Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Puslabfor Mabes Polri membawa tabung gas berukuran 12 dan 3 kilogram dari lokasi ledakan di permukiman warga Pamulang, Tangerang Selatan. Dalam peristiwa ini tidak ditemukan zat peledak di sekitar lokasi.

Selain tabung gas, selang regulator, kompor gas, dan bahan bekas terbakar juga dibawa untuk diperiksa.

Barang bukti dibawa dari empat rumah yang terdampak parah akibat ledakan kemarin.

Dari olah TKP juga ditemukan titik api atau zat peledak, namun untuk penyebab ledakan masih harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Warga menuturkan mendengar suara dentuman keras dan gemuruh serta disertai angin kencang saat peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 5 dini hari.

Di lokasi ledakan, hari ini warga mulai memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan, meski warga diminta tak berada di sekitar area ledakan.

Beberapa warga juga mencoba memeriksa rumah yang hancur akibat ledakan. Di sekitar lokasi ledakan, warga dilarang menggunakan handphone.

Posko darurat didirikan bagi warga terdampak.

#puslabfor #pamulang #ledakan

Baca Juga Jumlah Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Blora Jadi 5 Orang | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/617292/jumlah-korban-tewas-akibat-ledakan-sumur-minyak-ilegal-di-blora-jadi-5-orang-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/617301/ledakan-di-pamulang-puslabfor-mabes-polri-tak-temukan-zat-peledak-kompas-petang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pertama datang dari Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.
00:03Puslap for Mabus Polri membawa tabung gas berukuran 12 dan 3 kilogram
00:08dari lokasi legakan permukiman warga Pamulang.
00:11Dalam peristiwa itu, tidak ditemukan zat peledak di sekitar lokasi.
00:16Selain tabung gas serta selang regulator,
00:19kompor gas dan bahan bekas terbakar juga dibawa untuk diperiksa.
00:24Barang bukti dibawa dari 4 rumah yang terdampak parah akibat ledakan kemarin.
00:28Dari olah TKP juga ditemukan titik api atau zat peledak.
00:33Namun untuk penyebab ledakan masih harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
00:39Ada tabung gas berukuran 12 kilo,
00:42kemudian ada tabung gas berukuran 3 kilo berjumlah 3 buah,
00:47kemudian ada selang regulator dan kompor,
00:50kemudian seluruh barang bukti ini akan kami lakukan pemeriksaan
00:53dan penelitian lebih lanjut di laboratorium.
00:55Ada api ya Pak, tapi ini tidak ada yang terbakar.
00:59Apa bisa dijelaskan oleh dari polisnya?
01:01Ada, ada apinya.
01:02Jadi kalau ledakan bergas itu, api seketika langsung habis.
01:05Berarti ada yang ditemukan titik apinya?
01:07Ada yang bekas terbakar.
01:09Itu saja.
01:09Dari visual rekaman kamera pemantau ini terdengar jelas suara ledakan.
01:24Warga menuturkan mendengar suara dentuman keras dan gemuruh
01:29serta disertai angin kencang saat peristiwa ledakan
01:32terjadi sekitar pukul 5 waktu Indonesia Barat.
01:42Gemuruh kayak ituan kencang gitu,
01:45angin kencang sama kayak orang lewat juh-juh-juh-juh,
01:48jeger, begitu.
01:49Jutup gitu, wuss gitu.
01:51Kencang, pokoknya anginnya kencang banget
01:52sambil kayak ada yang jalan gitu.
01:55Terakhirnya ya itu ledakan, jeger gitu.
01:59Ada api atau asap?
02:01Enggak ada api, seperti kayak angin kenceng, putih gitu aja.
02:07Hari ini warga mulai memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan meski mereka diminta tidak berada di sekitar area ledakan.
02:21Beberapa warga juga mencoba memeriksa rumah yang hancur imbas ledakan.
02:25Di sekitar lokasi ledakan, warga dilarang menggunakan ponsel posko darurat didirikan bagi warga terdampak.
02:39Saat mendatangi lokasi ledakan, wakil wali kota Tangerang Selatan berjanji akan melakukan perbaikan rumah warga terdampak ledakan.
02:48Total keseluruhan 16 rumah rusak.
02:51Empat diantaranya rusak berat, sementara sisanya rusak sedang dan rusak ringan.
02:59Rusak, baik itu rusak berat, rusak sedang dan juga rusak ringan.
03:20Itu kita data hari ini, kerusakannya seperti apa.
03:22Insya Allah kita menggunakan anggaran belanja tidak terduga untuk melakukan perbaikan atas izin Pak Wali Kota
03:28untuk gentengnya rusak ataupun pelafonnya rusak.
03:32Tapi kalau yang rusak berat tadi sampai temboknya hancur.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan