- 10 bulan yang lalu
- #indonesia
- #onepiece
- #hutri
JAKARTA, KOMPAS.TV - Fenomena pengibaran bendera "One Piece" jadi sorotan jelang HUT ke-80 Republik Indonesia.
Pengibaran simbol bajak laut dari anime asal Jepang ini dinilai sebagai bentuk protes dan ekspresi ketidakpuasan rakyat terkait beragam kebijakan pemerintah.
Sementara, pemerintah justru menganggap fenomena ini sebagai upaya memecah belah bangsa.
Lalu, benarkah fenomena ini sebagai ekspresi kekecewaan rakyat atau memang untuk memecah belah bangsa?
Jurnalis senior Budiman Tanuredjo membahasnya bersama:
- M. Qodari - Wakil Kepala Staf Kepresidenan
- Usman Hamid - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia
- Prof. Komaruddin Hidayat - Ketua Dewan Pers
- Virdian Aurellio - Kreator Konten Lawan Buta Politik
- Firman Subagyo - Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR
Simak pembahasannya dalam SATU MEJA THE FORUM, episode '"ONE PIECE", PROTES PUBLIK ATAU MOTIF POLITIK? Tayang Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#indonesia #onepiece #hutri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/609979/full-pengibaran-bendera-one-piece-jelang-kemerdekaan-protes-publik-atau-motif-politik-satu-meja
Pengibaran simbol bajak laut dari anime asal Jepang ini dinilai sebagai bentuk protes dan ekspresi ketidakpuasan rakyat terkait beragam kebijakan pemerintah.
Sementara, pemerintah justru menganggap fenomena ini sebagai upaya memecah belah bangsa.
Lalu, benarkah fenomena ini sebagai ekspresi kekecewaan rakyat atau memang untuk memecah belah bangsa?
Jurnalis senior Budiman Tanuredjo membahasnya bersama:
- M. Qodari - Wakil Kepala Staf Kepresidenan
- Usman Hamid - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia
- Prof. Komaruddin Hidayat - Ketua Dewan Pers
- Virdian Aurellio - Kreator Konten Lawan Buta Politik
- Firman Subagyo - Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR
Simak pembahasannya dalam SATU MEJA THE FORUM, episode '"ONE PIECE", PROTES PUBLIK ATAU MOTIF POLITIK? Tayang Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#indonesia #onepiece #hutri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/609979/full-pengibaran-bendera-one-piece-jelang-kemerdekaan-protes-publik-atau-motif-politik-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Musik
00:02Bandara itu digunakan oleh sebagian pihak
00:28melakukan hal-hal yang menurut kita
00:32itu bisa memecah belah bangsa kita.
00:38Kalau berkenaan dengan kreativitas dari kawan-kawan
00:43komunitas-komunitas
00:45dan berkespresi dan tidak ada masalah,
00:49tapi tolonglah, ini jangan diimpanpaatkan
00:52untuk hal-hal yang mengganggu pusat rawan.
00:55Wabers ke Ibran ketika kampanye kemana-mana
00:58dipakai in one piece, itu simbol yang dalam wibu
01:01adalah simbol kesehatan, simbol perjuangan keselamatan.
01:04Dan ketika pemerintah merespon berlebihkan,
01:06disini menjadi pertanyaan, ada apa?
01:09Kok jadi semacam ketak mutan yang berlebihkan?
01:11Selamat malam.
01:26Serial One Piece tiba-tiba menjadi perbincangan di berbagai kalangan.
01:31Anime asal Jepang yang menggambarkan perjuangan melawan penindasan
01:35dan ketidakadilan ini menuai beragam reaksi.
01:38Usai bendera Jolly Roger yang bergambar tengkorak bajak laut
01:42berkibar atau dijadikan mural.
01:46Pemerintah dan DPR bereaksi keras terhadap fenomena ini.
01:50Mereka yang mengibarkan bendera One Piece ini bahkan
01:52diancam pidana, juga dituduh pakar dan memecah belah bangsa.
01:58Sementara aktivis prodemokrasi menilai,
02:01itu hanya bentuk protes atas beragam kebijakan pemerintah
02:05yang dinilai memberatkan dan menyusahkan.
02:08Muncul tudingan ada motif politik
02:10dibalik bendera bergambar One Piece yang menuai polemik.
02:16Benarkah demikian?
02:17Inilah satu meja deforum One Piece protes publik
02:20atau motif politik.
02:22Jelang perayaan hari kemerdekaan,
02:28bendera bajak laut bergambar tengkorak bertopi jerami
02:31memantik perhatian publik.
02:34Alih-alih mengibarkan bendera merah putih,
02:36sebagian masyarakat justru mengibarkan bendera hitam bajak laut Jolly Roger
02:39dari anime One Piece.
02:42Bendera One Piece berkibar,
02:43mulai dari pemukiman, jalan raya, hingga dunia maya.
02:47Warga beralasan,
02:50memasang bendera One Piece sebagai ekspresi keresahan
02:53dan ketidakpuasan atas beragam kebijakan pemerintah.
02:57Fenomena ini pun memantik polemik.
03:01Di Seragen, Jawa Tengah,
03:03gambar mural One Piece di jalan kampung dihapus
03:05dengan disaksikan aparat.
03:07Alasannya,
03:08bentuk ekspresi tidak boleh mengganggu fasilitas publik.
03:12Anggota DPR dari fraksi Partai Golkar,
03:15Firman Subagio menyebut,
03:16Pengibaran bendera One Piece
03:19bisa menjadi sebagai bentuk ekspresi
03:21atas ketidakpuasan masyarakat.
03:24Namun, Firman mengingatkan,
03:26jika berlebihan, bisa menimbulkan makar.
03:30Ini juga bisa ditaksirkan
03:33sementara kreativitas dan ekspresi masyarakat.
03:36Karena kita mengakui bahwa ada kelompok masyarakat
03:40yang mungkin merasa tidak terwakili
03:45atau mungkin tidak terpenuhi apa yang menjadi harapan.
03:48Oleh karena itu,
03:49kalau bentuk pencapaian ekspresi yang berlebihan,
03:54yang bisa menimbulkan provokasi,
03:56ini juga ujung-ujungnya adalah
03:58bisa menimbulkan masalah yang terkait dengan masalah yang makar.
04:01Ini bisa harus hati-hati.
04:03Karena itu,
04:03milestone-nya kan seperti itu.
04:05dimulai dari hal-hal yang kecil.
04:09Menko Pulkam,
04:11Budi Gunawan menegaskan,
04:13pemerintah akan mengambil tindakan
04:15jika ada unsur kesengajaan dan provokasi
04:17demi memastikan ketertiban
04:19dan kewibahan simbol-simbol negara.
04:23Pemerintah mengapresiasi ekspresi kreativitas
04:26untuk memperingati hari keperdekaan,
04:29sekaligus menghimbau
04:30agar bentuk-bentuk ekspresi tersebut
04:32tidak melanggar batas
04:33dan mencederai simbol negara.
04:37Sedangkan,
04:38Menteri Sekretaris Negara,
04:40Prasetyo Hadi menyebut,
04:42tak masalah dengan kreativitas terkait bandera One Piece,
04:45namun,
04:46jangan sampai mengganggu kesakralan
04:48peringatan HUD ke-80 RI.
04:51Kalau berkenaan dengan kreativitas
04:55dari kawan-kawan komunitas-komunitas,
04:58tentu itu sebagai sebuah
05:01kebebasan berekspresi
05:03dan tidak ada masalah.
05:05Tapi tolonglah,
05:06ini jangan dimanfaatkan
05:10untuk hal-hal yang mengganggu kesakralan.
05:14Misalnya,
05:16kemudian memanfaatkan kreativitas tersebut
05:19untuk menghimbau
05:21supaya mengibarkan bendera-bendera
05:25selain bendera merah putih.
05:26Kan itu yang tidak benar.
05:28Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia,
05:32Muhammad Isnur menilai,
05:34respon pemerintah terlalu berlebihan.
05:36Wapers Gibran ketika kampanye
05:39kemana-mana dia pakai pin One Piece,
05:42itu pertanyaannya apa?
05:43Maksudnya apa?
05:44Mas Gibran pakai One Piece gitu.
05:47Terus Sri Mulyani pernah memerankan itu juga.
05:49Anis ketika kampanye pakai simbol itu juga.
