00:00Selamat malam, Suharto Presiden kedua Republik Indonesia kembali diusulkan menjadi pahlawan nasional.
00:15Usulan ini menuai kontroversi dan penolakan dari sejumlah kalangan.
00:19Mereka menilai Suharto tak layak jadi pahlawan nasional.
00:23Ini bukan kali pertama, sebelumnya Suharto beberapa kali diusulkan mendapatkan gelar pahlawan.
00:30Usulan menjadikan Suharto sebagai pahlawan bersamaan dengan langkah pemerintah menulis ulang sejarah.
00:38Namun rencana ini menuai kritik dan polemik.
00:42Pasalnya ada kecurigaan penulisan sejarah ini bakal menghapus kasus-kasus pelanggaran HAM
00:48dan upaya melempangkan jalan bagi Suharto mendapatkan gelar pahlawan.
00:53Benarkah demikian?
00:55Inilah satu media forum sejarah ditulis ulang demi Suharto jadi pahlawan dalam tanda tanya.
01:09Suharto, Presiden kedua Republik Indonesia kembali diusulkan menjadi pahlawan nasional.
01:15Kewantrian Sosial bersama tim peneliti dan pengkaji gelar pusat, pakar, serta budayawan
01:22telah mengantongi 10 tokoh untuk dipertimbangkan sebagai pahlawan nasional.
01:28Menteri Sosial Saifulo Yusuf menyebut,
01:30Suharto berpeluang mendapat gelar pahlawan seiring pencabutan namanya
01:34dari TAP MPR No. 11 tahun 1998 tentang penyelenggaraan bersih dari KKN.
01:40Atau misalnya itu sudah berulang-ulang ya diusulkan
01:44atau sudah sejak tahun 2010 atau diusulkan
01:48itu masih ada kendala dan sekarang salah satu kendalanya itu
01:53kemarin suharto pilihannya sudah ikat.
01:57Jadi secara normatif ya
01:59yang kita lihat semuanya ini
02:03sudah diikinan jatuh.
02:05Usulan Suharto menjadi pahlawan nasional menuai kontroversi
02:12dan penolakan dari sejumlah kalangan.
02:15Mereka menilai Suharto tak layak jadi pahlawan nasional.
02:20Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan
02:25pencabutan TAP MPR No. 11 tahun 1998 tidak serta-merta
02:29membuat Suharto layak dijadikan pahlawan nasional.
02:32Hal ini mengingat proses pencabutan TAP MPR itu yang tidak benar.
02:38Dimana KPR dan MPR pada tahun 1998
02:42memutuskan secara paripurna
02:45bahwa mantan Presiden Suharto harus diadili
02:49karena penyimpangan penyalakunaan kekuasaan
02:53dalam bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme.
02:57Tetapi dirubah hanya karena permintaan Partai Gorkar
03:01pada pertengahan September tahun lalu
03:03dalam waktu satu pekan diputuskan oleh pimpinan paripurna,
03:08pimpinan MPR, untuk dihapuskan dari TAP MPR 98.
03:13Itu salah secara hukum, tidak bisa dipertanggungjawabkan.
03:16Usulan Suharto jadi pahlawan nasional bukan kali pertama dilakukan.
03:252010 lalu, usulan ini diajukan oleh Pemprov Jawa Tengah.
03:31Lima tahun berselang, usulan ini diusulkan kembali
03:34oleh Organisasi Lumbung Informasi Rakyat
03:36dan Prosesuara Rakyat Indonesia.
03:39Dan tahun ini,
03:43gelar pahlawan nasional diusulkan kembali
03:45agar diberikan kepada penguasa Orde Baru ini.
03:48Usulan menjadikan Suharto sebagai pahlawan
03:50bersamaan dengan langkah pemerintah menulis ulang sejarah.
03:54Kita berharap rekonstruksi ini
03:56terhadap masa lalu bangsa Indonesia ini
03:58dianggap penting sebagai himpunan dari perjalanan sejarah bangsa
04:01untuk membentuk national identity
04:04atau reinventing Indonesian identity
04:06dalam perspektif atau secara Indonesia sentris
04:10sebagai bangsa yang merdeka berdaulat.
