Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto lagi-lagi diusulkan menjadi pahlawan nasional. Usulan ini muncul bersamaan waktunya dengan langkah pemerintah menulis ulang sejarah.

Menurut Editor Umum Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Prof. Susanto Zuhdi, sejak sekitar 15 tahun terakhir banyak riset sejarawan yang bisa menjadi bahan untuk mengisi buku yang akan ditulis.

Maka menurutnya, penulisan ulang sejarah bisa dilihat dari perspektif objektivitas ada bahannya.

Di sisi lain, dari subjektivitas, ini sebagai menulis satu buku yang bertujuan reinventing indonesian identity.

Menurutnya silakan saja jika nanti ada sejarah pembanding yang ditulis di luar sejarawan. Sebab, sejarah itu multi tafsir dan harus ada pembanding.

Ketua Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia, Marzuki Darusman mengatakan yang diperdebatkan bukan soal sejarahnya, melainkan keputusan atau kebijakan untuk menulis sejarah.

Lebih lanjut, Marzuki menambahkan hati-hati dalam penulisan sejarah. Sebab penulisan sejarah oleh pemerintah ada risikonya.

"Bukan isi, tapi politik sejarahnya," katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan sejarah itu tidak bisa dihindari. Penulisan ulang sejarah diperlukan untuk mengetahui sejarah yang baik maupun buruk, agar kita bisa belajar dan tidak mengulanginya.



"Kita ingin fakta, sejarah ya sejarah, apa adanya saja," katanya.