05:51Itu simbol yang dalam WIPU adalah
05:53simbol kerakyatan,
05:54simbol perjuangan bersama.
05:56Nah ketika pemerintah merespon berlebihan,
05:58justru menjadi pertanyaan,
05:59ada apa?
06:00Kok jadi semacam ketakutan yang berlebihan gitu?
06:03Padahal pemerintah responnya adalah awalnya biasa.
06:06Anime One Piece menyuarakan tema persahabatan,
06:10kebebasan,
06:11serta perlawanan pada ketidakadilan.
06:14Benarkah fenomena One Piece ini merupakan ekspresi
06:17ketidakpuasan dan keresahan masyarakat
06:20atas berbagai kebijakan pemerintah
06:22yang dinilai menyusahkan?
06:24Atau ada motif politik
06:26dibalik fenomena yang mulai polemik?
06:29One Piece, protes publik atau motif politik adalah tema
06:38satu meja The Forum malam ini.
06:40Telah hadir di studio Muhammad Kodari,
06:42Wakil Kepala Staf Kepresiden Bang Kodari.
06:43Malam malam.
06:44Malam.
06:45Ada Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia,
06:47Usman Hamid.
06:48Malam, Usman.
06:49Kemudian ada Ketua Dewan PS,
06:51Komarudin Hiryat.
06:52Malam, Mas Komar.
06:53Dan ada Firdian Aurelio,
06:56kreator konten lawan buta politik.
06:58Malam, Firdian.
07:00Dan kami juga sedang menunggu hubungan melalui Zoom
07:03dengan Firman Subagio,
07:05Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR.
07:09Kita mulai ke Mas Kodari terlebih dahulu.
07:13Ada statement bahwa ini memecah kesatuan bangsa.
07:17Ada yang mengatakan ini makar pemerintah.
07:20Gimana sih sebenarnya pemerintah menyikapi One Piece ini?
07:24Saya sih pakai judul aja ya dari Mas Budiman ini,
07:28One Piece, Protes Publik atau Motif Politik.
07:32Kalau saya nomor tiga.
07:33Apa itu?
07:33Lifestyle.
07:34Lifestyle.
07:35Iya, lifestyle.
07:37Tapi kok disikapi dengan makar ancaman pidana gitu?
07:40Ya, menurut saya ini kan kita kembali saja
07:43kepada reaksi dari Pak Presiden.
07:45Pak Presiden kan santai.
07:47Pak Presiden kan mengatakan ya ini ekspresi anak muda.
07:51Dan buat saya juga begini,
07:53saya itu minggu lalu kebetulan Mas,
07:56keliling beberapa tempat.
07:57Jadi saya tiga hari di Balikpapan,
07:59tiga hari di Palangka Raya,
08:02dua hari di Bandar Lampung.
08:03Itu nggak ketemu tuh bendera One Piece
08:06di masyarakat,
08:09di lapangan saya nggak ketemu.
08:11Jadi saya menduga bahwa fenomena ini sebetulnya
08:13kalau di lapangan itu sedikit,
08:16tetapi kemudian diamplifikasi
08:18atau kemudian di-share di media sosial.
08:22Mungkin juga ada anak muda yang pasang bendera One Piece.
08:26Ya sebetulnya ekspresi dari lifestyle saja.
08:29Lifestyle ya?
08:30Kayak Firdian itu kan bajunya kan macem-macem,
08:34ada banyak logo kan begitu kan.
08:36Sama dengan baju Cepodari juga ya?
08:38Tapi kan kemudian dikasih ya,
08:39dikasih caption-caption gitu.
08:42Entah temannya Bang Usman
08:44atau temannya Pak Gomarudin.
08:46Kebetulan yang aktivis begitu ya.
08:48Lalu kemudian ditulis caption-caption
08:50yang mengindikasikan bahwa ini
08:52protes politik atau yang lain-lain begitu.
08:55Tapi kok gini,
08:56kalau lihat mengatakan Bang Dasko,
08:58Wakil Ketua DPR kan,
08:59ada laporan intelijen
09:00yang mengatakan ini memecah persatuan bangsa gitu.
09:03Ya, namanya informasi kan dinamis saya kira ya.
09:05Tapi kita lihat kan Pak Dasko kan
09:07kemudian komunikasinya mengatakan ini ekspresi.
09:11Jadi kecepatan komentarnya?
09:12Ya?
09:13Kecepatan?
09:14Bukan, kecepatan komentar.
09:16Kecepatan teman-teman nanya.
09:18Terus terang saya beberapa waktu yang lalu
09:20itu ada teman, ada wartawan juga nanya.
09:22Mas Kodali fenomena apa ini One Piece?
09:25Saya aja belum mengatakan pada waktu itu.
09:27Jadi saya nggak bisa jawab gitu Bang.
09:28Jadi kecepatan teman-teman nanya sebenarnya.
09:30Tapi gini ya,
09:31Pak Budi Gunawan sebagai menkopol hukam,
09:33mantan kepala bin,
09:35menkopol hukam,
09:36dan kepala bin juga mengatakan
09:38ini sesuatu yang,
09:39waduh, ngeri gitu loh.
09:40Ya, kembali lagi bahwa
09:42suatu fenomena sosial itu kan
09:44mungkin nanti informasinya
09:45atau komentarnya
09:47itu juga nanti datang berbagai sudut.
09:49Namanya pimpinan kan biasa dapat dari anak buah, Pak.
09:51Kalau saya kan begini,
09:55kalau saya mungkin karena baru di pemerintahan Kalimantan,
09:59jadi mindset saya itu
10:01mindset tanu,
10:02mindset publik aja gitu loh.
10:05Mindset publik aja.
10:06Jadi,
10:07kalau saya lihat One Piece,
10:08tentu reaksi saya pertama bahwa
10:09ini adalah,
10:10ini adalah sesuatu yang populer,
10:12lalu kemudian,
10:14kayak begini aja,
10:14saya tuh suka pakai kaos juga
10:16macam-macam motif gitu loh.
10:17Kan gini,
10:18orang yang melihat pun
10:20itu belum tentu mengerti,
10:22orang yang pasang pun
10:23belum tentu mengerti juga.
10:24Pomo aja deh ya.
10:25Ya, saya tes aja nih ya.
10:26Sekarang saya boleh demonstrasi ya.
10:28Udahlah, gue tanya sama dirihan dulu nanti.
10:29Saya demonstrasi sedikit nih, Mas.
10:30Ya, oke ya.
10:31Saya berdiri nih ya.
10:32Ini saya pakai sesuatu simbol,
10:34saya mau nanya teman-teman
10:35yang ada-ada yang ada di sini,
10:37yang tahu simbol ini
10:38tolong angkat tangan ya.
10:39Nah.
10:40Oke.
10:40Apa itu?
10:43Oke.
10:44Yang tahu angkat tangan.
10:45Tuh.
10:45Ada yang tahu nggak?
10:46Oke.
10:46Dua ya, yang tahu.
10:47Yang lain berarti nggak angkat tangan,
10:49nggak tahu ya.
10:49Oke.
10:50Yang tahu ini lambang apa ini?
10:53Logo apa ini?
10:54Ya.
10:56Bendewa 19.
10:58Bayangkan dari sebanyak ini,
10:59yang tahu cuma dua.
11:01Artinya ada yang mau mengatakan
11:02yang ikut-ikutan gitu ya?
11:04Lu iya.
11:05Oke, baik.
11:06That's my point.
11:07Oke, your point ya.
11:08Oke, Firdian,
11:08aku mau nanya dulu.
11:10Ini ada tudingan makar?
11:13Ada tudingan pidana?
11:14Anda sebagai generasi muda
11:15yang mungkin dekat dengan Pemapis,
11:17apa sih sebetulnya ini?
11:18Baik, Mas.
11:19Terima kasih.
11:20Pertama,
11:21kalau tadi Bang Kodari juga
11:22menanggapi judul,
11:24saya juga menanggapi judul.
11:26Bagi saya,
11:27protes publik.
11:28Protes publik.
11:29Dan motif politik,
11:30dia sejalan.
11:31Sejalan.
11:32Hari ini,
11:33teman-teman muda yang punya protes
11:34terhadap keresahan republik ini,
11:36juga punya motif politik.
11:37Apa motif politik?
