Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Diduga akibat malapraktik, tangan seorang balita asal Desa Tambe, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, harus diamputasi.

Orang tua korban menuding adanya malapraktik yang dilakukan tiga layanan kesehatan milik pemerintah, yaitu Puskesmas Bolo, RSUD Sondosia di Kabupaten Bima, dan RSUD Bima. Mereka pun melaporkan kejadian ini ke polisi dan dinas kesehatan terkait, namun belum mendapatkan tindak lanjut.

Karena kondisi yang sudah memburuk, akhirnya amputasi dilakukan di RSUD Nusa Tenggara Barat.
Saat ini, RSUD Provinsi NTB tengah mempersiapkan operasi bedah plastik sebagai tindakan lanjutan.

Operasi rencananya dilakukan pekan depan. Selain bedah plastik, akan dilakukan juga rekonstruksi anatomi pergelangan tangan.

Kita bahas soal ini bersama Orang Tua Korban Malapraktik, Marliana, dan Kuasa Hukum, Eva Nur Fadilah.

Baca Juga Klarifikasi Dugaan Malpraktik Persalinan, Dinkes Bangkalan: Proses Lahiran Sudah Sesuai Prosedur di https://www.kompas.tv/video/492227/klarifikasi-dugaan-malpraktik-persalinan-dinkes-bangkalan-proses-lahiran-sudah-sesuai-prosedur

#malapraktik #ntb #polisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/599429/full-tangis-orang-tua-balita-yang-tangannya-diamputansi-karena-diduga-korban-malapraktik-di-ntb

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Dan kita akan bahas soal ini saudara bersama orang tua korban dugaan malapraktik Marliana dan kuasa hukum Eva Nur Fadillah.
00:08Selamat pagi Ibu Marliana, Ibu Eva.
00:11Selamat pagi.
00:13Ibu Marliana, Ibu Eva, jadi setelah kemarin atau setelah sempat diamputasi, saat ini kita update dulu informasinya kondisi dari anak saat ini seperti apa, kemudian perawatan apa yang saat ini dijalani?
00:26Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah lebih baik dari kemarin, anaknya sudah mulai aktif kembali, terus perawatan yang sekarang dijalani lagi rawat jalan untuk persiapan operasi selanjutnya yaitu pencakokan kulit yang sudah dijadwalkan, insya Allah akan dilaksanakan pada hari Senin ini.
00:49Kalau tidak ada halangan, tidak ada kondisinya arumium baik, insya Allah disini dilakukan operasi lagi untuk pencakokan kulit.
00:59Oke Ibu, itu operasinya nanti akan di rumah sakit yang sama atau seperti apa, Bu?
01:02Ibu Eva, Ibu Marliana
01:09Baik, kami akan mencoba
01:16menghubungi atau terhubung kembali bersama dengan
01:22Ibu Marliana dan juga Ibu Eva
01:25Ya dan tadi saudara, berdasarkan informasi yang dikatakan atau disampaikan oleh orang tua dari anak balita asal desa Tambe, Ibu Marliana
01:47bahwa untuk saat ini kondisi dari balita yang sebelumnya ini diamputasi karena dugaan malah praktik
01:54ini sudah mulai aktif kembali, kondisinya juga sudah membaik dan menjalani rawat jalan untuk nantinya persiapan melakukan operasi
02:03untuk pencakokan kulit rencananya di hari Senin
02:09dan saudara, ini diduga memang akibat malah praktik tangan seorang balita asal desa Tambe, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
02:19akhir harus diamputasi
02:21dan sebelumnya saudara, ini orang tua korban juga menuding adanya dugaan malah praktik ini yang dilakukan di tiga layanan kesehatan
02:32milik pemerintah, yaitu di Puskas Mas Bolo, di RSUD Sondusia, di Kabupaten Bima dan juga di RSUD Bima
02:40jadi memang sebelumnya saudara, balita ini dirujuk atau mendapatkan perawatan begitu di Puskas Mas Bolo terlebih dahulu
02:51kemudian karena memang kondisinya yang harus dirujuk ke rumah sakit
02:56akhirnya dibawa ke RSUD di Sondusia, RSUD Sondusia NTB, kemudian di RSUD di NTB
03:07dan saudara, di umur yang belum genap 2 tahun, balita perempuan yang saat ini visualnya disaksikan
03:16harus kehilangan tangan kanannya akibat dugaan malah praktik
03:22dan kejadian ini saudara berawal pada bulan April di tahun 2025 atau April kemarin
03:27saat buca perempuan ini mengalami demam
03:30saat itu dibawa ke Puskas Mas Bolo
03:31dimana di tangan kiri yang dipasang infus, ini bengkak
03:35hingga kemudian dipindahkan ke tangan kanan
03:38kemudian karena kondisinya yang belum membaik
03:43dan juga selama dirawat begitu
03:50tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan
03:52dan tangannya juga terjadi adanya dugaan infeksi
03:57kemudian dirujuk ke rumah sakit Sondusia
04:00meskipun akhirnya dirujuk saudara
04:05anak perempuan atau balita perempuan ini
04:08diduga tidak mendapatkan perawatan yang memadai
04:11hingga akhirnya diamputasi di RSUD NTB
04:16sebelumnya saudara menurut informasi juga
04:20memang ada tiga layanan kesehatan milik pemerintah
04:26yang menangani balita usia 14 bulan ini
04:32di NTB
04:34kita akan mencoba terhubung kembali ke orang tua dari balita
04:41yakni Ibu Marliana dan juga kuasa hukum
04:45yakni Eva Nurfadila
04:47Ibu Marliana dan Ibu Eva sudah bisa terhubung?
