Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Guntur dikenal sebagai sosok yang memilih jalur seni dan budaya dibandingkan politik, berbeda dengan beberapa saudaranya. Ia aktif dalam dunia seni, termasuk musik, dan pernah terlibat dalam band bersama saudaranya, Guruh.

Guntur juga dikenal sebagai sosok yang menjaga dan menyebarkan nilai-nilai perjuangan serta sejarah bangsa Indonesia, memberikan pandangan kritis terhadap isu-isu kontemporer, dan tetap dihormati dalam dunia politik Indonesia.

Selain itu, Guntur mengungkapkan bagaimana perjalanan hidupnya menjadi seorang anak Presiden tidak ada yang istimewa.

"Dan saya protes tidak enak dikawal," ujar Guntur dalam penjelasannya di podcast Istana & Presiden.

Simak cerita lengkapnya dalam episode special Istana & Presiden bersama Guntur Soekarno di sini: https://youtu.be/ifTnEBM9QGY?si=dZYsa_WLGJCQ0ALC

Baca Juga [FULL] Pesan Politik Guntur Soekarno hingga Dibalik Nasi Goreng Megawati-Prabowo | Istana & Presiden di https://www.kompas.tv/talkshow/593636/full-pesan-politik-guntur-soekarno-hingga-dibalik-nasi-goreng-megawati-prabowo-istana-presiden