11:38Yang menghadirkan politik keadilan,
11:40politik kesejahteraan,
11:41politik tanpa penindasan.
11:43Itu yang kita yakini.
11:44Nah,
11:45makanya agak heran kami,
11:47ketika,
11:48namanya,
11:49anak muda gak pernah berubah
11:50dari 08 sampai sekarang 2025.
11:52Pasti prinsipnya,
11:53ya anti penindasan.
11:54Yang saya heran,
11:55One Piece ini,
11:56Mas, izin,
11:57adalah tontonan saya
11:58sejak saya kelas 6 SD,
12:005 SD 2012 mungkin.
12:02Wah, saya agak shock.
12:02Kemudian ditanggapi negara
12:04sampai level presiden,
12:06Menko Polhukam,
12:07kami bertanya,
12:08kok bisa negara begitu khawatir
12:10dengan,
12:11begitu takut dengan bendera
12:12Jolly Roger atau One Piece,
12:13tapi tidak takut justru dengan
12:15Al-Quran yang disumpah kepada mereka,
12:17gitu.
12:18Yang akhirnya kita lihat,
12:19berbagai korupsi terjadi di mana-mana,
12:21berbagai penindasan terjadi di mana-mana.
12:22Makanya bagi kami hari ini,
12:25agak kelir juga,
12:26kalau Bang Kodari,
12:27hanya menganggap sebagai lifestyle.
12:29Ini adalah pesan.
12:29Lu kan pendapat saya,
12:31kan saya yang ditanya.
12:32Menurut saya itu.
12:33Oke, silahkan.
12:34Itu beda pendapat.
12:35Dan menurut saya itu.
12:35Sama dengan saya pakai ini,
12:37ini saya gak dapat.
12:37Dan menurut saya itu.
12:38Ini lifestyle saja ini.
12:39Jelas.
12:40Gak dapat poinnya kalau gitu,
12:42pemerintah.
12:43Udah bener pemerintah menganggap
12:44bahwa ini adalah pesan,
12:45kita punya aspirasi.
12:46Tapi yang salah adalah,
12:48kalau menganggap bahwa ini adalah makar.
12:50Duh enggak.
12:50Kita ini justru pengen mendukung,
12:52negara hari ini,
12:54untuk memastikan lapangan janji,
12:5619 juta lapangan pekerjaan itu terwujud,
12:58memastikan teman-teman berpendidikan
13:01secara kualitas dan juga murah terwujud,
13:04itu yang kami harapkan.
13:05Justru kami bukan ingin makar.
13:06One Piece itu,
13:07Mas, terakhir saya ingin menyampaikan.
13:09Dia itu adalah cerita yang bicara soal
13:11anti penindasan,
13:13anti diskriminasi,
13:14anti rasisme,
13:14anti penghapusan sejarah.
13:16Dan sebetulnya One Piece itu,
13:18ceritanya sejalan dengan amanat konstitusi kita.
13:20Jadi, kita lagi pakai bahasa visual lebih mudah aja,
13:23berdera One Piece.
13:24Sebetulnya, yang kita lagi perjuangkan adalah,
13:26cita-cita pejuang bangsa kita,
13:28amanat konstitusi kita,
13:29menghadirkan generasi dan Indonesia yang adil,
13:31dan juga anti penindasan seperti itu, Mas.
13:33Oke, Firlyat.
13:34Saya dengar dari Usman.
13:35Usman, apa ini ada beda gap generasi,
13:38kurang baca,
13:39cepatan,
13:40atau gimana sih sebenarnya?
13:41Tiga-tiganya, Mas.
13:42Kurang baca, jelas.
13:46Yang pasti, kurang nonton.
13:47Kurang nonton.
13:48Yang kedua,
13:49gap generasi, bisa.
13:51Tapi kan kalau kita lihat responnya pejabat pemerintah,
13:53juga beda-beda kan?
13:55Ada yang serius sekali,
13:57Pak Menkopol Hukam,
13:58Menteri HAM,
13:59misalnya gitu kan,
14:00atau Pak Dasko tadi kan.
14:02Tapi,
14:02ada juga yang santai,
14:04misalnya Pak Mensesnek,
14:05mengatakan,
14:05nah itu oke lah,
14:06ekspresi gitu kan.
14:07juga Pak Wamen Dagri,
14:10misalnya Bima Arya,
14:11itu juga mengatakan,
14:11nah itu bagian dari ekspresi.
14:13Jadi belum ada koherensi nih,
14:15di dalam pemerintah,
14:16menyengkapi suatu masalah.
14:18Yang kedua,
14:18kenapa kurang baca?
14:19Bacalah pasal hukum pidana tentang makar.
14:22Mau itu pasal 104,
14:24tentang misalnya ancaman pembunuhan terhadap presiden,
14:28menghalangi presiden untuk melaksanakan tugas perintah.
14:30Lalu pasal 106,
14:32makar untuk menyerahkan wilayah,
14:33sebagian wilayah kepada musuh asing.
14:35Atau pasal 107,
14:38misalnya,
14:38tentang penggulingan pemerintahan yang sah.
14:42Atau pasal 10,
14:44berapa?
14:4410 atau 9,
14:46misalnya,
14:46tentang pemberontakan.
14:49Tidak satu pun dari pasal yang disebut makar itu,
14:52tergambar di dalam tindakan ini.
14:54Jadi,
14:54kurang baca,
14:55gap generasi,
14:56dan yang ketiga tadi,
14:57dia kurang santai.
15:00Kurang santai.
15:01Dan sebenarnya,
15:02kalau saya boleh sarankan,
15:04Pak Menkopol Hukam,
15:05atau Pak Dasko,
15:06atau Pak Menhan,
15:07misalnya,
15:07terakhir Pak Menhan,
15:08cukup serius.
15:10Saya kira undang saja.
15:12Dan,
15:13tadi saya mau katakan,
15:15memang nggak semua orang tahu,
15:16tapi,
15:17ingat ya,
15:18awal mula,
15:20pengibaran bendera One Piece ini,
15:22sebenarnya bukan dari anak-anak yang ingin lifestyle di media sosial,
15:25tapi justru dari sopir truk.
15:27Sopir truk?
15:27Sopir truk di lapangan,
15:28yang mengantri di pelabuhan selama tiga hari,
15:32tiga malam.
15:33Dan itu terlacak dari penelitiannya drone emprit,
15:35yang dipimpin oleh Mas Ismail Fahmi.
15:38Itu ada datanya,
15:39jelas sekali,
15:39dari mana awal mulanya kemunculan bendera One Piece itu.
15:43Jadi,
15:43itu protes dari masyarakat.
15:45Harusnya kan,
15:46misalnya,
15:47Menko Poluka memanggil Menteri Perhubungan,
15:49tolonglah Anda beresi.
15:51Kalau perlu,
15:51sebelum kemerdekaan ini,
15:52tidak lagi ada penghutan terhadap sopir truk.
15:54Tidak ada lagi antrian-antrian panjang,
15:56terhadap lalu lintas pelabuhan misalnya.
15:59Jadi,
15:59solusinya harusnya lebih produktif.
16:01Dan,
16:02saya kira kalau dibawa jauh ke Makar,
16:06rasanya itu,
16:07seperti melihat bayangan harimau,
16:09dari sebuah cahaya yang dimunculkan,
16:12dari senter kepada kucing.
16:14Jadi,
16:14ancamannya seolah-olah jadi lebih besar.
16:16Padahal tidak, gitu.
16:17Oke, oke.
16:18Mas Komar,
16:19dari Dewan Pes.
16:21Gimana Mas Komar melihat ya,
16:22ini sebagai kebebasan berekspresi,
16:24sebagai protes simbolik itu,
16:26tapi kok di respons akan-akan menjadi sesuatu yang sangat mengancam ya.
16:30Tapi,
16:30analisis Mas Komar setelah jeda berikut ini aja.
16:32Setelah acara kita ya.
16:33Masih bersama saya,
16:45Budi Mantan Rujo di Satu Megadeporum.
16:47Prof Komar,
16:49apa yang terjadi?
16:50Pemerintah begitu reaktif terhadap fenomena yang disampaikan oleh anak-anak muda soal One Piece ini.
16:58Saya khawatir bahwa respon dari Mengkopol Hukam,
17:05justru malah yang tadinya kecil malah jadi besar.
17:08Oh.
