00:00Nah, kalau yang di belakang kita ini, kita cerita dulu ya, karena pasti kalau sahabat kompasti video rumah langsung tertujunya ke fotografi karyanya Mas Toh.
00:10Bisa diceritakan kalau ini istri tercinta.
00:13Ini istri saya waktu jadi ratu kebaya.
00:21Wah, tahun 1969 ya kalau saya lihat.
00:26Ini saya foto di tengah sawah sebetulnya.
00:30Luar biasa. Ini pakai kamera analog waktu itu ya pasti ya.
00:34Mana ini?
00:35Iya, itu analog lah, 60-an.
00:36Ini saya pakai kamera kalau nggak salah Hasselblad 500L.
00:40Kamera pertama ya, Mas Toh?
00:42Bukan ya.
00:43Kamera pertama Kodak.
00:44Oh, Kodak.
00:45Oke.
00:46Kodak, baby box.
00:49Kalau yang belakang ini kapan, Mas Toh?
00:52Ambil ini.
00:53Ini waktu Hari Abri di stadion Gelora Bung Karno, stadion utama.
00:59Ada pertunjukan apa gitu-gitu.
01:03Saya diundang.
01:05Nah ini saya foto pakai zenit nih.
01:07Pakai ini.
01:08Pakai ini?
01:09Boleh diangkat ya kita ya.
01:11Kita mau lihat dulu.
01:12Ini Mas Toh?
01:13Oh, jadi jarak jauh ya?
01:15Jarak jauh.
01:16Itu berat nggak sih Mas?
01:17Berat loh.
01:18Berat loh.
01:19Mas berat loh.
01:20Oh iya berat sekali.
01:21Kayak senjata.
01:22Iya ya.
01:23Dan ini, oh tulisannya kayaknya Uni Soviet waktu itu ya berarti ya.
01:27Tasha.
01:28Ini adalah kamera analog.
01:29Kenapa sih suka fotografi Mas Toh?
01:31Kenapa?
01:32Kenapa suka fotografi?
01:34Ya enak aja jadi hobi.
01:36Karena lihat momen gitu kayaknya seru ya untuk ditangkap.
01:39Ya pokoknya gimana hobi namanya juga.
01:43Sama kayak musik juga.
01:45Mas Toh hobi.
01:46Iya.
01:47Sejak kapan Mas Toh mulai motret-motret itu?
01:50Tahun 56.
01:5156.
01:52Waktu SD?
01:53SD.
01:55Foto kamera itu hadiah dari bapak?
01:58Kamera saya yang pertama kan kodak baby box.
02:02Baby box.
02:03Yang sekali copret di hadiah, sekali copret di hadiah.
02:07Tapi kalau Mas Toh pasti punya all akses di istana dong waktu zaman bapak masih memimpin.
02:13Banyak momen-momen yang dipotret di sana nggak Mas Toh?
02:15Ya lumayan lumayan.
02:17Paling favorit dimana?
02:18Di istana mana kalau Mas Toh?
02:20Kalau buat motret kalau Mas Toh sih paling enak tuh di istana Cipanas.
02:25Oh istana Cipanas, kenapa?
02:27Banyak ininya obyek-obyek yang bisa direkam.
02:31Lebih asri juga ya Mas Toh.
02:33Saya ingat ketika Mas Toh dapat hadiah itu yang saya baca.
02:38Mas Toh kemudian diajak oleh bapak kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara ya?
02:45Ya betul.
02:46Di situ Mas Toh mulai fotografican.
02:49Perjalanannya lama itu yang kita pernah cerita di edisi sebelumnya.
02:53Oh iya iya betul.
02:54Hampir satu bulan.
02:55Satu bulan.
02:56Mas Toh.
02:57Amerika.
02:58Amerika, Itali, terus Fatikan, Maroko, terus mana lagi satu lagi.
03:07Kalau nggak salah Filipina.
