Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan rapat perdana dengan Komisi XI DPR, Rabu (10/9/2025) pagi.

Rapat perdana Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa digelar di ruang rapat Komisi XI DPR di Gedung DPR Senayan, Jakarta dipimpin Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun.

Rapat ini membahas pengantar rencana kerja dan anggaran tahun 2026 Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, Purbaya juga telah menegaskan bahwa dirinya akan memastikan pengelolaan APBN di bawah kepemimpinannya akan tetap hati-hati dan disiplin.

Baca Juga Di Balik Optimistis Ketua DEN Terhadap Menkeu Baru, Ternyata Purbaya Ikuti Luhut Binsar Sejak 2015 di https://www.kompas.tv/nasional/616643/di-balik-optimistis-ketua-den-terhadap-menkeu-baru-ternyata-purbaya-ikuti-luhut-binsar-sejak-2015

#menkeupurbaya #menkeu #dpr

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/616659/perdana-menkeu-purbaya-rapat-dengan-komisi-xi-dpr-bahas-hal-ini-kompas-siang
Transkrip
00:00Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa melakukan rapat perdana dengan Komisi 11 DPR pada Rabu pagi.
00:10Rapat perdana MenQ Purbaya Yudi Sadewa digelar di ruang rapat Komisi 11 DPR di Gedung DPR Senayan, Jakarta.
00:17Dipimpin Ketua Komisi 11 Muhammad Misbakun.
00:20Rapat ini membahas pengantar rencana kerja dan anggaran tahun 2026 Kementerian Keuangan.
00:25Sebelumnya Purbaya juga telah menegaskan bahwa dirinya akan memastikan pengelolaan APBN di bawah kepemimpinannya akan tetap hati-hati dan disiplin.
00:35Itu program kebijakan fiskal, sektor keuangan dan ekonomi.
00:45Kedua program pengelolaan penerimaan negara, program pengelolaan belanja negara, pengelolaan perbendaraan kekayaan negara dan resiko, dan terakhir program dukungan manajemen.
00:57Kelima program ini dilaksanakan oleh keseluruhan unit Eselon 1 Kementerian Keuangan yang sifatnya kolaboratif dan bukan segregatif.
01:09KemenQ juga melaksanakan tugas khusus melalui tujuh badan layanan umum atau BLU, yaitu LPDP, BPDP Sawit, LDKPI, BPDP Lingkungan Hidup, PIP, ELMAN, dan PKN STAN,
01:26yang nanti dalam pendalaman juga dapat dilihat secara lebih detail.
01:35Ultimate outcome Kementerian Keuangan adalah pengelolaan fiskal yang proaktif dan adaptif untuk kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.
01:45Ini adalah untuk mendukung pencapaian rencana kerja pemerintah tahun 2026, yang bertemakan kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.
01:56Keseluruhan pekerjaan ini kami tuangkan dalam balance scorecard yang bisa dilihat di sebelah kanan, 5 program di dalam kotak, di dalam yang dilingkari 5 tersebut dengan target-targetnya di dalam masing-masing tempat.
02:10Dan di sebagian scorecard ini nanti didetilkan lagi ke dalam berbagai macam KPI dan target-target outcome dan seterusnya.
02:20Sebelum kami menguraikan detail dari 5 program ini, kami juga ingin menyampaikan di slide yang berikutnya,
02:26Kementerian Keuangan menjalankan keseluruhan itu dengan sumber daya yang terus kita kelola untuk menjadi lebih modern dan lebih terpercaya.
02:35Ada 77.412 pegawai, dari yang kalau kita bandingkan dengan 2019 sebenarnya ini terjadi penurunan,
02:472019 pegawai Kementerian Keuangan itu 82.468 pegawai, sekarang 77.412 pegawai.
02:56Kebijakan-kebijakan SDM kita termasuk memenuhi pegawai baru secara selektif,
03:02komposisi kita perhatikan terus, kompetensi kita terus tingkatkan,
03:07budaya pegawai, well-being dan juga manajemen serta pembangunan digital workspace,
03:12untuk bisa pegawai kita menjadi lebih kompeten dan bekerja dengan secara digital.
03:20Didukung juga oleh 19 core applications,
03:22yang termasuk di dalamnya ada Cortex, CESA, Bayacukai, sistem INSW, Span Sakti, MPN untuk perbendaraan,
03:33dan juga SIMAN untuk sistem aset negara.
03:37Dan kuncinya adalah kita terus mendukung interoperabilitas dan integrasi dari ekosistem digital ini.
03:44Keseluruhannya bekerja di dalam 1.071 satuan kerja,
03:50yang terus kita lakukan penguatan dengan pengawasan internal yang makin kuat,
03:56dan dengan anggaran sebesar Rp42,82 triliun,
04:07ini adalah anggaran tanpa BLU,