17:10Dengan ungkapan ini bahaya makar,
17:13mecah belah bangsa,
17:14yang tadinya orang tidak begitu peduli,
17:17akhirnya malah peduli.
17:18Termasuk forum Anda ini kan gara-gara itu jadi diangkat, jadi populer.
17:21Enggak, aku gara-gara pati.
17:24Nah, yang kedua,
17:26mereka canggih sekali
17:27menciptakan medium dan tema ini,
17:29itu nanti malah membesar.
17:31Tapi harus diperhatikan kritiknya.
17:33Salah baca ya?
17:34Jadi,
17:34perlu perhatikan,
17:35kalau itu memang kritik,
17:37cukup cerdas dan beralasan.
17:39Cukup banyak alasan untuk mengatakan bahwa Indonesia ini,
17:42banyak hal yang harus dikritik.
17:43Apakah sekarang dengan One Piece,
17:45atau nanti dengan cara yang lain,
17:47kalau dilarang nanti akan muncul yang lain.
17:49Enggak akan gabisan.
17:52Kepemimpinan Presiden Prabowo ini,
17:54harusnya jadi harapan baru.
17:56Harusnya jadi harapan baru.
17:58Setelah bagi kami,
18:0010 tahun Jokowi memimpin,
18:01banyak sekali kerusakan.
18:03Saya kuliah, saya kuliah.
18:04Bukan ruang aman untuk kita kemudian
18:06bekerja di bangsa ini.
18:08Belum lagi,
18:09gerak dikit,
18:10jalan dikit,
18:11semua kena pajak.
18:13Ratusan pulau kecil,
18:15dieksploitasi.
18:17Bahkan kemarin,
18:18Mas, saat May Day 2025 ini,
18:21ada teman kami yang diculik di Jakarta.
18:24Diculik.
18:25Kemudian diintimidasi,
18:26dibawa ke dalam mobil,
18:27disundut,
18:28pakai rokok.
18:29Teman kami di Semarang masih ditangkep,
18:31teman-teman UNES.
18:33One Piece itu hanya pesan.
18:34Hanya pesan.
18:34Bahwa kita hari ini punya banyak permasalahan,
18:36banyak permasalahan, Pak Presiden.
18:37Jangan Bapak lihat kami,
18:39sebagai justru orang hari ini,
18:40punya banyak permasalahan, Pak Presiden.
18:41Jangan Bapak lihat kami,
18:43sebagai justru orang-orang yang ingin memakarkan Bapak.
18:45Justru Bapak harus lihat,
18:47orang-orang yang barengkali pengen nurunin Bapak adalah,
18:48orang-orang yang hari ini beda pendapat soal,
18:50benerawan PC ini.
18:51Bapak bilang,
18:53santai aja itu bentuk ekspresi.
18:54Kok ada orang-orang lainnya yang mengatakan berbeda?
18:56Di kabinet Bapak,
18:58di legislatif.
18:59Jangan-jangan orang-orang itu yang pengen,
19:01makarin kekuasaan hari ini.
19:02Jangan kami pengen disalahkan.
19:04Kami punya pesan,
19:04jangan takut dengan kritik masyarakat,
19:07yang sebetulnya bentuk cinta.
19:09Mas, dikit lagi saya pengen menyampaikan,
19:10bahwa saya cukup bingung.
19:12Ketika ada narasi,
19:14bendera merah putih,
19:15bendera one piece ini,
19:16bentuk kalian tidak menghargai,
19:18jasa para pahlawan bendera putih.
19:20Gak cinta nasional bangsa kita.
19:21Oh kebalik.
19:22Justru karena kita cinta,
19:24kita pengen bendera merah putih itu,
19:25ya paling saka itu.
19:27Dan justru kita lagi,
19:29melanjutkan spirit perjuangan para pendahuluan.
19:32yang bicara soal tadi,
19:34anti-diskriminasi, penindasan.
19:36Begitu pun Indonesia gelap.
19:37Kita gak lagi berdoa biar Indonesia supaya gelap.
19:39Justru kita pengen Indonesia cerah.
19:41Maka untuk percaya bahwa Indonesia akan cerah,
19:43kita perlu sadar sekarang lagi gelap.
19:44Dan sebagainya.
19:45Itu pasal anak muda.
19:47Bung Kodari,
19:48gimana?
19:49Lihat ada respon dari Firdian,
19:50bahwa ada penindasan,
19:52ada kesenjangan,
19:53sebagai yang muncul dalam one piece kemudian.
19:55Ya oke,
19:55jadi begini,
19:56sebetulnya kalau kemudian ada respon
19:59atau bacaan bahwa ini misalnya protes politik
20:02atau protes publik,
20:04ya gak salah juga kan.
20:06Ternyata kan ada yang protes,
20:08maksudnya buat protes.
20:09Lalu kemudian tadi dikatakan oleh Bang Usman
20:11bahwa ada odol yang protes gitu ya.
20:14Walaupun odol kan sebetulnya ditertibkan
20:16dengan maksud dan tujuan supaya
20:17baik.
20:18Jangan kecelakaan,
20:20jangan kemudian jalan rusak.
20:21Tujuan-tujuannya sebetulnya baik.
20:23Bahwasannya kemudian truk odolnya,
20:26protes itu kan ya biasa juga.
20:28Kalau ada suatu tindakan pendekatan hukum,
20:31terjadi protes itu bisa aja.
20:33Nah, tapi begini,
20:34sebetulnya kalau memang teman-teman
20:38dari kalangan anak muda,
20:42kemudian mengatakan,
20:43apa tadi?
20:44Presiden jangan cepat-cepat apa tadi?
20:47Jangan se-uzon.
20:48Jangan se-uzon.
20:48Saya mau ulangin lagi,
20:50Presiden pernyataannya mengatakan,
20:52gak apa-apa itu ekspresi publik.
20:54Tolong dibedakan dengan
20:56setemen-setemen yang lain.
20:58Kalau Presiden itu
20:59sangat mengapresiasi
21:01ekspresi dari anak muda.
21:03Jadi no problem.
21:04Jadi pembantunya lain sendiri ya?
21:05Iya.
21:06Pembantunya lain sendiri ya?
21:07Kalau saya ikut Presiden Pak.
21:10Dan begini Pak Presiden ini,
21:12justru sebetulnya,
21:14saya kan akhirnya membaca juga,
21:16seperti kata Pak Komarudin,
21:18saya jadi baca juga nih,
21:19One Piece ini apa.
21:20Saya baca bahwa,
21:21siapa tuh?
21:22Tokonya tuh,
21:22Mungki.
21:23Mungki Lufi ya.
21:25Nah itu katanya,
21:26apa tadi?
21:26Pembela keadilan gitu ya.
21:30Melawan ketidakadilan.
21:32Justru sebetulnya,
21:33Presiden itu program-programnya,
21:36persis yang diangkat oleh adik tadi,
21:38bahwa ini ada kesenjangan,
21:41lalu kesenjangannya harus diperbaiki.
21:42Makanya kemudian,
21:44program-program Presiden itu,
21:46seperti misalnya sekolah rakyat,
21:47itu kan memang ditujukan untuk,
21:49yang desil satu itu,
21:5010% terbawah,
21:52agar memiliki kesempatan pendidikan,
21:55sama dengan yang lebih mampu.
21:58Kemudian program apa,
22:00perbaikan sekolah,
22:0110 ribu sekolah,
22:02lalu kemudian guru-guru,
22:04diberikan tunjangan secara langsung.
22:06Sebetulnya Pak Prabowo ini,
22:08memang mau memperbaiki keadaan,
22:10menjadi lebih baik.
22:11Dan karena itulah sebetulnya,
22:14apa yang diekspresikan oleh One Piece,
22:16kalau memang betul seperti penjelasan tadi,
22:19itu sebetulnya sejalan dengan Pak Prabowo.
22:21Sejalan.
22:21Jadi teman-teman ini sejalan dengan Pak Prabowo,
22:24ingin melawan ketidakadilan.
22:27Jadi Pak Prabowo itu,
22:28adalah One Piece itu sendiri.
22:30Oke.
22:32Tapi dituduh makar ya.
22:33Tapi dituduh makar kan.
22:35Siapa yang dituduh makar?
22:36Akan ada pembantu Presiden.
22:37Kalau saya, patokannya satu aja Presiden.