04:15Namun, rencana ini menuai kritik dan polemik
04:18sejumlah tokoh nasional
04:19mulai dari aktivis, mantan orang nomor satu di kejaksaan
04:23hingga sejarawan menolak gagasan Menteri Kebudayaan.
04:27Tama-tama tentu terima kasih banyak atas
04:29penjatualan kami.
04:33Kami dapat berjumpa dengan Komunis 10.
04:35Pemerintah menulis sejarah Indonesia ini
04:38seolah-olah menulis memoir sebelum selesai kerja.
04:44Dengan demikian, maka
04:45apa yang tengah
04:48atau diniati oleh pemerintah
04:52untuk melakukan penulisan sejarah itu
04:53ialah mencapai satu tafsir tunggal
04:56mengenai sejarah Indonesia
04:59dan karena tidak bisa tidak
05:05bahwa tafsir tunggal itu harus tersusun
05:08maka penyusunan sejarah tunggal itu
05:11memang memerlukan rekayasa.
05:14Tidak ada yang salah dengan menulis ulang sejarah
05:20selama dilakukan dengan jujur dan terbuka
05:23serta melibatkan partisipasi publik.
05:27Namun, menulis ulang sejarah bisa bermasalah
05:30jika diniatkan dengan menghapus data
05:33serta memanipulasi fakta
05:35dan peristiwa yang pernah terjadi.
05:37Apalagi, jika hanya digunakan
05:40guna melempangkan jalan
05:42agar Soeharto mendapat gelar pahlawan.
05:51Sejarah ditulis ulang
05:52Demi Soeharto jadi pahlawan
05:54itulah tema satu meja di forum malam ani
05:56telah hadir di studio
05:57Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
06:00Malam, Bang Doli.
06:01Ada Profesor Susanto Zudi,
06:03editor umum penulisan ulang sejarah Indonesia.
06:06Malam, Prof.
06:06Lalu ada Boni Triana,
06:08anggota Komisi 10 DPR.
06:10Malam, Boni.
06:12Ada Marjuki Darusman,
06:13Ketua Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia.
06:15Malam, Bung Marjuki.
06:17Dan ada BK Ulung Habsara,
06:19aktivis 1908
06:20dan Komisioner Komnas HAM 2017-2022.
06:25Satu meja juga telah mengundang
06:26perwakilan dari Kementerian Sosial
06:28dan Kementerian Kebudayaan
06:30tapi belum bersedia untuk hadir.
06:34Prof. Susanto,
06:35saya bertanya terlebih dulu.
06:36Apa pentingnya sebetulnya menulis ulang sejarah Indonesia?
06:42Ya, memang sudah satu kebutuhan, Mas Budiman,
06:45bahwa kita kan sudah punya dua buku sejarah nasional.
06:50Tahun 1976,
06:53sejarah nasional Indonesia itu 6 jilid.
06:56Kemudian Indonesia dalam arus sejarah itu 8 jilid.
07:00Itu tahun 2010 atau 2012 terbit.
07:04Tapi pengerjaannya itu sebetulnya sudah selesai 2007-2008.
07:08Jadi yang lama itu dulu kan Kementerian pindah-pindah ganti ya.
07:12Ada Gutwar, ada Dik, Diknas, dan seterusnya gitu.
07:15Nah, itu artinya paling tidak 15 tahun terakhir
07:19itu sudah banyak hasil riset para sejarawan,
07:24muda umumnya ya,
07:26baik tesis, desertasi,
07:28dalam maupun luar negeri,
07:29yang sudah merupakan bahan
07:32yang bisa untuk mengisi buku yang akan kita tulis ini.
07:37Jadi kebutuhan itu sebetulnya
07:39karena soal objektifitas ada bahan-bahannya
07:43dan subjektifitasnya kita perlu lagi menulis
07:47satu buku yang untuk tujuan
07:50re-eventing Indonesian Identity itu.
07:54Oke.
07:54Dan manfaatnya kemudian ya untuk,
07:57terutama untuk pendidikan sekiranya nantinya.
07:59Untuk pendidikan sekiranya.
08:00Kira untuk pendidikan.
08:01Itu nanti menjadi sejarah resmi Indonesia?
08:04Ya, pengetahuan resmi tidak resmi ini
08:05sebetulnya bisa kita bincangkan ya.