04:50sudah, sudah
04:51oke baik, Ibu tadi kan dikatakan
04:53rencananya akan ada operasi pencanggokan kulit
04:56di hari Senin, ini di rumah sakit yang sama atau berbeda Ibu?
05:00rencana hari Minggu sudah masuk di RSUP Mataram
05:03oke
05:04itu rumah sakit yang berbeda
05:05oke, nah mungkin bisa diceritakan
05:08awal mula terjadi malah praktik sampai
05:11tangan anak Ibu Marliana ini harus diamputasi itu seperti apa?
05:15berarti benar dikonfirmasi ya bahwa sebelumnya ini
05:18sempat sakit, dibawa ke puskesmas
05:20kemudian dirujuk ke dua rumah sakit lain
05:22sampai akhirnya diamputasi ini
05:24penyebabnya apa?
05:25dan awal mulanya seperti apa Ibu?
05:29sebenarnya pada tanggal 10 kemarin, April
05:33saya bawa anak saya ke puskesmas
05:35Bolo
05:36dia cuma demam sama muntah
05:39terus 4 hari setelah dirawat di sana
05:43karena tidak ada perubahan kondisi
05:46terus hasil labnya kan ternyata anak saya saspek DPD
05:51saya minta rujukan ke rumah sakit
05:54Sondosia pada tanggal 13
05:56sebelum dirujuk
05:58ada perawat yang menyuntikkan
06:01obat diimpus tangan anak saya
06:04tapi sebelum diimpus
06:05saya sempat protes ke perawatnya
06:07kalau tangan anak saya mulai bengkak
06:09tapi perawatnya bilang itu tidak bengkak
06:12katanya tetap dilanjutkan pemberian obat
06:14diimpus tangan anak saya
06:16setelah dikasih obat
06:18dikasih masa obat
06:19anak saya kesakitan
06:21terus saya lapor ke perawatnya
06:24dilakukan pencabutan impus
06:26dan ternyata benar
06:27tangan anak saya
06:29jari-jarinya sudah mula bengkak
06:30tangannya juga sudah mula merah
06:34kemudian disuruh kompres air hangat
06:37kan lagi persiapan rujukan ke rumah sakit
06:39Sondosia
06:39tanggal 13 malam
06:42dia dirujuk di RSUD Sondosia
06:45diimpus lagi di tangan kiri
06:47karena kebetulan kan tangan kanannya
06:50sudah bengkak
06:51diimpus tangan kiri
06:52pas tanggal 14 pagi
06:54saya melihat tangan kanan anak saya
06:57yang dari puskes Masboro
06:59ternyata tambah bengkak
07:01terus datang dokter spesialisnya
07:04saya bilang ke dokternya
07:06tangan anak saya
07:07sudah mulai bengkak
07:09bahkan tambah bengkak
07:10dari puskes Masboro
07:11dokter spesialisnya
07:13cuma menyerangkan
07:14kompres air dingin
07:15karena katanya itu
07:16penumpukan cairan
07:17pada pemeriksaan
07:19tidak ada pemeriksaan
07:20tidak ada pemeriksaan sama sekali
07:22namun setelah saya kompres
07:25air dingin yang ada
07:26tangan anak saya menghitam
07:27bagian ini
07:29menghitam pergelangan tangan
07:30saya langsung minta rujukan
07:32keperawat pada tanggal 14 itu
07:35tapi tidak dikasih rujukan
07:37tidak di-assesskan
07:38pada tanggal 14 itu
07:40cuma dikasih salep
07:41tapi karena kondisi
07:42tangan anak saya
07:43yang mulai parah
07:45tangannya apa
07:46pembengkakannya sudah
07:47di atas siku
07:48saya minta rujukan lagi
07:49di tanggal 15
07:50sama dokter umum
07:51tapi kata dokter umumnya
07:53harus konfirmasi dulu
07:54ke dokter spesialis
07:55sampai sore tidak ada
07:56tidak ada konfirmasi
07:57tidak ada
07:58tidak ada penyampaian
08:00dan kalau rujukan saya
