Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
RAJA AMPAT, KOMPAS.TV - Aktivitas tambang nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat, memicu kekhawatiran akan potensi pencemaran dan kerusakan ekosistem.

Pelaku wisata di Raja Ampat meminta pemerintah serius menjaga kelestarian alam di kawasan Raja Ampat, termasuk dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan..

Jika hal ini tidak dilakukan, maka keanekaragaman hayati dan ekowisata di kawasan Raja Ampat akan terancam. Pelaku wisata menyebut bahwa Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata prioritas, melainkan juga tempat konservasi.

Baca Juga Menteri Lingkungan Hidup Buka Suara soal Pertambangan di Raja Ampat: Ada Pelanggaran? di https://www.kompas.tv/nasional/598318/menteri-lingkungan-hidup-buka-suara-soal-pertambangan-di-raja-ampat-ada-pelanggaran

#tambang #rajaampat #papua #nikel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/598320/pelaku-wisata-raja-ampat-minta-pemerintah-serius-jaga-alam-tambang-nikel-bagaimana
Transkrip
00:00Terkait adanya aktivitas penambangan nikel, laku wisata di Raja Ampat meminta pemerintah serius menjaga kelestarian alam di kawasan Raja Ampat.
00:11Jika hal ini tidak dilakukan, maka keanekaragaman hayati dan ekowisata di kawasan Raja Ampat akan terancam.
00:19Raja Ampat bukan hanya tentang destinasi wisata prioritas, tapi juga menyendang status sebagai UNESCO Global Geopark, kawasan konservasi perairan nasional dan pusat terumbuk karang dunia.
00:34Ingat bahwa 70% spesies karang dunia ada di Raja Ampat. Jadi kami bersuara karena ini masuk dalam geopark, ini masuk dalam kawasan konservasi, ini masuk dalam suaka alam perairan nasional.
00:45Oke, saya mau bilang bahwa tidak ada healing di alam yang rusak.
00:51Pemerintah mohon bangun dari tidur.
Komentar

Dianjurkan