandornya
24:10Dikemplang
24:11Karena mandornya dikemplang
24:13Mandornya ngemplang kuli
24:15Kuli sekian bulan
24:16Tidak dibayar
24:17Kulinya pulang
24:19Tukang warung
24:20Mati
24:20Karena selama di kontraktor itu
24:22Ke warungnya
24:23Ngutang pak
24:24Jadi kalau tidak dibayar
24:26Itu kuli
24:26Apa nanya
24:28Tukang warungnya gak kebayar
24:29Atau terbalik yang kedua
24:31Yaitu
24:32Tukang bangunan yang nakal
24:34Saya tahu kenakalan yang begini
24:36Karena saya pernah jadi kuli ngaduk pak
24:37Saya tahu pak
24:38Saya SMA itu kalau liburan
24:40Pak saya
24:40Bang Arah
24:41Saya kalau SMA kalau libur
24:43Itu satu bulan
24:44Saya selalu ikut kuli di bangunan pak
24:45Jadi kalau urusan ngaduk
24:47Saya gak bisa ditipu pak
24:48Jadi kalau saya ngaduk tidak bisa ditipu
24:50Di aduk-aduk
24:51Saya tidak akan pernah tertipu pak
24:52Nah bagaimana
24:55Yaitu selama di kuli bangunan
24:57Pacaran sama yang punya warung
24:59Itu
25:01Ini kan liku-liku kehidupan pak
25:03Pacaran sama yang tukang warung pak
25:07Ya kan tukang warungnya
25:08Ya cantik lah diantara laki-laki yang ada disitu
25:10Nah kemudian
25:13Uang yang dia pakai itu
25:15Habis
25:16Dikasihin
25:17Terus
25:18Pas mau pulang
25:20Gak punya duit
25:21Nanti nyampe ke rumah
25:23Pura-pura sedih sama istrinya
25:25Ceritanya gimana
25:27Terdibayar kumandor
25:28Atau pula-pula kecopetan
25:30Itu seninya kuli bangunan pak
25:33Nah
25:35Dan
25:36Yang terakhir
25:38Kekuatan inilah yang harus menjadi daya dukung
25:41Yang terakhir kan orang ribut
25:42Tentang penutupan tambang
25:44Yang berdampak pada
25:45Menurunnya produksi tambang
25:48Untuk kepentingan pembangunan
25:49Sebenarnya saya ini lagi membuat
25:51Lagi mengatur siklus
25:52Kenapa?
25:54Hari ini setiap ada proyek pembangunan
25:56Selalu dimanfaatin oleh preman
25:58Untuk apa?
25:59Mendapat bahan tambang
26:01Ahli tambangnya tidak punya
26:05Modalnya cuma secewa alat berat
26:07Ngambil bahan baku di mana-mana
26:10Jualnya sama dengan yang lain yang berizin
26:12Bayar pajak tidak
26:14Bayar reklamasi tidak
26:15Hanya pinjam alat berat
26:18Mereka tiba-tiba menjadi orang-orang
26:19Kayak mendadak di berbagai tempat
26:21Tapi uangnya hilang lagi
26:22Karena besoknya kawin lagi
26:24Saya tahu gitu
26:25Nah
26:25Saya ini sekarang
26:27Lagi membuat regulasi
26:28Untuk apa?
26:29Eh
26:29Pembangunan yang di sini
26:31Sumber tambangnya dari sini
26:33Tambang di sini yang digeser
26:35Setelah tambang apa yang dilakukan
26:36Kemudian ini dengan ini
26:38MOU
26:38Langsung tidak lagi pakai pihak orang
26:40Kamu kebutuhan tambangnya sekian juta kubik
26:43Dipenuhi dari sini
26:44Kamu fokus aja melayani kontrak
26:46Untuk apa?
26:47Mendapat kepastian subsidi
26:48Dan tidak mahal
26:50Dan tidak lagi ada calo di sini
26:52Kenapa?
26:53Karena bahan bangunan itu dicaloin
26:55Saya tahu
26:57Kalau lagi ada proyek pembangunan di sini
26:59Maka
26:59Toko-toko preman di situ
27:01Ngambil semua
27:02Pasir dari saya
27:03Batu dari saya
27:05Koral dari saya
27:07Semua dari saya
27:08Dan si kontraktor harus tunduk
27:10Atau pengembang
27:11Atau pengusaha harus tunduk pada dia
27:13Akhirnya dia mendapat bahan baku
27:15Satu
27:15Dikurangi polumenya
27:17Dua harganya dimahalkan
27:18Kalau tidak diganggu
27:19Maka saya sudah pengalaman yang ini
27:22Maka oleh saya dibuat nanti
27:24Ini langsung nih
27:25Kirim ke sini
27:26Ini langsung kirim ke sini
27:27Andai katapun dia ingin menjadi supplier
27:30Maka bahan baku yang disuplainya
27:32Sudah dari perusahaan tambang ini
27:34Dia tidak bisa ngurangi polumen
27:36Dan dia tidak bisa naikin harga
27:38Karena sudah ada kontrak harga
27:39Wajarlah untuk bagaimana menghidupi kontraktor lokal
27:43Ya kamu dapat sekian
27:44Ini dari sini
27:45Anda angkutan
27:46Saya itu bangun
27:46Itu untuk apa?
