00:00Tidakkah saya dengar permintaan maaf yang benar-benar BGT?
00:05Tolong-olong BGT sekarang.
00:09Nah, saya mau ke Mbak Wamen.
00:13Mbak Wamen, mumpung ini mahasiswa-mahasiswa yang juga mendapat informasi dari social media.
00:20Belakangan ini Mbak Wamen bilang, MBG itu membuat siswa pintar matematika dan bahasa Inggris.
00:29Dan itu kemudian agak diketawain karena dianggap apa relevansinya.
00:33Mungkin forum ini bisa untuk Prof Stella mengklarifikasinya.
00:38Boleh.
00:39Saya mau tanya dulu, terutama sama yang duduk di belakang karena udah lama ya.
00:43Udah pada minum belum hari ini?
00:46Udah.
00:47Oke, kalau kalian mau estimasi berapa galon air yang hari ini diminum oleh seluruh anak-anak yang ada di sini?
00:59Berapa galon air yang diminum pada hari ini?
01:06Total ya?
01:07Total ya?
01:08Total?
01:08Waduh.
01:09Wah, enggak ada yang bisa jawab?
01:11Tapi menarik kan?
01:12Saya juga enggak tahu sih jawabannya.
01:14Tapi harus mikir kan?
01:16Iya.
01:16Coba bayangin, kalau tiap hari ditanya seperti yang kayak begituan, berapa galon air yang kalian minum, berapa panjang mie yang tadi kalian makan, berapa meter mie, itu pasti harus mengolah pemikiran matematika.
01:33Jadi, yang waktu itu saya bilang, sebenarnya waktu itu bilangnya itu pembicaraan pribadi ya.
01:40Karena kebetulan waktu itu ada di Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia, terus kita langsung, oh gimana caranya kita bisa bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan sains dan teknologi.
01:51Sains mengatakan, setiap orang lahir dengan kemampuan matematika dan bahasa.
01:56Tapi poin kedua, supaya tidak takut matematika, matematika itu harus menjadi bagian dari keseharian.
02:02Sehingga kalau kita lihat apa sih yang santai dan setiap hari terjadi, makan bergizi gratis.
02:10Setiap hari kita bisa tanya ke anak-anak, hey nak, ini ada nasi, berapa butir nasi 100 gram?
02:16Kalau anaknya bisa jawab pada suatu saat atau sebenarnya mikir berapa ya, itu pasti matematikanya.
02:22Jadi dari kesehariannya dan kita dari playfulnessya, kita bisa belajar.
02:28Jadi itu potensi untuk menggunakan sesuatu yang terjadi setiap hari dan fun.
02:34Itu sih Mbak Rafi.
02:34Oh jadi konteksnya adalah karena MBG itu diberikan secara gratis, maka itu situasi yang playful.
02:41Playful, karena kalau kepelajaran kan stress nanti.
02:44Kalau matematika yaudah anaknya bilang, oh saya tuh gak bisa matematika.
02:47Tapi kalau makan semuanya kan lagi makan.
02:49Kalau cuma ditanyain, nah ini kita ada jeruk, eh jeruknya itu bahasa Inggrisnya apa ya?
02:54Orange ya, nambah-nambah vocab.
02:56Tapi tiap hari dikasih itu pastikan nambah vocabularinya, pastikan nambah mikir-mikirnya.
03:02Dan gurunya yang harus mikir itu juga harus mikir, wow mau pertanyaan apa yang mau saya kasih hari ini?
03:08Tapi banyak guru juga bilang, kalau makan jangan ngomong.
03:11Itu saya gak setuju kalau makan jangan ngomong.
03:15Bagus kalau makan ngomong sambil cerita-cerita.
03:19Karena kenapa kita juga melihat sains membuktikan bahwa ngomong itu bertukar pikiran.
03:24Tadi Pak Prof. Rektor bilang banyak kasih masukan.
03:29Kita memang manusia itu belajar secara sosialisasi.
03:32Hari ini bareng-bareng disini 10 ribu orang, pasti banyak yang dipelajari.
03:35Kenapa saling bertukar pikiran, saling ngobrol satu sama lain.
03:39Conversation over lunch or dinner.
03:43Itu adalah konversasi di antara keluarga, pertemanan itu juga salah satu conversation yang indah.
03:48Mas Wamen, apa kehidupan kampus yang mengubah seorang Ferry Juliantono?
03:54Selain menjadi aktivis, demonstrasi, dipenjara, dan sekarang jadi Wamen.
03:59Jadi kalau dulu itu karena ada otorianisme dan kemudian kampus juga otonomi kampus itu sangat kuat.
04:12Itu sehingga kegiatan mahasiswa waktu itu agak sedikit terhambat.
04:19Sehingga kita yang punya sikap kritis terhadap fakta situasi yang ada,
04:25kita akhirnya mencari kegiatan di luar.
04:29Ternyata kehidupan sebenarnya banyak rakyat yang ada di sekitar kita yang mengalami situasi yang seperti itu.
04:36Dan kemudian itulah yang akhirnya membuat kami, saya lah pada saat itu tergugah kesadarannya.
04:42Kemudian mau mendalami, membaca, kemudian ya menggalang advokasi tentang masyarakat yang pada saat itu.
04:53Dan kemudian pelan-pelan kami menjadi kuat dan akhirnya kembali ke kampus tahun 90-an awal itu,
05:01kita rebut lagi senat-senat gabungan di dalam kampus dan kemudian kita konsolidasi di dalam universitas.
05:09Dan kemudian akhirnya tahun 93-an itu, betul-betul itu belum ada SMPT Pak Rektor.
05:17Jadi namanya senat gabungan, itu akhirnya terjadi akumulasi kekuatan yang berasal dari kekuatan di luar kampus tadi
05:24dengan penguasaan mahasiswa pada saat itu kami dengan teman-teman berhasil menguasai kekuatan kampus lagi
05:33dan kemudian kita bangun kekuatan perubahan.
05:37Artinya Mas Wamen, mahasiswa juga tidak boleh hanya melulu belajar,
05:43tapi mengasah kepekaan dan bergerak dari kampus ketika ada ketidakadilan itu.
05:49Makanya tadi dari awal saya bilang ke teman-teman,
05:51selain belajar tentang pengetahuan di masing-masing fakultasnya,
05:56saya berharap teman-teman sekarang juga belajar semua hal,
06:01karena menjadi mahasiswa bukan hanya kita menguasai ilmu pengetahuannya kita,
06:10tetapi juga adalah mengetahui apapun yang diperlukan oleh kita.
06:15Jadilah mahasiswa yang paripurna, yang tahu semua hal yang harapannya setelah kalian lulus,
06:22itu nanti menjadi pemimpin-pemimpin yang punya imajinasi untuk membangun kembali
06:30bangsa dan negara dan rakyat Indonesia.
06:33Tepuk tangan dulu dong untuk Mas Wamen dan untuk kita semua.
06:38Ferry, Ferry Irwandi ini, kalau kita lihat di podcast-podcastnya kelihatannya cerdas banget ya,
06:44benar gak?
06:45Keliatannya.
06:46Benar gak?
06:47Ini Rosy kelihatannya ini.
06:50Keliatannya.
06:51Terdengar cerdas banget ya.
06:53Benar ya, setuju?
06:55Tuh, benar.
06:56Tetapi Ferry tolong buka dulu topengmu,
07:01berapa IP kamu?
07:05Tolong kasih tahu.
07:08Karena saya buka wakil presiden.
07:14Dan di jasa saya asli, ya kenapa tidak?
07:18Ya saya tidak menyinggung siapa-siapa BTW.
07:21Anyway, ini saya cerita seapa adanya ke teman-teman.
07:25Di stun itu kan kita kuliah 6 semester.
07:286 semester kuliah saya, 5 semester,
07:32saya selalu jadi peringkat di atas yang DO.
07:35Di atas yang DO?
07:36Di atas yang DO.
07:37Jadi di stun itu minimal IP itu 2,75.
07:41Jadi kita masuk 6 kelas,
07:43kita keluar 5 kelas, teman-teman.
07:46Jadi tiap semester ada yang DO, DO, DO.