22:39Kalau sama yang lain jangan diajak-ajak.
22:42Saya Presiden.
22:43Presiden, apa yang terjadi nih?
22:45Kalau bisa tiba-tiba,
22:46menurut Kodari,
22:47Prabowo One Piece juga.
22:48Gibran juga One Piece.
22:50Kalau Pak Kodari ikut Presiden,
22:51siapapun Presidennya.
22:52Pasti yang ikut Presiden Pak Suman.
22:58Jadi,
22:59saya kira,
23:01kalau dikatakan Presiden Prabowo menghormati,
23:05menghargai anak muda,
23:06belum lama ini Presiden mengatakan,
23:08itu demonstrasi Indonesia gelap,
23:11dibiayai oleh asing,
23:12oleh koruptor.
23:14Padahal yang demonstrasi itu anak-anak muda semua.
23:15Anak muda juga.
23:16Iya gak?
23:17Betul, Bang.
23:18Jadi,
23:18mungkin pernyataan itu berubah sekarang,
23:22karena memang melihat para menterinya,
23:24para pembantunya,
23:24lemah argumennya.
23:26Iya kan?
23:27Tadi,
23:27Kok bisa jadi menteri ya?
23:28Nah, itu gak tahu.
23:30Apa karena sekedar ikut Presiden,
23:32seperti tadi Pak Kodari,
23:33atau karena kualifikasi intelektual,
23:35kualifikasi teknokrasi,
23:36atau kualifikasi lainnya,
23:38seperti integritas dan keahlian itu.
23:40Jadi,
23:40kalau kita membaca pernyataan Menteri HAM,
23:43bahwa ini adalah
23:44larangan yang didukung oleh PBB.
23:46salah.
23:47Gak ada pernyataan PBB seperti itu.
23:48Jadi,
23:49Menteri HAM salah.
23:50Siapa lagi?
23:51Tadi Pak Firman yang diundang hari ini.
23:53Ini makar.
23:54Makar yang mana?
23:55Pasal 104?
23:56Bukan.
23:57Pasal 106?
23:58Bukan.
23:58Pasal 107?
23:59Bukan.
24:00108?
24:01Bukan.
24:01Jadi,
24:02salah semua bacaannya.
24:03Mana lagi?
24:04Katanya,
24:05merusak,
24:06misalnya,
24:06kesakralan.
24:07Loh,
24:07enggak.
24:08Mereka itu menempatkan bendera sang-sangka merah putih
24:10di atasnya.
24:11Yang dilarang itu ditaruhnya di bawahnya.
24:13Atau merusak,
24:14membakar,
24:14misalnya itu.
24:16Dilarang itu.
24:16Jadi,
24:17banyak pernyataan-pernyataan para menteri
24:19yang keliru.
24:22Memang ada yang benar.
24:23Misalnya,
24:23Mensesnek lumayan.
24:25Wamendagri lumayan.
24:27Jadi,
24:27saya kira ini ada masalah di dalam pemerintah.
24:29Wakastaf presiden gimana?
24:30Wakastaf presiden gimana?
24:32Itu,
24:33kalau wakastaf khusus itu,
24:35kalau presiden hari ini bilang A,
24:36dia bilang A.
24:37Dia bilang B.
24:38Jadi,
24:39ikut presiden apapun gata presiden.
24:41Padahal,
24:42yang harus kita ikuti adalah kebenaran.
24:43Kebenaran.
24:44Itu,
24:44itu yang saya kira penting.
24:46Nah,
24:46tadi,
24:47Firdian mengatakan,
24:49kita ini justru mau membawa semangat para pendiri bangsa.
24:51Itu benar.
24:52Jadi,
24:53kalau kembali ke supir truk ya,
24:55supir truk itu menyebut loh,
24:56bahwa kami ini sedang mengangkat satu persoalan keadilan sosial.
25:00Dia sebut itu,
25:01keadilan sosial.
25:02artinya ada kesenjangan sosial di dalam masyarakat.
25:05Yang kaya makin kaya,
25:07yang miskin makin miskin.
25:08Negara ini kaya,
25:09rakyatnya miskin.
25:10Uangnya di mana?
25:10Dipakodari atau di mana?
25:12Nah,
25:13itu harus jadi pertanyaan.
25:15Oke,
25:15ada problem keadilan,
25:17seperti yang terjadi di pati,
25:19dan juga ketidakjalan yang lain?
25:20Kita jawab setelah jadah berikut ini.
25:22Kita jawab setelah berikut ini.
25:22Masih bersama saya,
25:34Budi Mantan Rejo di Satu Meja Dukurum.
25:37Mas Komar,
25:38tadi Firdian mengatakan,
25:40ini adalah ekspresi simbolik dari anak-anak muda,
25:43yang memprotes ketidakadilan.
25:46Ada menangkap juga ketidakadilan yang terjadi,
25:48di kalangan generasi yang mungkin berbeda antara Firdian dengan Prof Komar.
25:51Yang saya ingin garisbawahi,
25:54bahwa apa yang sampaikan Firdian ini,
25:57disetujui,
25:59diiyakan oleh Saudara Kodari.
26:01Dan Kodari merujuk pada Presiden.
26:05Kalau emang betul begitu,
26:07bahwa Presiden itu seperti yang Anda katakan,
26:10ini kan ada temu antara Presiden dan anak muda.
26:14Maka saya berharap,
26:16pasca ribut-ribut isu simbol ini,
26:19dilanjutkan dengan dialog antara anak muda dan Presiden.
26:23Sehingga kemudian masukin babak baru.
26:26Jadi masalah keadilan,
26:27bagaimana perasaan anak muda,
26:29dan sebagainya dengan data-data,
26:31sampaikan pada Presiden.
26:33Agar Presiden nyambung dan generasi anak muda.
26:36Jadi kalau memang dua tadi sama,
26:40lanjutkan aja dalam satu forum.
26:41Tapi kan dulu Presiden pernah mengatakan
26:43ingin bertemu dengan kelompok inisiator Indonesia Gelap.
26:46Karena bagi Presiden Indonesia cerah.
26:48Tapi nggak kejadian juga pertemuan.
26:49Kita tanggih, Saudara Kodari.
26:51Dia akan KSP.
26:53Jadi saya ingin kalau Anda menyatakan bahwa ini sama,
26:57saya minta lat forum ini pada Saudara Kodari,
27:00agendakan Presiden ketemu anak-anak muda.
27:04Oke.
27:04Bung Kodari,
27:05gimana-gimana?
27:06Komar mengatakan Anda sebagai KSP,
27:08kemudian memperantarailah Presiden bertemu dengan anak-anak muda
27:12yang mewakili gelap kah,
27:14menjadi one piece kah, atau apa gitu?
27:16Pertama poin saya adalah bahwa
27:18sebetulnya yang disuarakan oleh Firdian
27:22itu sama dengan yang dikerjakan oleh Presiden.
27:26Soal kemudian apakah pesan
27:29atau pekerjaan dari Presiden itu ditangkap atau tidak
27:32oleh Firdian itu kan hal yang lain lagi.
27:34Nah itu dulu yang penting.
27:35Apakah kemudian bisa ketemu atau tidak,
27:38ya nanti saya sampaikan.
27:40Namanya juga Stak Presiden,
27:42tapi nyampaikan.
27:43Iya, nanti kita sampaikan.
27:45Tentunya menyesuaikan dengan kegiatan-kegiatan
27:49dan aktivitas-aktivitas lainnya.
27:51Tetapi,
27:52saya tidak menutup ruang kemungkinan itu.
27:54Mengapa tidak?
27:55Kan beberapa waktu yang lalu,
27:56Presiden kan ketemu secara sangat terbuka
27:58dengan teman-teman pemimpin redaksi.
28:00Oh iya.
28:00Jadi menurut saya sih,
28:02dengan belajar dari pengalaman itu,
28:03sebetulnya bukan mustahil hal itu bisa terjadi.
28:06Dan memang Presiden sangat-sangat memahami
28:09pentingnya peran anak muda
28:11untuk menuju Indonesia ke depan,
28:14khususnya Indonesia 2045.
28:16Karena memang generasi inilah yang akan sekarang
28:19membawa panji-panji perjuangan bangsa Indonesia
28:21menuju 2045 itu.
28:23Oke, baik.
28:23Saya tunggu realisasi itu.
