00:00Saudara standar komedi Indonesia atau Suci kembali hadir di layar Kompas TV.
00:05Setelah audisi di Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, kini Jakarta, jadi kota terakhir audisi Suci ke-12.
00:12Dan berikut laporan jurnalis Kompas TV Fedris Kaananda dan juru kamera Septa Yoga di tengah audisi Suci ke-12 di Menara Kompas.
00:22Saudara musim Suci ke-12 sudah dimulai.
00:24Saat ini Kompas TV sudah membuka audisi bagi para pemirsa Kompas TV yang ingin mengikuti Suci ke-12.
00:30Dan saat ini saya bersama dengan salah satu peserta yang sudah mendapatkan Golden Ticket.
00:34Artinya sudah lolos nih ya kak ya?
00:35Alhamdulillah sudah lolos.
00:37Kak, boleh di-share bagaimana tadi masa seleksinya dan juga penjurannya seperti apa?
00:42Dan materi apa yang kakak bawa?
00:43Oke, tadi kebetulan aku bawa materi yang membawakan persona diri aku itu cewek bongsor.
00:49Jadi lumayan suasananya luar biasa menegangkan ya.
00:53Di depan langsung jurinya Pak Ade Indro dan Mas Gilbas.
00:57Dan itu benar-benar kita harus melatih mental kita di depan juri.
01:00Terus karena penulisan, pembawaan, semua dinilai sama juri sih.
01:05Ada gak kak mungkin barangkali komplimen ataupun pujian khusus yang disampaikan oleh juri ke kakak tadi?
01:11Karena tadi pembahasannya yang setelah saya tampil yang dinilai itu adalah pembawaannya udah sama seperti komika pada umumnya gitu ya.
01:22Terus juga karena saya perempuan ya, perempuan tuh jujur jarang banget sih jadi komika di Indonesia itu sih paling.
01:28Aku harap kakak nanti lolos untuk tahap-tahap selanjutnya.
01:31Terima kasih atas waktunya, semangat ya kak ya.
01:33Nah itulah tadi salah satu peserta yang sudah menceritakan pengalamannya ketika mengikuti audisi suci ke-12.
01:39Dan saat ini saya bersama dengan juri yang mungkin barangkali akan meng-share.
01:43Seperti apa sih indikator ataupun kriteria yang dikatakan lolos pada Indro?
01:46Ya, biasanya kita ada dua juri kali ini.
01:52Satu juri lebih pada teknis.
01:55Ada struktur yang harus dipenuhi di stand-up komedi.
01:59Ada kaedah-kaedah yang harus dipenuhi di stand-up komedi.
02:02Kalau saya kebetulan menilai dari sedikit, katakanlah budaya ya cara berpikir.
02:08Kenapa?
02:09Karena dari awal kebetulan saya ikut memidani suci dari awal.
02:13Itu kita memang memilih stand-up komedi Indonesia.
02:19Indonesianya ini.
02:21Jadi walaupun ini stand-up komedi tetap ada Indonesia.
02:24Nah itu, kenapa seperti itu?
02:28Karena memang satu-satunya cabang sedi yang benar-benar lekat dengan budaya menurut saya ya komedi.
02:37Dan bangsa ini bangsa komedi menurut saya.
02:39Di mana-mana ada komedi ya.
02:41Di pemerintahan ada komedi.
02:42Di DPR ada komedi.
02:46Jadi itu sebetulnya yang saya nilai.
02:49Ya oke lah, semuanya boleh bersuara kok.
02:52Ini negara demokrasi.
02:53Tapi buat saya, komedi is komedi.
02:56Ketika komedi kemudian dipersalahkan,
03:00ya marilah kita ulangi lagi berpikir.
03:02Terima kasih banyak Pak Dendro.
03:05Sama-sama.
03:06Nah itulah tadi sempat berkongobrol panjang dengan Pak Dendro yang mengatakan bahwa sebetulnya komedi itu adalah bagian dari kultur masyarakat Indonesia.
03:13Memang tidak harus dianggap apa ya, sebagai pemecah belah.
03:17Justru komedi ini menjadi pemersatu bangsa.
03:19Tadi disampaikan oleh Pak Dendro juga bahwa harapannya di stand komedi Indonesia ini tidak hanya mencari talenta-talenta muda yang terbaru, yang fresh begitu.
03:27Tapi bagaimana juga mampu membangun daya pikir yang kritis dan juga menyampaikan dengan santun.
03:33Ferdiska Ananda, Yoga Septa Janaloka, Kompas TV Jakarta.
Komentar