Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dampak gempa magnitudo 8,8 di Semenanjung Kamchatka, Rusia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Talaud membunyikan alarm peringatan dini tsunami di Pelabuhan Beo, Talaud. Warga diimbau untuk menjauhi area pesisir pantai.

Alarm peringatan dini waspada tsunami dibunyikan BMKG dan pemerintah daerah di Pelabuhan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Selain membunyikan alarm, pemerintah daerah juga terus melakukan sosialisasi terkait potensi tsunami. Petugas mengimbau warga agar menjauhi area pesisir pantai untuk sementara waktu.

Ratusan warga di sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengungsi ke daerah ketinggian setelah mendapat informasi terkait potensi tsunami dampak dari gempa Rusia.

Membawa anggota keluarga, barang seadanya, dan dokumen penting, mereka mengevakuasi diri ke sejumlah tempat tinggi, di antaranya Vila Tugu Pancasila di Desa Gamsungi, Tobelo.

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal peristiwa ini? Komentar di bawah ya!

Baca Juga Gempa 8,8 M Guncang Kamchatka Rusia Picu Peringatan Tsunami di RI, BMKG: Waspada di 10 Wilayah di https://www.kompas.tv/nasional/608548/gempa-8-7-m-guncang-kamchatka-rusia-picu-peringatan-tsunami-di-ri-bmkg-waspada-di-10-wilayah

#gempa #tsunami #rusia #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/608573/dampak-gempa-8-8-m-rusia-peringatan-tsunami-di-indonesia-warga-halmahera-hingga-talaud-mengungsi
Transkrip
00:00Sudara dampak gempa Magnitudo 8,7 di Semenanjung Kamchatka, Rusia,
00:04Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika BMKG Kepulauan Talaut
00:08membunyikan alarm peringatan dini tsunami di Pelabuhan Beyo Talaut.
00:14Warga di Ibo untuk menjauhi area pesisir pantai.
00:25Alarm peringatan dini waspada tsunami dibunyikan BMKG
00:28dan pemerintah daerah di Pelabuhan Beyo Kabupaten Kepulauan Talaut, Sulawesi Utara.
00:33Selain membunyikan alarm, pemerintah daerah juga terus melakukan sosialisasi terkait potensi tsunami.
00:40Tugas mengimbau warga agar menjauhi area pesisir pantai untuk sementara waktu.
00:44Ratusan warga di sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara
00:58mengungsi ke daerah ketinggian setelah mendapat informasi terkait potensi tsunami dampak dari gempa Rusia.
01:05Membawa anggota keluarga barang seadanya dan dokumen penting,
01:08mereka mengevakuasi diri ke sejumlah tempat tinggi di antaranya vila Tugu Pancasila di desa Gamsungi, Tobelo.
01:22Di Manukwari, Papua Barat, warga di wilayah pesisir mengevakuasi diri secara mandiri
01:28pasca pemberitahuan peringatan tsunami dampak gempa Rusia.
01:31Mereka memilih meninggalkan rumah dengan membawa peralatan seadanya
01:34menuju daerah yang lebih tinggi dan aman dari tsunami.
01:37Khawatir terjadi tsunami puluhan warga pesisir di Kelorahan Leato Selatan Kota Gorontalo
01:51mengungsi ke pangkalan Angkatan Laut Gorontalo.
01:54Warga yang mengungsi mulai dari anak-anak hingga lansia,
01:57bahkan warga yang sakit dan pasien klinik.
01:59Lana Gorontalo menyiapkan dua gedung utama berkapasitas 500 orang untuk pengungsi.
02:07Dari pantauan BMKG terjadi tsunami minor dengan ketinggian 5 cm sampai 20 cm
02:20di beberapa daerah seperti Jayapura, Sorong, dan Halmahera Tengah Pasca Gempa Rusia.
02:27Meski demikian, BMKG belum mencabut status peringatan tsunami itu.
02:30Menurut BMKG, perambatan gelombang laut tsunami masih berlangsung di perairan Indonesia
02:36sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan menjauhi daerah pesisir
02:40sampai peringatan tsunami resmi dicabut.
02:43Karakteristik tsunami itu memang unik gelombangnya.
02:49Jadi apalagi gelombang osilasi non-linear itu kan
02:52pada fase terakhir itu bisa membuat osilasi dan melekuasi yang tinggi.
02:58Kasus tertentu bisa tiba-tiba di akhir itu ada muncul gelombang tsunami yang
03:03lebih besar dan tidak terprediksi.
03:05Itu yang menjadi kekhawatiran kami.
03:07dan ini juga diamin oleh Pak Abdul Muharri bahwa kita perlu masyarakat ini
03:13sehingga hingga saat ini pun kita belum mengakhiri peringatan tsunami-nya.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan