Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#politikindonesia #pdip #nasdem #nafaurbach #ahmadsahroni88 #deddysitorus

Badai politik yang menumbangkan sejumlah anggota dewan ternyata belum berakhir. Setelah NasDem menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, serta partai lain melakukan evaluasi, kini SPOTLIGHT panas publik bergeser dan menyorot tajam ke markas PDIP.

Satu nama yang kini menjadi target utama ialah Deddy Sitorus.

Publik secara terbuka mempertanyakan mengapa kader PDIP tersebut masih aman diposisinya, padahal ia juga dianggap telah melukai hati rakyat dengan pernyataan yang dinilai arogan.

Kemarahan publik terhadap Deddy Sitorus dipicu oleh pernyataannya yang dianggap merendahkan dan tidak sebanding dengan rakyat biasa.

Dalam sebuah forum atau unggahan media sosial, ia diduga melontarkan kalimat yang menyiratkan superioritasnya sebagai pejabat di atas "rakyat jelata".

Pernyataan ini, di tengah situasi di mana rakyat sedang berjuang dan menuntut empati, menjadi bensin yang menyulut api. Di platform X, seruan untuk menindak Deddy Sitorus menggema keras.

Langkah cepat yang diambil NasDem, Gerindra, dan partai lainnya dalam merespons kemarahan publik secara tidak langsung telah menciptakan sebuah standar baru dalam akuntabilitas politik.

Contact Me :
Whatsapp : +62 812-6628-0882
: https://wa.me//6281266280882
Email : partnership@riau24.com
Instagram : https://www.instagram.com/riau24/
TikTok : https://www.tiktok.com/@riau24com?lang=id-ID
Website : https://www.riau24.com
#entertainment #viral #riau24

Wy, Mn, Zar, Yan
Transkrip
00:00Badai politik yang menumbangkan sejumlah anggota Dewan ternyata belum berakhir.
00:06Setelah Nasdem menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nava Urbah,
00:11serta partai lain melakukan evaluasi,
00:14kini spotlight panas publik bergeser dan menyorot tajam ke markas PDIP.
00:20Satu nama yang kini menjadi target utama ialah Deddy Sitorus.
00:24Publik secara terbuka mempertanyakan mengapa kadar PDIP tersebut masih aman di posisinya,
00:32padahal ia juga dianggap telah melukai hati rakyat dengan pernyataannya yang dinilai arogan.
00:38Kemarahan publik terhadap Deddy Sitorus dipicu oleh pernyataannya
00:42yang dianggap merendahkan dan tidak sebanding dengan rakyat biasa.
00:48Dalam sebuah forum atau unggahan media sosial,
00:51ia diduga melontarkan kalimat yang menyiratkan superioritasnya
00:56sebagai pejabat di atas rakyat jelata.
01:00Pernyataan ini di tengah situasi di mana rakyat sedang berjuang
01:04dan menuntut empati menjadi bensin yang menyulut api.
01:08Di Platform X, seruan untuk menindak Deddy Sitorus menggema keras.
01:14Langkah cepat yang diambil Nasdem, Gerindra,
01:16dan partai lainnya dalam merespon kemarahan publik secara tidak langsung
01:21telah menciptakan sebuah standar baru dalam akuntabilitas politik.
01:26Publik ini menuntut perlakuan yang sama rata bagi semua partai tanpa terkecuali.
01:33PDIP sebagai partai pemenang pemilu dengan jargon partai Wong Cilik
01:37kini berada di bawah tekanan.
01:40Diamnya PDIP dalam kasus Deddy Sitorus dianggap sebagai sebuah ikonsistensi yang ironis.
01:46Publik melihatnya sebagai standar ganda yakni garang pada lawan politik
01:51namun lembek pada kadar sendiri yang bersalah.
01:55Jika memecat Deddy Sitorus,
01:57maka partai akan dianggap responsif terhadap suara rakyat dan konsisten.
02:01Namun, ini juga bisa dilihat sebagai tindakan reaktif
02:05karena tekanan publik bukan dari kesadaran internal.
02:10Jika mempertahankan Deddy Sitorus,
02:12maka PDIP berisiko dicak sebagai partai yang arogan,
02:15tidak mendengar kritik dan melindungi kadernya yang telah melukai perasaan publik.
02:21Citra sebagai partai Wong Cilik pun bisa luntur seketika.
02:25Seluruh mata kini tertuju pada ketua umum Megawati Soekarno Putri
02:29dan jajaran elit PDIP.
02:30Keputusan yang mereka ambil terkait nasib Deddy Sitorus
02:35akan menjadi penentu apakah PDIP masih sejalan
02:38dengan suara rakyat yang mereka klaim perjuangkan
02:41atau justru sudah terpisah jauh dari dengit Nadigras Grotz.
02:47Tindakan yang mereka ambil akan menjadi ujian integritas dan konsistensi
02:51yang menentukan masa depan citra partai di mata publik.
02:55Lantas, beranikah Megawati Soekarno Putri
02:58menonaktifkan Deddy Sitorus dari DPR RI?
03:01Terima kasih telah menonton!
03:06Terima kasih telah menonton!
03:11Terima kasih telah menonton!
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan