Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BADUNG, KOMPAS.TV - Polisi masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap tiga tersangka penembakan warga negara Australia.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan termasuk mendalami motif para pelaku.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Aria Sandy bilang pendalaman pemeriksaan ini untuk menyesuaikan dari keterangan tersangka dengan barang bukti dan alat bukti.

Namun demikian, polisi menilai motif penembakan tidak terlalu penting dalam penyidikan karena perbuatan formil dan materiil seperti minimal dua alat bukti, sudah terpenuhi.

Sebelumnya dua warga Australia jadi korban penembakan di Badung, Bali pada Sabtu (14/06/2025) pekan lalu. Satu orang meninggal dan satu lainnya luka serius.

Sebelumnya, Polda Bali kembali menangkap satu orang pelaku penembakan warga negara Australia. Dengan demikian, total ada tiga pelaku yang juga warga Australia.

Polda Bali menjelaskan ketiganya ditangkap di lokasi berbeda, satu di Bandara Soekarno-Hatta, Banten dan dua lainnya luar negeri.

Dari hasil pemeriksaan, selain merencanakan pembunuhan, ketiganya juga merupakan eksekutor.

Merespons penangkapan tiga pelaku penembakan dua warga Australia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bilang hal ini merupakan kerja sama Bareskrim Polri, pihak Imigrasi dan Kepolisian Federal Australia.

Kapolri menambahkan, satu pelaku ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta dan dua pelaku lainnya di luar negeri.

Baca Juga Polisi Tangkap 3 Pelaku Penembakan WNA di Bali, Ada yang Mempersiapkan dan Eksekutor di https://www.kompas.tv/regional/600421/polisi-tangkap-3-pelaku-penembakan-wna-di-bali-ada-yang-mempersiapkan-dan-eksekutor

#wnaaustralia #penembakanwna #bali

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/600601/3-tersangka-penembakan-wna-australia-di-bali-ditangkap-apa-motifnya
Transkrip
00:00Informasi berikutnya dari dalam negeri, polisi masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap tiga tersangka penembakan warga negara Australia.
00:07Hingga sekarang polisi masih melakukan pemeriksaan termasuk mendalami motif para pelaku.
00:14Kabupaten Humas Wolda Bali, Kombes Arya Sandi mengatakan pendalaman pemeriksaan adalah untuk menyesuaikan keterangan tersangka dengan barang bukti dan juga alat bukti.
00:24Namun demikian, polisi menilai motif penembakan tidak terlalu penting dalam penyidikan karena perbuatan formil dan material seperti minimal dua alat bukti sudah terpenuhi.
00:36Sebelumnya dua warga Australia menjadi korban penembakan di Badung, Bali satu pekan lalu.
00:42Satu orang meninggal, satu lainnya mengalami luka serius.
00:45Pemeriksaan, pada saat pemeriksaan baru kita bisa melihat motifnya kira-kira apa gitu ya.
00:58Bisa memastikan motifnya apa seperti apa ya nanti pasti hakim yang akan menanyakan langsung gitu ya.
01:04Tapi tidak begitu penting dalam hal penyidikan.
01:07Dalam penyidikan itu perbuatan material, formil material terpenuhi maka cukup gitu.
01:12Sebelumnya, Polda Bali kembali menangkap satu pelaku penembakan warga negara Australia.
01:19Dengan demikian, total ada tiga pelaku yang juga merupakan warga Australia.
01:23Polda Bali menjelaskan ketiganya ditangkap di lokasi berbeda.
01:27Satu di Bandara Soekarno-Hatta dan dua lainnya di luar negeri.
01:31Dari hasil pemeriksaan, selain merencanakan pembunuhan, ketiganya juga merupakan eksekutor.
01:36Saat ini Pertanda 18 Juni 2025 sudah diamankan, tiga tersangka dan beberapa barang bukti yang diduga dipakai untuk melakukan perbuatan penembakan tersebut.
01:55Dan merespons penangkapan tiga pelaku penembakan dua warga Australia, Kapolri Jenderalist Yosigit Prabowo bilang,
02:08hal ini merupakan kerja sama Bareskrim Polri, pihak imigrasi dan kepolisian Federal Australia.
02:13Kapolri menambahkan, satu pelaku ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, dua pelaku lainnya di luar negeri.
02:25Bapak dan negara sekali, saya sudah dapatkan laporan dari Kapolda.
02:30Saat ini sudah diamankan, satu sudah ada di Jakarta, satu lagi dalam perjalanan dari luar negeri.
02:39Akan masuk ke Jakarta.
02:40Pemkapan ini tentunya kerjasama dengan Bareskrim, dibekah oleh imigrasi dan juga ASB.
Komentar

Dianjurkan