08:09Official history ini bisa dalam arti
08:13dia dikeluarkan sebetulnya.
08:15Cep, dua buku sebelumnya juga pemerintah juga.
08:18Memang barangkali suatu saat itu harus
08:20di luar pemerintah yang menulis ini.
08:22Misalnya masyarakat sejarah Indonesia,
08:24tapi biasanya masalah dana gitu ya.
08:26Masalah dana.
08:26Kita belum pernah bisa menulis suatu buku
08:28yang lengkap gitu ya.
08:30Yang di luar pemerintah membiayai.
08:33Resmi dalam pendidikan itu.
08:34Kalau itu diluhikan soal lain lagi.
08:37Kalau nanti kemudian ada sejarah pembanding
08:40yang ditulis di luar dari sejarawan.
08:43Oh iya silahkan.
08:43Yang berbeda gimana?
08:44Oh iya silahkan aja.
08:45Gak ada tafsir tunggal dalam sejarah.
08:48Sejarah itu perspektif,
08:49sejarah itu multi tafsir, begitu.
08:51Jadi tergantung untuk tujuan apa kita menulis sejarah ini kan begitu.
08:56Oke baik.
08:57Bung Marjuki, ketua aliansi keterbukaan sejarah Indonesia.
09:01Kenapa Bung Marjuki dan teman-teman menolak
09:05adanya penulisan sejarah ulang?
09:07Baik, terima kasih Mas Budiman.
09:11Malam ini saya kira adalah tahapan lebih jauh ya
09:17dari kegiatan beberapa hari yang lalu
09:21pada saat mana sekelompok aktivis, sejarawan dan yang lain-lain
09:29menyampaikan satu pernyataan di Komisi 10 DPR
09:34bahwa penulisan ulang sejarah oleh pemerintah
09:39secara kategoris harus ditolak.
09:43Ditolak?
09:44Ditolak.
09:44Itu isi statement saya gak akan bacakan lagi ini.
09:48Tapi saya ingin mulai pada malam hari ini
09:49dengan mengapresiasi prakarsa pemerintah
09:53untuk menarik perhatian kita semua kepada masalah sejarah.
10:01Lepas daripada isinya.
10:02Karena ini tertuju juga untuk membangun kesadaran bersejarah.
10:10Itu penting sekali.
10:11Bagi warga negara untuk memiliki satu pandangan
10:15tentang keadaan sekarang ini
10:17dalam perspektif untuk melihat
10:19di mana posisi Indonesia secara global, secara regional
10:23untuk mengambil keputusan sebagai warga negara dalam demokrasi.
10:28Nah setelah yang mengatakan itu
10:31ada masalah bahwa
10:35yang kita perdebatkan
10:39ini bukan sejarahnya
10:42tapi keputusan, kebijakan
10:47untuk menulis sejarah.
10:49Itu yang penting.
10:50Masalahnya di situ.
10:51Jadi bukan isi
10:54tetapi politik sejarahnya.
10:57kita kembali ke sejarah kita sendiri
11:04bersilam sekali
11:05yang dinyatakan oleh Pak Sujat Moko
11:09bahwa sejarah yang ditulis oleh negara
11:13walaupun itu tidak dinyatakan resmi
11:17tetapi dinyatakan sebagai sejarah nasional
11:20itu sudah lepas
11:22dari materi kesejarahan
11:24dan sudah menjelma menjadi ideologi.
11:29Nah ini masalahnya.
11:31Jadi penolakan kita ini
11:33seraya mengapresiasi pemerintahan
11:36untuk menarik perhatian kita semua
11:38ini sekarang sudah jadi polemik nih.
11:40Bagus.
11:42Tidak perlu ada penyelesaian
11:44tetapi jelas posisi masing-masing.
11:46penulisan sejarah oleh pemerintah
11:50ada risikonya.
11:52Jadi kami ini tidak sesat
11:55sebagaimana yang disampaikan di publik ya.
11:59Kami ini pesat.
12:01Pesat.
12:02Ingin menyampaikan kepada pemerintah
12:04hati-hati
12:05menulis sejarah itu.
