00:00Kasus dugaan perampokan disertai penganiayaan di Menteng, Jakarta Pusat yang membuat penghuninya kritis terungkap.
00:06Polisi menyebut kasus itu rekayasa dari seorang saksi yang melaporkan kejadian.
00:14Warga Menteng, Jakarta Pusat dikejutkan dengan peristiwa dugaan pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan penghuninya kritis.
00:21Kasus tersebut bermula dari laporan seorang rekan korban yang bilang adanya perampokan 500 gram emas hingga menyebabkan rekannya terluka.
00:30Namun dari hasil penyidikan polisi diketahui, alibi itu direkayasa rekan korban untuk menutupi aksi percobaan pembunuhan yang dilakukannya.
00:40Bahwa keterangan awal dari saksi yang ada di TKP pertama itu atau saudari T itu kita duga palsu.
00:50Kita temukan ternyata bahwa tidak adanya dua orang yang masuk ke dalam rumah melainkan pelaku dari penganiayaan yang dilakukan kepada
01:06saudara MHA itu ternyata dilakukan oleh saudari T sendiri.
01:11Polisi menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa 16 Juni 2026 siang.
01:17Mulainya korban dan pelaku berada di lantai satu di rumah pelaku.
01:21Keduanya sedang istirahat dari luar kota.
01:24Pelaku kemudian menyiapkan power supply yang dirangkai dengan kabel dan kain basah lalu meminta korban memegang kain tersebut.
01:31Akibatnya korban tersengat listrik dan sempat terjatuh.
01:35Korban tak tumbang, pelaku diduga memukul kepala dan punggung korban menggunakan benda tumpul.
01:41Setelah itu korban sempat berusaha kabur dengan naik ke lantai atas dan keluar lewat jendela kamar.
01:46Namun pelaku mengejar ya dan memerintahkan korban untuk berbaring di kasur.
01:51Pelaku kemudian menganiaya korban.
01:53Akibat kejadian tersebut korban mengalami sejumlah luka berat di kepala, leher, dada, dan pinggang.
01:58Polisi menyebut pelaku sudah lama memendam rasa dendam terhadap korban yang merupakan rekan kerjanya.
02:04Polisi bilang perkataan korban kerap membuat pelaku sakit hati.
02:09Korban yang sempat kritis telah sadar dan kini masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dialaminya.
02:16Tim Liputan Kompas TV Jakarta
Komentar