00:00Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa melakukan rapat perdana dengan Komisi 11 DPR pada Rabu pagi.
00:10Rapat perdana MenQ Purbaya Yudi Sadewa digelar di ruang rapat Komisi 11 DPR di Gedung DPR Senayan, Jakarta.
00:17Dipimpin Ketua Komisi 11 Muhammad Misbakun.
00:20Rapat ini membahas pengantar rencana kerja dan anggaran tahun 2026 Kementerian Keuangan.
00:25Sebelumnya Purbaya juga telah menegaskan bahwa dirinya akan memastikan pengelolaan APBN di bawah kepemimpinannya akan tetap hati-hati dan disiplin.
00:35Itu program kebijakan fiskal, sektor keuangan dan ekonomi.
00:45Kedua program pengelolaan penerimaan negara, program pengelolaan belanja negara, pengelolaan perbendaraan kekayaan negara dan resiko, dan terakhir program dukungan manajemen.
00:57Kelima program ini dilaksanakan oleh keseluruhan unit Eselon 1 Kementerian Keuangan yang sifatnya kolaboratif dan bukan segregatif.
01:09KemenQ juga melaksanakan tugas khusus melalui tujuh badan layanan umum atau BLU, yaitu LPDP, BPDP Sawit, LDKPI, BPDP Lingkungan Hidup, PIP, ELMAN, dan PKN STAN,
01:26yang nanti dalam pendalaman juga dapat dilihat secara lebih detail.
01:35Ultimate outcome Kementerian Keuangan adalah pengelolaan fiskal yang proaktif dan adaptif untuk kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.
01:45Ini adalah untuk mendukung pencapaian rencana kerja pemerintah tahun 2026, yang bertemakan kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.
01:56Keseluruhan pekerjaan ini kami tuangkan dalam balance scorecard yang bisa dilihat di sebelah kanan, 5 program di dalam kotak, di dalam yang dilingkari 5 tersebut dengan target-targetnya di dalam masing-masing tempat.
02:10Dan di sebagian scorecard ini nanti didetilkan lagi ke dalam berbagai macam KPI dan target-target outcome dan seterusnya.
02:20Sebelum kami menguraikan detail dari 5 program ini, kami juga ingin menyampaikan di slide yang berikutnya,
02:26Kementerian Keuangan menjalankan keseluruhan itu dengan sumber daya yang terus kita kelola untuk menjadi lebih modern dan lebih terpercaya.
02:35Ada 77.412 pegawai, dari yang kalau kita bandingkan dengan 2019 sebenarnya ini terjadi penurunan,
02:472019 pegawai Kementerian Keuangan itu 82.468 pegawai, sekarang 77.412 pegawai.
02:56Kebijakan-kebijakan SDM kita termasuk memenuhi pegawai baru secara selektif,
03:02komposisi kita perhatikan terus, kompetensi kita terus tingkatkan,
03:07budaya pegawai, well-being dan juga manajemen serta pembangunan digital workspace,
03:12untuk bisa pegawai kita menjadi lebih kompeten dan bekerja dengan secara digital.
03:20Didukung juga oleh 19 core applications,
03:22yang termasuk di dalamnya ada Cortex, CESA, Bayacukai, sistem INSW, Span Sakti, MPN untuk perbendaraan,
03:33dan juga SIMAN untuk sistem aset negara.
03:37Dan kuncinya adalah kita terus mendukung interoperabilitas dan integrasi dari ekosistem digital ini.
03:44Keseluruhannya bekerja di dalam 1.071 satuan kerja,
03:50yang terus kita lakukan penguatan dengan pengawasan internal yang makin kuat,
03:56dan dengan anggaran sebesar Rp42,82 triliun,
04:07ini adalah anggaran tanpa BLU,
04:09dan sekitar 1,03 persen dari APBN tahun anggaran 2025.
04:16Dan tentu kebijakan anggaran kita di sini adalah terus memperkuat kebijakan efisiensi anggaran,
04:22sehingga anggaran digunakan dengan baik.
04:25Kebijakan-kebijakan dari sumber daya KemenQ ini yang terus kita kelola secara efisien,
04:32kalau kita lakukan benchmarking sejak tahun 2020,
04:36kita telah dapat mengurangi sejumlah anggaran yang tidak diperlukan,
04:41dan kita bisa mengestimasi total efisiensi 2020 sampai 2025 adalah sebesar Rp3,53 triliun.
