00:00Puluhan siswa Madrasa Sanawiyah Negeri 13 Kabupaten Madiun, Jawa Timur
00:04diajak bermain layang-layang oleh guru.
00:08Tidak hanya mampu bermain atau menerbangkan saja,
00:11masing-masing siswa diwajibkan membuat sendiri layang-layang
00:14untuk mengasah kreatifitasnya.
00:17Selain seru, kegiatan di luar kelas bertajuk Festival Layang-Layang
00:20ini juga bisa menjadi wadah siswa mengekspresikan imajinasinya
00:25ke sebuah karya.
00:26Kerangka layang-layang tradisional yang diterbangkan ini dibuat dari bambu.
00:31Untuk sayap, kebanyakan mereka memanfaatkan bahan dari tas kresek bekas.
00:36Sedang main festival layangan, Pak?
00:39Yang menyelenggarakan siapa?
00:42Dari sekolah, ya?
00:43Ya, dari sekolah.
00:44Diajak itu sama guru-guru.
00:46Kalau ini layangan ini perbuatan sendiri atau berdua?
00:50Perbuatan sendiri, Mas.
00:51Perbuatan sendiri dari apa bahannya?
00:54Dari kayu pering, bambu.
00:57Dari bambu, terus sama?
00:58Sama, benang.
01:00Sertik ya, plastik bekas itu ya?
01:02Sek.
01:03Seru gak, Mas?
01:04Seru banget.
01:06Kalau seperti ini sudah sering gak?
01:08Sering.
01:09Sering ya.
01:11Setiap layang-layang diberi penilaian oleh guru.
01:14Penilaian meliputi keunikan warna, teknik menerbangkan, dan lamanya durasi terbang.
01:19Untuk melestarikan budaya yang ada di daerah sekitar sini, Mas.
01:24Budaya lokal.
01:25Kemudian, yang ketiga adalah untuk mengembangkan kreativitas anak-anak.
01:32Ini anak-anak layangannya ini buat sendiri-sendiri.
01:35Ada yang perorangan, ada yang kelompok, seperti itu.
01:39Ini semua, Mas.
01:41Kelas 7, 8, 9, baik laki, anak-anak laki, siswa laki, maupun siswa perempuan.
01:48Dengan maksud, biar mereka ini untuk menumbuhkan rasa persatuan di antara adik dan kakaknya di NPSN 13.
01:59Kegiatan semacam ini akan rutin digelar setiap setahun sekali.
02:04Agar siswa menikmati kegiatan sekolah yang menyenangkan, sambil melestarikan budaya lokal.
02:10Tim Liputan, Kompas TV Madiun, Jawa Timur.
Komentar