28:25Dan itu secara politik.
28:26Jangan tunggu realisasinya, Mas.
28:28Kalau realisasi di luar kemampuan saya.
28:30Saya kan menyampaikan pesan dan permintaan.
28:33Bukan saya yang bisa mengaburkan permintaan itu.
28:37Karena saya bukan Presiden.
28:39Usman,
28:40perlu ada dialog lintas generasi
28:42dengan Firdian, CS,
28:43dan teman-teman generasi muda
28:45dengan Presiden atau para-para pembantunya.
28:47Kan generasi jauh banget itu sebetulnya.
28:49Ya, dia lintas generasi, lintas aktor, lintas sektor.
28:54Hampir keseluruhan dialog itu sangat dibutuhkan saat ini.
28:58Dan kita harus ingat bahwa
28:59tantangan yang dihadapi Indonesia ini
29:01juga dihadapi oleh banyak negara lain.
29:04Inggris baru 100 ribu orang kehilangan pekerjaan.
29:07Indonesia 70 ribu orang menurut Serikat Buruh
29:09kira-kira bulan Mei kemarin.
29:11Dua hari lalu saya baca Al-Jazira
29:1244 juta anak muda kesulitan mendapatkan pekerjaan.
29:15Ini di luar dari 7 juta penganggur yang disebut Firdian tadi.
29:18Belum lagi masyarakat miskin yang sekarang mulai mengeluh
29:21karena bantuan sosial tampaknya akan dihapus misalnya.
29:23Dan kalau itu benar dihapus,
29:24paling tidak ada ratusan ribu orang yang akan terkena dampak.
29:27Tapi pajak dinaikin.
29:28Pajak dinaikin misalnya.
29:29Di berbagai sektor.
29:30Yang paling parah di...
29:31Pati.
29:31Di pati.
29:32Itu kan 250 persen.
29:33Enggak masuk akal sama sekali gitu.
29:35Nah, kebijakan-kebijakan yang seperti ini
29:37perlu didialogkan.
29:39Dan itu sebabnya
29:39setiap kali ada kebijakan yang
29:41tidak melibatkan dialog masyarakat
29:43pasti mendapat penolakan.
29:45Yang terbaru misalnya RUU TNI.
29:46Menjadi undang-undang teknik.
29:48Itu banyak penolakan.
29:49Undang-undang cipta kerja.
29:50Undang-undang apa lagi?
29:51Undang-undang KUHP.
29:52Undang-undang KPK.
29:53Jadi, kalau sebuah kebijakan didialogkan
29:56setidak-tidaknya
29:57aspirasi yang berkembang di masyarakat
29:59bisa diperhatikan.
30:01Dan yang kedua,
30:02masalah yang dihadapi masyarakat
30:03bisa diatasi.
30:04Misalnya supir truk tadi.
30:06Apakah supir truk itu masih mengalami pungutan
30:08di lapangan?
30:09Di Tanjung Priok deh.
30:10Gak usah jauh-jauh.
30:10Di Jakarta Utara.
30:12Kalau masih, kenapa?
30:13Bagaimana itu bisa dikatakan
30:15merdeka para supir truk itu
30:18kalau mereka masih belum
30:19dibebaskan dari pungutan itu?
30:21Kan simbolnya one piece ini
30:22sebenarnya
30:22deklarasi kemerdekaan,
30:24deklarasi kebebasan
30:25baik keadilan sosial
30:26maupun kebebasan politik.
30:28Dan mereka ingin mengajak semua orang
30:29untuk melepaskan diri dari kekangan.
30:31Tapi dengan gambar yang lucu ya.
30:34Dan ini sebenarnya
30:35satu ekspresi metafor
30:36atau ekspresi alegoris
30:38atau aforistik sebenarnya
30:40untuk menyederhanakan kompleksitas persoalan ekonomi,
30:43sosial, politik, budaya
30:45dengan suatu simbol komik gitu
30:48yang sederhana yaitu sosoknya
30:50siapa namanya?
30:52Luffy.
30:52Luffy ini.
30:53Luffy dari kru Mugiwara ini kan.
30:55Kru bajak laut yang baik hati.
30:57Ini bukan bajak laut yang jahat.
30:58Ini bajak laut yang baik hati
31:00seperti Budiman dan Budiman.
31:02Oke.
31:02Firdian,
31:03tadi kalau Prof Komar mengatakan
31:05ya perlu dialog gitu loh
31:06antara generasi-genera Anda
31:08dengan Presiden lah,
31:10dengan Pak Menkopol Hukam lah,
31:12dengan Menteri-Menteri itulah kira-kira.
31:14Anda siap juga untuk berdialog?
31:16Pertama bagi saya
31:18atau mungkin banyak teman-teman muda,
31:21dialog itu adalah hal yang kami lakukan sehari-hari ya.
31:23Kami ngomel-ngomel di X gitu,
31:25TikTok, Instagram, Discord, dan sebagainya.
31:28Tapi kami pengen,
31:29saya pengen bilang gini,
31:30saya menyadari bahwa Pak Presiden
31:32pasti sibuk.
31:33Sibuk?
31:34Untuk dialog satu persatu
31:36teman-teman muda rasanya pasti sulit.
31:37Maka saya tawarkan satu hal
31:39yang seharusnya mempermudah
31:41tapi tidak pernah Pak Presiden lakukan
31:43bagi saya
31:44adalah kemudian membaca
31:46tuntutan publik secara jernih.
31:49Kalau sekarang Pak Presiden
31:51pengen menanggapi protes kami
31:52lewat bendera One Piece,
31:53Indonesia Gelap,
31:54peringatan darurat dengan serius,
31:56pertama adalah
31:57jangan dulu tadi
31:58seuzon dengan kami
32:00dengan bilang kami dibayar ABCD.
32:02Koruptor mana
32:03yang pengen
32:04pemerintahnya akuntabel?
32:06Yang kedua adalah
32:07seringkali Pak Presiden ini
32:10kita susah bedain ya
32:11Mas.
32:12Antara
32:12betul-betul memang
32:14beliau ini adalah
32:15satu jalan dengan kita ini baik,
32:18tapi kabinet
32:19atau pembantu-bantunya
32:20yang kemudian seringkali
32:21salah ngasih input,
32:22atau pahlawan kesiangan.
32:24Jadi kami berharap
32:26kalau Pak Presiden betul-betul
32:27menganggap bahwa ekspresi
32:29kami bicara One Piece itu
32:30sah-sah aja
32:31dan bahkan dianggap
32:32substansinya ingin
32:33diolah dalam istana,
32:37satu batalkan
32:38kebijakan-kebijakan
32:38bermasalah.
32:40RKUHAP,
32:41RUU Polri,
32:43RUU Penyiaran,
32:44dan lain sebagainya.
32:45Kalau perlu batalkan
32:46undang-undang yang hari ini juga
32:48mencederai berbagai institusi,
32:51undang-undang KPK misalnya,
32:52dan lain sebagainya.
32:54Jadi jangan tunggu viral dulu,
32:55baru dibatalkan.
32:56Karena itu bagian dari kami
32:57merasa,
32:58Pak Presiden kalau sejalan,
32:59ayo dong Pak,
32:59jangan nunggu viral dulu,
33:00gitu kasarnya.
33:01Jangan dulu kami dipukulin
33:02polisi dulu, Pak.
33:03Yang kedua adalah,
33:05Pak Presiden harus sadar
33:06bahwa hari ini
33:07kita melihat banyak hal
33:09yang tidak bisa dijelaskan
33:11dengan,
33:12bagi kami yang muda-muda,
33:13nggak bisa dijelaskan
33:13dengan jernih,
33:16contoh,
33:17di tengah janji
33:1890 juta lapangan pekerjaan,
33:20padahal faktanya
33:217 juta pengangguran terjadi,
33:24di istana,
33:24kami menyaksikan
33:25bagi-bagi komisaris
33:27dan abang Godari,
33:28mungkin juga bagi-bagi
33:28selanjutnya.
33:30Imagine banget.
33:31Oke, oke.
33:32Bolehlah dibilang bahwa,
33:33oh iya Pak Presiden kan
33:34pengen orang terbaik komisaris,
33:35kami tidak melihat itu,
33:36kami butuh
33:37janji Pak Presiden dulu
33:39saat dilantik apa,
33:39pengen menciptakan kabinet
33:41jaken profesional,
33:42meritokrasi.