04:50Dan tentu di tahun 2026, dalam rencana kerja anggaran 2026,
04:55kita akan terus melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran dan perluasan strategi efisiensi anggaran,
05:03termasuk dalam konteks pelaksanaan kolaborasi kegiatan,
05:09kemudian perluasan implementasi standar-standardisasi biaya,
05:13pengendalian biaya belanja birokrasi,
05:16dan juga perluasan kantor-kantor layanan bersama KemenQ di seluruh Indonesia.
05:24Berikutnya, di beberapa slide berikutnya,
05:26kami akan mulai menguraikan lima program yang tadi kami telah sampaikan
05:31sebagai rencana kerja dan anggaran Kementerian Keuangan.
05:34Nanti kami mohon izin untuk Pak Wamen Anggito dan Pak Wamen Thomas
05:38untuk juga ikut menguraikan program-program ini.
05:42Program pertama adalah program perumusan kebijakan fiskal sektor keuangan dan ekonomi
05:46yang kita terus arahkan agar kebijakan ini menjadi makin proaktif,
05:51makin adaptif, dan mampu menggerakkan transformasi ekonomi.
05:56Ada dua outcome yang dicapai, yang ingin dicapai di sini,
05:59yaitu dua outcome utama, dan dua outcome utama ini disampaikan di sebelah kiri,
06:05kebijakan fiskal sektor keuangan dan ekonomi yang berkualitas proaktif dan adaptif
06:09dengan indikator, seperangkat indikator termasuk di dalamnya adalah
06:13rasio defisit terhadap PDB, indeks status stabilitas sistem keuangan,
06:19tiga dalam skala empat, dan indeks kinerja kebijakan fiskal sektor keuangan dan ekonomi.
06:24Itu outcome pertama.
06:24Outcome kedua adalah diplomasi dan kerjasama ekonomi keuangan internasional
06:28yang efektif.
06:31Dan anggaran yang dibutuhkan untuk ini adalah di sebelah kanan atas,
06:35pagu anggaran 90,03 miliar,
06:38tapi kalau ditambah dengan atribusi dukungan manajemen,
06:41yang utamanya adalah pembayaran gaji,
06:44karena pembayaran gaji di Kementerian Keuangan itu disatukan
06:46di sentralisasi, namun kalau kita lakukan
06:50pengelompokan pembayaran gaji untuk
06:536 unit Eselon 1 yang ada di
06:56mengampu program ini, maka total pagunya adalah
07:00Rp446,99 miliar.
07:04Program perumusan kebijakan fiskal dan sektor keuangan ini
07:07diampu oleh 6 unit Eselon 1,
07:09DJSEF,
07:10DJSPSK,
07:11DJBC, DJPK, DJPPR, dan DJA.
07:15Ini yang kami maksud tadi sebagai program yang sifatnya kolaboratif.
07:20Beberapa fokus kegiatan kami sampaikan,
07:23dan highlight 2026 antara lain adalah
07:25sinergi dan harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah,
07:30pemberian fasilitas dukungan insentif fiskal,
07:33transformasi kebijakan ekosistem investasi,
07:35penguatan kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola ekonomi dan keuangan internasional, global,
07:42optimalisasi kemitraan,
07:44dan kerjasama internasional,
07:46penguatan stabilitas, pendalaman, dan inklusivitas sektor keuangan,
07:50serta ekosistem profesi keuangan yang sehat.
07:55Program kedua adalah program pengelolaan penerimaan negara,
07:59dan Pak Wamen Anggito mohon izin pimpinan dan ibu bapak anggota
08:04untuk diuraikan oleh Pak Wamen Anggito.
08:08Terima kasih Pak Wamen Suhasil,
08:11pimpinan para ketua,
08:13Pak Wakil Ketua anggota Komisi 11,
08:16DPR RI,
08:17Pak Menteri Keuangan,
08:19Wamen, dan seluruh pejabat terkait.
08:23Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:25Terima kasih.
08:25Untuk program kedua dari Kementerian Keuangan adalah
08:31pengelolaan penerimaan negara yang ditujukan untuk meningkatkan
08:37atau mengoptimalisasi pendapatan negara,
08:40tentu dengan yang berkeadilan.
08:42Nah, program ini akan diampu secara kolaboratif oleh empat...
Komentar