#soeharto #sejarah #indonesia



https://youtu.be/apDAqEzzqeA

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/596271/kontroversi-penulisan-ulang-sejarah-indonesia-bagaimana-faktanya-satu-meja
Transkrip
00:00Selamat malam, Suharto Presiden kedua Republik Indonesia kembali diusulkan menjadi pahlawan nasional.
00:15Usulan ini menuai kontroversi dan penolakan dari sejumlah kalangan.
00:19Mereka menilai Suharto tak layak jadi pahlawan nasional.
00:23Ini bukan kali pertama, sebelumnya Suharto beberapa kali diusulkan mendapatkan gelar pahlawan.
00:30Usulan menjadikan Suharto sebagai pahlawan bersamaan dengan langkah pemerintah menulis ulang sejarah.
00:38Namun rencana ini menuai kritik dan polemik.
00:42Pasalnya ada kecurigaan penulisan sejarah ini bakal menghapus kasus-kasus pelanggaran HAM
00:48dan upaya melempangkan jalan bagi Suharto mendapatkan gelar pahlawan.
00:53Benarkah demikian?
00:55Inilah satu media forum sejarah ditulis ulang demi Suharto jadi pahlawan dalam tanda tanya.
01:09Suharto, Presiden kedua Republik Indonesia kembali diusulkan menjadi pahlawan nasional.
01:15Kewantrian Sosial bersama tim peneliti dan pengkaji gelar pusat, pakar, serta budayawan
01:22telah mengantongi 10 tokoh untuk dipertimbangkan sebagai pahlawan nasional.
01:28Menteri Sosial Saifulo Yusuf menyebut,
01:30Suharto berpeluang mendapat gelar pahlawan seiring pencabutan namanya
01:34dari TAP MPR No. 11 tahun 1998 tentang penyelenggaraan bersih dari KKN.
01:40Atau misalnya itu sudah berulang-ulang ya diusulkan
01:44atau sudah sejak tahun 2010 atau diusulkan
01:48itu masih ada kendala dan sekarang salah satu kendalanya itu
01:53kemarin suharto pilihannya sudah ikat.
01:57Jadi secara normatif ya
01:59yang kita lihat semuanya ini
02:03sudah diikinan jatuh.
02:05Usulan Suharto menjadi pahlawan nasional menuai kontroversi
02:12dan penolakan dari sejumlah kalangan.
02:15Mereka menilai Suharto tak layak jadi pahlawan nasional.
02:20Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan
02:25pencabutan TAP MPR No. 11 tahun 1998 tidak serta-merta
02:29membuat Suharto layak dijadikan pahlawan nasional.
02:32Hal ini mengingat proses pencabutan TAP MPR itu yang tidak benar.
02:38Dimana KPR dan MPR pada tahun 1998
02:42memutuskan secara paripurna
02:45bahwa mantan Presiden Suharto harus diadili
02:49karena penyimpangan penyalakunaan kekuasaan
02:53dalam bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme.
02:57Tetapi dirubah hanya karena permintaan Partai Gorkar
03:01pada pertengahan September tahun lalu
03:03dalam waktu satu pekan diputuskan oleh pimpinan paripurna,
03:08pimpinan MPR, untuk dihapuskan dari TAP MPR 98.
03:13Itu salah secara hukum, tidak bisa dipertanggungjawabkan.
03:16Usulan Suharto jadi pahlawan nasional bukan kali pertama dilakukan.
03:252010 lalu, usulan ini diajukan oleh Pemprov Jawa Tengah.
03:31Lima tahun berselang, usulan ini diusulkan kembali
03:34oleh Organisasi Lumbung Informasi Rakyat
03:36dan Prosesuara Rakyat Indonesia.
03:39Dan tahun ini,
03:43gelar pahlawan nasional diusulkan kembali
03:45agar diberikan kepada penguasa Orde Baru ini.
03:48Usulan menjadikan Suharto sebagai pahlawan
03:50bersamaan dengan langkah pemerintah menulis ulang sejarah.
03:54Kita berharap rekonstruksi ini
03:56terhadap masa lalu bangsa Indonesia ini
03:58dianggap penting sebagai himpunan dari perjalanan sejarah bangsa
04:01untuk membentuk national identity
04:04atau reinventing Indonesian identity
04:06dalam perspektif atau secara Indonesia sentris
04:10sebagai bangsa yang merdeka berdaulat.
04:15Namun, rencana ini menuai kritik dan polemik
04:18sejumlah tokoh nasional
04:19mulai dari aktivis, mantan orang nomor satu di kejaksaan
04:23hingga sejarawan menolak gagasan Menteri Kebudayaan.
04:27Tama-tama tentu terima kasih banyak atas
04:29penjatualan kami.
04:33Kami dapat berjumpa dengan Komunis 10.
04:35Pemerintah menulis sejarah Indonesia ini
04:38seolah-olah menulis memoir sebelum selesai kerja.
04:44Dengan demikian, maka
04:45apa yang tengah
04:48atau diniati oleh pemerintah
04:52untuk melakukan penulisan sejarah itu
04:53ialah mencapai satu tafsir tunggal
04:56mengenai sejarah Indonesia
04:59dan karena tidak bisa tidak
05:05bahwa tafsir tunggal itu harus tersusun
05:08maka penyusunan sejarah tunggal itu
05:11memang memerlukan rekayasa.