33:42Tunjukin dong Pak,
33:43tunjukin ke kami
33:44anak-anak muda,
33:45bahwa kalau kami berpendidikan,
33:46kami punya semangat,
33:47karena kami tahu
33:47kalau kami berpendidikan dengan baik,
33:49kami punya prestasi,
33:50kami diberikan tepat yang tepat,
33:52bukan karena kami menjilat sana-sini.
33:53Oke, baik.
33:54Bung Godari, silahkan di respon.
33:55Tadi tanggapan bahwa,
33:56apa, ya kalau ngomong sejalan,
33:58ya beberapa tuntutan dari
34:00One Piece itu kemudian dipenuhi.
34:02Sekarang One Piece
34:03tuntutannya apa?
34:05Kan begitu,
34:05itu kan yang tadi pernyataan Firdian,
34:06bukan pernyataan One Piece.
34:08Oke, ya tadi misalnya beberapa...
34:09Kan balik lagi,
34:11sekarang yang disebut
34:13sebagai tuntutan One Piece itu
34:14dari siapa dan dari mana?
34:16Pertama,
34:16kalau bicara ya,
34:18approval rating masyarakat Indonesia
34:20secara keseluruhan
34:21kepada Presiden Prabowo,
34:22kan angkanya masih sangat tinggi,
34:23termasuk Kompas sendiri yang melakukan survei.
34:26Karena itu apa yang muncul
34:27dari teman-teman ini,
34:28mohon maaf ya,
34:30sebagai suatu ekspresi iya,
34:31tapi apakah mewakili
34:32gambaran masyarakat Indonesia
34:34secara keseluruhan?
34:35Tidak juga.
34:35Saya mengatakan tidak.
34:37Karena memang instrumennya itu
34:38adalah dengan survei.
34:39Dan kita lihat survei pada hari ini,
34:41tingkat approval rating kepada Presiden
34:43masih sangat-sangat tinggi.
34:44Bahwasannya kemudian
34:45Firdian mengatakan,
34:46ya ini lapangan kerja
34:48belum sesuai dengan harapan.
34:50Ini kan ongoing,
34:52belum juga satu tahun.
34:54Ada banyak program-program Presiden
34:55yang masih berproses.
34:57Seperti misalnya
34:58Kementerian Perumahan.
35:00Kementerian Perumahan itu
35:01kalau betul-betul bisa berjalan dengan baik,
35:04akan menggerakkan
35:05banyak sektor ekonomi.
35:06Sekarang belum ya?
35:07Pada hari ini,
35:09setahu saya ya,
35:10Menterinya itu berusaha
35:11untuk mencari sumber-sumber pembiayaan.
35:14Agar target 3 juta rumah itu,
35:16pembangunan dan renovasi,
35:19bisa dilakukan.
35:21Kemudian misalnya MBG ya,
35:23MBG.
35:23MBG itu kan
35:24untuk memperbaiki
35:26kualitas gizi masyarakat Indonesia,
35:28yang stunting itu 20%.
35:29Nah, pada hari ini,
35:31yang jalan baru 2 ribu.
35:33Kalau Presiden maunya nanti November,
35:36berjalan 30 ribu SPPG gitu.
35:38Balik lagi,
35:39kalau bicara Presiden,
35:40semua keinginan Presiden itu
35:42adalah untuk kebaikan masyarakat Indonesia,
35:44untuk kemajuan kualitas masyarakat Indonesia.
35:47Soal apakah kemudian akan diperbaiki atau tidak,
35:50atau ada staff yang tidak mampu,
35:52ya tunggu waktunya dong.
35:53Tunggu waktunya lah.
35:56Kita perlu waktu juga,
35:57kasih kesempatan sama Presiden lah,
35:59melakukan evaluasi.
36:00Oke, jadi memang ada fenomena One Piece
36:02sebagai protes publik kepada pemerintah.
36:05Lalu yang jadi pertanyaan,
36:06di mana sebetulnya posisi partai politik?
36:08Kita bahas setelah cerita berikut ini.
36:09Masih bersama saya,
36:22Budi Mantan Rejo di Satu Meja The Forum.
36:24Wirdian,
36:25Anda ini sebagai konten kreator,
36:28bekerja sendiri,
36:29menyampaikan protes-protes publik gitu.
36:31Apa Anda tidak merasa diwakil oleh partai politik sebetulnya?
36:34Faktanya hari ini kami menganggap bahwa
36:38partai politik jadi 11-12 dengan
36:41kekuasaan istana gitu ya, Mas.
36:45Walaupun harusnya partai ini
36:46juga harusnya teman-teman muda menghegemoni juga.
36:50Masuk ke dalam kalau perlu,
36:52kawal juga dari luar kalau perlu,
36:54supaya kemudian memang menjadi jembatan
36:56untuk aspirasi publik
36:57secara langsung gitu kepada kekuasaan, Mas.
37:01Tapi kedua yang saya ingin sampaikan adalah
37:03bener One Piece ini jangan
37:05ditanggapi
37:07ini adalah
37:08bentuk kita
37:10tidak cinta bangsa dan makar,
37:12tapi justru ini bentuk
37:13titik tercinta kita kepada
37:15sangsaka merah putih.
37:17Kita nggak pengen merah putih kita
37:18di 80 tahun kemerdekaan ini,
37:21justru yang terjadi adalah
37:22tadi kalau Bang Gaudari bilang
37:23Pak Prabu itu One Piece sendiri
37:25bisa marah nih fans One Piece.
37:28Kenapa?
37:28Karena di One Piece diceritakan
37:30salah satu yang dilawan oleh Luffy itu adalah
37:32penghapusan sejarah.
37:33Jadi nggak mungkin kalau misalnya Pak Prabu
37:35masih mencoba untuk
37:36melakukan penghapusan atau
37:38revisi sejarah,
37:40nggak bisa sejalan dengan kita-kita yang nonton One Piece teman-teman.
37:43Oke.
37:43Yang kedua terakhir saya ingin sampaikan,
37:45ya semoga Presiden
37:46dan publik itu sendiri
37:48justru bersinergi.
37:50Nggak malah kami dituduh,
37:51nggak malah kami difitnah,
37:52nggak malah kami disiderai,
37:53dan juga kami yang lama-lama jadi
37:55pengen kabur aja dulu,
37:57itu lama-lama jadi terjadi.
37:58Oke, baik.
37:58Pak Prabu Komar,
37:59ada diskoneksi kelihatannya
38:00antara rakyat One Piece
38:02dengan partai politik.
38:04Iya.
38:05Kalau bicara partai politik,
38:07subjektifitas saya
38:08melihat satu,
38:11parpol itu kental dengan
38:12dinastiismenya.
38:13Bukan milik rakyat,
38:15tapi dimiliki oleh
38:16sekelompok keluarga.
38:18Perusahaan gitu ya?
38:18Yang kedua,
38:21ketika pilkada pemilu,
38:25itu bukannya rakyat
38:26menyumbang pada parpol,
38:28tapi parpol membeli suara rakyat.
38:31Artinya apa?
38:32Sudah terjadi diskoneksitas.
38:34Yang ketiga,
38:35parpol itu bagian dari oligarki,
38:38dan oligarki itu juga
38:39bagian dari kekuasaan
38:41atau mengangfaatkan kekuasaan,
38:43sehingga akhirnya
38:44antara parpol,
38:46legislatif,
38:48eksekutif,
38:49itu kemudian
38:50satu nafas,
38:52satu apa namanya ya,
38:54satu barisan.
38:55Jadi teori
38:56cek embalensis
38:58itu tidak ada.
38:59Jadi legislatif bagian eksekutif.
39:02Di luar negara itu
39:04ada lagi aktor di luar state,
39:06yaitu oligark-oligark.
39:09Maka rakyat itu terputus
39:11dan parpol.
39:11Oke, baik.
39:13Usman,
39:13kalau kita lebih konkret
39:14pada kasus pati ya,
39:15itu kan rakyat berhadapan
39:17langsung dengan bupati.
39:18Ketika bupati itu
39:19menaikkan PBB
39:20250 persen gitu.
39:22DPRD juga diam,
39:24partai politik juga
39:25kemudian diam.
39:25Apa yang terjadi
39:26pada negeri ini sebetulnya?