07:48Saya selalu, ya 2 atau 3 di atas yang DO lah.
07:51Sampai di semester 5,
07:53saya mengalami penurunan nilai yang drastis sekali.
07:57Waktu itu seingat saya sekitar 2,7-an,
08:00karena itu IPK ganjil.
08:01Kan 2,75 harus,
08:03ya 2,7-an harus bisa di atas 2,75 IPK ke total.
08:09Akhirnya di semester 6,
08:10saya ada dalam kondisi di mana,
08:12kalau saya tidak kumlot,
08:14saya DO.
08:15DO, drop out.
08:16Drop out.
08:17Dikeluarkan dari kampus.
08:18Dikeluarkan dari kampus.
08:19Kalau saya tidak kumlot,
08:21saya DO.
08:22Sebentar, sebentar, sebentar.
08:23Sebentar, sebentar.
08:24Tahun pertama,
08:26melawan.
08:28Karena gak mau ospek.
08:31Menjelang tahun terakhir,
08:33terancam drop out atau dikeluarkan.
08:36Betul.
08:36Kalau mau bandel itu pinter dikit.
08:39Jangan udah bandel terancam drop out.
08:43Nah yang menariknya mbak,
08:45waktu itu dijadikan taruhan tuh sama teman-teman.
08:47Gak mungkin,
08:48karena minimal saya harus dapat 3,61 biar bisa lulus dari stun.
08:51Harus kumlot tadi?
08:52Kumlotnya pun harus 3,61 di semester terakhir.
08:55Gak mungkin sih?
08:56Gak mungkin kan?
08:57Enggak.
08:57Ya, saya lulusan stun butuhnya.
09:00Artinya saya dapat 3,61 di semester terakhir.
09:02Ya, sudah itu nyambung sampai S2-nya di Australia dan tahun ini.
09:11Syukur alhamdulillahnya proposal disertasi saya diterima di Monash.
09:15Wow.
09:16IP tinggi itu tidak menjawabin masa depan, betul?
09:20Apalagi rendah.
09:24Jadi ingat tanggung jawab pertama kalian itu adalah menyelesaikan pendidikan sebaik-baiknya.
09:31Setuju gak?
09:32Kita gak bisa, kita gak bisa, mahasiswa itu adalah agen dari perubahan gitu.
09:38Bukan perubahan itu sendiri teman-teman.
09:41Kalau kalian jadi agen perubahan, maka semakin besar kapasitas kalian,
09:45semakin bisa kalian bertanggung jawab dengan ilmu pengetahuan yang kalian miliki,
09:49semakin bisa itu dipertanggung jawab kayak Pak Ferry, kayak Bu Stella, kayak Pak Rektor gitu.
09:55Karena semakin besar daya yang kita punya, semakin besar angin yang bisa kita bawa.
10:00Kalau selama-lamanya kita berada dalam situasi yang sulit, maka jangankan untuk menyelamatkan orang lain,
10:06untuk diri kita sendiri aja, kita belum tentu.
10:08Selesaikanlah kuliahmu sebagaimana diamanatkan oleh orang tuamu, karena kuliahmu itu gak gratis.
10:15Betul.
10:16Setuju gak?
10:17Ya.
10:18Fair, betul yang tadi kamu bilang, menjadi mahasiswa unpat itu adalah kemewahan.
10:23Privilege.
10:24Privilege.
10:25Jadi harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya, dan harus nanti satu masa give back.
10:32Iya.
10:32Prof, saya mau tanya, kan dulu kan seperti adik-adik mahasiswa ini kan Prof, dulu waktu Prof, fakultas apa Prof?
10:42Kedokteran.
10:43Kedokteran saya.
10:43Pernah punya mimpi jadi rektor?
10:47Tidak.
10:49Jadi waktu itu, waktu masuk unpat mau jadi apa Prof?
10:53Saya masuk unpat hanya terpikir bahwa saya harus bermanfaat untuk orang lain, hanya itu saja.
10:58Dan menurut saya menjadi salah seorang, menjadi dokter itu salah seorang yang bisa bermanfaat untuk masyarakat, itu saja sebetulnya.
11:04Oh.