#prabowo #gibran #megawati #istanapresiden #soekarno #bungkarno #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/593989/simak-perjalanan-guntur-soekarno-menjadi-anak-presiden-biasa-aja-gak-ada-istimewanya-istana-p
Transkrip
00:00Nah, kalau yang di belakang kita ini, kita cerita dulu ya, karena pasti kalau sahabat kompasti video rumah langsung tertujunya ke fotografi karyanya Mas Toh.
00:10Bisa diceritakan kalau ini istri tercinta.
00:13Ini istri saya waktu jadi ratu kebaya.
00:21Wah, tahun 1969 ya kalau saya lihat.
00:26Ini saya foto di tengah sawah sebetulnya.
00:30Luar biasa. Ini pakai kamera analog waktu itu ya pasti ya.
00:34Mana ini?
00:35Iya, itu analog lah, 60-an.
00:36Ini saya pakai kamera kalau nggak salah Hasselblad 500L.
00:40Kamera pertama ya, Mas Toh?
00:42Bukan ya.
00:43Kamera pertama Kodak.
00:44Oh, Kodak.
00:45Oke.
00:46Kodak, baby box.
00:49Kalau yang belakang ini kapan, Mas Toh?
00:52Ambil ini.
00:53Ini waktu Hari Abri di stadion Gelora Bung Karno, stadion utama.
00:59Ada pertunjukan apa gitu-gitu.
01:03Saya diundang.
01:05Nah ini saya foto pakai zenit nih.
01:07Pakai ini.
01:08Pakai ini?
01:09Boleh diangkat ya kita ya.
01:11Kita mau lihat dulu.
01:12Ini Mas Toh?
01:13Oh, jadi jarak jauh ya?
01:15Jarak jauh.
01:16Itu berat nggak sih Mas?
01:17Berat loh.
01:18Berat loh.
01:19Mas berat loh.
01:20Oh iya berat sekali.
01:21Kayak senjata.
01:22Iya ya.
01:23Dan ini, oh tulisannya kayaknya Uni Soviet waktu itu ya berarti ya.
01:27Tasha.
01:28Ini adalah kamera analog.
01:29Kenapa sih suka fotografi Mas Toh?
01:31Kenapa?
01:32Kenapa suka fotografi?
01:34Ya enak aja jadi hobi.
01:36Karena lihat momen gitu kayaknya seru ya untuk ditangkap.
01:39Ya pokoknya gimana hobi namanya juga.
01:43Sama kayak musik juga.
01:45Mas Toh hobi.
01:46Iya.
01:47Sejak kapan Mas Toh mulai motret-motret itu?
01:50Tahun 56.
01:5156.
01:52Waktu SD?
01:53SD.
01:55Foto kamera itu hadiah dari bapak?
01:58Kamera saya yang pertama kan kodak baby box.
02:02Baby box.
02:03Yang sekali copret di hadiah, sekali copret di hadiah.
02:07Tapi kalau Mas Toh pasti punya all akses di istana dong waktu zaman bapak masih memimpin.
02:13Banyak momen-momen yang dipotret di sana nggak Mas Toh?
02:15Ya lumayan lumayan.
02:17Paling favorit dimana?
02:18Di istana mana kalau Mas Toh?
02:20Kalau buat motret kalau Mas Toh sih paling enak tuh di istana Cipanas.
02:25Oh istana Cipanas, kenapa?
02:27Banyak ininya obyek-obyek yang bisa direkam.
02:31Lebih asri juga ya Mas Toh.
02:33Saya ingat ketika Mas Toh dapat hadiah itu yang saya baca.
02:38Mas Toh kemudian diajak oleh bapak kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara ya?
02:45Ya betul.
02:46Di situ Mas Toh mulai fotografican.
02:49Perjalanannya lama itu yang kita pernah cerita di edisi sebelumnya.
02:53Oh iya iya betul.
02:54Hampir satu bulan.
02:55Satu bulan.
02:56Mas Toh.
02:57Amerika.
02:58Amerika, Itali, terus Fatikan, Maroko, terus mana lagi satu lagi.
03:07Kalau nggak salah Filipina.
03:09Filipina.
03:10Ya iya.
03:11Saya ingat karena Mas Toh cerita hampir satu bulan perjalanan Bung Karno.
03:18Lalu DPR meminta penjelasan.
03:23Pak Ruslan Abdul Ghani menjelaskan ke DPR tentang perjalanan itu.
03:27Ada bukunya Mas Toh.
03:29Buku perjalanan itu.
03:30Jadi memang ada buktinya apa yang dilakukan Bung Karno dan juga rombongan waktu itu.
03:36Oh.
03:37Dijelaskan.
03:38Harus kan waktu itu Menteri Luar Negeri.
03:40Betul.
03:41Nah saya tuh pengen tahu pasti juga kawan-kawan sahabat Kompas TV kan ini lintas generasi ya.
03:46Ya Mas Toh.
03:47Ada yang masih muda banget genzi.
03:49Kayak saya nggak deenggel.
03:50Saya nggak genzi banget.
03:51Nah kawan-kawan muda tuh pengen tahu sebenarnya kehidupan di istana tuh seperti apa sih?
03:56Jadi anak RI1.
03:58Nah jadi pelukannya RI1 tuh gimana sih?
04:01Kalau saya sih orangnya gimana?
04:03Biasa aja nggak ada istimewanya lah.
04:05Kenapa bisa nggak ada istimewanya kawan-kawan Mas Toh?
04:07Nggak apa.
04:08Nggak apa.
04:09Makannya cuma gitu-gitu.
04:10Terus apa?
04:12Ya paling malah saya tuh risi suka dikawal-kawal sama dari tim putra-putri The Tasman kawal pribadi itu.
04:22Ya gitu lah Mas.
04:24Jadi risi lah.
04:26Tapi pada akhirnya ya terbiasa juga ya.
04:29Karena itu memang mau nggak mau kan harusnya rotapnya ya.
04:31Nggak akhirnya saya protes.
04:32Pernah protes?
04:33Gimana ceritanya itu?
04:34Iya saya protes sama Bapak.
04:36Nggak mau dikawal.
04:37Apalagi saya setelah lulus SMP.
04:45Angkanya bagus.
04:46Saya bilang, Pak aku nggak mau lagi dikawal-kawal.
04:49Aku lulus SMP.
04:51Angkanya kan Bapak lihat cukup bagus.
04:53Bapak biasanya kasih hadiah.
04:55Aku minta sekarang hadiahnya, aku nggak dikawal.
04:58Oh jadi hadiahnya itu justru melepaskan privilege itu ya.
05:02Nggak mau dikawal.
05:03Padahal tuh ya Mas Har dan Mas To.
05:06Kalau jaman sekarang tuh banyak banget yang pengen dikawal pakai nyiung-nyung-nyung gitu.
05:10Pakai patual kemana-mana.
05:12Kalau Mas To malah hanya risi justru ya.
05:14Dulu belum ada ya Mas To ya.
05:16Pakai nyiung-nyung belum ada ya.
05:17Ada.
05:18Tetap ada juga tapi.
05:19Oh ada.
05:20Detasemen kawal pribadi kan punya lengkap tuh.
05:22Iya.
05:23Yang Mas To pernah cerita mau ngapelin Bu Heni.
05:28Terus pasukan detasemen kawal pribadi ya.
05:33Detasemen kawal pribadi.
05:34Itu kan terus membuntuti ini Mas To.
05:35Iya.
05:36Mas To kalau nggak salah mengakali supaya tidak dikawal ya Mas To.
05:39Oh gitu.
05:40Ngebut.
05:41Oh ngebut.
05:42Pakai mobil Karmani nya?
05:44Nggak.
05:45Saya waktu itu pakai skuter.
05:47Oh.
05:48Skuter.
05:52Pada saat itu menjadi karmanis.
05:54Sebentar.
05:55See by Towerç—‡
Komentar

Dianjurkan