12:09Karena
12:10ini kesempatan dibukalah ya
12:14bagi kita ini
12:15karena banyak anak-anak muda
12:17orang-orang
12:18rekan-rekan muda ini
12:19yang
12:19mungkin tidak mengalami
12:2130 tahun order baru.
12:23Pada saat itu
12:24Presiden Suharto
12:2667
12:27menjadi presiden.
12:2968
12:29ditunjuk
12:30Jenderal Nugroho Tuntosusanto
12:34sebagai sejarawan
12:35ABRI
12:37waktu itu.
12:4030 tahun
12:41order baru
12:42berkuasa.
12:46Presiden
12:46Prabowo Subianto
12:48Oktober yang lalu
12:50dilantik.
12:516 bulan kemudian
12:52ada pengumuman
12:53untuk menyusun kembali
12:55sejarah ulang.
12:56itu
12:59apa salah kita
13:01mempertanyakan
13:03bahwa ini akan ada
13:04bukan
13:06penulisan ulang sejarah
13:08tetapi sejarah yang berulang.
13:11Sejarah yang berulang.
13:12Jadi saya berhenti dulu di situ.
13:13Oke, baik.
13:14Bung Doli
13:15Partai Golkar
13:16Sisi Partai Golkar
13:18sepakat atau
13:19tidak sepakat
13:20kemudian penulisan sejarah
13:21yang sedang dikerjakan sekarang ini?
13:24Sejarah itu
13:25sesuatu yang
13:26tidak terhindarkan
13:27menurut saya.
13:28Bahkan kita tidak bisa
13:29menghindari
13:30atau kita tidak bisa
13:31menghindari sejarah.
13:33Karena setiap waktu
13:35itu pasti
13:36meninggalkan
13:37atau bahkan
13:38menyisakan sejarah
13:39dan setiap
13:41orang
13:42pasti punya sejarahnya
13:43masing-masing
13:44yang belum tentu
13:44diketahui oleh
13:45orang lain gitu.
13:48Nah tentu kita
13:49berkepentingan ya
13:50untuk
13:51mengetahui
13:52sejarah-sejarah
13:53peristiwa besar
13:55orang besar
13:56sejarah-sejarah yang baik.
13:59Bahkan sebenarnya
13:59sejarah yang buruk
14:00mungkin perlu kita ketahui
14:01supaya kita belajar
14:02supaya tidak
14:03melakukan
14:05kelesalahan yang sama
14:06kira-kira begitu.
14:07Nah jadi buat kami
14:08sebetulnya
14:09penulisan sejarah ini
14:10ya
14:11bagus-bagus saja.
14:14Selama
14:14gini
14:15problemnya adalah
14:16sejarahnya
14:16kadang-kadang masalah
14:17penulisan sejarahnya
14:18yang kadang-kadang
14:19jadi problem
14:19jadi masalah.
14:21Karena ada juga
14:21yang mengatakan kan
14:22sejarah itu dibuat
14:23oleh orang yang menang.
14:24Yang menang.
14:25Kan gitu.
14:26Nah kita kan tidak mau
14:27apa
14:29frasa itu berlaku gitu.
14:31Kita ingin
14:31bahwa fakta sejarah
14:32ya sejarah
14:33apa adanya saja.
14:35Jadi menurut saya
14:35saya kira
14:36kalau misalnya
14:36pemerintah pun
14:37mau menuliskan
14:38ulang sejarah itu
14:39tidak apa-apa
14:39tapi tidak bisa juga
14:40kita kemudian
14:42membuat itu
14:43satu-satunya
14:43tafsir
14:45tentang sejarah.
14:46Oke.
14:46Itu ya.
14:47Saya kira boleh saja
14:48siapa saja yang menuliskan
14:49menuliskan sejarah
14:51menurut perspektifnya
14:53masing-masing gitu.
14:54Nah jadi
14:54saya kira
14:55posisi kami kayak begitu.
14:57Oke baik.
14:57Boni
14:57Boni sebagai sejarawan
14:59apa yang Anda khawatirkan
15:00dengan rencana
15:01politik ya
15:02apa
15:03penulisan sejarah
15:05ulang
15:05di masa sekarang
15:07tapi jawabannya
15:07setelah
15:08jeda berikut ini.
Komentar