00:00Ada Denisha Alhafiza.
00:01Denisha, ada cerita menarik apa dari Banjarmasin?
00:05Baik, selamat siang Desi dan Saudara.
00:09Ada dua informasi menarik dalam cerita Nusantara dari Biro Banjarmasin kali ini.
00:14Kopi Liderika Bati-Bati yang tumbuh di dataran rendah Kalimantan Selatan
00:19ternyata lebih dikenal di pasar luar daerah bahkan luar negeri.
00:23Namun, di rumahnya sendiri, kopi asal Kabupaten Tanah Laut ini
00:27belum banyak ditunggukan di kedai-kedai kopi lokal.
00:36Di kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut,
00:39kopi Liderika tumbuh di lahan datar bersama pohon nangka dan pepaya.
00:45Kopi ini dikenal dengan nama Liberti, akronim dari Liderika Bati-Bati.
00:52Kombinasi tanaman tumpang sari membuatnya beraroma khas
00:55dengan cita rasa kacang dan akhir manis yang lembut.
00:59Meski punya ciri khas, kopi ini belum jadi primadona di kedai-kedai kopi lokal.
01:06Yui Putra Kurniawan, pemilik kedai biji kopi ini,
01:09sudah mencoba mengangkat pamor kopi Liderika Bati-Bati.
01:13Hingga memamerkan Liberti ke Festival Kopi Helsinki Finlandia,
01:17undangan khusus dari Duta Besar Finlandia yang sebelumnya
01:19pernah menikmati kopi asal Kabupaten Tanah Laut ini.
01:25Kopi ini nyatanya lebih disukai di pasar Eropa.
01:28Yui mengaku menyesal karena saat itu hanya membawa 5 kg kopi Liderika Bati-Bati
01:33yang habis terjual dalam sehari.
01:37Sejak itu pesanan datang dari Jakarta dan Surabaya.
01:41Dalam 3 bulan, Yui harus memenuhi permintaan hingga 2,5 ton,
01:45jumlah yang jauh melampaui permintaan lokal
01:47yang hanya mencapai 100 kg per bulan.
01:50Dui merasa ironis karena di tanah sendiri kopi Liderika Bati-Bati justru tersisihkan.
01:59Kedai-kedai kopi lokal justru lebih memilih biji dari luar yang lebih populer.
02:03Nah ini sulit kita merubah mindset untuk cinta kepada produk lokal.
02:10Nah tapi kami tidak menganggap itu sebuah ancaman.
02:15Karena Tuhan mengadil.
02:17Buktinya orang luar negeri benua biru yang jauh malah meminati.
02:21Saya yakin tanah laut akan menjadi salah satu ikon
02:24seperti tanah gayo di Aceh, tanah Toraja di Sulawesi.
02:29Nah kita punya tanah laut di Kalsal.
02:31Martono seorang petani kopi di desa ujung tanah laut
02:35juga mengeluhkan sepinya penjualan biji kopi lokal.
02:39Dalam seminggu, Martono bisa memanen 20 kg Liderika Bati-Bati.
02:44Namun hampir 50 persen hasil panen bahkan dibagikan ke tetangga
02:47dalam bentuk gabah kering karena kurangnya peminat.
02:52Martono berharap pemerintah dapat gencar mempromosikan kopi lokal
02:56untuk membantu ekonomi petani.
02:58Termasuk memfasilitasi alat kupas biji kopi
03:03untuk bisa langsung dijual ke pasaran
03:05hingga pembekalan pelatihan.
03:07Tanpa intervensi serius pemerintah daerah,
03:34kopi Liderika Bati-Bati akan terus berjaya di luar.
03:36Namun gagal naik kelas di rumahnya sendiri.
03:39Arapawi, Kompas TV, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
03:45Selanjutnya kita beralih ke keindahan alam Kalimantan Selatan
03:53yang tak hanya menawarkan hamparan bukit.
03:56Menikmati gemericik air yang mengalir di sungai yang dipecah bebatuan
04:00jadi keindahan tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan alam Kalimantan Selatan.
04:06Seperti yang ada di lereng gunung Pamaton, desa Kiram Kabupaten Banjar
04:16inilah pesona air terjun janda beranak tiga
04:20namanya yang unik dipilih berdasarkan musyawarah desa
04:24pada masa penjajahan tempat ini adalah persembunyian
04:27satu diantaranya terdapat keluarga yang merupakan janda beranak tiga
04:33Nama yang unik ini dipilih juga untuk memancing penasaran wisatawan
04:38Meski aliran air terjun tidak terlalu tinggi, namun aliran air jernih
04:44Hamparan bebatuan dengan arus yang tidak terlalu deras
04:47menjadikan tempat ini layak dipilih sebagai destinasi wisata
04:52ketika berkunjung ke Kalimantan Selatan
04:55Menurut penjaga pos air terjun, saat hari libur
04:58pengunjung bisa mencapai 500 orang
05:01Sementara saat hari biasa, hanya sekitar 100 orang
05:06Rame, apalagi kalau hari libur
05:11Berapa biasanya sampai pengunjungnya mas?
05:14Pengunjungnya bisa sampai 500 lebih kayak biasanya kalau hari libur tuh
05:18Kalau hari biasa Pak, 100 adalah?
05:20Kalau hari biasa bisa, tapi kurang juga Pak
05:23Kurang 100 biasanya
05:24Seorang pengunjung mengaku sudah sering datang ke air terjun janda beranak tiga
05:31Selain harga tiket masuk yang terjangkau
05:34Jarak tempuh ke lokasi juga dinilai dekat dari pusat kota Banjarbaru
05:39Untuk sampai ke lokasi air terjun, pengunjung perlu berjalan kaki dari tempat parkir sejauh 200 meter
06:04Namun di perjalanan, pengunjung bisa melihat tanaman anggrek
06:08Yang menemani pengunjung menikmati keindahan alam
06:12Nabila Ceva, Kompas TV, Banjarbaru, Kalimantan Selatan
06:17Demikian cerita Nusantara dari Biro Banjarmasin kembali ke Desi Di Studio
06:27Selamat menikmati
Komentar