Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan masih menyisakan tanda tanya.

Polisi menyebut, istri diplomat Kementerian Luar Negeri tiga kali menelepon penjaga indekos sebelum suaminya ditemukan tewas terlilit lakban di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Istri korban menelepon penjaga indekos untuk mengecek kondisi suaminya yang tidak lagi bisa dihubungi.

Untuk mengungkap penyebab kematian korban, polisi akan menggunakan scientific crime investigation atau penyelidikan berbasis ilmiah.

Baca Juga Terungkap! Alasan Penjaga Kos di Depan Kamar Diplomat Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/605185/terungkap-alasan-penjaga-kos-di-depan-kamar-diplomat-kemlu-sebelum-ditemukan-tewas-kompas-pagi

#diplomat #kemenlu #diplomatkemenlutewas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/605214/misteri-kematian-diplomat-kemlu-polisi-ungkap-komunikasi-istri-dan-penjaga-kos-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan masih menyisakan tanda tanya.
00:10Polisi bilang, istri diplomat Kemlu tiga kali menelpon penjaga Indekos
00:13sebelum suaminya ditemukan tewas terlakban di kamar Indekosnya
00:17di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pekan lalu.
00:21Istri korban menelpon penjaga Indekos untuk mengecek kondisi suaminya
00:24yang tidak lagi bisa dihubungi.
00:27Untuk mengungkap penyebab kematian korban,
00:28polisi akan menggunakan Scientific Crime Investigation
00:32atau penyelidikan berbasis ilmiah.
00:34Pada tanggal 8 Juli 2025 pukul 00.48 waktu Indonesia Barat,
00:40istri korban kembali menghubungi penjaga KOS ke nomor handphone yang baru.
00:46Nah, disitu aktif untuk meminta cek kamar korban.
00:50Untuk meminta cek kamar korban.
00:52Kemudian tanggal 8 Juli 2025, pukul 5 lewat 27 menit, 5.27 menit waktu Indonesia Barat,
01:02kembali istri korban menghubungi penjaga KOS untuk meminta cek kembali kamar korban.
01:07Jadi itulah tiga kali istri korban menghubungi penjaga KOS untuk mengecek kamar korban.
01:16Itulah kenapa penjaga KOS bolak-balik memeriksa kondisi kamarnya korban.
01:21Dari penyelidik masih menunggu hasil dari pemirsaan lab.
01:25Dari pemirsaan lab secara laboratoris,
01:27Dugaan penyebab kematian pun bermunculan.
01:38Salah satunya terkait pekerjaan.
01:40Apalagi, Kementerian Luar Negeri menyatakan
01:42Arya Darupangayunan pernah menjadi saksi dalam kasus TPPO.
01:46Namun, Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Juda Nugraha, meminta
01:50agar semua pihak menunggu hasil penyelidikan polisi
01:53dan tidak berspekulasi dengan mengaitkan tugas atau profesi Arya
01:57dengan penyebab kematian.
01:59Ya, pernah.
02:00Tapi itu jangan dikaitkan.
02:04Kita lihat menunggu hasil penyelidikan polisi.
02:08Kita jangan berspekulasi.
02:09Jadi kami tidak ingin berspekulasi.
02:12Tapi memang banyak tugasnya itu berkaitan dengan itu ya Pak?
02:15TPPO itu ya Pak?
02:15Almarhum itu ya Pak?
02:16Bagi tadi kami sampaikan,
02:18Almarhum itu menjalani tugas.
02:21Dia menangani tugas penanganan lindungan WNI
02:25untuk wilayah selain Asia Tenggara
02:28dan juga Tumur Tenggara.
02:31Jadi penanganan dari kasus.
02:32Tadi evakuasi di Turki, evakuasi di Iran.
02:38Tewasnya Arya Darupangayunan tak hanya meninggalkan kesedihan,
02:42tapi juga memupus rencana diplomat muda itu
02:44untuk pindah tugas ke Finlandia.
02:46Padahal semua persiapan sudah dilakukan.
02:49Itu hanya seputar apa?
02:51Seputar excitement-nya mereka mau penempatan.
02:55Lohong, semua sudah siap ya Mas?
03:00Oper itu semua sudah siap.
03:02Termasuk tolah amin.
03:04Siap semua mas.
03:05Semarin saya nungguin anak-anak membongkar itu ya.
03:09Masih sedih-sedih.
03:11Itu nggak gampang ngeluk.
03:15Kalau masalah pekerjaan.
03:18Terakhir kali saya terima keluhan Daru itu
03:19karena dia salah beli ban mobil.
03:21Udah itu aja.
03:24Lalu, bisakah polisi mengungkap fakta sebenarnya
03:27dari kasus kematian diplomat muda Arya Darupangayunan?
03:30Tim Liputan, Kompas TV.
03:33Terima kasih.
03:34Terima kasih.
03:34Terima kasih.
03:37Terima kasih.

Dianjurkan