Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
INDRAMAYU, KOMPAS.TV - 5 orang dalam satu keluarga ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya di Indramayu, Jawa Barat.

Kelimanya diduga menjadi korban pembunuhan. Kasus ini terungkap setelah kerabat korban mendatangi rumah untuk mencari keberadaan mereka yang hilang kontak selama beberapa hari.

Saat itu, warga tidak menemukan korban, namun mencium aroma tak sedap dari dalam rumah. Hingga akhirnya korban ditemukan tewas terkubur di taman dalam rumahnya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari 5 orang saksi. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan.

Kriminolog Adrianus Meliala menyebut, pengungkapan kasus ini akan sulit karena adanya campur tangan warga saat menemukan korban, sehingga berpotensi mengacaukan alat bukti di lokasi.

Kelima korban yang masih satu keluarga kini telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Desa Sindang, Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga Kasus Sekeluarga Tewas Terkubur di Indramayu, Pemakaman Diiringi Isak Tangis Keluarga | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/615464/kasus-sekeluarga-tewas-terkubur-di-indramayu-pemakaman-diiringi-isak-tangis-keluarga-berut

#satukeluargatewas #indramayu #mayat #pembunuhan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/615577/polisi-periksa-5-saksi-kasus-satu-keluarga-tewas-terkubur-di-indramayu-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kita ke informasi ke dalam negeri, sodara 5 orang dalam satu keluarga ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya di Indramayu, Jawa Barat, diduga jadi korban pembunuhan.
00:11Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa ada 5 orang saksi.
00:305 orang dalam satu keluarga ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya di Indramayu, Jawa Barat.
00:37Kelimanya diduga jadi korban pembunuhan.
00:40Kasus ini terungkap, usai kerabat korban mendatangi rumah untuk mencari keberadaan korban yang hilang kontak selama beberapa hari.
00:49Saat itu, warga tak menemukan korban, namun mencium aroma tak sedap dari dalam rumah.
00:54Hingga akhirnya korban ditemukan tewas terkubur di taman dalam rumahnya.
01:00Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan 5 orang saksi.
01:27Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
01:33Meminta keterangan sebanyak 5 orang, kemudian jenazah telah dibawa ke rumah sakit Bayangkara,
01:43Losarang Indramayu, untuk dilakukan identifikasi dan otopsi.
01:50Kriminolog Adrianus Meliala menyebut penyelidikan kasus ini akan sulit diungkap,
01:57lantaran adanya campur tangan warga saat menemukan korban, sehingga berpotensi mengacaukan alat bukti di TKP.
02:05Ada indikasi bahwa dikatakan dalam berita bahwa ada kaki menyembul,
02:11itu harus masyarakat berhenti dan kemudian memanggil polisi.
02:15Tidak lagi masuk ke TKP, bahkan lalu menggali.
02:18Itu saya kira satu praktek yang buruk yang menurut saya perlu kita semua katakan bahwa itu adalah salah.
02:22Kenapa? Karena banyak sekali kasus di mana memang niatnya sih baik ya untuk menolong,
02:28tapi lalu akan mengacaukan betul TKP, membuat lalu TKP menjadi tidak lagi asli,
02:35dan nanti ujung-ujung menyulitkan pekerjaan polisi.
02:37Kalau kemudian lalu polisi tidak bisa mengungkap, lalu kemudian polisi pun disalahkan.
02:42Kelima korban yang masih satu keluarga kini telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga
02:47di Desa Sindang Indramayu, Jawa Barat.
02:50Perkembangan pengusutan kasus tewas yang satu keluarga di Indramayu
03:00akan dilaporkan jurnalis Kompas TV, Fadlianto Sugiyono.
03:03Selamat pagi, Fadli.
03:06Fadli, dari lima saksi yang sudah diperiksa, sudah diketahui siapa saja mereka.
03:11Ya, ada di dan penonton Kompas TV bahwa kami mendapatkan informasi dari kemungkinan,
03:18Kompas TV, yang kami katakan bahwa satu karyawan dari Pak Haji, Pak Bungi,
03:32dan yang seorangnya Kompas TV dan warga besar.
03:37Namun, untuk hasilnya kami masih kemungkinan atau jelasan dari kepolisian.
03:43Fadli, seperti yang kita tahu, korban ini kan dikenal sebagai seorang pengusaha.
03:53Seperti apa sebenarnya sosoknya dikenal di keluarga maupun juga di lingkungan masyarakat?
04:00Ya, berdasarkan informasi yang kami dapat di lapangan bahwa Pak-Pak Al-Saharod ini
04:06pengusaha pemilik walet yang berlokasi di belakang rumah,
04:12di belakang samping, Pak Budi bersama Ibu Ois adalah pengusaha punya kelontongan
04:21dan memiliki sejumlah karyawan.
04:24Dan semuanya ini di mata masyarakat sangat baik dan dikenal komunikatif dengan warga seputar.
04:35Namun, jarang keluar untuk berkomunikasi dengan yang lainnya,
04:40seperti beda dengan sama Ibu Ois yang selalu interaksi dengan warga seputar.
04:46Namun, Pak Budi, Pak Saroni ini dikenal dengan pelian dan jarang keluar.
04:53Ada sih.
04:55Oke, terakhir Fadli, ada informasi dari tetangga,
05:00kapan terakhir tetangga atau lingkungan sekitar ini sempat bertemu dengan keluarga korban?
05:07Dan apakah sebelumnya ada percekcokan atau seperti apa yang diketahui atau didengar dari para tetangga di sana?
05:15Ya, sempat disamping rumah korban atau di rumah duka ini yang diketahui rasa,
05:23menyampaikan bahwa terakhir topikat itu di hari Jumat.
05:29Para korban ini masih aktivitas dikenal dari rumah awal, awal Jumat,
05:36dan berkomunikasi dengan warga sekitar.
05:38Namun, pada saat di malam sejen, tempatnya di malam itu bertambah masyarakat masih bertanya-tanya bahwa ada apa?
05:53Tidak terlihat kembali pemilik rumah ini,
05:57mulai dari Pak Saroni, Pak Budi, dan Ibu Ois ini,
06:01tidak terlihat keluar rumah.
06:03Sehingga warga dengan curiga seperti itu langsung mengecek ke lokasi
06:09dan ditemukanlah oleh warga bahwa kelima ini dalam posisi meninggal.
06:16Namun, pada saat ditanya soal sebelum ditemukan jenazah ini,
06:21warga mengatakan tidak ada mendengar sesuatu kericuran atau keributan di dalam tersebut.
06:29Oke, baik. Nanti kita akan pantau lagi bagaimana hasil dari pengusutan dari kasus ini.
06:37Terima kasih informasinya Jurnalis Kompas TV.
06:39Wadlianto Sugiono melaporkan langsung dari Indra Mayu, Jawa Barat.
Komentar

Dianjurkan