08:01di-assess
08:02makanya saya
08:03sebagai ibu Arumi
08:05langsung lari
08:05dari perwatan anak
08:06ke UGD
08:07minta rujukan paksa
08:09ke dokter UGD-nya
08:11baru di-assesskan
08:13tanggal 15
08:14malam
08:15saya sampai di
08:17RSUD BIMA
08:18dilanjut di RSUD BIMA
08:21disanapun
08:22kondisi anak saya
08:23sudah parah
08:24dan 17 jam
08:25ya
08:25jadi tanpa ada
08:27tanpa ada tindakan apa-apa
08:29sampai di sana kan
08:31malahan dokternya
08:32saya
08:32bisa saya menanyakan
08:34soal kondisi tangan
08:36anak saya
08:37dokter UGD
08:38di RSUD BIMA
08:39menyampaikan
08:40kalau katanya
08:41itu bukan rana mereka
08:42karena anak saya
08:43itu rujukan dokter spesialis
08:44jadi mereka
08:45tidak bisa
08:46menginformasikan
08:47tidak bisa menjelaskan
08:48kondisi tangan anak saya
08:50namun pada saat
08:51tengah malam
08:51karena anak saya
08:53sudah
08:53jari-jari tangannya
08:55sudah tidak gerak
08:56sudah menghitam
08:58sudah parah
08:58saya kembali ke dokter UGD
09:00saya bilang sama dokternya
09:02jari-jari tangan anak saya
09:03ini sudah mulai gerak
09:04sudah tidak gerak
09:06padahal
09:06tadi masih gerak
09:08terus dokternya
09:09cuma bilang
09:09oh tidak apa-apa Ibu
09:10itu katanya
09:11itu cuma peradangan
09:12bakalan kepes sendiri
09:15itu sudah dikasih
09:16obat antibiotik katanya
09:17terus karena saya terlalu
09:18khawatir sama anak saya
09:19jadi saya bilang
09:20dok saya takut
09:21jangan sampai nanti
09:22tangan anak saya
09:23diamputasi
09:24saya ngomong kayak gitu
09:25sama dokter UGD
09:26namun
09:27jawabannya yang tidak
09:29mengenakan
09:29malah saya dapat
09:30dari perawat
09:31dia
09:31dia mengatakan
09:32ibu
09:33jangan terlalu overthinkin
09:34jangan terlalu tinggi
09:35pemikirannya
09:36katanya
09:36terus dokternya juga
09:38bilang
09:39ibu tangan anak ibu
09:40bakalan aman
09:41aman aja
09:41tidak bakalan terjadi
09:42apa-apa
09:43tapi bukan cuma
09:44di saat itu juga
09:45sepanjang malam
09:47saya selalu melaporkan
09:48keadaan anak saya
09:49yang tidak bisa
09:50tidak bisa tidur
09:51kesakitan
09:52tapi jawaban
09:53yang tidak mengenakan
09:54selalu saya dapat
09:55maka mereka bilang
09:56ibu selama anaknya
09:58tidak menangis
09:58histeris
09:59berarti anaknya
10:00bakalan bebek
10:00saja katanya
10:01jadi anak saya itu
10:03di area Sudemima
10:04mulai dari
10:05malam
10:06tidak ada satupun dokter
10:07yang memeriksa
10:08anak saya
10:08sampai
10:08pagi
10:09kebetulan
10:10tidak ada perawat
10:11yang datang
10:12di kasur anak saya
10:14tempat saya tidur
10:15saya bertanya
10:16sama perawatnya
10:16ini anak saya ini
10:18kapan diperiksa dokter
10:19dokter umumnya
10:20tidak mau memeriksa
10:21karena katanya
10:22itu bukan rana mereka
10:23terus dokter spesialisnya
10:25kapan datang
10:25terus perawatnya ngomong
10:27kalau dokter spesialis
10:28katanya tidak datang
10:29di UGD
10:30dia harus di
10:31rawat inap
10:31katanya baru memeriksa
10:33terus saya lagi bilang
10:34bagaimana
10:35jadi bagaimana
10:36ceritanya
10:36supaya anak saya ini
10:37diperiksa
10:38sama dokter spesialis
