00:00Saudara 14 tahun sudah, Kompas TV hadir untuk Anda.
00:04Mengabarkan informasi faktual yang sebenarnya, yang langsung dari lokasi.
00:09Kompas TV juga berkomitmen jujur menjaga independensi dan kepercayaan masyarakat.
00:13Salah satunya seperti saat aksi unjuk rasa yang ramai beberapa waktu lalu.
00:17Jurnalis Kompas TV melaporkan informasi aktual.
00:21Kami hadirkan cerita mereka untuk Anda, Saudara.
00:23Saudara, saya akan datangi secara langsung Bako Brimob di kawasan Kuitang, Jakarta Pusat.
00:30Untuk melihat situasi apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang sesungguhnya ingin disuarakan.
00:36Bisa diinsasin serau.
00:53Akhirnya, kami juga agak kesulitan di sini.
00:59Ini di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.
01:02Di sini masih terlihat pihak kepolisian yang melakukan bersih-bersih.
01:08Dan memang karena barusan di lokasi kami melaporkan ini adalah tempat di mana gas air mata ditembakkan.
01:15Sehingga ini membuat saya cukup kesulitan dalam melakukan reportase dan juga berbicara di sini.
01:22Karena aroma pedas dari gas air mata ini masih cukup pekat.
01:28Ini sampai membuat saya cukup kesulitan dan mata juga cukup perih.
01:43Untuk akses jalan kami lihat tetap beroperasi seperti biasa.
01:48Karena kalau Anda lihat di belakang saya...
01:49Pemirsa Kompas TV di tengah situasi unjuk rasa yang begitu ramai tentunya Jurnalist Kompas TV hadir untuk mengabarkan.
02:01Tapi saya juga pengen denger nih cerita juga dari salah satu Jurnalist Kompas TV.
02:06Ya ini Zevanya Situmoyang.
02:07Halo Zevanya.
02:08Halo Kak Wokta, Saudara Kompas TV.
02:11Zevanya cerita dong pengalamannya.
02:13Kemarin kan unjuk rasa rame banget.
02:15Bahkan juga berujung ada yang kericuhan juga.
02:18Nah itu gimana waktu itu pengalamannya?
02:21Pengalaman pertama yang cukup menegangkan pastinya.
02:24Karena pertama kali saya ngeliput demo juga di tahun ini.
02:27Dan tentu seneng juga ngelihat bagaimana masyarakat itu sangat semangat ya.
02:34Dari mahasiswa, dari berbagai instansi.
02:36Itu sama-sama mau menyuarakan apa yang menjadi keresahan mereka untuk pemerintah.
02:41Tentu hal yang panjang, tugas yang panjang.
02:44Kadang kita shift dari pagi, pulang gak bisa malam.
02:48Tapi capek rasanya.
02:50Tapi meskipun begitu karena semangat dari teman-teman juga sama.
02:53Jadi tetap ada energi sih untuk mengabarkan kepada pemirsa yang nonton semua di rumah.
02:58Zevanya waktu itu pernah nemu kendala gak sih selama proses meliput?
03:03Terutama di tanggal 25 sampai 31 Agustus.
03:05Ya kebetulan aku mulai ngeliput dari tanggal 25-nya banget.
03:09Dan di situ memang kericuhan pertama kali terjadi kan.
03:12Itu masih siang hari tapi udah ricuh suasananya.
03:16Tembakan gas air mata juga ada.
03:18Itu sih paling kendala yang dirasain adalah ketika ada gas air mata.
03:22Kita pasti kocar-kacir kesana-sini, kepisah sama campers.
03:26Itu momen panik juga karena kita gak tau tim kita dimana, kita gak tau kondisinya gimana.
03:31Belum lagi dari kantor, kita harus live, harus mengabarkan kepada yang nonton di rumah seperti apa.
03:36Tapi di satu sisi juga kondisi lagi deg-degan, tegang, menghirup gas air mata juga agak sesek gitu ya.
03:42Tapi ya mau gak mau kita tetap harus punya energi untuk bisa kasih informasi yang tepat dan aktual, terpercaya juga tentunya.
03:49Polisi melepaskan.
03:52Tembakan gas air mata, saudara.
03:59Mohon, Kem.
04:00Kalau gak salah ada tembakan gas air mata lagi deket gue.
04:03Kesitu, asapnya muncul.
04:04Oh udah, abis gue di situ.
04:05Abis dalam arti gue gak bisa, gak bisa gomong-gomong mungkin ketarik ya.