27:47Saya ingin mendidik masyarakat Jawa Barat
27:49Untuk tidak boleh untung dari enteng
27:51Setiap orang yang berusaha harus kerja keras dan berkeringat
27:55Tidak boleh hanya menjadi jagoan
27:57Kemudian jadi kaya
27:58Saya tidak mau
27:59Karena nanti orang Jawa Barat tidak kompetitif
28:03Nah
28:03Nah kemudian
28:04Yang terakhir
28:05Apa lagi problem dari perumahan ini
28:08Bang Ara
28:08Adalah
28:09Mendapat
28:10Kepastian
28:11Developer
28:14Yang berkualitas
28:16Dan jujur
28:17Karena seringkali
28:20Jadi rakyat kecil itu dikorbanin lagi
28:22Bagaimana
28:23Banyak developer
28:25Yang bebasin tanahnya
28:26Tidak lunas
28:27Setelah itu
28:31Ketika sudah lunas
28:32Sertifikatnya tidak bisa
28:33Dibagi
28:34Karena dari induknya belum dipecah
28:37Terus setelah itu apa lagi
28:39Banyak yang sudah masuk uang
28:41Bangunannya tidak dibuatkan
28:43Dan korbannya di mana-mana
28:46Nah untuk itu
28:47Sudah selayaknya
28:49Ray
28:49Ini mas Joko
28:50Mengumumkan developer
28:52Developer yang memiliki
28:54Standarisasi berdasarkan
28:56Penilaian Ray
28:57Ini penting
29:00Kalau yang jujur
29:02Kayak Mas Joko
29:02Kan makin banyak
29:03Nah ini
29:04Ya harus berani
29:05Ini abadnya
29:07Abad keberanian
29:08Kenapa?
29:09Karena Ray
29:10Bukan hanya melindungi developer
29:12Ray harus melindungi konsumen
29:14Kalau mau saya buka
29:15Itu pengaduan
29:16Ngantri pak
29:17Yang korban seperti itu
29:18Nah
29:19Karena karakter developer
29:20Juga sama
29:21Kenapa developer
29:22Banyak mengalami
29:23Problem ekonomi
29:24Bukan tidak dibayar
29:26Dari pengembang
29:27Dari konsumen
29:28Bukan
29:28Bukan
29:29Bukan itu
29:30Itu tadi
29:31Gaya sudah lebih dulu
29:33Kantornya hebat
29:34Mobilnya bagus
29:35Istrinya tambah
29:37Tiap minggu
29:38Keluar negeri
29:39Ya itu yang susah
29:40Sama dengan kontraktor-kontraktor
29:42Di kabupaten dulu
29:43Saya jaman bupati
29:43Punya borongan 200 juta
29:45Malamnya sudah karokean
29:47Dengan yang baru
29:47Saya tahu lah
29:50Karakter begitu
29:51Dapat 30% DP
29:53Itu gak dipakai untuk
29:55Bang
29:56Bukan
29:57Dia
29:57Sudah pakai nyanyi
29:59Atau
29:59Dapat kerjaan sub
30:01Dapat kerjaan proyek
30:02Disubkan lagi
30:03Habis sub
30:04Disubkan lagi
30:05Disubkan lagi
30:06Banyak kontraktor
30:07Yang saya lihat
30:08Itu selama jadi kontraktor
30:10Hanya menjadi anggota
30:12Asosiasi pengusaha
30:13Tapi tidak pernah ngeborong
30:14Ngesuba aja kerjanya
30:16Nah kalau gak kebagian
30:17Paling
30:18Buah syak
30:18Aing kebagian
30:19Aing asli orang dia
30:20Modalnya begitu saja
30:22Di abad digital itu
30:23Gak bisa lagi begini
30:24Jadi pada akhirnya
30:25Siapapun yang jujur
30:27Mengelola
30:27Maka dia akan muncul
30:28Developer jujur
30:30Sukses
30:32Jadi menteri jujur
30:33Sukses
30:34Jadi para bupati
30:35Jujur
30:35Sukses
30:36Minimal tidak bertengkar
30:37Dengan istrinya
30:38Jadi inilah
30:40Yang menjadi harapan saya
30:41Jadi ekosistem
30:42Ekonomi perumahan itu
30:44Adalah
30:44Siklus ekonomi perumahan
30:46Yang berjalan
30:48Semua orang
30:48Dan yang terakhir
30:49Adalah
30:49Kehati-hatian
30:51Dalam penataan ruang
30:53Kenapa?