10:39perawatnya malah bilang
10:41emangnya ibu
10:42udah pesan kamar
10:43saya gak tau
10:44kamar apa
10:45saya bilang
10:45kamar apa
10:46maksudnya gimana
10:46harus ketanya
10:48pesan kamar dulu
10:49jadi saya diarahkan
10:50ke resepsionis
10:51terus saya kesana
10:52saya nanya ke bapaknya
10:54pak
10:55saya mau
10:56pesan kamar
10:57terus diperiksa
10:59ternyata
10:59saya itu anak saya
11:00BPJS kelas 3
11:01pas diperiksa kamar
11:02ternyata gak ada
11:03kosong
11:04katanya
11:04pak bu
11:05mau maaf
11:06untuk kamar kelas 3
11:07full
11:08kalau ada
11:08saya paling besok pagi
11:09atau besok sore
11:10karena saya terlalu khawatir
11:11sama anak saya
11:12saya pun bilang
11:13sama resepsionisnya
11:14gak apa-apa
11:15pak saya bayar kamarnya
11:16yang penting anak saya
11:17diperiksa sama dokter spesialis
11:19terus
11:20bapak yang disana
11:22ngomong
11:22kalau ibu mau
11:23bayar kamar
11:24berarti ibu harus
11:24musuh umum
11:25katanya
11:26jadi
11:26bukan hanya kamar yang bisa dibayar
11:28saking saya pengennya
11:29aku diperiksa dokter spesialis
11:31terus saya pulang lagi
11:32ke
11:32dari resepsionis
11:34karena gak bisa
11:35gak ada bisa dapat kamar
11:36saya pulang lagi ke anak saya
11:38saya menangis
11:39saya menangis
11:40karena
11:40tidak ada satupun dokter yang
11:42periksa anak saya
11:42pas saya udah menangis
11:44serius
11:45mereka padahal baru panik
11:47tiba-tiba datanglah dokter
11:48spesialis
11:49bedah
11:50dokter
11:51dia memeriksa tangan
11:53anak saya
11:53dia bilang
11:54kondisinya sudah sangat parah
11:55dia cuma melihat
11:57tanpa ada instruksi lagi
11:58kemudian datanglah dokter
12:00spesialis orto lagi
12:02langsung persiapan operasi
12:03pada saat itu juga
12:05dari UGD
12:05langsung ke
12:06komer operasi
12:08pas di operasi
12:09ternyata
12:10dokter otonya bilang
12:11kalau jari-jari tangan
12:12anak saya
12:13udah gak ada
12:13haliran darah
12:14udah gak ada
12:15jadi
12:16dokter minta persetujuan lagi
12:18sama shomi
12:19untuk membedah bagian ini
12:22supaya katanya
12:22ada haliran darah
12:23setelah di operasi
12:25anak saya
12:25dibawa di perawasan bedah
12:28di perawasan bedah
12:29dicampur dengan orang dewasa
12:33padahal anak saya
12:3415 bulan
12:3615 bulan
12:36dicampur sama
12:37pasien-pasien yang lain
12:41dan pada saat jam 1 malam
12:46anak saya kencang
12:49dan tidak ada
12:50satupun dokter yang bisa
12:51memeriksa
12:51dengan alasan
12:52katanya harus persona
12:53harus ada kenalan
12:55untung keluarga suami
12:56punya kenalan
12:57barulah dokternya datang
12:58ke perawatan itu
12:59periksa anak saya
13:00besoknya baru dibawa
13:01ke ruangan ASU
13:02karena kondisi anak saya
13:03sudah tidak
13:04kondisi tangannya
13:05sudah sangat mengkhawatirkan
13:06jadi saya minta
13:06rujukan lagi ke
13:07RSUP
13:08Mataram
13:09pada tanggal 18
13:10sampai di RSUP
13:13tanggal 11-11 pagi
13:14dan dilakukanlah
13:15operasi
13:16amputasi pada tanggal
13:1712 Mei
13:182025
13:19anak saya sekarang
13:21udah gak ada
13:21diamputasi
13:24oke
13:25baik
13:26ibu
13:28ini kan akhirnya
13:29diamputasi