05:14Tidak ada yang salah dengan menulis ulang sejarah
05:20selama dilakukan dengan jujur dan terbuka
05:23serta melibatkan partisipasi publik.
05:27Namun, menulis ulang sejarah bisa bermasalah
05:30jika diniatkan dengan menghapus data
05:33serta memanipulasi fakta
05:35dan peristiwa yang pernah terjadi.
05:37Apalagi, jika hanya digunakan
05:40guna melempangkan jalan
05:42agar Soeharto mendapat gelar pahlawan.
05:51Sejarah ditulis ulang
05:52Demi Soeharto jadi pahlawan
05:54itulah tema satu meja di forum malam ani
05:56telah hadir di studio
05:57Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
06:00Malam, Bang Doli.
06:01Ada Profesor Susanto Zudi,
06:03editor umum penulisan ulang sejarah Indonesia.
06:06Malam, Prof.
06:06Lalu ada Boni Triana,
06:08anggota Komisi 10 DPR.
06:10Malam, Boni.
06:12Ada Marjuki Darusman,
06:13Ketua Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia.
06:15Malam, Bung Marjuki.
06:17Dan ada BK Ulung Habsara,
06:19aktivis 1908
06:20dan Komisioner Komnas HAM 2017-2022.
06:25Satu meja juga telah mengundang
06:26perwakilan dari Kementerian Sosial
06:28dan Kementerian Kebudayaan
06:30tapi belum bersedia untuk hadir.
06:34Prof. Susanto,
06:35saya bertanya terlebih dulu.
06:36Apa pentingnya sebetulnya menulis ulang sejarah Indonesia?
06:42Ya, memang sudah satu kebutuhan, Mas Budiman,
06:45bahwa kita kan sudah punya dua buku sejarah nasional.
06:50Tahun 1976,
06:53sejarah nasional Indonesia itu 6 jilid.
06:56Kemudian Indonesia dalam arus sejarah itu 8 jilid.
07:00Itu tahun 2010 atau 2012 terbit.
07:04Tapi pengerjaannya itu sebetulnya sudah selesai 2007-2008.
07:08Jadi yang lama itu dulu kan Kementerian pindah-pindah ganti ya.
07:12Ada Gutwar, ada Dik, Diknas, dan seterusnya gitu.
07:15Nah, itu artinya paling tidak 15 tahun terakhir
07:19itu sudah banyak hasil riset para sejarawan,
07:24muda umumnya ya,
07:26baik tesis, desertasi,
07:28dalam maupun luar negeri,
07:29yang sudah merupakan bahan
07:32yang bisa untuk mengisi buku yang akan kita tulis ini.
07:37Jadi kebutuhan itu sebetulnya
07:39karena soal objektifitas ada bahan-bahannya
07:43dan subjektifitasnya kita perlu lagi menulis
07:47satu buku yang untuk tujuan
07:50re-eventing Indonesian Identity itu.
07:54Oke.
07:54Dan manfaatnya kemudian ya untuk,
07:57terutama untuk pendidikan sekiranya nantinya.
07:59Untuk pendidikan sekiranya.
08:00Kira untuk pendidikan.
08:01Itu nanti menjadi sejarah resmi Indonesia?
08:04Ya, pengetahuan resmi tidak resmi ini
08:05sebetulnya bisa kita bincangkan ya.
08:09Official history ini bisa dalam arti
08:13dia dikeluarkan sebetulnya.
08:15Cep, dua buku sebelumnya juga pemerintah juga.
08:18Memang barangkali suatu saat itu harus
08:20di luar pemerintah yang menulis ini.
08:22Misalnya masyarakat sejarah Indonesia,
08:24tapi biasanya masalah dana gitu ya.
08:26Masalah dana.
08:26Kita belum pernah bisa menulis suatu buku
08:28yang lengkap gitu ya.
08:30Yang di luar pemerintah membiayai.
08:33Resmi dalam pendidikan itu.
08:34Kalau itu diluhikan soal lain lagi.
08:37Kalau nanti kemudian ada sejarah pembanding
08:40yang ditulis di luar dari sejarawan.
08:43Oh iya silahkan.
08:43Yang berbeda gimana?
08:44Oh iya silahkan aja.
08:45Gak ada tafsir tunggal dalam sejarah.
08:48Sejarah itu perspektif,
08:49sejarah itu multi tafsir, begitu.
08:51Jadi tergantung untuk tujuan apa kita menulis sejarah ini kan begitu.
08:56Oke baik.
08:57Bung Marjuki, ketua aliansi keterbukaan sejarah Indonesia.
09:01Kenapa Bung Marjuki dan teman-teman menolak
09:05adanya penulisan sejarah ulang?
09:07Baik, terima kasih Mas Budiman.
09:11Malam ini saya kira adalah tahapan lebih jauh ya
09:17dari kegiatan beberapa hari yang lalu
09:21pada saat mana sekelompok aktivis, sejarawan dan yang lain-lain
09:29menyampaikan satu pernyataan di Komisi 10 DPR
09:34bahwa penulisan ulang sejarah oleh pemerintah
09:39secara kategoris harus ditolak.
09:43Ditolak?
09:44Ditolak.
09:44Itu isi statement saya gak akan bacakan lagi ini.
09:48Tapi saya ingin mulai pada malam hari ini
09:49dengan mengapresiasi prakarsa pemerintah
09:53untuk menarik perhatian kita semua kepada masalah sejarah.
10:01Lepas daripada isinya.
10:02Karena ini tertuju juga untuk membangun kesadaran bersejarah.
10:10Itu penting sekali.
10:11Bagi warga negara untuk memiliki satu pandangan
10:15tentang keadaan sekarang ini