11:05Ya.
11:06Dan waktu itu Prof, unpat itu pilihan pertama, kedua?
11:09Saya waktu, saya mau jadi dokter, tentu unpat pilihan pertama saya.
11:17Oh.
11:18Walaupun, ya tadi seperti Kang Ferry sebutkan, di awal zaman saya masuk kedokteran di awal, situasi pendidikan kedokteran tentu berbeda jauh dengan seperti sekarang.
11:29Oh.
11:29Jadi, iya betul.
11:31Saya masih auspek masuk-masuk kamar mayat itu masih waktu itu.
11:34Dan pendidikan senioritas masih cukup kuat.
11:36Maka sekarang buat adik-adik semua, manfaatkan situasi pendidikan yang sudah lebih baik, sehingga sebetulnya ini adalah peluang yang sangat besar untuk berbuat sesuatu untuk bangsa ini.
11:46Menurut pendapat saya seperti itu.
11:48Jadi kalau sampai saat ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin, maka saya berpendapat itu tidak menikmati, tidak mensyukuri apa yang sudah kita berikan.
11:56Seperti disampaikan tadi oleh Kang Ferry dan Kang Ferry dan Bu Stella sebetulnya.
12:02Itu mungkin.
12:03Bagaimana kampus juga bisa memberikan ruang, menjadi ruang yang kritis, Mbak Wamen.
12:10Supaya bisa, kadang-kadang kan orang bilang sekolah di Indonesia karena pengajarannya itu adalah cuma one way saja.
12:17Berbeda dengan di luar yang diskusi, membangun daya kritis, bagaimana kampus di Indonesia terutama juga ini di bawah kementeriannya Mbak Wamen juga menjadi ruang-ruang yang menumbuhkan pikir daya kritis untuk mahasiswa.
12:32Ini ada yang menarik teman-teman dari segi sains.
12:38Kalian masih ingat gak waktu kalian umur 3 tahun?
12:42Bagus kalau jawabnya enggak, karena gak ada yang ingat umur 3 tahun sih.
12:46Karena berdasarkan ilmu otak gak ada yang ingat waktu umur 3 tahun.
12:50Kita mulai ingat itu sekitar umur 3,5 tahun, 4 tahun begitu.
12:53Nah tetapi orang tua kalian pasti ingat, waktu umur 3 tahun itu kalian banyak sekali nanya.
12:59Jadi yang menarik dari ilmu pengetahuan, kita itu semua dilahirkan dengan kemampuan bertanya dan kemampuan ingin tahu.
13:09Curiosity, itu ada di kalian semua.
13:11Tetapi lama-lama jadi males nanya kan?
13:15Lama-lama males nanya.
13:16Kenapa males nanya?
13:17Mungkin karena gak dijawab atau jawabannya tidak memuaskan.
13:22Itu kan lingkungan.
13:23Supaya kita percaya diri, sekarang untuk mengembalikan itu budaya untuk bagaimana kita bisa bertanya.
13:32Dan juga ini mungkin kita seling bertanya untuk dilihat kita sendiri apa jawaban yang bisa kita berikan kepada orang lain juga.
13:42Nah jadi kita saling bertanya, saling menjawab.
13:45Saya rasa itu kita membuat lingkungan yang lebih baik lagi untuk kita semua untuk percaya diri.
13:49Dan rasanya Universitas Pajajaran memberikan ruang untuk itu.
13:55Rektor tadi sudah mengatakan, ketua ikatan alumni UNPAD juga mantan aktivis, seorang demonstran.
14:04Jadi kalau mahasiswa UNPAD ngibarin bendera One Piece, boleh gak ketua alumni?
14:09Boleh, tapi dikit-dikit aja lah.
14:13Yang harus dikibarin bendera merah putihnya yang harus lebih banyak.
14:16Kalau kibar bareng gimana Pak?
14:18Dikibarin bareng boleh ya?
14:19Nah gak boleh.
14:22Saya berbicara disini mewakili 386 siswa jalur Kipka Mandiri.
14:28Yang semuanya khawatir masa depannya akan terhenti ketika memang...
14:32Di rumah mahasiswa...
Komentar