04:09dan sekitar 1,03 persen dari APBN tahun anggaran 2025.
04:16Dan tentu kebijakan anggaran kita di sini adalah terus memperkuat kebijakan efisiensi anggaran,
04:22sehingga anggaran digunakan dengan baik.
04:25Kebijakan-kebijakan dari sumber daya KemenQ ini yang terus kita kelola secara efisien,
04:32kalau kita lakukan benchmarking sejak tahun 2020,
04:36kita telah dapat mengurangi sejumlah anggaran yang tidak diperlukan,
04:41dan kita bisa mengestimasi total efisiensi 2020 sampai 2025 adalah sebesar Rp3,53 triliun.
04:50Dan tentu di tahun 2026, dalam rencana kerja anggaran 2026,
04:55kita akan terus melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran dan perluasan strategi efisiensi anggaran,
05:03termasuk dalam konteks pelaksanaan kolaborasi kegiatan,
05:09kemudian perluasan implementasi standar-standardisasi biaya,
05:13pengendalian biaya belanja birokrasi,
05:16dan juga perluasan kantor-kantor layanan bersama KemenQ di seluruh Indonesia.
05:24Berikutnya, di beberapa slide berikutnya,
05:26kami akan mulai menguraikan lima program yang tadi kami telah sampaikan
05:31sebagai rencana kerja dan anggaran Kementerian Keuangan.
05:34Nanti kami mohon izin untuk Pak Wamen Anggito dan Pak Wamen Thomas
05:38untuk juga ikut menguraikan program-program ini.
05:42Program pertama adalah program perumusan kebijakan fiskal sektor keuangan dan ekonomi
05:46yang kita terus arahkan agar kebijakan ini menjadi makin proaktif,
05:51makin adaptif, dan mampu menggerakkan transformasi ekonomi.
05:56Ada dua outcome yang dicapai, yang ingin dicapai di sini,
05:59yaitu dua outcome utama, dan dua outcome utama ini disampaikan di sebelah kiri,
06:05kebijakan fiskal sektor keuangan dan ekonomi yang berkualitas proaktif dan adaptif
06:09dengan indikator, seperangkat indikator termasuk di dalamnya adalah
06:13rasio defisit terhadap PDB, indeks status stabilitas sistem keuangan,
06:19tiga dalam skala empat, dan indeks kinerja kebijakan fiskal sektor keuangan dan ekonomi.
06:24Itu outcome pertama.
06:24Outcome kedua adalah diplomasi dan kerjasama ekonomi keuangan internasional
06:28yang efektif.
06:31Dan anggaran yang dibutuhkan untuk ini adalah di sebelah kanan atas,
06:35pagu anggaran 90,03 miliar,
06:38tapi kalau ditambah dengan atribusi dukungan manajemen,
06:41yang utamanya adalah pembayaran gaji,
06:44karena pembayaran gaji di Kementerian Keuangan itu disatukan
06:46di sentralisasi, namun kalau kita lakukan
06:50pengelompokan pembayaran gaji untuk
06:536 unit Eselon 1 yang ada di
06:56mengampu program ini, maka total pagunya adalah
07:00Rp446,99 miliar.
07:04Program perumusan kebijakan fiskal dan sektor keuangan ini
07:07diampu oleh 6 unit Eselon 1,
07:09DJSEF,
07:10DJSPSK,
07:11DJBC, DJPK, DJPPR, dan DJA.
07:15Ini yang kami maksud tadi sebagai program yang sifatnya kolaboratif.
07:20Beberapa fokus kegiatan kami sampaikan,
07:23dan highlight 2026 antara lain adalah
07:25sinergi dan harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah,
07:30pemberian fasilitas dukungan insentif fiskal,
07:33transformasi kebijakan ekosistem investasi,
07:35penguatan kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola ekonomi dan keuangan internasional, global,
07:42optimalisasi kemitraan,
07:44dan kerjasama internasional,
07:46penguatan stabilitas, pendalaman, dan inklusivitas sektor keuangan,
07:50serta ekosistem profesi keuangan yang sehat.
07:55Program kedua adalah program pengelolaan penerimaan negara,
07:59dan Pak Wamen Anggito mohon izin pimpinan dan ibu bapak anggota
08:04untuk diuraikan oleh Pak Wamen Anggito.
08:08Terima kasih Pak Wamen Suhasil,
08:11pimpinan para ketua,
08:13Pak Wakil Ketua anggota Komisi 11,
08:16DPR RI,
08:17Pak Menteri Keuangan,
08:19Wamen, dan seluruh pejabat terkait.
08:23Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:25Terima kasih.
08:25Untuk program kedua dari Kementerian Keuangan adalah
08:31pengelolaan penerimaan negara yang ditujukan untuk meningkatkan
08:37atau mengoptimalisasi pendapatan negara,
08:40tentu dengan yang berkeadilan.
08:42Nah, program ini akan diampu secara kolaboratif oleh empat...
Komentar

Dianjurkan