04:09Udah nyangkut kali ya.
04:11Udah nyangkut di tenggorokan sama hidung gue.
04:13Ya udah, kalau gas air mata itu kan kalau misalnya belum masih ketahan nih.
04:17Masih ketahan di mata hidung sama tenggorokan mungkin masih bisa diantisipasi.
04:21Tapi kalau udah nyangkut, ya udah.
04:23Kalau boleh dijelasin tuh, itu momentum gue inget mati lah ya.
04:27Serius.
04:27Karena apa?
04:28Karena ketika gue dibantu evakuasi sama Mbak Veron dan Arief.
04:33Itu tuh gue gak bisa nafas sekali.
04:35Gue tuh gak bisa nafas sama sekali.
04:37Ya bayangin aja, orang gak bisa nafas sama sekali.
04:41Dipaksa ya, Don Tana Putin untuk lari.
04:43Di situ tuh gue mikir, ini nih penyebab dari begitu banyak korban jiwa yang lahir karena tembakan gas air mata.
04:49Gue gak tau saat itu tuh gas air matanya beda banget sama yang dipati.
04:53Kapolri untuk menginvestigasi secara mendalam gitu ya.
05:02Life aku rada jadi kayak konsentrasi aku terbagi antara Meller sama Material Life Report.
05:08Karena itu bener-bener Meller yang belum pernah aku alami sebelumnya.
05:12Bener-bener, aduh Mellernya tuh parah.
05:14Biasa tuh saat ada satu peristiwa besar, kita tuh betul-betul ada di depan peristiwa itu untuk melaporkan.
05:21Kita betul-betul tahu apa sih sebetulnya yang lagi terjadi gitu loh.
05:25Kami akan tunjukkan yang ini adalah gambar terkini.
05:28Aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.
05:33Dan itu sekaligus menunjukkan sih apa sih namanya di layar bagaimana sebetulnya kondisi di lapangan saat itu.
05:51Itu yang menarik untuk jadi seorang jurnalis ya.
05:57Kita harus membedakan antara memihak dan tidak memihak.
06:06Tapi beruntungnya Kompas TV itu sangat ingin mendapatkan gambar terbaik.
06:13Tapi itu sebetulnya prioritas utama kita untuk layar.
06:17Tapi prioritas yang lebih utama lagi daripada prioritas utama kita adalah keselamatan.
06:22Jadi saat kemudian sudah mulai ricuh-ricuh yang udah mulai ada lempar-lempar segala macem.
06:28Kita ambil gambar dulu nih kalau masih aman, abis itu jauh.
06:31Paling enggak kalau campersku tuh selalu ngajak fit, ayo fit, titik aman.
06:34Jangan sampai kita ntar kayak ketimpu atau apa.
06:37Ya berada di tempat yang agak jauh dari demonstran, agak jauh juga dari polisi.
06:45Tapi di situ tempatnya aman gitu lah.
06:49Jadi buat gambar bagus, buat kita melarikan diri juga aman gitu.
06:53Gitu sih.
06:54Kalau sukanya ya pengalaman sih.
07:00Bagi saya itu pengalaman.
07:02Pengalaman berharga sih bagi saya.
07:04Bisa meliput langsung ke lapangan, segala macem.
07:08Ya kalau dukanya ya kita sama dengan demonstran kayak kena gas air mata.
07:14Kayak kita ikut lari-lari.
07:16Kayak ikut takut kelempar juga.
07:19Itu sama.
07:21Enggak mungkin demo udah berhari-hari gitu ya.
07:23Tidak ada perubahan apa-apa.
07:24Itu harusnya ada perubahan yang bisa diberikan kepada masyarakat.
07:28Supaya apa yang jadi perjuangan tidak sia-sia.
07:30Semoga 17 plus 8 tuntutan rakyat bisa terrealisasi.
07:39Kita butuh kerja nyata, bukan omon-omon.
07:42Kalau buat unju raksa, buat pendemo ya.
07:49Harapan saya sih tetap bersuara.
07:53Soal 17 plus 8 tuntutan rakyat itu.
07:58Tetap berada di jalur demo yang benar.
08:04Dan contohnya kayak tidak merusak fasilitas gitu.
08:09Saling jaga, jangan sampai ada kericuhan yang akhirnya menimbulkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
08:17Jangan sampai akhirnya ada korban yang berjatuhan.
08:19Jangan sampai akhirnya.
Komentar