39:27Yang terjadi
39:28underrepresentasi.
39:29Underrepresentasi.
39:30Jadi tidak ada lagi
39:30politik keterwakilan
39:32oleh partai politik.
39:33Jadi memang
39:34kecenderungan
39:35akibat dari
39:35koalisi gemuk,
39:36koalisi yang terlalu pelangi.
39:38Sehingga
39:38seolah-olah demokrasi Indonesia
39:40tidak boleh ada oposisi.
39:42Bahkan PDIP saja
39:43yang belakangan
39:44relatif
39:44bersuara kritis
39:46misalnya
39:46Pak Hastol
39:47sebagai sekjen
39:48BDIP
39:48dikriminalisasi.
39:50Meskipun ada kasusnya
39:51misalnya banyak
39:51para
39:52gerakan antikorupsi
39:54mengatakan gitu.
39:54Tapi pada akhirnya itu
39:55tidak terbukti.
39:56Tidak terbukti
39:57menghalangi keadilan
39:58dan seterusnya gitu.
39:59Yang kedua adalah
40:00pemerintah curiga
40:02pada intermediary yang lain
40:04selain partai politik
40:05yaitu
40:05Saito.
40:07Kita tadi
40:07sudah dengar dari
40:08Firdian sendiri
40:09yang protes kejalanan
40:11misalnya
40:11dianggap
40:12dibiaya oleh asing.
40:13Jadi retorikanya
40:14masih retorika
40:14seperti negara-negara fasis
40:16dengan retorikan
40:17nasionalisme
40:18yang agresif gitu.
40:19Mencurigai
40:20segala yang asing.
40:21Padahal pemerintah
40:22baru saja
40:22meloloskan kebijakan
40:24dengan kerjasama
40:25dengan Amerika
40:25yang sangat pro-asing
40:26dan tidak berpihak
40:28kepada kepentingan nasional gitu.
40:30Lalu yang terakhir
40:31saya kira intermediary
40:32yang juga penting
40:32adalah media.
40:34Beberapa kali
40:34sejak kampanye
40:35bahkan sampai terakhir
40:36Pak Prabowo bikin pidato
40:37itu mereka yang bekerja
40:39untuk demokrasi
40:40hak asas manusia
40:40dan kebebasan pers
40:41termasuk Dewan Pers ini
40:42itu dianggap mereka yang
40:44dibiaya oleh asing
40:45termasuk dibiaya oleh koruptor.
40:47Jadi kecenderungan
40:48untuk meniadakan intermediary
40:49ini menjadi kecenderungan
40:50pemimpin populis di dunia.
40:52Di Brazil
40:52di banyak negara gitu.
40:54Jadi ini akan merusak demokrasi
40:56bahkan beberapa indeks demokrasi
40:57yang ternama
40:58sudah menyebut Indonesia
40:59bukan lagi demokrasi
41:00melainkan
41:01otokrasi elektoral
41:03otokrasi
41:04jadi otoriter
41:04tapi masih ada pemilunya
41:05atau beberapa sarjana lain
41:07menyebutnya
41:07pemilunya bersifat kompetitif
41:09tapi otoriter.
41:10Nah ini
41:11ini menyedihkan sebenarnya
41:12kita terpukul mundur gitu.
41:14Nah kembali ke soal
41:15bendera One Piece ini
41:16saya kira
41:17kita harus tegaskan bahwa
41:18pertama
41:19ini bukanlah provokasi.
41:22Yang kedua
41:22bukan tindak pidana
41:24yang ketiga
41:24bukan makar
41:25dan
41:26yang keempat
41:28kalau mau dikatakan ini
41:29katakanlah
41:30memecah belah bangsa
41:32bukan juga.
41:33Dan kalau presiden
41:34benar-benar
41:35menyetujui atau
41:35mentoleransi gerakan ini
41:37bolehkanlah mereka
41:38untuk mengibarkan itu.
41:39Kita tunggu buktinya
41:40dalam hari-hari.
41:40Oke baik
41:40Kodari
41:41gimana Anda respon bahwa
41:42ada kecantungan
41:43menghilangkan intermediary
41:44dalam politik itu sendiri.
41:46Pertama
41:46partai politik itu
41:47tidak mungkin
41:48tidak ada
41:49dalam sistem demokrasi.
41:50itu suatu kenis cahaya.
41:51Ya ada
41:51tapi gak ngapa-ngapain gitu.
41:53Jelas
41:53ngapa-ngapain dong.
41:54Mereka kan menjalankan tugas
41:56di eksekutin
41:56memilih presiden
41:57di legislatif
41:58ya kan.
42:00Mereka menjalankan tugas
42:01karena
42:01kalau tidak ada partai politik
42:03mereka tidak menjalankan tugas
42:04tidak ada kebijakan publik
42:07tidak ada pemerintahan
42:09yang bekerja
42:09kacau semua
42:10apa namanya
42:11transportasi kacau
42:13pangan tidak tersedia
42:14ini
42:14ini semua yang kita
42:15rasakan pada hari ini
42:16tidak jatuh dari langit.
42:18Ada
42:18Maksudnya agregator
42:19kepentingan rakyat
42:20yang bekerja di sana.
42:21Sebagai agregasik pentingan
42:23berjalan
42:24berjalan juga
42:25berjalan
42:25nah soal kemudian
42:26masyarakat
42:27tidak apa
42:28tidak ketidakpercayaan
42:29kepada partai politik
42:30itu terendah
42:32apa rendah ya
42:33pada hari ini
42:34kan begini
42:34institusi itu kan ada banyak
42:36bukan cuma partai politik
42:37ada presiden
42:38tingkat kepercayaan pada presiden tinggi
42:40kepada TNI tinggi
42:41kepada Polri tinggi
42:42kepada Ormas juga tinggi
42:43kabinet juga isinya
42:44bukan cuma partai politik
42:45ada yang dari latar belakang akademik
42:48Bu Suri Mulyani misalnya
42:49Pak Suhasil Nazara
42:52ada juga yang
42:53latar belakang dari Ormas
42:55Menteri Dikdasmen dari
42:57dari Muhammadiyah
43:00Menteri Agama dari
43:01dari NU
43:03misalnya
43:04jadi sebetulnya
43:05yang mengerjakan negara ini
43:07banyak pihak
43:08termasuk juga partai politik
43:10nah presiden sendiri
43:11saya tegaskan
43:12saya katakan
43:13keberpihakannya kepada masyarakat
43:15dan beliau membaca betul
43:16apa yang terjadi pada hari ini
43:17misalnya beliau mengatakan
43:19kita harus punya suasembada pangan
43:21beliau berusaha mengejar
43:22agar pangan kita
43:23di tengah konflik dunia
43:24yang lagi meningkat seperti ini
43:26itu bisa betul-betul
43:27mencapai satu titik
43:28dimana kalau terjadi yang terburuk
43:29ya kita tetap aman
43:31secara pangan
43:31soal energi
43:32betul-betul dikejar
43:33gitu loh
43:34memang saya latar belakangnya
43:36bukan orang minyak
43:37tapi saya orang survei
43:38jadi begini
43:40kita itu di dalam itu
43:42sebagai komisari
43:42itu neken
43:43habis itu direksi anda
43:45ini 400
43:45apa namanya
43:47400 ribu barrel per hari
43:48sebetulnya cadangannya ada apa gak?
43:50ada pak
43:50loh kenapa gak
43:51dikejar dari 1 juta
43:52coba disusun bagaimana
43:54roadmap menuju 1 juta itu
43:56oke
43:56apa namanya
43:58bagaimana caranya
43:58dengan minyak konvensional
44:00dengan cara tidak konvensional
44:02kita juga mau ngejar ini loh
44:03sel oil loh mas
44:04oke baik
44:04menggunakan chemical
44:05udah kejauhan
44:06gak ini soalnya
44:07ngomong soal
44:08komisaris tadi
44:09oh komisaris
44:09ini percobaan saya
44:10sedikit gitu loh
44:11bahwa kita kerja betul-betul
44:13orang survei
44:14kita kerja betul-betul itu
44:15untuk supaya
44:16kinerja
44:17perminyakan kita
44:18semakin meningkat
44:19oke baik
44:19orang survei yang bekerja
44:22untuk kekuasaan
44:22oke baik
44:23makasih
44:23mas komar
Komentar