03:09Filipina.
03:10Ya iya.
03:11Saya ingat karena Mas Toh cerita hampir satu bulan perjalanan Bung Karno.
03:18Lalu DPR meminta penjelasan.
03:23Pak Ruslan Abdul Ghani menjelaskan ke DPR tentang perjalanan itu.
03:27Ada bukunya Mas Toh.
03:29Buku perjalanan itu.
03:30Jadi memang ada buktinya apa yang dilakukan Bung Karno dan juga rombongan waktu itu.
03:36Oh.
03:37Dijelaskan.
03:38Harus kan waktu itu Menteri Luar Negeri.
03:40Betul.
03:41Nah saya tuh pengen tahu pasti juga kawan-kawan sahabat Kompas TV kan ini lintas generasi ya.
03:46Ya Mas Toh.
03:47Ada yang masih muda banget genzi.
03:49Kayak saya nggak deenggel.
03:50Saya nggak genzi banget.
03:51Nah kawan-kawan muda tuh pengen tahu sebenarnya kehidupan di istana tuh seperti apa sih?
03:56Jadi anak RI1.
03:58Nah jadi pelukannya RI1 tuh gimana sih?
04:01Kalau saya sih orangnya gimana?
04:03Biasa aja nggak ada istimewanya lah.
04:05Kenapa bisa nggak ada istimewanya kawan-kawan Mas Toh?
04:07Nggak apa.
04:08Nggak apa.
04:09Makannya cuma gitu-gitu.
04:10Terus apa?
04:12Ya paling malah saya tuh risi suka dikawal-kawal sama dari tim putra-putri The Tasman kawal pribadi itu.
04:22Ya gitu lah Mas.
04:24Jadi risi lah.
04:26Tapi pada akhirnya ya terbiasa juga ya.
04:29Karena itu memang mau nggak mau kan harusnya rotapnya ya.
04:31Nggak akhirnya saya protes.
04:32Pernah protes?
04:33Gimana ceritanya itu?
04:34Iya saya protes sama Bapak.
04:36Nggak mau dikawal.
04:37Apalagi saya setelah lulus SMP.
04:45Angkanya bagus.
04:46Saya bilang, Pak aku nggak mau lagi dikawal-kawal.
04:49Aku lulus SMP.
04:51Angkanya kan Bapak lihat cukup bagus.
04:53Bapak biasanya kasih hadiah.
04:55Aku minta sekarang hadiahnya, aku nggak dikawal.
04:58Oh jadi hadiahnya itu justru melepaskan privilege itu ya.
05:02Nggak mau dikawal.
05:03Padahal tuh ya Mas Har dan Mas To.
05:06Kalau jaman sekarang tuh banyak banget yang pengen dikawal pakai nyiung-nyung-nyung gitu.
05:10Pakai patual kemana-mana.
05:12Kalau Mas To malah hanya risi justru ya.
05:14Dulu belum ada ya Mas To ya.
05:16Pakai nyiung-nyung belum ada ya.
05:17Ada.
05:18Tetap ada juga tapi.
05:19Oh ada.
05:20Detasemen kawal pribadi kan punya lengkap tuh.
05:22Iya.
05:23Yang Mas To pernah cerita mau ngapelin Bu Heni.
05:28Terus pasukan detasemen kawal pribadi ya.
05:33Detasemen kawal pribadi.
05:34Itu kan terus membuntuti ini Mas To.
05:35Iya.
05:36Mas To kalau nggak salah mengakali supaya tidak dikawal ya Mas To.
05:39Oh gitu.
05:40Ngebut.
05:41Oh ngebut.
05:42Pakai mobil Karmani nya?
05:44Nggak.
05:45Saya waktu itu pakai skuter.
05:47Oh.
05:48Skuter.
05:52Pada saat itu menjadi karmanis.
05:54Sebentar.
05:55See by Towerç—‡
Komentar