13:30di RSUP
13:30RSUD Bima
13:31tapi ini
13:32apakah sudah
13:33di laporkan
13:35ibu ke polisi
13:36bagaimana tindak lanjutnya
13:37hingga saat ini
13:37pihak keluarga
13:39udah melaporkan
13:40tapi sampai sekarang
13:41kami belum menerima
13:42informasi apa-apa
13:43tentang perkembangan
13:44khusus sana saya
13:45belum ada
13:45laporan tertulis
13:47SP
13:47Duh HP
13:48gak ada
13:48kami belum menerima
13:49apapun
13:50jawabannya mereka
13:51selalu menyelidikan
13:53sementara proses
13:54tapi belum ada
13:54sampai sekarang
13:56dari polisi
13:59belum ada informasi
14:00lebih lanjut
14:00hanya dikatakan
14:01penyelidikan
14:01artinya memang
14:02dari sejak awal
14:03dari pihak rumah sakit pun
14:04juga tidak
14:05memberikan penjelasan
14:06yang pasti
14:07soal penyebab
14:07ketika
14:08dari awal tangan
14:09anak ibu bengkak
14:10bahkan sampai sekarang
14:11sudah diamputasi
14:12dan akhirnya
14:13dilaporkan ke polisi
14:14ini juga belum ada
14:15informasi lebih lengkap
14:16soal ini ya bu ya
14:16belum ada
14:17belum ada
14:19belum ada yang
14:19buka suara
14:20belum ada
14:21belum ada
14:22sampai sekali
14:22itu dari kapan ibu
14:24dilapor ke polisinya
14:25sampai saat ini
14:26sebelum
14:28diamputasi
14:29sebelum
14:29pada saat
14:31dirujuk
14:32di RSUP
14:33Mataram
14:34pihak keluarga
14:35sudah melaporkan
14:36kita 12 April
14:37kurang lebih
14:3812 April
14:40kurang lebih
14:41kurang lebih
14:42dan itu
14:43amputasinya
14:44di RSUP Mataram
14:46ya bukan
14:46di Bima
14:46iya di RSUP Mataram
14:47oke ibu
14:50infonya
14:51anda dan suami
14:52bahkan sampai
14:52resign dari pekerjaan
14:53demi mendampingi putri anda
14:55seberapa berat
14:55sebetulnya situasi
14:56saat itu
14:57hingga diambil
14:57keputusan itu
14:58sebenarnya
15:00sangat berat bu
15:01karena
15:01kami penhasilannya
15:03di sana
15:03cuma
15:04pada saat
15:05orang kantor
15:07suami
15:08menelpon
15:09mereka menanyakan
15:10kapan kami bisa masuk
15:11kami belum bisa
15:12memberikan kepastian
15:13karena pada saat itu
15:15jadal untuk
15:16operasi kami
15:17operasi anak kami
15:18belum dijadwalkan
15:19jadi kami belum bisa
15:20pastikan kapan bisa masuk
15:22jalan satu-satunya
15:23kami risen bu
15:24apalagi anak kami
15:26kan lagi kontrol
15:27per tiga hari
15:28untuk perawatan lukanya
15:30di Mataram
15:32jadi ibu tidak mau
15:33kami risen
15:33oke
15:35ke depan ibu
15:36karena ini kan juga
15:37dikatakan
15:38masih dalam proses penyelidikan
15:39masih belum ada
15:40perkembangan dari
15:41laporan ke polisi
15:42selain proses hukum
15:43langkah apa yang
15:44akan ditempuh keluarga
15:45untuk mendapatkan keadilan
15:46apakah dari pihak rumah sakit
15:47juga sudah mengonfirmasi
15:48ibu bahkan dari pihak
15:49puskespas
15:49dari tempat awal
15:51anak ibu berobat
15:52saat itu
15:52belum ada
15:54konfirmasi
15:54saya mau
15:55mereka itu bertanggung jawab
15:56bertanggung jawab
15:57kepada anak saya
15:59terutama
15:59oknum-oknum
16:00yang menyimpilikan saya
16:02yang bilang
16:03kalau saya terlalu
16:04overtinggi
16:05yang bilang
16:07anak saya