30:54Karena kita ngejar
30:55Target produksi rumah
30:56Harus kita hati-hati
30:58Terhadap penataan ruangnya
30:59Kalau tidak
31:00Yang dijanjikan rumah mewah
31:02Bebas banjir
31:04Ketika musim hujan
31:05Banjirnya
31:06Dua meter
31:07Yang terakhir
31:08Negara harus
31:09Mulai membatasi
31:10Kepemilikan rumah
31:11Kenapa?
31:14Karena habisnya tanah
31:15Itu oleh orang
31:16Yang ambil rumah
31:17Di mana-mana
31:18Saya tahu lah
31:20Di Jawa Barat ini
31:21Misalnya di Bogor
31:22Waktu dulu rumahnya penuh
31:24Dan kebanyakan
31:25Perempuan yang isi rumah itu
31:26Ketika suaminya pensiun
31:28Perumahannya kosong semua
31:29Rupanya pindah
31:30Ketahuan
31:32Nah maksud saya
31:34Sudahlah gitu
31:37Punya simpanan
31:38Diambilin perumahan
31:39Gitu lah
31:40Ya udah
31:41Susah-susah
31:43Ada pengembangan baru
31:46Tempat ini
31:46Ngambil satu
31:47Buat yang kuliah disini
31:48Buat yang kuliah disini
31:50Besoknya pensiun
31:51Kan gak ada yang
31:52Ngetorin rumahnya
31:54Istrinya juga
31:54Diambil lagi
31:55Sama yang lain
31:56Nah
31:57Ya udah lah
31:59Bapak-bapak
32:00Kan semua pemain
32:00Kan saya pelatih
32:01Senyum dong
32:07Senyum
32:08Semangat
32:09Gupati wali kota
32:10Semangat
32:11Ya tenang
32:14Pak Luki
32:15Semangat
32:16Pak Luki
32:16Pak Luki
32:17Rumahnya ada berapa
32:18Bohong lah
32:21Satu yang benar
32:23Yang isi rumahnya ada
32:25Ada
32:26Jadi intinya itu
32:30Saya inginkan
32:31Saya harapkan
32:32Karena kan rumah
32:33Rumah mewah itu
32:34Besar-besar tuh
32:35Jangan sampai rumah yang besar-besar ini
32:37Itu tidak diisi
32:39Kenapa?
32:41Yang isinya juga gak tau dimana
32:42Ini
32:43Ini
32:43Jadi
32:44Orientasinya adalah
32:46Rumah untuk investasi
32:48Menurut saya
32:49Investasi jangan di rumah
32:51Kenapa?
32:52Membuat mati
32:52Kenapa membuat mati?
32:54Dengan investasi
32:56Bangun rumah
32:56Rumahnya kosong
32:57Rumahnya gak ada frisi
32:58Buahnya gak mati
32:58Tidak berputar
32:59Investasi lebih baik
33:01Di
33:01Tempat-tempat lain
33:03Yang memutarkan ekonomi
33:04Ini yang saya harapkan
33:05Jadi
33:06Saya ucapkan terima kasih
33:07Mudah-mudahan ke depan
33:09Perumahan di Indonesia
33:10Di Jawa Barat
33:11Semakin meningkat
33:12Kemudian ke depan
33:13Tidak ada disparitas
33:14Tidak ada orang yang
33:15Jumlah rumahnya banyak banget
33:17Dan ada orang yang
33:18Tidak punya rumah
33:19Sama sekali
33:21Yang paling ideal adalah
33:22Satu rumah
33:23Satu istri
33:25Empat rumah berarti
33:26Enggak maksudnya
33:29Satu keluarga
33:30Satu rumah
33:30Dan satu istri
33:31Saya ucapkan terima kasih
33:33Semangat bagi semuanya
33:35Mudah-mudahan
33:36Kata orang Sunda
33:38Ini Jawa Barat itu
33:39Subur Makmur
33:40Gemah Ripah
33:41Repeh Rapi
33:42Patanina Sugimukti
33:44Padangana Berat
33:45Benghar
33:46Mudah-mudahan
33:47Seluruh jaminan-jaminan
33:48Yang akan diberikan oleh
33:49Pemerintah Provinsi
33:50Dan Kabupaten Kota
33:51Merupakan cara
33:52Dan prasarana
33:53Untuk membangun
33:54Kesejahteraan
33:55Rakyat
33:56Haturnuhun
33:57Wallahumu'afiq
33:58Assalamualaikum
33:59Warahmatullahi Wabarakatuh
34:00Sampurasun
34:01Terima kasih telah menonton
34:04Terima kasih telah menonton
Komentar