Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Aliansi BEM se-Yogyakarta dan masyarakat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Senin (1/09/2025).

Rencananya, unjuk rasa akan digelar di DPRD Yogyakarta, namun melihat perkembangan kondisi yang masih rawan, massa aksi memutuskan untuk melakukan unjuk rasa di depan Gedung UGM, Yogyakarta.

Untuk mengetahui situasi terkini pascaunjuk rasa tolak tunjangan DPR di Yogyakarta, sudah ada jurnalis Kompas TV, Michael Aryawan, di Yogyakarta.

Baca Juga Sikap UI dan UGM Tanggapi Rentetan Demo di Indonesia: Dipicu Kebijakan Pemerintah Tak Adil! di https://www.kompas.tv/nasional/614902/sikap-ui-dan-ugm-tanggapi-rentetan-demo-di-indonesia-dipicu-kebijakan-pemerintah-tak-adil

#demo #unjukrasa #ugm #jogja

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/614904/terbaru-suasana-unjuk-rasa-tolak-tunjangan-dpr-di-depan-gedung-ugm-jogja-kompas-siang
Transkrip
00:01Untuk mengetahui situasi terkini pasca unjuk rasa tolak tunjangan DPR sudah ada Jurnal Skompas TV, Michael Aryawan di Yogyakarta.
00:09Mika untuk saat ini bagaimana rencana aksi terutama menuju DPR di Yogyakarta dan poin terutama masa yang akan berkumpul?
00:20Selamat siang Juno dan Saudara.
00:22Saat ini masa dari berbagai perguruan tinggi kemudian elemen masyarakat dan juga para pemudi ojek jaring sudah mulai berkumpul di Bundaran Universitas Gajamanan Yogyakarta.
00:37Titik ini memang akan menjadi lokasi aksi mereka.
00:40Kami juga sekaligus mengkritik atau mengoreksi tadi laporan kami di awal yang disebutkan bahwa masa akan bergerak menuju ke DPR di Yogyakarta dan telah kami konfirmasi terakhir terbaru kami konfirmasi masa menyatakan hanya akan menggelar unjuk rasa di titik ini tanpa kemana-mana.
01:04Kenapa demikian? Karena memang kondisi saat ini sedang rawan sehingga masa memutuskan untuk tidak bergerak kemana-mana mereka hanya menggelar unjuk rasa di depan Universitas Gajamada tidak akan masuk ke Malioboro karena dikhawatirkan nanti terjadi hal-hal yang berujung pada tindakan anarkis di tempat itu.
01:27Dan tentu saja masa yang berkomitmen bahwa hari ini adalah aksi damai mereka kemudian akhirnya menyetujui dari seluruh perguruan tinggi datang ke Universitas Gajamada untuk melakukan aksi bersama-sama.
01:42Nah ada pun tentukan dari mereka adalah mereka meminta keadanya reformasi kebijakan tidak hanya di JPR RI terkait tunjangan tetapi juga di pemerintah.
01:52Pemerintah Prabowo Gibran diminta untuk mereformasi berbagai kebijakannya yang dianggap kurang adil kemudian kurang merakyat dan juga lebih merugikan persoalan nasional.
02:09Banyak hal yang mereka sebutkan yang perlu direformasi diantaranya adalah misalnya makan bergisi gratis kemudian adanya efisiensi.
02:19Demikian Jun.
02:19Ya Mika juga ada kabar duka bahwa seorang mahasiswa dari Universitas Amikom meninggal pasca demo kemarin.
02:28Dan kemudian untuk saat ini bagaimana upaya pengusutan dan penyelidikan dari pihak kepolisian terkait dengan penyebab kematian dari almarhum Reza Sandi Pratama?
02:39Ya benar sekali Juno kabar duka muncul dari Yogyakarta adanya seorang demonstran yang meninggal di dunia saat menggelar unjuk rasa di makolda daerah istimewa Yogyakarta.
02:53Hal itulah juga yang menjadi pertimbangan dari masa saat ini tidak menggelar aksi kemana-mana mereka hanya berpusat di Universitas Gajah Mada.
03:01Nah terkait dengan Reza Sandi Pratama, almarhum memang benar adalah mahasiswa Universitas Amikom jurusan ilmu komunikasi.
03:09Dan kami sudah bertemu dengan orang tuanya, orang tuanya juga sudah bertemu dengan pihak kepolisian, sudah bertemu dengan kapolda daerah istimewa Yogyakarta dan sudah terjadi obrolan kekeluargaan di antara mereka.
03:24Pihak keluarga menyatakan tidak akan memperpanjang kasus ini ke jalur hukum walaupun kapolda sendiri sudah menawarkan opsi tersebut.
03:34Nah pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah Sandi karena ya itu tadi mereka menolak adanya proses hukum selanjutnya.
03:46Nah tapi kapolda menyatakan jika misalnya telat keluarga punya pertimbangan lain ingin menempuh jalur hukum maka kolda daerah istimewa Yogyakarta akan membuka penyelidikan tersebut dengan seterang-terangnya.
04:04Nah memang hingga saat ini kapolda pun belum bisa memastikan apa penyebab dari kematian almarhum.
04:10Namun dugaan-dugaan ada bahwa almarhum sempat dianiaya oleh pihak kepolisian tetapi tentu saja sekali lagi ini masih harus dibuktikan dan masih harus menjalani proses panjang dan ini ditolak oleh keluarga Sandi.
04:25Terima kasih atas laporan lengkap Anda, Junus Kompas TV, Michael Arewan dari Yogyakarta.
04:31Terima kasih atas laporan lengkap Anda, Junus Kompas TV, Michael Arewan dari Yogyakarta.
Komentar

Dianjurkan