16:07tidak bakal
16:08diaputasi
16:08tidak bakal
16:10dioperasi
16:11aman saja
16:11oknum-oknum
16:14yang bilang
16:14hanya penumpukan cairan
16:16tanpa melihat
16:18kondisi tangan
16:18anak saya
16:19tanpa memeriksa
16:20hanya memberikan instruksi
16:21saya pengen mereka
16:24bertanggung jawab
16:24saya pengen
16:26keadilan untuk anak saya
16:27untuk terkait
16:30langkah hukum lain
16:31ijin menjelaskan
16:32kami kemarin
16:34sudah
16:34datang
16:36audiensi
16:37dengan
16:37dinas kesehatan
16:38provinsi
16:39alhamdulillah
16:40per hari kemarin
16:41dinas kesehatan
16:42provinsi
16:43memfasilitasi kami
16:44untuk bertemu
16:44dengan RSUP
16:45kita menanyakan
16:47kejelasan
16:48atas tindakan
16:49yang akan dilakukan
16:50nah per hari kemarin
16:52juga kami mendapat
16:53jawaban yang pasti
16:54bahwa
16:54Arumi bisa
16:55dioperasi
16:56terkait pencanggupan
16:57kulitnya itu
16:58di hari Senin
16:59makanya
17:00per hari Minggu
17:01insya Allah
17:01sudah masuk
17:02nah kami pun
17:04meminta
17:04dinas kesehatan
17:06provinsi
17:06menjadi wadah
17:08sebagai
17:08penjebatan
17:10antara
17:10RSUD BIMA
17:11RSUD Sondosia
17:12dan pihak
17:12Puskesmas Bolo
17:14dengan kami
17:15untuk menjelaskan
17:17seperti apa
17:18sebenarnya
17:18apa yang sebenarnya
17:19terjadi
17:20karena sampai sekarang
17:22mereka masih bungkam
17:23kita pun
17:25kalau
17:25sangat
17:27ini ya
17:28sangat
17:28menyayangkan
17:30pihak kepolisian
17:31sampai sekarang
17:32belum bisa
17:33memberikan
17:34hasil
17:35yang signifikan
17:36gitu
17:36belum bisa
17:37memberikan jawaban
17:38kepada pihak keluarga
17:41apa sebetulnya
17:42pertanggung jawaban
17:43yang paling dibutuhkan
17:43oleh keluarga
17:44saat ini
17:45Ibu Marliana
17:46saya pengen
17:48bertanggung jawab
17:49terhadap anak saya
17:50apalagi
17:51anak saya masih
17:52bayi
17:52kita gak tahu
17:53kehidupan
17:53selanjutnya bagaimana
17:55apalagi dia
17:56sudah cacat
17:57perempuan lagi
17:59saya pengen
18:00mereka bertanggung jawab
18:01demi
18:02saya pengen
18:03mereka bertanggung jawab
18:03demi
18:04mas terhadap
18:04anak saya
18:05saya pengen
18:06mereka bertanggung jawab
18:07tentang kelalaian mereka
18:08saya pengen mereka
18:11mengakui
18:12kesalahan mereka
18:13saya pengen mereka
18:17mengakui semua
18:18kalau mereka
18:18benar-benar
18:19lalai
18:20dan bertanggung jawab
18:21baik
18:22tentu
18:22kami ikut perhatikan
18:23atas apa yang terjadi
18:24dan diharapkan
18:26juga ada
18:26solusi
18:27terkait dengan
18:28kasus ini
18:29Ibu
18:29dan juga
18:30proses penyelidikan
18:30tentunya bisa
18:31berjalan transparan
18:32dan ada
18:33penjelasan
18:33dari
18:34puskes
18:35mas bekar rumah sakit
18:36dan juga dari polisi
18:37terkait dengan pendalaman
18:38dugaan malpraktik ini
18:40terima kasih
18:41Ibu Marliana
18:42orang tua dari korban
18:43malpraktik
18:44duga malpraktik
18:45dan juga kos hukum
18:46Ibu Eva Nur Fadila
18:47sudah bersama di
18:48Sapa Indonesia
18:49Ayah Pekan
18:50saya selalu
18:50Ibu Marliana dan juga Ibu Eva
18:52amin
18:53terima kasih
18:55ya saudara
Komentar

Dianjurkan