00:00Masih bersama saya Budi Mantan Rujo di satu meja depur romba, Ratna Juwitasari.
00:10Apa yang DPR lakukan agar kasus ini kemudian tidak tertelan bumi dan kemudian sunyi?
00:20Mbak, nge-freeze ya? Oke, baik. Paci.
00:24Jadi tentu kami...
00:27Yuk silahkan.
00:28Halo, ya tentu kami sebagai mitra dari pemerintah hari ini ingin memastikan bahwa fungsi kami untuk mengontrol berbagai macam kebijakan pemerintah itu dijalankan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
00:46Dan kami akan menerima dengan senang hati segala aspirasi dari masyarakat termasuk informasi apabila terjadi kegiatan illegal mining ataupun proses-proses pertambangan yang dijalankan tidak sesuai dengan kaedah apalagi sudah dalam taraf membahayakan lingkungan maupun ekosistem yang ada di sekitarnya.
01:11Dan kami berharap terkhusus untuk kasus Raja Empat ini, Pak Budiman, agar pemerintah itu menetapkan komitmennya gitu.
01:22Oke.
01:22Raja Empat ini mau dibawa kemana? Kalau misalnya memang ini sudah dikonfirm akan menjadi pariwisata yang berkelanjutan, yang berkeadilan, ya sudah fokus aja di situ gitu.
01:34Oke.
01:34Bukan sampai ada proses-proses ekonomi lain yang akan dilakukan yang pada akhirnya malah sangat merugikan.
01:42Tidak hanya merugikan masyarakat namun juga merugikan generasi yang akan datang.
01:47Baik, oke. Pak Cik Mayor, harapannya apa?
01:51Di Raja Empat itu kan dari Waisai sampai ke Misoli itu memang wilayah pariwisata.
01:55Ada wilayah geopark, ada KKP tadi, kecuali yang ke arah utara.
02:02Itu mulai dari ada kampung Warsambrin sampai putar Urbina Sopen ke sana, itu utang produksi.
02:10Nah, yang jadi masalah itu adalah masyarakat ada tidak pernah diajak bicara.
02:15Tiba-tiba saja izin datang, mereka jelas ribut lah.
02:18Nah, otonomi khusus Papua itu kalau Aceh, oksusnya itu yang khusus itu syariat Islam.
02:23Kalau Papua yang khusus itu syariat adat atau hukum adat.
02:26Jadi harus diajak bicara.
02:27Nah, karena itu...
02:28Apa yang Anda harapkan sekarang?
02:29Harapan saya adalah ketika perusahaan masuk dan bekerja seperti ini,
02:34sesuai dengan undang-undang otonomi khusus, harus 80% orang asli Papua kerja di situ.
02:38Faktanya di Pulau Gak tidak.
02:40Dan di perusahaan-perusahaan lain yang ada di Rajampat maupun di Sorong juga sama.
02:43Nah, sekarang kalau ada empat perusahaan yang ditutup,
02:47maka pekerja-pekerja dari perusahaan itu yang notabene orang asli Papua
02:51sebaiknya dibawa dan dipekerjakan di Pulau Gak.
02:54Itu menjadi satu solusi penting.
02:55Oke, baik.
02:56Dan yang terakhir.
02:57Pendek, tolong pendek.
02:58Saya desak aja aparat pendegak hukum, cek CSR PT Gak Nikil yang sudah beberapa tahun ini hilang.
03:04Oke, baik.
03:05Kiki, apa?
03:08Yakin bahwa pemerintah ini betul-betul akan menyelesaikan?
03:10Ya.
03:11Jadi menurut kami, kembali kami ingin menyampaikan bahwa
03:16bukan hanya di Rajampat, izin tambang yang ada di pulau-pulau kecil di Indonesia Timur
03:22saat ini lebih banyak menyengsarakan, merusak ekologis, dan merusak ruang-ruang hidup masyarakat.
03:30Untuk itu kami mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
03:34Saudara-saudara kita yang ada di Kabaina, yang ada di Halmahera Utara, yang ada di Morowali, yang ada di Pulau Obi,
03:44mengalami kesengsaraan akibat kerusakan lingkungan dari tambang nikel.
03:50Pemerintah perlu bertanggung jawab untuk itu.
03:52Dan Raja Ampat, khusus Raja Ampat, Raja Ampat kembali lagi harus diproteksi secara penuh.
03:58Untuk itu kami mengundang dan mengajak masyarakat untuk tetap memonitoring apa yang dilakukan oleh pemerintah.
04:06Kita jangan diam saja.
04:08Mari masyarakat tetap bersuara seperti apa yang kita lakukan saat ini.
04:12Terutama di Papua, setiap pembangunan harus berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, prinsip-prinsip keadilan, prinsip-prinsip pediatapa,
04:25dan yang paling penting adalah Papua bukan tanah kosong.
04:29Bukan tanah kosong.
04:30Papua bukan tanah kosong.
04:31Oke, baik. Hari, dalam bayangan Anda, solusi apa yang paling tepat oleh pemerintah setelah terjadi berbagai kontroversi di Raja Ampat?
04:40Ya, kalau di Raja Ampat ini, seperti juga waktu itu dalam tulisan kami, sebenarnya ada semacam kerancuannya.
04:49Ketika pemerintah menetapkan kawasan konservasi perairan di Raja Ampat tahun 2009,
04:55kemudian diikuti ada Geopark 2017 dan Global Geopark 2023,
04:59semestinya sudah jelas arah ekonomi di Raja Ampat ditujukan untuk para wisata yang berkelanjutan.
05:05Tapi ini semacam ironi ketika ada tambang di sana.
05:07Nah, itu juga seperti kata masyarakat di sana, turis di sana.
05:12Selama ini Raja Ampat itu dikenal sebagai surga terumbu karang.
05:18Sebagai salah satu di dalam segitiga terumbu karang dunia.
05:2375 persen lebih terumbu karang dunia itu ada di Raja Ampat.
05:26Nah, orang akan lihat seperti juga ketika kami datang ke GAK ya,
05:31ketika karang tertutup lumpur, karang rusak.
05:36Ketika bawah laut rusak, terus apa lagi yang bisa dibanggakan dari Raja Ampat?
05:39Ketika dia memang dikenal sebagai surga bawah laut.
05:41Oke, baik. Hari, Pak Kiki sudah habis Pak Kik.
05:45Mayor, terima kasih.
05:46Dan juga Mbak Ratna telah bergabung di satu meja dekorum.
05:49Terima kasih.
Komentar