Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Partai NasDem membantah kabar penangkapan Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Abdul Azis.

Sebelumnya, Abdul dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Bendahara Umum DPP NasDem, Ahmad Sahroni mengatakan kabar tersebut tidak benar. Abdul Azis saat ini sedang berada di Kota Makassar mengikuti rapat kerja nasional atau Rakernas I.

"Berita yang disampaikan oleh Pak Johanis Tanak tidak benar. Abdul Azis ada di samping saya," ujarnya kepada media di Hotel Claro, Kamis, 7 Agustus 2025.

#abdulazis #bupatikolakatimur #ottkpk #ahmadsahroni #nasdem

Video Editor: RF
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Nah, Partai Mas Dan menyatakan, saya menyayangkan apa yang terjadi pada pemberitaan yang dilakukan oleh pimpinan KPK, yaitu Paling Kualitas Tanah.
00:13Sangat disayangkan. Kenapa? Karena yang bersambutan ada di sebelah saya dan itu mengikuti rakyat mas.
00:21Nah, yang kedua tadi pertanyaannya.
00:25Terkait, mungkin, ini kan Bapak juga kan bagian dari depan.
00:31Oh, nanti karena kita masih residen, pada saat nanti masa sidang, pada saat apa, nanti kita pertanyakan.
00:40Tapi karena ini saya mengkualifikasi pada hal perintah yang tadi disampaikan oleh Paling Kualitas Tanah,
00:46saya sampaikan di ruang kebukaan ini bahwa itu berita tidak benar.
00:52Mungkin yang ketiga.
00:55Ya, saya tambahkan saja, sebuah saudara-saudara yang sampaikan pimpinan kami, Pak Sarogi,
01:04saya menambahkan bahwa yang kami tolak itu adalah drama-drama.
01:11Memfremi lebih awal.
01:13Mari kita menghormati proses hukum dalam asas hukum perangguna dan besar.
01:20Itu satu, benar-benar, penegakan hukum di lakang tidak boleh mencari-cari kesalahan.
01:25Ya, saya ingatkan itu tidak boleh mencari-cari kesalahan.
01:29Karena, sekali lagi, kami juga terusik karena di saat persamaan, besok ada ramah kerja yang sudah pakai.
01:38Kami tidak mau ada penegakan hukum itu dilakukan dengan cara-cara menarget orang-orang terjadi.
01:46Apalagi mencari-cari kesalahan, itu yang kami tolak dalam proses bergabung.
01:52Bahwa kemudian kami mendukung KPK dalam proses hukum perangguna,
01:56Terus, kami setuju, tetapi cara-cara ini yang kami tolak seperti bisa bergabung.
02:01Kira-kira itu.
02:03Sampai wabung-abung, mungkin saya langsung saja karena waktu terkait dengan apa yang sampaikan tadi,
02:10yang ada yang berlain.
02:12Sejauh ini, saya berguna.
02:153 jam yang lalu, saya berangkat kawan terkait masalah.
02:19Secara tidak langsung
02:21Keluarga, sahabat
02:23Banyak yang pihak
02:25Apakah betul
02:27Bupati Moragat Tino
02:29Abdur Kasis
02:29Alhamdulillah
02:32Hari ini saya ada di samping
02:33Kakak Ahmad Sahroni
02:35Dalam kebiasi balik
02:37Dan siang untuk menghadiri
02:39Rakyat Nasir
02:40Terkait dengan
02:43Proses penyelidikan
02:45Mungkin saja apa yang disampaikan
02:47Kakak Ahmad Sahroni
02:48Apabila ada
02:50Kami sebagai kakak Ahmad Sahroni
02:53Siap
02:53Tangan dan maku apa yang menjadi
02:56Proses penyelidikan
02:57Tetapi terkait dengan drama
03:00Atau ada framing
03:02Ini yang mungkin
03:04Kami secara beribad
03:06Keluarga yang tidak berlaku
03:07Karena secara biskologi luar biasa
03:09Tergantung
03:11Masyarakat kita
03:12Merasa
03:15Tidak
03:17Mungkin itu
03:20Sekali lagi
03:21Terima kasih
03:22Atas
03:22Semoga teman-teman
03:23Kemudian
03:24Kemudian
03:24Insya Allah
03:25Rakyat Nasir
03:26Belajar dan
03:27Terima kasih
03:29Kata
03:30Amat Sahroni
03:31Nah ini kan
03:35Menjelang
03:35Rakyat Nasir
03:36Yang itu
03:37Diri
03:38Terhadap
03:40Kalau bentuk
03:41Itu juga
03:41Atau
03:42Bagaimana
03:43Terima kasih
03:56Terima kasih
03:58Terima kasih
03:59Terima kasih
04:01Terima kasih
04:04Terima kasih
04:05Terima kasih

Dianjurkan