10:17dalam perspektif untuk melihat
10:19di mana posisi Indonesia secara global, secara regional
10:23untuk mengambil keputusan sebagai warga negara dalam demokrasi.
10:28Nah setelah yang mengatakan itu
10:31ada masalah bahwa
10:35yang kita perdebatkan
10:39ini bukan sejarahnya
10:42tapi keputusan, kebijakan
10:47untuk menulis sejarah.
10:49Itu yang penting.
10:50Masalahnya di situ.
10:51Jadi bukan isi
10:54tetapi politik sejarahnya.
10:57kita kembali ke sejarah kita sendiri
11:04bersilam sekali
11:05yang dinyatakan oleh Pak Sujat Moko
11:09bahwa sejarah yang ditulis oleh negara
11:13walaupun itu tidak dinyatakan resmi
11:17tetapi dinyatakan sebagai sejarah nasional
11:20itu sudah lepas
11:22dari materi kesejarahan
11:24dan sudah menjelma menjadi ideologi.
11:29Nah ini masalahnya.
11:31Jadi penolakan kita ini
11:33seraya mengapresiasi pemerintahan
11:36untuk menarik perhatian kita semua
11:38ini sekarang sudah jadi polemik nih.
11:40Bagus.
11:42Tidak perlu ada penyelesaian
11:44tetapi jelas posisi masing-masing.
11:46penulisan sejarah oleh pemerintah
11:50ada risikonya.
11:52Jadi kami ini tidak sesat
11:55sebagaimana yang disampaikan di publik ya.
11:59Kami ini pesat.
12:01Pesat.
12:02Ingin menyampaikan kepada pemerintah
12:04hati-hati
12:05menulis sejarah itu.
12:09Karena
12:10ini kesempatan dibukalah ya
12:14bagi kita ini
12:15karena banyak anak-anak muda
12:17orang-orang
12:18rekan-rekan muda ini
12:19yang
12:19mungkin tidak mengalami
12:2130 tahun order baru.
12:23Pada saat itu
12:24Presiden Suharto
12:2667
12:27menjadi presiden.
12:2968
12:29ditunjuk
12:30Jenderal Nugroho Tuntosusanto
12:34sebagai sejarawan
12:35ABRI
12:37waktu itu.
12:4030 tahun
12:41order baru
12:42berkuasa.
12:46Presiden
12:46Prabowo Subianto
12:48Oktober yang lalu
12:50dilantik.
12:516 bulan kemudian
12:52ada pengumuman
12:53untuk menyusun kembali
12:55sejarah ulang.
12:56itu
12:59apa salah kita
13:01mempertanyakan
13:03bahwa ini akan ada
13:04bukan
13:06penulisan ulang sejarah
13:08tetapi sejarah yang berulang.
13:11Sejarah yang berulang.
13:12Jadi saya berhenti dulu di situ.
13:13Oke, baik.
13:14Bung Doli
13:15Partai Golkar
13:16Sisi Partai Golkar
13:18sepakat atau
13:19tidak sepakat
13:20kemudian penulisan sejarah
13:21yang sedang dikerjakan sekarang ini?
13:24Sejarah itu
13:25sesuatu yang
13:26tidak terhindarkan
13:27menurut saya.
13:28Bahkan kita tidak bisa
13:29menghindari
13:30atau kita tidak bisa
13:31menghindari sejarah.
13:33Karena setiap waktu
13:35itu pasti
13:36meninggalkan
13:37atau bahkan
13:38menyisakan sejarah
13:39dan setiap
13:41orang
13:42pasti punya sejarahnya
13:43masing-masing
13:44yang belum tentu
13:44diketahui oleh
13:45orang lain gitu.
13:48Nah tentu kita
13:49berkepentingan ya
13:50untuk
13:51mengetahui
13:52sejarah-sejarah
13:53peristiwa besar
13:55orang besar
13:56sejarah-sejarah yang baik.
13:59Bahkan sebenarnya
13:59sejarah yang buruk
14:00mungkin perlu kita ketahui
14:01supaya kita belajar
14:02supaya tidak
14:03melakukan
14:05kelesalahan yang sama
14:06kira-kira begitu.
14:07Nah jadi buat kami
14:08sebetulnya
14:09penulisan sejarah ini
14:10ya
14:11bagus-bagus saja.
14:14Selama
14:14gini
14:15problemnya adalah
14:16sejarahnya
14:16kadang-kadang masalah
14:17penulisan sejarahnya
14:18yang kadang-kadang
14:19jadi problem
14:19jadi masalah.
14:21Karena ada juga
14:21yang mengatakan kan
14:22sejarah itu dibuat
14:23oleh orang yang menang.
14:24Yang menang.
14:25Kan gitu.
14:26Nah kita kan tidak mau
14:27apa
14:29frasa itu berlaku gitu.
14:31Kita ingin
14:31bahwa fakta sejarah
14:32ya sejarah
14:33apa adanya saja.
14:35Jadi menurut saya
14:35saya kira
14:36kalau misalnya
14:36pemerintah pun
14:37mau menuliskan
14:38ulang sejarah itu
14:39tidak apa-apa
14:39tapi tidak bisa juga
14:40kita kemudian
14:42membuat itu
14:43satu-satunya
14:43tafsir
14:45tentang sejarah.
14:46Oke.
14:46Itu ya.
14:47Saya kira boleh saja
14:48siapa saja yang menuliskan
14:49menuliskan sejarah
14:51menurut perspektifnya
14:53masing-masing gitu.
14:54Nah jadi
14:54saya kira
14:55posisi kami kayak begitu.
14:57Oke baik.
14:57Boni
14:57Boni sebagai sejarawan
14:59apa yang Anda khawatirkan
15:00dengan rencana
15:01politik ya
15:02apa
15:03penulisan sejarah
15:05ulang
15:05di masa sekarang
15:07tapi jawabannya
15:07setelah
15:08jeda berikut ini.
Komentar

Dianjurkan